Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

11 Maret 2025

Tips Pembelajaran Kepenulisan Dari Pengalaman Pribadi

Halo!
Jadi, ceritanya seorang teman menawari saya sebuah tugas. Katanya mengajar ekstra kurikuler kepenulisan untuk anak-anak kelas 10. Rentang waktunya hanya dua bulan sih dan hanya ada pertemuan sekali setiap minggunya. 

Ditawari begitu, saya menanggapinya dengan tertawa, antara lucu dan bertanya-tanya, serius kah? Bukan apa-apa, dari dulu saya gak pernah punya pekerjaan sebagai guru. Baik guru les, guru paruh waktu, apalagi guru fulltime. Terlebih lagi ini untuk mengajar di sebuah sekolah yang lumayan terkenal di Bandarlampung.

Eskul Kepenulisan
Saya dan anak-anak

Sampai saya harus berfikir berulang kali karena mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, saya harus menitipkan anak kecil saya yang masih berusia sekitar 14 bulan waktu itu karena jam mengajarnya pagi di hari kerja. Kedua, jarak antara rumah dengan sekolah lumayan jauh. Ketiga, apakah benar saya bisa?Teman saya itu antusias sekali. Dia meyakinkan kalau saya bisa, mampu, dan mumpuni. Rayuan gombal penuh maut, pikir saya haha. 

Tapi, setelah mengingat, menimbang, dan berdiskusi dengan pihak-pihak yang akan dilibatkan, akhirnya saya memutuskan untuk mencobanya. Toh, ini mengajar kepenulisan yang katanya saya sendiri yang akan buat materinya. Dan yah, saya mencoba untuk menularkan sedikit ilmu yang saya punya selama ini.

Hingga tiba saatnya saya datang ke sekolah itu untuk membicarakan kontrak terkait pembelajaran selama dua bulan itu. Oh iya, sebelumnya saya diminta untuk langsung mengajar. Materinya pengenalan secara umum. Tahu gak sih, saya sudah effort banget menyusun materi untuk 8 kali pertemuan dengan pembahasan yang sebisa mungkin akan optimal. 

Begitu pertemuan dengan pihak sekolah, semua ambyar! Rupanya ini bukan ekstra kurikuler seperti bayangan saya. Ini materi bidang P5 di sekolah mereka dengan mengangkat tema kepenulisan. Dan tujuan akhirnya adalah membuat satu buah buku per siswa. Mereka harus menuliskan impian-impian mereka dalam satu buku itu. 

Kalau eskul kan pasti hanya siswa yang berminat saja kan yang bergabung. Tapi kalau ini mata pelajaran yang wajib, ya berarti semua siswa, baik yang berminat atau tidak, suka atau tidak, punya keterampilan menulis atau tidak, semua harus ikut. Ya kan? Dan, disitulah tantangan dimulai.

Kalian tahu gak sih bagaimana perasaan saya ketika itu? Dag dig dul pol! Seumur-umur, baru kali ini mengajar anak SMA di sebuah sekolah. Sudahlah memang saya ini tipe paling enggan tampil di depan, malah ditambah harus mengajar selama delapan kali pertemuan. Duh!

Tapi, kaki saya sudah berdiri di sekolah ini, sudah di depan pintu kelas dengan anak-anak yang menunggu di dalam. Masa mau balik badan lagi?


Pengalaman Pertama

Memang ya, jam terbang itu gak bisa bohong sih. Jujur saja, saya agak gugup waktu pertama kali menyampaikan materi. Mana kesan pertama juga biasa aja lagi. Malah saya merasa terkesan belum siap pagi itu. Makanya, setelah jam mengajar berakhir, saya evaluasi lagi bahan ajar, materi, dan proses selama belajar berlangsung.

Pertemuan selanjutnya, saya merasa lebih siap dengan apa yang ingin saya sampaikan. Anak-anak juga tampak bisa lebih menerima materi yang saya sampaikan. Tapi ya memang benar, setiap anak itu punya karakter berbeda, juga setiap generasi punya semacam karakteristik yang berbeda pula.

Tentu saja, cara belajar dan menyampaikan materi juga jauh berbeda karena pada masa sekarang, anak-anak dituntut untuk lebih aktif dalam belajar. Pengajar juga dituntut untuk lebih melek teknologi karena media pembelajarannya bukan hanya papan tulis dan kapur lagi, melainkan audio visual yang lebih menarik.

Dari pengalaman saya itu, saya berkesimpulan bahwa untuk memulai dan dalam proses pembelajaran, dibutuhkan kreatifitas dan improvisasi. Apalagi untuk mata pelajaran khusus yang notabene tidak semua anak punya minat dan bakat di dalamnya.

Sedikit Tips

  • Pada pertemuan awal, sebaiknya tentukan peraturan kelas terbelih dahulu. Peraturan kelas ini bisa dibuat bersama dengan pengajar dan anak-anak supaya mereka juga merasa dilibatkan dan bukan karena satu pihak saja. Misalnya, apakah boleh membawa gadget, makan dan minum, keluar masuk kelas, dan sebagainya. Semua ini akan mempermudah berjalannya proses belajar selama dalam kelas.
  • Sebelum memulai materi, sebaiknya lakukan ice breaking dulu. Menurut saya ini cukup membantu mengkondisikan suasana belajar, menaikkan mood anak-anak dan pengajar juga, serta membantu meningkatkan konsentrasi.
  • Buat anak-anak sedikit berfikir ringan sebelum masuk pada materi inti. Bisa diberikan sedikit tugas ringan atau pertanyaan yang sesuai dengan materi.
Wheel of name
Saya pakai aplikasi online gratis Wheelofnames

  • Selesai pemberian materi, adakan sedikit evaluasi atau kuis kecil tapi dengan cara yang tidak terduga. Misal pada pengalaman saya adalah menunjuk beberapa nama anak dengan menggunakan putaran roda nama (bisa pakai aplikasi atau buat sendiri pakai PP). Pengalaman saya, bagian ini jadi seru karena semua anak melihat proses pemilihan namanya dan bukan saya yang memilihnya. Atau bisa juga dengan membuat tugas per kelompok yang pembagian kelompoknya tidak dapat diprediksi.
  • Kalau memungkinkan, ikut juga berpartisipasi dalam pengerjaan proyek atau tugas. Pengalaman saya kemarin, saya juga ikut serta menuliskan impian-impian saya meski tidak semua saya posting di grup kelas. Ini bisa memicu semangat anak-anak dan memberi inspirasi, baik dari segi impian maupun cara menuliskannya.
  • Lakukan kegiatan belajar mengajar ini dengan perasaan senang meskipun mungkin tidak semua anak bisa mengikuti materi dengan baik (mungkin karena memang tidak ada minat dasar atau kurang tertarik).

Impian-Impian Mereka

Pada pertemuan terakhir saya di kelas, saya tidak menyampaikan materi inti lagi. Saya lebih memilih mengevaluasi kembali apa saja yang sudah dipelajari. Saya melihat beberapa dari mereka ada yang mencatatnya, sebagian lagi hanya mengingat-ingat dan lainnya mengikuti jawaban temannya.

Saya menghabiskan waktu dengan memberi tugas yang harus dikerjakan saat itu juga. Sekalian saya ingin melihat bagaimana potongan-potongan materi yang saya berikan per pertemuan itu bisa diserap semuanya atau tidak oleh mereka.

Tugasnya adalah membuat satu tulisan impian mereka. Kali itu sudah harus lengkap karena saya sudah memberikan semua materi dari pertemuan pertama hingga pertemuan ke tujuh sebelum ini. Dan, tebaklah apa saja impian mereka ini!

Lembar impian
Lembar impian

Ini saya pilih beberapa saja ya.

Nonton Theater JKT48
Karena melihat orang-orang pergi ke theater JKT48 yang ada di FX Sudirman, Jakarta, saya ingin pergi kesana dan melihat oshi saya. Tapi itu nanti jika saya sudah memiliki penghasilan sendiri dan berumur 19 tahun.

Mempunyai Kapal Pesiar
Saya ingin mempunyai kapal pesiar karena saya mempunyai impian untuk keliling dunia. Dan itu saat saya sudah berumur 30 tahun. Saya akan mengajak keluarga saya untuk menaiki kapal yang akan kubeli, dan saya harus berusaha keras untuk mencapai impian tersebut.

Menjadi Sabar
Sabar itu impian setiap orang. Aku mau jadi orang yang selalu sabar dalam setiap hal, tidak memandang hal apa yang terjadi. Keinginanku satu ini karena terispirasi dari guruku ketika aku SMP. Aku ingin menjadi orang yang sabar sama sepertinya. Sekarang aku sedang berusaha untuk menjadi orang yang selalu sabar dalam hal apapun.

