24 September 2021

Produk Inovasi Terbaru Dari AQUA Japan

Masa pandemi yang belum berakhir ini memang mengharuskan kita untuk lebih menjaga kesehatan. Upaya yang bisa dilakukan sudah pasti dengan mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak.

Tapi, tahukah kamu, menjaga kesehatan juga bisa dilakukan dengan memperhatikan barang-barang yang ada di sekitar kita. Salah satunya adalah barang elektronik yang sepertinya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Apalagi di masa-masa seperti saat ini, dimana hampir semua kegiatan dilakukan dari rumah.

AQUA Japan Media Kick Off 2021
AQUA Japan Media Kick Off 2021

Nah, kemarin saya ikut event online seru yang diadakan oleh AQUA Japan dalam Media Kick Off 2021. Dalam acara itu, AQUA Japan memperkenalkan produk berinovasi baru bertajuk Home of Healthy Body, Mind and Soul. Dijelaskan oleh Pak Yudistiro, General Manager Sales AQUA Japan, walaupun tetap di rumah saja, tubuh, pikiran, dan jiwa tetap sehat.

AQUA Japan Media Kick Off 2021
AQUA Japan Media Kick Off 2021

Produk Pendukung Kesehatan Tubuh, Pikiran, dan Jiwa

Setidaknya ada lima jenis produk yang diluncurkan pada event Media Kick Off 2021 kemarin. Seperti dipaparkan oleh Pak Meiriano Ullman selaku Head of Product Planning Departemen, kesemuanya itu diinovasikan sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.

AQUA Japan Media Kick Off 2021
AQUA Japan Media Kick Off 2021

Produk Inovasi Terbaru AQUA Japan
Produk Inovasi Terbaru AQUA Japan

Kulkas

Untuk mendukung kesehatan tubuh, tentu saja dimulai dari asupan makanannya. Cara menyimpan, menyiapkan, hingga mengolah bahan makanan menjadi satu hal yang sedang trend terutama saat pandemi seperti ini. Menjawab kebutuhan masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas bahan makanan itu, AQUA Japan menghadirkan inovasi terbaru di produk kulkas seri AQR ini.

Kulkas AQUA
Kulkas AQUA

Dengan berbagai fitur unggulan seperti T-ABT (anti bacterial technology) yang dapat membunuh kuman dan bakteri, kulkas ini dapat menjaga kehigienisan bahan makanan yang disimpan. Selain itu, terdapat juga fitur HCS (Humidity Control System) yang dapat mengatur kelembaban dalam kulkas sesuai dengan kebutuhan kelembaban bahan makanan masing-masing. Jadi, bahkan sayur dan buah dapat bertahan tetap segar hingga 15 hari.

Dengan kapasitas sekitar 500 liter dan pembagian kompartemen yang luas, kulkas ini dapat memuat lebih banyak bahan makanan. Meski berkapasitas besar dan mampu memuat lebih banyak bahan makanan, kulkas seri AQR ini bisa dingin lebih cepat dan merata berkat adanya Multi Flow System. Juga, tak perlu khawatir kulkas akan bau karena telah dilengkapi dengan fitur Deo Fresh yang menjaga kesegaran dan meminimalisir aroma tak sedap.

Oh iya, satu hal lagi nih. Tak perlu khawatir boros listrik kulkas ini juga dilengkapi dengan sistem inverter yang mampu menghemat energi sehingga penggunaan listrik juga bisa lebih ditekan.

AC

Produk ke dua yang diluncurkan oleh AQUA Japan dalam membantu menjaga kesehatan pikiran adalah pendingan ruangan atau AC. Ada beberapa fitur unggulan yang dimiliki produk ini, antara lain :

AC Inverter AQUA
AC Inverter AQUA

Aqua Fresh yang memungkinkan AC untuk membersihkan dirinya sendiri. Caranya adalah dengan membekukan kotorang dan debu dalam kompresor, lalu setelah mencair akan dialirkan keluar melalui saluran pembuangan. Pembersihan ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan kita sehingga kebersihan AC akan selalu terjaga.