Melihat Ruang Angkasa
Pertama-tama saya harus memiliki roket pribadi yang keren dan memiliki tempat landas pribadi. Dan saya pergi ke luar angkasa dan melihat semua planet yang ada di semesta ini.

Bisa Sedekah 100 Juta
Kenapa? Karena saya ingin mempunyai tabungan akhirat yang banyak. Sebenarnya bisa sedekah 100 juta juga saran orang tua, jadi gak tau mau nulis apa. Kapan? Saya ingin sedekah 100 juta kalau saya sudah sukses menjadi dokter hewan atau peternak.

Setiap orang punya impian masing-masing dan saya berharap impian mereka akan terwujud satu per satu di kemudian hari. Kalau kalian, punya impian apa?

Baca juga : Bermimpilah

15 Oktober 2024

Tips MPASI Lancar Tanpa Drama

Di postingan sebelumnya, saya sudah sedikit ceritakan pengalaman pertama memberi MPASI pada si bayi. Takdir Allah, bayi saya memerlukan MPASI dini di usia 5,5 bulan atas rekomendasi DSA. 

Alhamdulillah dari awal MPASI hingga usia bayi saya lebih dari 15 bulan, tidak ada drama berarti seperti GTM parah. Tapi juga ya bukan berarti gak ada drama sama sekali. Pernah sih bayi saya benar-benar mogok makan. Makan sesuap, selesai.

Tips MPASI Lancar

Pernah juga makanannya hanya diacak-acak atau masuk mulut lalu lepeh. Lempar makanan juga pernah. Tapi balik lagi, tidak sampai berlarut-larut. 

Nah, saya mau berbagi sedikit tips berdasarkan pengalaman saya yang amat sangat sedikit dan masih pemula. Saya yakin sih pasti sudah banyak tulisan berseliweran yang membahas ini. Tapi mudah-mudahan ini berguna juga ya.

Pertama, siapkan mental ibu. Optimis boleh, tapi jangan berekspektasi terlalu tinggi karena khawatir malah jadi emosi, hehe. Kedua, buat peraturan makan. Dari awal MPASI, saya membuat beberapa peraturan makan.

1. Terapkan Makan Tepat Waktu

Gak harus saklek jam segini atau segini sih, tapi minimal di waktu yang hampir sama. Tujuannya supaya si bayi mengenal rasa lapar. Jadwal makan ini bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing juga. Apakah si bayi lebih suka makan setelah tidur siang, atau makan dulu sebelum mandi, dan lain-lain.

Kalau bayi saya, sarapan pagi setelah mandi bar badannya segar. Gak apa-apa belepotan lagi daripada sarapan dalam kondisi badan risih karena belum mandi. Makan siang biasanya sekitar jam 12 siang, baru ganti popok dan lain-lain. Makan malam, sekitar jam 6 sore. Tapi makin tambah usia, makan malamnya bisa jam 7an.

2. Makan Harus Duduk

Gak boleh sambil main, apalagi gendong dan jalan-jalan. Kalau dipangku, masih boleh, tapi sebaiknya duduk sendiri ya. Tujuannya supaya si bayi fokus pada makanan dan proses makannya. 

Karena waktu awal MPASI, bayi saya belum bisa duduk tegak dan saya belum belikan kursi makan juga, jadi saya tempatkan dia di bantal sofa bayi, yang mirip donat itulah. Saya sangga tubuhnya dengan bantal-bantal, supaya posisinya gak tidur.

MPASI Bayi
Awal MPASI

Setelah dia bisa duduk tegak, saya belikan kursi makan sendiri. Dan saya merasa ini berguna banget! Makan jadi fokus, postur tubuh terjaga, dan minim distraksi. Pengalaman saya, ketika makan di tempat lain yang notabene gak ada kursi makannya, bayi saya lebih mudah terdistraksi dan akhirnya sesi makan jadi gak optimal. 

3. Kenalkan Semua Jenis Makanan

Saya ingin bayi saya tidak pilah pilih makanan, makanya sebisa mungkin saya kenalkan semua makanan yang ada sesuai dengan kemampuannya. Segala buah, sayur, protein, karbo, bergantian saya kasih.

Ini juga bertujuan untuk menguji apakah bayi ada alergi makanan tertentu, misalnya telur, susu, atau makanan laut. Selama ini, saya belum menemukan ada alergi tertentu pada bayi saya.

Untuk panduan kebutuhan masing-masing elemen di MPASI bayi ini bisa cari di internet ya, banyak kok. Oh iya, dari awal saya pakai timbangan perkiraan saja, gak pakai timbangan banget karena gak ada, wkwk. Kalau mau tepat, saya sarankan untuk pakai timbangan ya.

4. Kasih Contoh Makan 

Sebelum sesi MPASI, saya dan suami sudah sering makan di depan bayi saya. Tujuannya biar dia tertarik untuk makan dan melihat bagaimana proses makan itu. Saya juga sering makan bersama dan memberi contoh proses menyuap makanan ke mulut,  mengunyah, dan menelan. Jadi, si bayi bisa menirunya.


5. Buat Menu Sederhana

Saya sering lihat banyak postingan menu MPASI dengan bahan premium, khusus bayi, dan segala bumbu yang labelnya MPASI. Bagus sih itu, karena setiap ibu juga pasti ingin yang terbaik untuk anaknya kan. Tapi saya pribadi, gak pakai segala macam itu.

Saya buatkan menu sederhana ala rumahan saja. Biar ada rasa dan aromanya, saya biasa kasih tomat untuk penyedap alami, margarin untuk rasa asin, dan wortel untuk rasa manisnya. Rempah-rempah juga bisa dipakai seperti bawang-bawangan, daun salam, daun jeruk, kunyit, jahe, ketumbar, dll itu.

Intinya, saya membuat masakan biasa tapi tanpa gula dan garam. Nah, pas bayi saya sudah berusia 12 bulan, baru saya kasih gula dan garam dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Menu MPASI
Menu MPASI

6. Ciptakan Suasana Nyaman

Nah, ini penting banget. Sesi makan harus kondusif, jauh dari mainan, keramaian yang dapat memicu distraksi, dan pendamping juga fokus tanpa ada yang dikerjakan. Pengalaman pribadi, ini ngaruh banget. Jadi, kalau waktunya makan, sebisa mungkin saya gak pegang pekerjaan lain dulu atau gak sambil nonton.

Di sesi makan ini juga, biasanya saya awali dengan rutinitas cuci tangan, baca doa, dan saya informasikan apa menunya. Sewaktu makanannya sudah mulai terpisah antara karbo, protein, dan sayur, saya jelaskan satu persatu. Misalnya, yang saya sendok wortel, saya bilang "Ini wortel, warnanya jingga, rasanya manis, dimakan biar matanya sehat." begitu.

Lalu, saya biarkan juga dia eksplor makanannya sendiri. Dari awal MPASI, saya biarkan tangannya memegang makanannya. Belepotan ya gak apa-apa biar dia tahu tekstur makanannya juga.

7. Tidak Memaksa

Nah, ketika bayi saya tidak mau menghabiskan seporsi makanannya, saya tidak akan memaksanya. Paling, saya yakinkan saja, saya coba suapi lagi. Kalau dia benar-benar gak mau, ya sudah. Awalnya, porsi makan yang saya buat memang banyak tersisa meskipun saya membuatnya sudah sesuai dengan takaran di buku KIA. Tapi, lama kelamaan, habis sesuai porsinya.

Nah, itu dia beberapa tips memberi MPASI dari pengalaman pribadi saya. Saya yakin, setiap bayi pasti berbeda penanganannya karena kondisinya juga berbeda-beda. Kalau bayi lagi GTM, tetap jaga kewarasan ibu ya. Tarik nafas pelan, istighfar jangan lupa, dan coba lihat ekspresi si bayi. Perlahan, emosi ibu pasti reda meski kalau lihat makanannya yang utuh akan kesal sendiri juga, hehe.

Kalau pengalaman kalian, gimana? 

06 April 2024

Tips Memilih Pakaian Lebaran

Lebaran sebentar lagi. Sudah punya rancangan outfit apa yang akan dipakai besok? Atau malah masih ada yang bingung mau pakai yang mana? Nah, biar bingungnya gak lama, saya punya tips memilih pakaian lebaran versi saya. Siapa tahu bermanfaat untuk kamu. Yuk lanjut bacanya!

pakaian lebaran

1. Bahan yang nyaman

Tips pertama adalah pilih bahan pakaian yang nyaman. Kalau saya, lebih pilih pakaian berbahan katun, linen atau rayon twill yang sejuk. Kedua jenis bahan ini mudah menyerap air sehingga lebih nyaman saat berkeringat. Badan terasa lebih adem. 

Apalagi bagi ibu hamil, menyusui, dan yang punya anak kecil super aktif yang pastinya lebih mudah gerah di cuaca Indonesia ini. Ditambah lagi suasana lebaran yang ramai dan saling mengunjungi dari satu rumah ke rumah lainnya.