Selain Aqua Fresh, fitur lainnya adalah adanya ion yang dapat membunuh virus dan bakteri hingga 99,9% sehingga udara yang dikeluarkan lebih bersih dan segar. Lagi-lagi, meskipun banyak fitur unggulan dan inovatif seperti ini, AC ini tetap hemat energi karena adanya sistem inverter.

Mesin Cuci

Sejak awal masa pandemi, pemerintah gencar menyuarakan agar segera membersihkan diri setelah bepergian dan sebelum menemui orang-orang terdekat yanga da di rumah. Salah satunya soal kebersihan pakaian.

Mesin cuci front load aqua
Mesin Cuci Front Load AQUA

Hal ini tidak luput dari perhatian AQUA Japan dengan mengeluarkan mesin cuci seri FQW. Seperti produk-produk lainnya, mesin cuci ini pun dilengkapi dengan fitur pembunuh kuman dan bakteri karena adanya sistem UV Function. Selain itu, teknologi Dual Spraynya juga membuat pakaian lebih bersih karena dapat membersihkan hingga ke serat kain namun tidak merusaknya.

Satu lagi inovasi yang memudahkan konsumen dalam mencuci ini adalah dengan memperluas diameter tabungnya hingga 525 mm. Dengan diameter besar ini, kita akan dengan mudah memasukkan dan mengeluarkan pakaian dari mesin cuci. Diameter motor penggerak juga diperbesar hingga meminimalisir suara berisik saat prose pencucian dan pengeringan.

Android Smart TV

Menjaga kesehatan tubuh sudah. Menjaga kesehatan pikiran juga sudah. Saatnya menjaga kesehatan jiwa dengan tetap merasa bahagia. Salah satunya adalah dengan mencari hiburan melalui media tayang. Apalagi di saat pandemi seperti ini, hiburan paling memungkinkan adalah menonton TV dan streaming Youtube atau Netflix.

Android Smart TV AQUA
Android Smart TV Aqua

AQUA Japan pun meluncurkan produk barunya berupa Android Smart TV. Keunggulannya banyak. Dari segi tampilan, android smart tv dari AQUA Japan ini sudah memiliki layar QLED HDR yang menjadikan gambar lebih cerah dan hidup.

Bagi yang hobi streaming Youtube dan Netflix, sudah pasti akan menyukai fitur TV ini. Sebab, ada sudah dilengkapi dengan one touch button Youtube and Netflix. Jadi, tak perlu mencari lagi di daftar menu di layarnya. Tinggal satu klik, langsung tayang. Tidak sampai disitu saja, ada lagi fitur Voice Google Assistant yang akan lebih memanjakan penggunanya.

Baca juga : 5 Channel Youtube Bagi Penyuka Musik Cover

Chest Freezer

Nah, ini dia produk terbaru dari AQUA Japan yang akan diminati oleh pegiat bisnis kuliner. Chest Freezer yang dapat menyimpan es krim, daging, dan bahan makanan beku lainnya.

Inovasi terbarunya adalah sistem penyimpanan dengan banyak kompartemen sesuai dengan jenis bahan makannya. Setiap kompartemen juga dapat diatur suhunya sehingga penyimpanan bahan makanan juga dapat lebih maksimal.

Chest Freezer AQUA
Chest Freezer AQUA

Salah satu hal yang dikhawatirkan oleh banyak pengguna freezer adalah ketika listrik padam sementara bahan makanan masih harus disimpan dalam keadaan beku. Nah, freezer ini dilengkapi dengan sistem pendingin inovasi terbaru sehingga dapat mempertahankan kebekuan bahan makanan hingga 48 jam meski tidak dialiri listrik.

Inovasi Lainnya

Itu dia lima produk yang baru saja dilaunching dalam event Media Kick Off 2021 kemarin. Setelah mengetahui inovasi produk-produk terbaru AQUA Japan, bagaimana dengan garansinya? Tenang saja, dijelaskan oleh Pak Sutanto selaku Senior Manager National Sales AQUA Japan, garansi produk AQUA Japan juga diperpanjang, bahkan ada yang seumur hidup. Tentu saja hal ini didukung oleh dealer servis yang mumpuni yang terdapat di 14 pusat service di Lampung.

AQUA Japan Media Kick Off 2021
AQUA Japan Media Kick Off 2021

Sementara itu, Pak Glenn Manengkei selaku Head of Marketing AQUA Japanmemaparkan, AQUA Japan terus memperluas jangkauannya hingga ke pelosok. Salah satu inovasinya adalah dengan menjangkau konsumen melalui banyak platform media sosial. Saat ini, konsumen dapat langsung berinteraksi di media sosial AQUA Japan seperti di Youtube, Instagram, Facebook, dan beberapa media sosial lainnya.

AQUA Japan Media Kick Off 2021
AQUA Japan Media Kick Off 2021

Menariknya lagi, saat ini sedang ada promo lho. Setiap pembelian salah satu produk AQUA Japan, baik di toko online maupun offline, akan langsung mendapatkan hadiah tanpa diundi. Mana nih kaum pemburu hadiah? Sudah siap-siap ke toko AQUA Japan yang tersebar di Lampung kah?

Baca juga : Punya Usaha Bisa Jadi Target 2021

 

21 September 2021

Merubah Stigma Budaya “Uang Pelicin” Dalam Public Service Di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan

Halo!

Pasti pernah dengar tentang uang perlicin di beberapa tempat pelayanan publik ya. Meskipun belakangan ini sudah banyak dipasang semacam pemberitahuan yang melarang adanya pungli ini, tapi tetap saja ada beberapa pihak yang melakukannya diam-diam.

Nah, boleh nih disimak penjelasan dari keponakan saya yang sedang menjalani pendidikan di POLTEKIP di bawah ini ya! Semoga bisa jadi pencerahan untuk kita semua.

ooo


Merubah Stigma Budaya “Uang Pelicin” Dalam Public Service Di Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan

Oleh Karina Syahfitri

Lembaga Pemasyarakatan memiliki masalah yang sampai saat ini belum dapat teratasi oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, yaitu Over Kapasitas. Permasalahan ini terjadi karena jumlah kapasitas Warga Binaan Pemasyarakatan yang masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan lebih banyak daripada jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan yang keluar dari Lembaga Pemasyarakatan. Sehingga kebanyakan dari Unit Pelaksana Teknis di Indonesia mengalami masalah over kapasitas.

pungli dan pelayanan publik

Warga Binaan Pemasyarakatan diberikan program Reintegrasi Sosial yang merupakan masa pembinaan akhir di Lembaga Pemasyarakatan. Warga Binaan, Petugas Pemasyarakatan merupakan subyek dari reintegrasi sosial dimana pada masa pembinaan akhir ini mempunyai tujuan untuk membaurkan warga binaan ke masyarakat. Hal ini untuk merealisasikan salah satu prinsip dari pemasyarakatan, yaitu selama warga binaan dirampas hak bergeraknya, maka warga binaan harus di baurkan dan masuk kembali ke tengah masyarakat.

Pelayanan publik pada Lembaga Pemasyarakatan dengan memberikan kepada warga binaan hak yakni dengan memberikan Asimilasi, Remisi, Cuti Bersyarat (CB), Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB) dan memberikan fasilitas layanan kunjungan kepada Warga Binaan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan. Hak yang diberikan kepada warga binaan dan adanya kunjungan untuk keluarga bagi warga binaan pemasyarakatan itu adalah bentuk dari pelayanan publik yang diberikan oleh Lembaga pemasyarakatan.