Memang sih ketiga jenis bahan itu lebih mudah kusut, tapi masih bisa diterima lah daripada harus gerah-gerahan seharian.

2. Desain yang sopan

Momen Idul Fitri adalah momen yang suci. Maka sebaiknya pakaian yang dipakai pada hari itu juga pakaian yang sopan dan tertutup. 

Karena saya berhijab dan sedang menyusui, saya lebih memilih pakaian yang agak longgar misalnya gamis. Menurut saya ini lebih praktis dan nyaman dipakai. 

Kalau kalian ada yang belum berhijab, tetap pilih pakaian yang tertutup setidaknya untuk sehari itu. 

3. Desain yang timeless

Tips selanjutnya adalah saya lebih memilih desain yang timeless dalam artian bisa dipakai di banyak momen dan di tahun-tahun mendatang. Selain hemat dalam berbelanja, saya juga tidak menumpuk pakaian yang tidak cocok lagi dipakai karena sudah bukan trend lagi.

Ikut trend boleh sih, tapi gak harus membeli semua yang hanya bisa dipakai sekali dua kali saja.


4. Sesuai bentuk tubuh

Satu hal ini sering banget terabaikan saat memilih pakaian, khususnya saat lebaran. Jangan hanya karena modelnya bagus, lalu dibeli padahal saat dipakai ternyata tidak sesuai dengan bantuk tubuh. Alhasil penampilannya jadi gak sesuai dengan harapan.

Saya lebih memilih yang sekiranya cocok di saya dan saya merasa nyaman memakainya. Kalau sudah nyaman, kita juga akan lebih percaya diri kan. Apalagi saat lebaran akan bertemu dengan banyak orang. 

5. Sesuai budget

Tips terakhir dalam memilih pakaian lebaran adalah sesuai budget. Kalau memang tahun ini tidak ada dana untuk pakaian baru, ya gak masalah untuk pakai pakaian lama yang masih pantas. Kalau memang ada rezeki, beli yang sesuai dengan budget dan tidak perlu memaksakan.

Pada hakikatnya, lebaran bukan masalah pakaian baru atau lama kan ya. Esensinya lebih pada diri kita yang baru. Jadi manusia yang terlahir kembali pada fitrah sucinya. Selamat menyambut lebaran! 

13 April 2023

Kriteria Memilih Buku Anak Yang Wajib Bunda Tahu

Halo!

Siapa nih para bunda yang sudah mulai mengenalkan buku bacaan pada anak-anak? Kriteria apa sih yang wajib untuk memilih buku bacaan anak? Simak yuk sampai habis!

Kriteria Memilih Buku Anak

1. Cerita Singkat

Kemampuan anak dalam mencerna suatu cerita yang dibacakan memang berbeda di masing-masing anak, tetapi pada umumnya, anak dapat lebih memahami cerita yang singkat dan jelas. Maka, kriteria buku bacaan anak paling mendasar adalah ceritanya singkat dan jelas.

Setiap halamannya cukup diisi dengan beberapa kalimat saja, selebihnya bisa diisi dengan gambar ilustrasi untuk lebih meningkatkan ketertarikan anak pada buku. Cerita yang bertele-tele dengan banyak tulisan akan lebih mudah membuat anak bosan dan tidak sabar.

2. Ilustrasi Menarik

Anak-anak akan lebih tertarik pada buku bacaan yang dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik. Apalagi kalau ilustrasinya berwarna warni cerah. Bagi anak dengan kemampuan yang lebih menonjol di sisi visualnya, maka cerita yang dibacakan akan lebih kuat menempel di ingatannya dengan ilustrasi tersebut.

Saya termasuk orang yang mudah mengingat dengan visual, maka gak heran kalau saya masih ingat cerita tentang Ibu Kodok dan Anaknya yang pernah dibacakan oleh ibu sewaktu saya masih kecil. Ilustrasinya berupa gambar ibu kodok yang terus meniup-niup udara hingga perutnya besar dan meledak karena anaknya ingin ibunya besar seperti si sapi. Jujur, cerita ini menyedihkan sih, tapi sampai sekarang kok ya saya masih ingat betul, hehe.

3. Bahasa Mudah Dipahami

Bahasa untuk anak-anak tentu akan berbeda dengan bahasa yang ditujukan untuk orang dewasa. Maka, sebelum memutuskan untuk membeli buku bacaan anak, sebaiknya Bunda baca terlebih dahulu beberapa halaman awal buku. Bunda bisa memilih buku bacaan yang bahasanya mudah dipahami.

Sering juga kan kita sebagai pembacanya agak bingung menjelaskan apa yang dimaksud di dalam tulisan dalam buku yang dibaca? Dengan bahasa yang sederhana, anak akan lebih mudah memahami isi cerita yang disampaikan.

4. Mengandung Pesan Moral

Nah, ini sih agak suatu keharusan ya buat saya. Pumpung si anak sedang mendengarkan dengan santai dan dalam keadaan bahagia, apa salahnya menyisipkan pesan moral dari cerita yang baru dibacakan? Tentunya akan lebih efektif menyampaikan suatu pesan lewat cerita daripada langsung memerintah kan?

Kita bisa aplikasikan kembali adegan yang diambil dari buku cerita itu. Misalnya, dalam buku yang pernah saya bahas, Petualangan Orange, dimana pesan moralnya adalah membuang sampah pada tempatnya. Pasti anak akan lebih ingat karena di buku itu ada ilustrasi kantong plastik sampah dengan warna orange yang cerah.

Baca juga : 5 Rekomendasi Buku Anak Penuh Pesan Moral

5. Bahan Tebal

Kalau yang ini, memang tergantung harga buku dan berapa usia anak ya. Untuk anak-anak yang belum bisa membaca tetapi lebih banyak ingin tahu dengan gambar-gambar, lebih baik mengenalkan buku dengan bahan tebal. Hard book atau busy book dari bahan kain flanel cukup efektif agak buku tidak mudah rusak.

Kalau anak sudah lebih besar, bisa memilih buku dengan bahan art carton yang lebih tipis dari hard book tetapi lebih tebal dari kertas HVS pada umumnya. Juga, jangan lupa untuk mengajarinya cara merawat buku dan tidak merobeknya.

Memang sih, mengajarkan kebiasaan membaca pada anak tidak mudah ya. Tetapi kalau terus dicoba, siapa tahu si kecil akan tumbuh menjadi anak yang gemar membaca dan lebih mudah memahami literasi di masa mendatang.

Nah, menurut Bunda, apalagi nih kriteria apa lagi nih ketika akan memilihkan buku bacaan untuk anak? Tulis di kolom komentar ya!

22 September 2022

Overthinking, Kenali Pemicu dan Cara Mengatasinya

Halo!

Siapa disini yang suka mengalami overthinking, khususnya malam hari menjelang tidur? Duh, mengganggu banget kan ya itu? Padahal badan dan pikiran sudah lelah dan ingin istirahat, tapi kok malah diserang overthinking. Sebenarnya, apa sih overthinking itu dan bagaimana mengatasinya?

Overthinking
Apa itu Overthinking?

Overthinking

Beberapa hari yang lalu, saya ikut webinar dari salah satu brand kosmetik ternama di Indonesia. Menarik bagi saya karena bahasannya tentang si overthinking ini. Jadi, overthinking merupakan salah satu perilaku seseorang yang seringkali berpikir negatif terhadap satu atau beberapa hal yang belum tentu terjadi. Ironisnya, hal yang terlalu dipikirkan biasanya adalah hal yang sepele.

Tidak dipungkiri memang, saya juga sering kok overthinking begini. Tiba-tiba terpikirkan satu hal yang nyatanya belum terjadi dan merembet ke pikiran lain sampai kemana-mana. Seringnya ini terjadi menjelang tidur padahal sebelumnya sudah berusaha untuk tidak memikirkan apapun.

Mungkin ada sebagian orang yang menyamakan antara si overthinker dengan pemikir. Padahal keduanya berbeda. Pemikir pada umumnya bisa mengendalikan apa yang harus dipikirkan dengan baik. Misalnya tentang pekerjaan, si pemikir biasanya lebih memikirkan bagaimana pekerjaan ini bisa selesai dengan efektif dan efisien. Pokoknya dia memikirkan hal-hal positif dan langkah apa yang bisa ia lakukan ke depannya.

Gejala Overthinking
Gejala Overthinking

Sementara itu, si overthinker lebih cenderung memikirkan hal-hal negatif dari apa yang ada di hadapannya. Bagaimana kalau gak bisa? Bagaimana kalau gagal? Bagaimana kalau mereka gak suka?

Makanya, overthinking itu punya beberapa gejala yang biasa dialami, seperti melamun yang bisa memicu stress, memikirkan sesuatu yang negatif secara berulang-ulang tanpa ada solusi, tidak dapat berkonsentrasi, dan sering menyalahkan diri sendiri yang dapat memicu bad mood berkepanjangan.

Overthinking juga dapat ditandai dengan sulitnya mengambil keputusan. Memang untuk mengambil keputusan itu harus dipikirkan matang-matang, tapi bukan berarti jadi overthinking. Memikirkan satu hal terus menerus dan tanpa ada ujungnya, malah akan membuat banyak hal terabaikan dan menjadi lebih sulit untuk mengambil satu keputusan.

Dari beberapa artikel yang saya baca, overthinking memang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, tapi kita bisa kok meminimalisir atau mengalihkannya ke pikiran yang lebih rasional dan tentunya lebih bermanfaat.

Mengatasi Overthinking

Sebenarnya overthinking ini bisa diminimalisir dengan memisahkan hal-hal yang bisa dan tidak bisa kita kontrol.

Apa yang bisa kita kontrol meliputi pikiran, perasaan, imajinasi, ekspektasi, konsep diri, termasuk juga nada bicara, bagaimana mimik wajah kita menghadapi orang lain, serta manajemen waktu dan media sosial yang bisa mempengaruhi kita.

Diluar itu, tentunya kita gak bisa mengontrol kejadian di sekitar kita, misalnya cuaca dan pandemi yang melanda. Termasuk juga peristiwa hidup yang berkaitan dengan kehilangan, kematian, dan sudah dan akan terjadi nanti. Juga lingkungan di sekitar kita seperti pendapat orang lain, cara pikir setiap individu dan cara pandang orang lain.

Mengatasi Overthinking
Mengatasi Overthinking

Bagi kamu yang merasa sudah ada gejala-gejala overthinking seperti yang sudah saya sebutkan di atas, ada baiknya mencoba beberapa tips berikut.

1. Tidak ada salahnya untuk menyadari bahwa kamu sedang overthinking

Coba untuk mulai mengenali dan menyadari kapan sih saat-saat kritis kamu diserang overthinking. Misalnya, apakah saat kamu terlalu memikirkan kejadian terus-menerus, ataukah saat terlalu takut dengan pikiranmu sendiri, atau saat kapan?

2. Kenali pola pikiran saat mulai overthinking

Kalau sudah menyadari kamu mulai diserang overthinking, coba kenali pola dan pemicunya. Sebagian orang biasanya berfikir secara berlebihan saat menghadapi suatu hal. Dengan mengenali pemicunya, kamu bisa lebih waspada dan bisa mengontrol diri.

3. Kenali pikiran

Coba cek faktanya, apakah sesuatu yang membuatmu overthinking ini benar-benar terjadi atau hanya hasil interpretasi berlebihan saja? Bisa juga dengan melepaskan pikiran yang membuatmu cemas.

4. Pikirkan solusi

Alih-alih terus larut dalam pikiran yang negatif dan berlebihan, coba pikirkan solusi yang memungkinkan untuk suatu masalah yang sedang dihadapi. Terkadang, yang kamu butuhkan ketika overthinking itu menyerang adalah pengalihan pikiran ke suatu hal yang lebih positif. Misalnya, dengan jalan-jalan, membaca buku atau melakukan hal-hal yang disukai. Kalaupun tidak bisa juga, coba ceritakan kekhawatiran kamu pada orang terdekat atau psikolog jika overthinking sudah mulai mengganggu keseharianmu.

Baca juga : 3 Hal Positif Untuk Jaga Kesehatan Mental

Konsep 3P (Pikiran, Perasaan, dan Perilaku)

Satu bahasan yang menarik perhatian saya kemarin saat webinar adalah konsep 3P, yaitu pikiran, perasaan, dan perilaku.

Hal-hal yang masuk melalui panca indera, kita interpretasikan sesuai dengan konsep yang kita miliki. Apa yang kita dengar, lihat, rasakan, itu akan mempengaruhi perasaan. Balik lagi sih ke lingkaran yang sudah dibahas tadi tentang apa saja yang bisa dikontrol, dan apa yang tidak bisa dikontrol.

Konsep 3P
Konsep 3P

Omongan orang lain, memang tidak bisa kita kontrol. Tapi, pemikiran kita terhadap omongan itu yang bisa kita kontrol. Apakah akan memasukkannya dalam hati sebagai pemicu overthinking atau biarkan saja lewat seperti angin.

Kalau perasaan kita sudah positif, maka perilaku yang akan dilakukan juga seharusnya positif dong ya. Mendengar masukan orang lain memang bagus, tapi kalau jadi pikiran yang berlebihan, ya jadi gak bagus.

Baca juga : Curhat Hari Ini

Oke, semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa membantu meminimalisir overthinking yang mungkin menyerang kamu ya! Atau kamu punya pengalaman lain tentang overthinking ini? Cerita di kolom komentar ya!

28 April 2022

Tips Menghemat Uang THR

Halo! Siapa nih yang uang THR-nya sudah cair? Alhamdulillah ya kalau sudah masuk kantong. Eh tapi, itu uang THR sudah langsung ludes atau masih aman di brankas? Haha.

Uang THR memang sudah seperti rezeki nomplok yang setiap tahun dinantikan oleh para pekerja, baik pegawai negeri maupun karyawan swasta. Kecuali pekerja rumahan seperti saya, cukup bersyukur saja masih ada THR dari suami, wkwk.

Menghemat uang THR
Amplop THR

Namanya rezeki yang gak setiap bulan keluar, terkadang malah jadi ajang foya-foya. Pumpung ada uang. Pumpung ada rezeki nomplok. Pumpung yang gak setiap bulan dapat. Dan pumpung-pumpung yang lainnya.

Tahu-tahu, uang THR ludes gak ada juntrungannya. Nah, kali ini saya mau berbagi sedikit tips untuk menghemat uang THR sehingga manfaatnya bisa lebih terasa.

1. Buat skala prioritas

Setiap penerima uang THR pasti sudah tahu dong ya berapa besaran nominal yang akan didapat. Biasanya sih dari gaji pokok tanpa tunjangan, tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. Dari besaran nominal ini, kita bisa membuat skala prioritas terlebih dahulu.

Misalnya, hal pertama yang harus dibayar adalah zakat fitrah, infaq dan sedekah. Kemudian memberi hadiah lebaran atau angpao untuk orang tua, mertua dan ponakan-ponakan. Dilanjutkan dengan kebutuhan lebaran seperti kue-kue dan lainnya. Baru kemudian kalau masih ada sisa, bisa ditabung atau untuk persiapan apabila ada keperluan mendadak.

Skala prioritas yang baru saya sebutkan tentunya tidak mutlak ya. Setiap orang pasti punya skala prioritasnya masing-masing. Tinggal disesuaikan saja dengan kebutuhan.

2. Buat rencana anggaran

Setelah membuat skala prioritas, langkah selanjutnya adalah membuat rencana anggaran. Ini juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tentu saja besaran uang THR yang didapat. Saran saya, apabila ada anggaran untuk membeli kebutuhan lebaran, pastikan kebutuhan itu yang benar-benar penting dan bukan hanya sekadar untuk gaya-gayaan.

Karena biasanya, menjelang lebaran ada saja yang ingin dibarukan. Gorden yang masih bagus pun terkadang ingin diganti setiap lebaran. Segala keset pintu atau toples yang masih ada pun, kadang juga turut jadi korban pensiun dini.

Maka, sebaiknya hindari membeli barang yang sekiranya tidak perlu-perlu amat menjelang lebaran. Masih banyak yang bisa menjadi tempat alokasi uang THR ini.

Baca juga : 5 Tips Mengatur Uang THR

3. Pisahkan dengan dana lain

Kebiasaan saya dari dulu, uang THR ini akan saya pisah dengan uang lainnya. Kalaupun masuk ke rekening yang biasanya jadi rekening gaji bulanan, bisa ditempatkan di rekening lainnya. Atau paling sederhana adalah membuat catatan pengeluaran.

Kalau tadi kita sudah membuat skala prioritas beserta besaran anggarannya, saatnya mengontrol uang THR yang keluar. Jangan sampai pas niat belanja barang yang sudah dicatat dan dianggarkan, sampai di tokonya malah beranak pinak hingga bayarannya membengkak.

4. Manfaatkan promo dan diskon

Kalau ini sih sepertinya gak usah diajarkan lagi ya, hehe. Para perempuan juga pasti akan dengan sigap belanja di tempat yang menyediakan promo dan diskon. Biasanya menjelang lebaran begini banyak toko yang menawarkan diskon besar.

Tapi, kembali lagi pada langkah pertama dan kedua tadi ya. Kalau memang tidak ada di daftar skala prioritas dan rencana anggaran, sebaiknya dicuekin saja. Kecuali kalau kalian memang punya dana lebih dan anggaran untuk hal-hal semacam begini.