Terdapat berita yang mengarah kepada adanya isu–isu miring tentang budaya yang menyimpang pada Lembaga Pemasyarakatan, dimana budaya tersebut akan bertumbuh besar apabila jumlah warga binaan yang masuk kedalam Lembaga Pemasyarakatan tersebut lebih banyak. Kenaikan pelanggaran peraturan dan perilaku penghuni Lembaga Pemasyarakatan yang menyimpang. Hal lain dari petugas pemasyarakatan yang ikut serta dalam menambah perilaku penyimpangan tersebut. Hubungan dari petugas dan Warga binaan akan membentuk relasi baru dalam bentuk budaya yang menyimpang karena ada banyak penghuni yang masuk dengan jenis kejahatan yang beragam. Adanya hubungan yang menjadikan kedekatan antara warga binaan dan petugas dapat menimbulkan adanya interaksi untuk saling menguntungkan.

Relasi sosial di Lembaga Pemasyarakatan ini terbentuk dan memiliki akar pada birokrasi di Lembaga Pemasyarakatan. Tetapi banyaknya warga binaan mendengar dari beberapa sumber yang menyebutkan dalam pengurusan Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB) dan lain-lain membutuhkan biaya sehingga Warga Binaan Pemasyarakatan khususnya yang memiliki ekonomi rendah banyak yang memilih tidak menggunakannya.

Stigma yang ada dalam Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia telah mandarah daging dengan menyebutkan bahwa terdapat pungutan liar. Dari adanya fakta empiris yang menunjukkan bahwa pelayanan publik di Lembaga Pemasyarakatan banyak yang dipungut biaya, terutama bagi masyarakat yang memiliki keluarga di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Karena hal tersebut maka perlu dilakukannya pendalaman lebih untuk menguji fakta yang dimaksud.

Diduga hal ini adalah salah satu kasus dari sekian kasus yang ada di Lembaga Pemasyarakatan namun belum terungkap. Hal ini dapat menjadi pandangan yang buruk bagi masyarakat terhadap pemasyarakatan. Maka, perlu dilakukan perbaikan pada integritas dan sistem pelayanan publik yang transparan kepada masyarakat yang menerima pelayanan publik agar dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat di Unit Pelaksana Teknik Pemasyarakatan di Indonesia. Pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat adalah pelayanan yang dapat terlihat jelas hasilnya dan transparansi untuk menghasilkan pelayanan publik yang prima dan berkualitas tinggi. Keluhan masyarakat atas pelayanan publik terhadap indikasi pungutan liar yang ada pada Lembaga Pemasyarakatan yakni Pelayanan terhadap pengurusan Remisi, Asimilasi, Kunjungan, Cuti Bersyarat (CB), Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat dan warga binaan.

Pungli di Lembaga Pemasyarakatan
Keluhan Masyarakat

Untuk mengubah stigma buruk Pemasyarakatan dimata warga binaan dan masyarakat yang menerima layanan publik dengan memberikan hak-hak tanpa adanya uang pelicin yang dilakukan oleh oknum pegawai, dengan memahami Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), yaitu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sesuai dengan SOP. Dengan lebih mengarahkan kepada mekanisme dan prosedur yang dilakukan selama ini dalam hal pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan terutama pada masalah kunjungan, Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, Asimilasi, Remisi di Lembaga Pemasyarakatan sehingga hal ini dianggap sangat penting karena baik atau buruknya mekanisme dan prosedur kunjungan di Lembaga Pemasyarakatan akan berpotensi terhadap terjadinya pungutan liar atau tidak.

Untuk mengharapkan adanya kesadaran masyarakat terhadap Pungli memang bukanlah masalah yang mudah. Di sisi lain, masyarakat juga ikut serta dalam kontribusi terhadap tumbuhnya pungli dengan cara membiasakan menyalurkan uang pelicin tanpa menyikapinya dengan kritis seperti menolak untuk membayar di luar dari biaya resmi.