Uang THR memang hanya setahun sekali, maka dari itu sebaiknya kita bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk kebaikan. Oke, semoga tulisan ini bermanfaat ya!

26 April 2022

Ide Baju Lebaran Tahun 2022

Halo! Kurang dari seminggu lagi ya insyaallah Idul Fitri akan tiba. Fatwa dari Muhammadiyah, 1 Syawal akan jatuh pada hari Senin, 2 Mei 2022. Kemungkinan dari NU juga akan mengikuti. Tunggu saja kepastiannya besok menjelang hari raya.

Ide Baju Lebaran

Bicara tentang hari raya, biasanya kita mempersiapkan beberapa hal yang antara wajib dan gak wajib sih ya. Misalnya, kue-kue untuk disandingkan di meja depan apabila ada kerabat dan keluarga yang bersilaturahmi, mengumpulkan zakat fitrah, membersihkan rumah, dan beli baju atau gak ya?

Nah, untuk yang terakhir ini gak wajib memang, tapi kebanyakan orang memanfaatkan momen lebaran yang setahun sekali ini untuk membeli sepotong dua potong baju baru. Kalau saya sendiri, sebenarnya gak masalah mau pakai baju lama atau baju baru, yang penting bersih, rapi, dan yang terbaik dari yang saya punya.

Di tulisan sebelumnya, saya pernah juga membahas antara baju lama atau baju baru untuk lebaran ini. Karena memang dari pihak keluarga ingin pakai yang seragam, senada, sewarna gitu, jadi ya akhirnya beli juga.

Baca juga : Baru Lama vs Baju Baru

Untuk lebaran tahun ini, sepertinya gak beli baju baru karena baju seragam tahun lalu belum sempat dipakai bersamaan. Tahun lalu mudik belum diperbolehkan, alhasil saya dan adik-adik sekeluarga belum sempat foto bareng pakai baju itu. Dari pihak keluarga suami saya juga rencananya akan pakai warna yang beberapa tahun lalu kami pakai. Hanya ganti jilbabnya saja. Aman lah!

Ide Baju Lebaran

Ngomong-ngomong, tahukah kamu bahwa limbah fashion juga berpengaruh besar terhadap lingkungan kita? Semakin banyak pakaian yang dibuat, maka semakin banyak pula limbah yang dihasilkan. Apalagi kalau bahan pakaian itu terbuat dari serat sintetis atau poliester yang tidak bisa terurai sempurna, akan ada berapa banyak tumpukan limbah ini?

Baca juga : Kenangan Tentang Hujan dan Perubahan Iklim

Sebagai generasi yang semestinya paham akan kelangsungan masa depan bumi ini, coba yuk diminimalisir untuk terus mengahasilkan limbah fashion ini. Salah satu caranya ya memanfaatkan yang sudah ada. Tinggal dipadupadankan saja.

Beli Baju Baru

Untuk kamu yang berencana akan membeli baju lebaran tahun ini, ada sedikit tips dari saya yang semoga saja bisa bermanfaat dan tentunya meminimalisir banyaknya limbah fashion ini.

Pertama, pilih bahan yang adem dan menyerap keringat. Biasanya bahan ini terbuat dari kain katun. Cuaca di Indonesia ini kan termasuk panas ya, dan kegiatan di hari lebaran biasanya saling kunjung dari rumah ke rumah. Sudah hampir pasti kita akan berkeringat dan membuat badan gerah. Nah, pakaian yang berbahan katun akan nyaman dipakai karena dapat menyerap keringat dan gak bikin gerah.

Kedua, pilih model yang bisa dipakai di beberapa acara. Kesukaan saya gamis polos atau kalaupun ada motif, ya motifnya gak terlalu rame. Gamis, tunik, atau baju atasan polos lainnya bisa dengan mudah dibaurkan dengan bawahan dan jilbab apapun.

Gamis polos dapat dipadupadankan dengan jilbab polos atau motif dengan warna yang senada. Begitu juga sebaliknya, gamis bermotif dapat dipadukan dengan jilbab polos sesuai dengan warna motifnya.

Satu lagi, setelan lebaran ini gak khusus saya pakai pas lebaran saja. Jadi saya pilih model yang cenderung netral dan dapat dipakai kembali di acara semi formal ataupun santai.

Pakai Baju Lama

Untuk kamu yang berencana tidak membeli baju lebaran tahun ini, saya juga punya sedikit tips agar baju yang ada bisa tampil beda.

Pertama, kalau kamu punya inner gamis polos, bisa dipadukan dengan outer yang bercorak atau outer polos dengan warna yang sepadan. Bisa dengan motif etnik yang anggun, atau outer dengan warna cerah. Padukan dengan jilbab yang senada.

Ide Baju Lebaran

Kedua, ganti jilbab untuk pakaian lamamu. Misalnya kamu punya gamis dengan motif bunga warna warni, tinggal ganti jilbabnya saja dengan warna yang sesuai dengan motif gamisnya. Atau kalau kamu punya tunik yang tahun lalu kamu pakai tanpa ikat pinggang, tahun ini bisa tambah sedikit asesoris seperti tali pinggang. Jadi bisa terlihat baru kan?

Bagaimana? Tahun ini sudah punya ide model baju lebaran?

12 April 2022

Tips Blogging Mudah vs Perlu Usaha

Di dunia nyata dan dunia maya, sudah banyak tips-tips seputar blogging yang bisa ditemukan dan diaplikasikan oleh para blogger. Sebagai contoh, ketika saya ketik kata kunci di google dengan ‘Tips Blogging’, langsung deh muncul berderet tips dari yang mudah hingga yang terasa agak perlu usaha.

Tips Blogging Mudah
Tips Blogging Mudah vs Perlu Usaha

Oh iya, saya pernah juga buat tulisan tentang beberapa tips mudah untuk menulis blog bagi pemula. Dan saya menerapkan beberapa tips itu selama ini, diantaranya :

  • Menulis apa yang disukai

Nah, ini bagian paling mudah sih menurut saya. Jadi, kalau ingin memulai blogging ya menulis dari apa yang kita sukai dulu. Biar kita juga gak merasa punya beban dalam menulis. Saya sudah mempraktekkkannya selama ini. Menulis tentang diri saya sendiri dan hal-hal yang saya sukai, semisal tentang puisi, apa yang ada dalam pikiran saya, dan pengalaman-pengalaman saya berkunjung ke suatu tempat.

Memang, terkadang ketika saya ikut beberapa tantangan menulis, ada tema yang mungkin gak saya sukai tapi harus ditulis. Itu saya jadikan sebagai latihan biar blog saya isinya juga gak monoton cerita saya, hehe.

  • Menulis dengan sederhana

Jadi, saya juga setuju dengan tips yang satu ini. Menulis blog itu ya yang sederhana aja karena memang ini untuk kesenangan dan bukan untuk keperluan yang formal seperti buku pelajaran atau makalah ilmiah. Pembaca blog juga bisa lebih mudah memahami kalau kita menulis dengan sederhana dan gak rumit.

  • Menggunakan tampilan yang menarik

Percaya gak kalau saya sudah beberapa kali tema visual di blog ini? Hehe, iya alasannya biar lebih menarik. Walaupun dari awal saya menggunakan template tema dari blogspot sendiri, tapi saya tetap ingin mengkombinasikan dengan imajinasi visual milik saya.

Seiring berkembangnya blog saya dari yang sangat personal hingga sekarang yang lebih membuka diri, saya ingin menggunakan tampilan visual yang lebih cocok. Dan jadilah seperti ini.

Tips-tips itu bisa dengan mudah saya aplikasikan ke blog saya selama ini. Tapi, ada beberapa tips blogging yang menurut saya butuh usaha lebih keras lagi. Apakah itu?

  • Konsisten

Nah, ini dia salah satu tips yang butuh usaha lebih menurut saya. Konsisten menulis. Waktu itu pernah pengen coba menulis dan posting setiap 2 hari. Ternyata kenyataan gak semudah bayangan, sodara-sodara!

Niatan pengen dua hari sekali posting, eh ada aja yang buat tulisan mentok sebatas angan, haha. Kebanyakan memang bingung mau menjabarkan ide sih, dan sebenarnya ini bisa diatasi dengan banyak membaca tulisan orang. Jujurnya, belakangan ini saya gak terlalu sering blogwalking. Padahal ada banyak manfaat dari blogwalking ini lho.

Baca juga : Belajar Ngeblog Lewat Blogwalking

  • SEO-Friendly

Ini juga tips blogging yang agak butuh pemikiran yang mendalam menurut saya. Jadi, blogging itu gak hanya nulis lalu posting dan selesai. Ada beberapa tahap lagi yang sebenarnya akan berpengaruh pada aktivitas blog kita. Misalnya pemakaian kata kunci dan yang ramah SEO ini.

Untuk gampangnya, saya mulai dengan memberi nama gambar dan alt-txt sesuai dengan isi blog. Kalau dulu, saya pasang gambar bebas dengan nama bawaan. Tapi setelah tahu ilmunya sedikit, mulai deh mengaplikasikannya.

  • Memiliki niche yang kuat

Blog saya ini tipe blog campur-campur. Semua cerita ada tanpa jalur yang jelas. Ibarat kata, blog saya ini sebuah kota yang gubernurnya malas menata, jadi para pengunjungnya bisa tersesat dan gak nemu arah kalau sudah masuk kesini, hehe.

Tapi itu dulu. Sekarang, sudah saya perbaiki sedikit demi sedikit. Memang ini butuh usaha yang lebih juga. Pasalnya, kadang orang ingin punya blog yang gak hanya memuat satu jenis tulisan aja. Seperti saya ini. Blognya ingin dihias dengan tulisan tentang jalan-jalan, kuliner, tips-tips, kesehatan, dan masalah personal juga. Jadi kalau ditanya blognya punya niche apa, saya Cuma nyengir aja sih.

Baca juga : Blogging Untuk Pemula

Nah, kalau kamu, tips blogging apa yang ingin kamu lakukan untuk blogmu?

05 Mei 2021

Tetap Produktif Saat Berpuasa

Halo!

Apa kabar puasa di hari ke 23 ini? Masih semangat kan ya? Hayo, siapa yang ketika puasa tiba rasanya pengen bermalas-malasan aja dengan alasan tidak ada tenaga? Hehe.

Produktif saat berpuasa

Berpuasa memang bisa membuat tubuh terasa lemas di siang hari karena tidak ada asupan apapun sejak sahur sebelum fajar. Tapi, bukan berarti kita bisa bermalas-malasan dan malah menghambat produktivitas kita.

Lalu, bagaimana dong untuk bisa tetap produktif meski sedang berpuasa? Yuk, simak tips berikut!

1. Manfaatkan waktu sebaik mungkin

Saat Ramadhan tiba, kemungkinan besar waktu untuk beraktivitas akan sedikit berubah. Misalnya jam kerja yang sedikit lebih singkat, atau bagi perempuan yang di rumah, agak lebih longgar dalam hal menyiapkan makan. Setidaknya, berkurang 1 kali waktu makan ya.

Nah, perubahan-perubahan kecil ini sebaiknya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Apalagi di bulan Ramadhan ini biasanya kita membuat target-target ibadah yang lebih tinggi dari biasanya. Misalnya bisa rutin tarawih berjamaah, khatam Alquran sekali atau 2 kali dalam sebulan, solat dhuha setiap hari, solat malam sebelum sahur, dan sebagainya.

Kalau tidak diatur sedemikian rupa, maka bisa jadi kegiatan-kegiatan itu terasa berat dan membuat kita merasa menyerah saja. Lalu berakhir dengan kemalasan dan sikap santai saja. Kalau saya pribadi, biasa memplotkan waktu kegiatan rutin yang setiap hari itu. Misalnya, ketika ada pekerjaan menulis setiap hari, saya akan memplotkan menulis itu setiap pagi dan harus selesai saat tengah hari. Sore harinya waktu saya untuk menyiapkan berbuka dan kegiatan yang berhubungan dengan ibadah puasa.

Kalau ada yang sedikit keteteran, saya coba mencuri-curi waktu di sela-sela kesenggangan. Misalnya waktu antara makan malam selepas Maghrib sampai menunggu Isya. Sedikit waktu bisa digunakan untuk tadarus atau beristirahat sejenak agar nanti selepas tarawih bisa tadarus tanpa merasa terlalu lelah.

2. Punya Target Yang Jelas

Seperti yang sudah disebutkan di awal, bisa jadi di Ramadhan ini kita punya target yang lebih lagi dalam hal beribadah. Nah, agar target kita itu gak hanya wacana, maka alangkah baiknya jika kita menuliskannya agar lebih jelas lagi. Misalnya, untuk bisa mengkhatamkan Alquran 1 kali selama Ramadhan ini, kita bisa membuat jadwal rutin seperti membaca Alquran sebanyak 2 lembar setiap selesai solat wajib. Untuk mengkhatamkan Alquran 2 kali, maka membacanya dilipatkan lagi.

Dalam hal pekerjaan juga begitu. Misalkan kita ingin menyelesaikan tugas kantor sebelum libur lebaran, maka apa saja rincian pekerjaan yang harus dicicil setiap hari agar tidak merasa dikejar tenggat waktu.

3. Buang Rasa Malas

Puasa waktu yang tepat untuk bermalas-malasan? Oh, it’s a big no, ya! Walaupun mungkin pekerjaan di siang hari cukup menguras energi dan pikiran, tapi bukan berarti pekerjaan tidak bisa selesai. Malas dengan alasan lemas dan bisa dimaklumi itu terasa berlebihan ya, hehe.

Apalagi bagi yang tidak bekerja kantoran alias di rumah saja. Kadang memang terbersit untuk ‘ah, nanti sajalah.’ Atau ‘Lagi males nih, cape.’ Hm, itu tuh yang bisa memicu rasa malas kita semakin besar.

Saya yang di rumah saja juga memang kadang begitu sih, tapi sebisa mungkin saya ingat QS. Asy-Syarh:7,

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).”

Yang saya artikan sebagai, ketika kita sudah selesai dengan satu urusan, cari urusan lain untuk diselesaikan lagi. Dengan begitu, hari-hari berpuasa kita akan selalu sibuk dan produktif.

Baca juga : Rencana 5 Tahun Ke Depan

Itu dia, beberapa tips untuk membuat kita tetap produktif selama berpuasa. Semoga bermanfaat ya!

23 April 2021

Mentok Saat Blogging? Coba Tips Ini!

Kegiatan blogging sekarang sudah menjadi trend tersendiri di kalangan para penulis ya. Rasanya lebih mantap kalau tulisan yang sudah dibuat bisa dibaca banyak orang dengan cara diposting di blog pribadi. Malah, tidak sedikit para penulis yang bisa meraup rupiah dengan menulis artikel bersponsor.

Tapi, pernah gak sih saat menulis itu tiba-tiba kehilangan inspirasi? Mentok gak bisa nulis apapun? Pernah ya. Sama kok, kamu gak sendirian. Saya juga pernah mengalami kebuntuan dalam menulis artikel atau menulis karya fiksi lainnya.

Jenuh saat ngeblog
Jenuh? Mentok?

Kalau sudah begitu, biasanya saya gak akan teruskan di depan laptop. Ya ngapain juga berdiam diri, bengong di depan laptop tanpa ada tulisan yang kelar? Semakin berfikir, malah serignnya makin pusing dan makin gak kelar-kelar tulisannya. Jadi, harus gimana dong? Yuk, sini simak beberapa tips dari saya. Ini lebih ke pengalaman pribadi dan terbukti tokcer, hehe.

Pertama, bangun dari dari duduk di depan laptop atau komputer. Sudahlah, tinggalkan dulu aja itu tulisan yang berhenti mendadak karena kehabisan inspirasi. Gak apa-apa. Ibarat orang lagi masak, kalau matangnya butuh waktu lama, kita gak akan nunggu di depan kompor terus menerus kan? Begitu juga dalam hal menulis ini. Kalau tiba-tiba mentok, ya tinggalin aja dulu.

Kalau memang tetap mau di depan laptop atau komputer, bisa buka lembar kerja baru dan tulis hal lain yang tidak berhubungan dengan tulisan yang sedang dibuat. Misalnya kalau sedang menulis cerpen atau puisi dan tiba-tiba kehilangan alur, saya biasanya nulis hal lain dulu. Bisa tentang curhatan atau ya tentang saya yang kehabisan ide ini.

Kalau sudah terasa penat dan jenuh di depan laptop atau komputer, ya menjauh dulu aja. Saya biasanya begitu juga. Saya tutup laptop, lalu pergi ke luar rumah. Cari udara segar atau cari sinar matahari. Serius ini mah, ampuh beneran. Nah, sambil cari udara segar ini, saya sambil potong-potong rumput. Ya, biasalah, orang perempuan mah kayaknya gak bisa diem kan ya? Hehe.

Di sela-sela waktu motong rumput itu biasanya saya mulai menemukan kembali inspirasi yang tadi sempat terhenti. Mungkin karena waktu potong rumput itu kan sendirian ya, jadi otak juga ikut berfikir tanpa disadari. Berada di luar rumah juga bisa membuat saya rileks, jadi emosinya juga bisa lebih stabil untuk saya yang moody-an banget ini.

Kalau tiba-tiba dapat inspirasi di tengah acara pemotongan rumput itu, tinggal pilih aja, mau menyelesaikan pekerjaan ala tukang kebun atau kembali merampungkan kegiatan tulis-menulisnya. Biasanya kan ide atau inspirasi itu sekelebat ya dan suka langsung hilang kalau gak dicatat, jadi saya suka buru-buru dan langsung ambil kertas untuk mencatatnya.