Baca juga : Pengalaman Urus Surat Pindah Domisili, Ribet?

Uang pelicin yang terjadi sebagai tindakan pungli sangat merugikan warga binaan dan masyarakat yang menjadi korban. Oleh karena itu, memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah untuk menggunakan jalan pintas pada pelayanan publik di Lembaga Pemasyarakatan adalah hal yang sangat penting. Warga binaan dan masyarakat perlu memperoleh informasi yang lengkap akan hak yang diperoleh pada layanan publik di Lapas.

Dilihat dari tinjauan sisi efektivitas hukum (Arief, 2013), Upaya dalam pencegahan uang pelicin yang menjadi pungutan liar oleh ulah oknum petugas dalam sektor pengawasan belum berperan dengan baik dan efektif. Hal ini terlihat dalam mengupayakan pembebasan pungli yang masih menggunakan prosedur dalam bentuk penegakan hukum (represif), ada banyak oknum yang tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini menekankan bahwa banyak  pungutan liar yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk berperan aktif segera melaporkan apabila mendapati adanya oknum petugas yang menerapkan pungli pada fasilitas pelayanan publik di lapas dan dapat di tekankan agar warga binaan dan masyarakat tidak mudah terhasut apabila oknum petugas meminta uang pelicin sebagai jalan pintas dalam mempercepat pengurusan pelayanan publik di Lembaga Pemasyarakatan.

Baca juga : Pengalaman Buat KK Online

Sumber Referensi : 

  1. Pelayanan Publik Pada Lembaga Pemasyarakatan (Analisis Hukum: Peningkatan Kualitas Sistem Kunjungan Di Lapas). Taufik H. Simatupang. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan, Departemen Hukum dan HAM RI. Jln. Raya Gandul Cinere, Jakarta Selatan.
  2. Over Kapasitas Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Ii A Cikarang, Faktor Penyebab Dan Upaya Penanggulangan Dampak. Rafi Rizaldi Politeknik Ilmu Pemasyarakatan, Indonesia.
  3. Pentingnya Analisa Jaringan Sosial dalam Menelusuri Budaya Menyimpang di Lembaga Pemasyarakatan. A. Josias Simon Runturambi. Pengajar Departemen Kriminologi FISIP UI.
  4. Pemberantasan Pungutan Liar Dalam Pelayanan Publik (Publik Service) Pada Rutan Klas I Bandung. Journal of Correctional Issues 2018, Vol.1 (2) 61-78 by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Umar Anwar. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan.
  5. Peran Unit Pemberantasan Pungutan Liar Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Dalam Mewujudkan Akuntabilitas Dan Integritas Aparatur (Roles Of The Illegal Levy Eradication Unit Of The Ministry Of Law And Human Rights In Creating Apparatuses Accountability And Integrity). Nizar Apriansyah Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
  6. Konstruksi Pengawasan Independen Untuk Mencegah Tindak Pidana Pungutan Liar Dalam Pelayanan Publik. Pandji Ndaru Sonatra, Widodo Tresno Novianto, dan Agus Riewanto Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.

16 September 2021

Resep Kue Lambangsari aka Nagasari

Siapa yang suka rewang-rewang kalau ada tetangga atau saudara hajatan? Pastinya akan menemukan kue yang satu ini. Yap! Lambang Sari. Kue yang juga punya nama lain seperti Nagasari, Nogosari atau Roko Roko Unti di Makassar ini memang terkenal sebagai bintangnya kue hajatan. Biasanya, kue ini disajikan sebagai teman minum kopi atau teh bagi tamu yang datang dan bagi perewang.