Cara kedua adalah dengan membaca. Apapun lah, mau baca berita kek, baca artikel ringan kek, atau baca novel, bebas. Atau scroll-scroll medsos juga bisa (asal jangan keterusan aja sih, hehe). Ini biasanya saya lakukan kalau saya terpentok ide mau nulis apa lagi. Dengan membaca, saya bisa tahu apa yang sedang trending saat ini. Apa yang sedang banyak dibicarakan orang saat ini. Jadi, tulisan kita juga gak ketinggalan. Setidaknya turut meramaikan dan siapa tahu ter-klik kalau ada orang yang cari bahan tentang tulisan itu.

Ini juga yang biasanya saya lakukan kalau sedang mentok mau promosi apa lagi. Lagi belajar usaha kecil-kecilan kan, jadi harus mencari apa-apa aja yang sedang diinginkan oleh pasar. Misalnya, ketika akan membuat model undangan pernikahan, saya cari-cari dulu tuh model undangan seperti apa yang sekarang sedang naik daun. Minimalis kah? Vintage kah? Rustic kah? Atau yang lainnya.

Baca juga : Punya Usaha Bisa Jadi Target 2021

Cara terakhir. Nah, kalau cara-cara diatas sudah gak mempan lagi, ya saya pilih tidur aja dulu. Mungkin memang pikiran sudah lelah sehingga inspirasi yang mungkin saja ada di hadapan mata tidak bisa ditangkap dan terlewat begitu saja. Tidur sebentar pun bukan pilihan yang buruk kok menurut saya. Bisa jadi memang saya sedang butuh tidur saat itu, butuh istirahat sejenak biar nanti ketika bangun, pikiran segar kembali.

Bagaimana? Mau dicoba beberapa tips dari saya itu? Atau kamu juga mau berbagi tips nih, apa saja yang kamu lakukan untuk mengatasi kejenuhan? Komen di bawah ya!

16 Mei 2020

Tips Hemat Saat Lebaran

BPN Challenge Day#27

Siapa yang setiap kali lebaran, pengeluaran selalu membengkak drastis? Bahkan uang THR pun seperti menguap tak bersisa lagi. Seringnya merasa aneh ya, kok tetiba semua barang terlihat lusuh dan harus diganti dengan yang baru, hehe. Tiba-tiba saja, barang yang belum ada di rumah, jadi suatu keharusan untuk ada saat lebaran.

hemat saat lebaran
Tips Hemat Saat Lebaran

Eits! Lebaran tahun ini, berubah dong. Masa pemikiran boros seperti itu harus terulang lagi? Betul memang, lebaran adalah hari kemenangan dimana kita sebagai umat Islam harus merayakan dengan sukacita. Tapi, pemborosan juga tak pernah diajarkan dalam Islam.

Jadi gimana dong biar hemat saat lebaran?

Sebenarnya berhemat itu mudah lho asal kita ada niat dan kemauan. Karena hemat bukan berarti kikir dan pelit, maka hemat bisa dilakukan tanpa mengurangi kebahagian berlebaran.

Beli atau buat kue secukupnya

Di masa pandemi covid seperti ini, kemungkinan besar akan sedikit sekali tamu yang datang. Bahkan bisa jadi tidak ada tamu kecuali keluarga dan saudara dekat sendiri. Maka dari itu, sediakan kue secukupnya saja. Kalau biasanya belanja kue dalam porsi banyak karena keluarga, saudara, tetangga, dan teman-teman pada kumpul, kali ini cukupkan untuk keluarga saja.


Toh kalau kebanyakan dan kelamaan habisnya, kue juga jadi tak terlalu enak kan? Apalagi kue basah yang daya tahannya hanya beberapa hari saja. Jangan hanya nafsu pengen kue ini itu, tapi mubazir karena gak ada yang makan. Mubazir itu temannya syaithan!

Boleh beli baju, asal…

Hanya yang dibutuhkan. Iya, seringnya kita juga nafsu nih mau beli baju. Kalau baju lama masih ada dan layak, kenapa gak pakai itu saja? Sekarang banyak kok tokoh publik yang gak malu-malu pakai baju dengan model yang sama di kesempatan berbeda.

Trik menghemat beli baju saat lebaran ala saya adalah, beli baju yang gak Cuma bisa dipakai saat lebaran aja. Jadi, baju itu bisa juga dipakai saat acara lain. Misalnya pergi jalan-jalan santai atau acara semiformal. Juga, saya akan pilih model yang simpel dan cenderung warna netral, jadi bisa gonta ganti asesoris dan padu padankan dengan yang lain.


Jangan menuruti nafsu ganti barang-barang di rumah

Nah, satu lagi nih penyakit yang biasanya melanda ibu-ibu. Lebaran maunya semua baru. Gak hanya baju dan sepatu baru saja, barang-barang di rumah pun kalau bisa baru semua. Duh!

Lebaran bukan ajang untuk pamer macam-macam. Apalagi saat sekarang ya. Mau beli barang baru juga gak ada yang lihat karena orang-orang pada di rumah aja. Kecuali mau difoto dan posting sana sini, beda cerita itu mah.

Sama seperti baju tadi, hak pribadi sih untuk beli perabot dan segala macam untuk lebaran. Tapi, perlu diingat juga kebermanfaatannya. Yakin barang itu dibutuhkan saat lebaran saja? Atau bisa digunakan dalam waktu yang lama? Atau apakah barang yang lama sudah benar-benar tidak bisa dipakai lagi sehingga harus diganti? Disini, kita sendirilah yang perlu bijak untuk menyikapinya.


Lebaran memang hari kemenangan untuk kita. Merayakannya juga suatu keharusan. Tapi sekali lagi, bukan untuk bermewah-mewah dan memubazirkan banyak makanan dan barang. Yuk kita coba sedikit demi sedikit merubah pemikiran boros tadi. Semoga kita dihindarkan dari sifat boros tetapi juga tidak kikir dan pelit.

07 Mei 2020

3 Ide Kegiatan Ramadhan

BPN Challenge Day#18

Alhamdulillah ya kita sudah masuk ke pertengahan Ramadhan. Semoga Allah terus memberi kesempatan untuk sampai di penghujungnya.

IDE KEGIATAN RAMADHAN

Apa kabar nih semuanya? Masih pada puasa atau ada yang sudah bolong? Hehe. Anak-anak gimana puasanya? Masih pada lancar juga kan ya? Walaupun mungkin si kecil agak merengek-rengek gimana gitu menjelang siang, disabarin aja ya. Itu juga ujian, hehe.

Ide Kegiatan Ramadhan

Puasa tahun ini memang berbeda ya dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu, kita biasa tarawih berjamaah di masjid, anak-anak ramai, tadarus juga terdengar di sana sini, tahun ini bisa dibilang sepi. Tarawih di rumah, anak-anak juga harus menerima kenyataan untuk gak bebas lagi berlarian di masjid, hehe.


Tapi, kita bisa kok buat kegiatan sendiri di rumah untuk mengisi Ramadhan kali ini. Libatkan semua anggota keluarga yang ada. Mudah-mudahan bisa menghilangkan kebosanan ketika di rumah aja.

Tarawih berjamaah

Walaupun gak boleh tarawih di masjid, kita masih bisa kok tarawih sendiri di rumah. Sekalian lah, merasakan suami kita jadi imam tarawih, hehe. Saya juga begitu kok. Bagi yang sudah punya anak, anak laki-laki bisa dilibatkan untuk menjadi bilal dan membaca doa kamilan selama tarawih. Dengan itu, anak jadi terlatih juga kan? Bagi yang masih berdua seperti saya, ya lebih khusyuk aja solatnya.

posisi solat jamaah
Posisi solat berjamaah di rumah
Untuk menyemangati anak-anak solat tarawih di rumah, kita bisa lho buat makanan kesukaannya yang akan dihidangkan selepas solat tarawih. Misalnya kolak pisang, atau roti bakar. Seringnya makanan itu malah lebih enak dimakan selepas solah tarawih.

Tadarus bersama

Kalau biasanya anak-anak tadarus di masjid bersama teman-temannya, tahun ini saatnya bersama keluarganya. Jangan sampai kehilangan momen berharga seperti ini. Kita bisa buat target dengan anak-anak, misalnya 1 kali khatam atau lebih.

tadarus bersama

Bacanya bergantian dengan ayah, ibu, dan kakak adik, kalau ada. Dengan begitu, bacaan kita juga bisa disimak dan dikoreksi kalau ada kesalahan. Bisa juga diselipkan cerita tentang asbabun nuzul beserta artinya. Jadi, sambil menyelam minum air. Dapat bacaannya, juga dapat mengerti artinya.