Kue Nagasari Lambangsari
Kue Lambangsari / Nagasari

Kue Lambangsari terbuat dari tepung beras yang diadon dengan santan kelapa dan diisi potongan pisang yang mengkal hampir matang sempurna. Teksturnya tepung beras yang lembut dan legit, berpadu dengan manisnya pisang. Tidak hanya cocok sebagai cemilan, tapi juga bisa diterima sebagai kue pengganjal perut di waktu sarapan.

Baca juga : Teh Jahe Kunyit. Ini Teh atau Jamu?

Kemarin sore, saya coba buat lagi kue ini di rumah atas permintaan suami. Selain siomay, ternyata suami juga suka banget sama kue lambangsari. Gak heran sih kalau ke pasar atau ada ibu pedagang kue keliling, suka minta jajanan pasar yang satu ini.

Awalnya saya gak terlalu PD ya buat kue begini. Di benak saya, buat kue lambangsari ini ribet. Kebayangnya buat untuk hajatan sih, haha. Tapi, setelah minta resep dan diajarin sama ibu, bayangan ribet itu sedikit pudar. Berbekal nekat, coba aja deh. Kalau gak dicoba, mana bisa tahu ya!

Percobaan pertama, saya buat 1 bungkus tepung beras yang berisi 500 gram. Bismlillah aja deh, dibuatnya dengan perasaan bahagia dan niat untuk menyenangkan suami. Alhamdulillah berhasil. Teksturnya lembut, legit, dan sesuai dengan ekspektasi. Dan yang paling penting, ternyata gak ribet kok. Beneran gampang banget!

Kalau kamu mau coba buat, saya kasih resepnya ya!

Resep Kue Lambang Sari

Bahan :

  • 500 gr tepung beras
  • 1,5 liter santan dari 1 buah kelapa
  • (atau bisa diganti dengan santan instan, disesuaikan saja)
  • 7 sdm gula pasir (kalau mau lebih manis bisa ditambahkan lagi)
  • 1 lembar daun pandan (bisa diganti dengan 1 bungkus vanili bubuk)
  • ½ sdt garam
  • 10 buah pisang janten/kepok, potong-potong serong
  • Daun pisang untuk bungkus

Cara membuat :

  • Rebus santan bersama gula pasir, vanili, dan garam hingga mendidih. Selama dimasak, santan terus diaduk ya biar gak tumpah.
  • Tuang santan mendidih ke dalam tepung beras. Aduk dan uleni sampai rata. Kalau saya, setelah rata, adonan diulen dengan centong plastik agar cepat kalis dan tidak lengket.
  • Ambil adonan secukupnya, pipihkan diatas daun pisang, isi dengan potongan pisang, tutup rapi.
  • Kukus selama kurang lebih 30 menit.
  • Siap disajikan. Walaupun sudah dingin, kue ini tetap enak.

Ini resep dari ibu saya. Kalau dari referensi resep lain, mungkin ada yang sedikit berbeda. Ya, tergantung selera aja. Lagipula, masak atau bebikinan kue itu gak harus saklek menurut saya selama bahan dasar dan intinya itu sama. Kadang, saya juga masak pakai takaran kira-kira, hehe.

Sedikit tips dari saya untuk membuat kue ini. Bagian krusialnya ada di tahap menuangkan santan dan mengaduknya dalam tepung beras. Jadi, tahap ini harus cepat-cepat diaduk rata dan pastikan adonan tidak terlalu keras atau tidak terlalu lembek.

Oh iya, sewaktu hendak mengukus, ada ‘ritual’ yang tidak boleh dilewatkan. Setelah lambangsari ditata dalam panci pengukus, ambil air di tangan secukupnya dan dicipratkan ke dalam panci. Merata ke seluruh susunan kue. Saya kurang paham juga sih ini untuk apa, tapi nenek dan ibu saya melakukan hal ini sebelum mengukus, hehe.

Baca juga : Resep Bola Ubi Manis

Oke, selamat mencoba ya! Kalau sudah jadi, boleh kasih komentar di bawah ini.