Kalau masih berdua suami, ya bisa juga kok. Alternatif lain juga boleh, yaitu dengan berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Alquran. Fastabiqul Khoirot, berlomba-lomba dalam kebaikan. Bisa sekali, dua kali, atau tiga kali khatam. Ramadhan di rumah aja kan waktunya akan lebih banyak. Ya kan?

Oh iya, sedikit tips untuk bisa mengkhatamkan Alquran dalam sebulan. Baca Alquran minimal 2 lembar (4 halaman) setelah waktu solat wajib. Insyaallah akan khatam dalam sebulan ini. Kalau mau menambahkan jumlah khatamnya, tambahkan per 2 lembar setiap solatnya. Bonusnya bisa diselipkan saat selesai solat sunnah, seperti solat Dhuha, solat Tahajud, ataupun menjelang berbuka dan setelah imsak menjelang solat subuh.


Menyiapkan takjil

Kegiatan yang satu ini juga bisa dilakukan bersama anak-anak. Hitung-hitung untuk mengisi waktu kosongnya selama berpuasa di rumah saja. Untuk menyemangatinya, kita bisa mengajaknya buat makanan kesukaan atau makanan yang ingin ia makan untuk berbuka puasa nanti.

Masak bersama juga bisa dijadikan selipan pelajaran agar anak-anak menghargai jerih payah orang-orang di balik hidangan yang tersaji. Dalam sepiring pisang goreng saja, anak-anak bisa dilatih bagaimana harus menyiapkan adonan tepungnya, mengupas pisang dan memotongnya, hingga menjaga gorengannya agar tidak gosong dan matang merata.

Kalau sudah tahu prosesnya, insyaallah anak-anak akan lebih menghargai makanan apapun yang tersaji di meja makan. Akan dapat bonusnya juga kalau besok-besok ia akan siap membantu tanpa diminta, hehe.


Nah, itu dia beberapa ide kegiatan yang bisa dilakukan selama Ramadhan di rumah saja. Pasti masih banyak lagi ide lain yang ada di kepala, ya kan? Pada intinya, lakukan kegiatan itu dengan senang hati, jadi orang-orang di sekeliling kita juga akan merasa senang.

Punya ide lain mungkin? Tulis di kolom komentar gih!

28 April 2020

Ide Kegiatan Seru Berdua vs Seru Ramean

BPN Challenge Day#9

“Bosen gak sih di rumah aja? Mau ngapain lagi ya?”

Pernah ditanya seperti itu gak ya selama masa pandemi ini? Sekilas, itu pertanyaan basa basi yang sama-sama kita tahu jawabannya. Saya juga dapat pertanyaan serupa itu beberapa hari yang lalu. Ironisnya, yang bertanya adalah teman saya sendiri, seorang ibu dengan 2 anak yang masih kecil.
Lha? Otomatis saya tertawa saja. Dia yang di rumah bersama 2 orang anak saja, bingung mau ngapain lagi. Apalagi saya yang hanya berdua suami? Haha.

kegiatan seru berdua

Terlepas dari ramai atau tidaknya anggota keluarga, keseruan di rumah bisa kok kita ciptakan sendiri. Kalau saya, keseruan di rumah saja ya saya isi dengan nonton drama dan scrol-scrol hp, hehe. Kesukaan saya terhadap film dan drama memang lumayan tinggi. Tapi sayangnya saya dan suami agak beda genre film yang disuka. Jadi seringnya saya nonton sendirian dan seru-seruannya juga jadi sendiri aja.

Seru Berdua vs Seru Ramean

Hampir setiap hari beranda media sosial saya dibanjiri dengan postingan kegiatan seru bersama anak-anak atau keluarga. Bagaimana kelakuan anak-anak kecil mereka di rumah. Mencoreti tembok, bermain kejar-kejaran, saingan dalam membuat makanan, atau hanya berisi obrolan ringan antara anak dan orangtuanya yang berujung pada kelucuan atau tepok jidat.

Saya juga bacanya bisa ikut tertawa atau tepok jidat. Tapi, setelah dipikir-pikir, tidak semua orang bisa punya keseruan semacam itu. Ada keluarga yang saat ini masih berdua. Ada yang keluarga yang belum dikaruniai anak. Ada keluarga yang mungkin sedang terpisah.

Jadi, kenapa tidak memberikan keseruan bagi yang hanya tinggal berdua saja? Siapa tahu bisa jadi inspirasi dan pengobat hati mereka karena sedang menanti-nanti.

Seru Berdua

Tenang, kamu gak sendirian. Saya juga masih berdua aja bareng suami di rumah, hehe. Jadi seru-seruannya juga berdua. Kalau ketemu keluarga besar, baik dari pihak saya atau suami, baru nanti seruannya juga ramean.

Meskipun hanya berdua, ada banyak hal seru yang bisa dilakukan di rumah. Masak bareng contohnya. Saya hampir selalu seperti ini. Kayaknya ada yang kurang kalau saya masak sendirian di dapur sementara pak suami entah dimana, hehe. Kami juga biasa berbagi tugas. Misalnya karena saya masih takut potong-potong ikan dan ayam, ya suami deh yang kerjain. Kalau sudah bersih dan tinggal eksekusi, baru saya turun tangan.

Baca juga : Pilih Beberes Atau Memasak?

Selain masak, kegiatan seru lain yang bisa dilakukan berdua di rumah adalah merapikan rumah atau halaman. Kalau biasanya merapikan rumah dilakukan sendiri karena suami kerja, nah saatnya meminta bantuan ketika ia sedang di rumah. Kita juga bisa diskusi untuk ganti suasana, memindahkan perabot atau sekadar mengganti warna cat dinding. Dan urusan mengecat ini juga bisa kita ambil alih tanpa tukang cat

Saya pernah lho, mengecat dinding dalam dapur berdua dengan suami. Serunya itu pas sudah selesai dan memandang hasil kerja kami. Ya walaupun gak semulus tukang cat, tapi kami tertawa puas karena prosenya.

Lanjut! Kegiatan lain yang tidak kalah serunya adalah saling maskeran atau luluran. Biar gak hanya perempuan saja yang kulitnya mulus, haha. Sesekali, cobalah untuk mengajak suami pakai masker dan lulur juga. Wajahnya yang mungkin ditumbuhi kumis dan jenggot pasti akan terlihat lucu kalau pakai masker. Dijamin bakalan bikin ketawa berdua.

Seru Ramean

Kalau tadi sudah seru berdua, saya juga punya beberapa ide untuk buat keseruan bersama keluarga di rumah. Kali ini akan melibatkan ayah, bunda, juga anak-anak.

Kegiatan pertama yang bisa dilakukan adalah berkemah. Kalau kamu punya halaman rumah cukup luas, bisa lho didirikan tenda kecil untuk berkemah. Kegiatan ini bisa menghilangkan kebosanan anak-anak yang sudah hampir 2 bulan berada di rumah saja. Jangan berfikir akan ribet karena membayangkan kemah serius saat pramuka.

Banyak kok yang jual tenda kecil dengan cara pemasangan yang mudah di garasi atau halaman rumah. Ayah bunda tinggal memandu atau menemani si kecil saja sambil bercerita dan mengajarkan hal-hal yang ringan dan mudah dulu. Jangan lupa untuk memasak bareng juga. Bisa sambil bakar jagung atau sate kesukaan.

Kegiatan kedua adalah bermain bersama. Lebih baik, untuk bermain dengan melibatkan fisik dan tidak lagi berupa game elektronik. Hitung-hitung, mengistirahatkan matanya dari layar ponsel dan komputer sementara waktu. Juga, bisa lebih mendekatkan emosinya pada anggota keluarga lain.
Coba permainan yang seru dan menyenangkan seperti kuda-kuda, menebak bayangan tangan di dinding dengan bantuan lampu senter, atau permainan klasik yang mungkin tidak dikenal anak-anak sekarang. Pasti tahu dong dengan ular tangga atau lompat tali.

Baca juga : Kenangan Masa Kecil

Nah, ular tangganya bisa dicoba versi raksasa. Jadi anak-anak lah yang jalan dan bukan semata pion kecil. Mata dadu juga dibuat besar. Sudah terbayang kan kalau main ular tangga raksasa dan lompat tali ini akan melibatkan fisiknya juga? Jadi bukan hanya keseruannya yang didapat saja, tetapi sehatnya juga.

Oh iya, kalau mau pesan ular tangga raksasa, bisa kok sama saya. Ada berbagai variasi gambar dan ukuran juga. Custom dengan nama anak juga bisa. *eh jadi jualan, hihi.

Bagaimana? Sudah terbayang apa saja kegiatan seru yang ingin dilakukan di rumah? Coba deh share di kolom komentar, apa saja kegiatan seru selain yang sudah saya sebutkan tadi.