Halaman

30 Agustus 2019

Semarak Lampung Krakatau Festival 2019

Halo semua!

Siapa nih yang suka jalan-jalan sambil menikmati keragaman budaya daerah? Kalau ada yang suka begitu, berarti sama dengan saya. Yuk langsung buat agenda jalan bareng, hehe.
Lampung Krakatau Festival 2019

Setiap daerah di Indonesia, tentu saja punya keragaman budayanya masing-masing. Apalagi, provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia sangat banyak. Tentunya, keragaman budaya dan adat pun makin banyak pula. Contoh kecilnya saja tarian dan pakaian adat. Kalau melihat pengantin daerah, saya selalu bangga dilahirkan di Indonesia. Sebab saya bisa menyaksikan kecantikan perempuan-perempuan Indonesia berbalut busana kebanggaan tanah kelahiran mereka.

Balik lagi ke jalan-jalan sambil menikmati keragaman budaya. Saya yang tinggal di Lampung saja, belum sempat mengitari keseluruhan Lampung. Maklum saja, provinsi Lampung ini sangat luas dengan pembagian kabupaten dan kota yang banyak pula. Ada beberapa kabupaten/kota yang sudah pernah saya singgahi meski tidak selalu pada saat ada agenda budaya.

Nah, untungnya ada agenda pariwisata besar yang setiap tahun selalu diadakan di Lampung. Apakah itu? Festival Krakatau!

Apa itu Festival Krakatau?

Mendengar kata Krakatau, telinga kita pasti sudah tidak asing lagi ya? Yup! Gunung yang terletak di tengah selat Sunda ini memang sudah mendunia namanya. Bagaimana tidak, letusan dahsyatnya pada tahun 1883 telah memicu tsunami besar dan sempat membuat sebagian belahan dunia gelap karena abu vulkaniknya yang masih bertebaran di atmosfir. Dunia mengira gunung itu telah lenyap karena ledakan yang dahsyat, tapi rupanya muncul anak gunung Krakatau yang sampai saat ini masih terus aktif dan beberapa bulan kemarin sempat erupsi.

Festival Krakatau
Sumber : Dinas Pariwisata Lampung
Lalu apa hubungannya dengan Festival Krakatau? Jelas ada dong! Festival Krakatau diadakan untuk mengenang kembali meletusnya gunung Krakatau pada akhir Agustus 1883 silam. Festival ini diadakan setiap tahun dan biasanya dilaksanakan di akhir bulan Agustus. Supaya meriah, festival tahunan ini dirangkai dengan banyak agenda seru.

Rangkaian kegiatan Lampung Krakatau Festival 2019

Meski setiap tahun rangkaian kegiatan Festival Krakatau sering berganti, tapi ada agenda yang terasa wajib ada di Festival Krakatau. Tahun ini, Festival Krakatau punya banyak rangkaian kegiatan yang serunya gak kalah sama serunya ngerumpi di teras rumah tetangga, hehe. Apa saja itu? Yuk mari disimak!

Nusa Rasa

Dari namanya sudah terbayang ya apa yang ada dalam kegiatan ini? Bagi yang hobi kulineran, bakal merasa seperti di surga deh kalau datang di acara ini. Nusa rasa merupakan kegiatan bazar aneka makanan dan minuman kekinian yang digelar di lapangan Saburai mulai tanggal 18-25 Agustus 2019. Selain dapat memilih makanan dan minuman sesuka hati di lebih dari 40 merchant, disini juga ada doorprize menarik yang dibagikan.


Sumber : Dinas Pariwisata Lampung
Meskipun sudah dimulai pukul 10.00 pagi, tapi kalau saya, lebih suka datang sore hari karena cuaca sudah agak adem. Sekalian jalan-jalan sore karena di samping lapangan Saburai, ada Taman Gajah atau Elephant Park. Walaupun namanya Taman Gajah, tapi tenang aja, gak ada gajah beneran kok, hehe. Nah, agak ke samping kiri dari Taman Gajah, ada tugu Adipura yang menjadi icon kota Bandar Lampung. Jadi, nyore sambil menikmati suasana kota Bandar Lampung. Hm, asyik banget gak tuh?


Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai

Kegiatan ini berisi banyak sekali acara. Mulai dari pembukaan Festival Krakatau, flash mob di tempat umum -saya sempat lihat di Mall Boemi Kedaton, tari Bedana yang dibawakan spontan oleh komunitas penggerak pariwisata Lampung, seru deh-, lalu penampilan grup band dan artis nasional, serta sendratari tradisional. Kegiatannya berlangsung di lapangan Saburai pada tanggal 23-24 Agustus 2019.

Krakatau Expo

Sesuai dengan namanya, Krakatau Expo lebih banyak diisi dengan pameran produk UKM ekonomi kreatif dan beberapa perlombaan memasak. Salah satunya adalah lomba menghias 1000 cupcakes, lomba kuliner nusantara, dan bagi-bagi 5000 porsi mi seruit. Ada yang tahu seruit? Ayo ke Lampung, baru deh bisa merasakan sendiri nikmatnya makanan yang satu ini. Krakatau Expo digelar di tempat yang sama, yaitu lapangan Saburai pada tanggal 23-25 Agustus 2019 mulai pukul 10.00 pagi.

Parade Permainan Tradisional

Siapa nih yang kangen dengan permainan masa kecilnya? Saya pribadi yang memang anak 90an, bermain di luar rumah dengan berbagai macam permainan memang sangat menyenangkan. Apalagi kalau sudah berkumpul bersama teman-teman, wah bisa lupa waktu deh. Nah, di acara ini, kita akan disuguhkan parade permainan tradisional dan membawa kita pada kenangan indah semasa anak-anak. Tidak hanya permainan tradisional dari Lampung saja yang dipertunjukkan, tapi juga permainan radisional nusantara. Sebut saja Gobak Sodor, Patil Lele, dan banyak lagi. Ada yang mau nambahin lagi? Tempatnya masih di lapangan Saburai pada tanggal 24 Agustus 2019 mulai pukul 10.00 pagi.

Tur Krakatau

Tur Krakatau tidak hanya sebatas datang ke anak gunung Krakatau. Kita juga diajak untuk menjelajah pulau Sebesi, aksi bersih pantai, dan menyaksikan prosesi adat di Kalianda. Seru? Jelas! Namun, ada yang berbeda dengan tur Krakatau tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Tur Krakatau hanya sebatas mengamati anak gunung Krakatau dari atas kapal. 


Anak gunung krakatau
Anak gunung Krakatau dilihat dari kapal
Saya pernah ikut tur Krakatau dua tahun lalu, dan bersyukur sekali punya kesempatan yang langka itu. Saya dan rombongan diajak bermalam di pulau Sebesi dahulu untuk kemudian pagi harinya menjejaki pasir pantai di kaki anak gunung Krakatau. Lalu, menapaki anak gunung Krakatau dan melihat dari dekat seperti apa anak gunung Krakatau itu. Ceritanya selengkapnya ada disini dan disini.


Lampung Culture & Tapis Carnaval

Nah ini dia acara puncak Festival Krakatau. Acara yang satu ini rasa-rasanya menjadi acara wajib yang tidak bisa dihilangkan dari rangkaian kegiatan Festival Krakatau. Walaupun namanya bernuansa Lampung, tapi karnaval ini tidak hanya menampilkan budaya Lampung saja. Salah satunya ada parade budaya dari cici-cici etnis Tionghoa yang ada di Lampung. Dengan nuansa merah-pink, para perempuan bermata sipit itu tampil cantik menyusuri jalur karnaval.


Dari Lampung sendiri, karnaval ini menampilkan budaya dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di provinsi Lampung. Ada tari kipas, tari bedana, dan tarian lain yang digelar untuk menunjukkan bahwa Lampung kaya akan budaya. Selain tari-tarian, tampil juga parade busana fantasi dengan tetap menonjolkan nuansa Tapis.

Kalau ingin tahu seberapa kayanya budaya Lampung, datanglah kemari saat Festival Krakatau ini. Agendakan untuk ambil cuti setidaknya tiga hari untuk ke Lampung. Bawa perlengkapan fotografi karena sayang sekali kan kalau tidak mengabadikan salah satu agenda pariwisata terbesar di Lampung ini.

Beberapa Catatan dan Tips

  • Untuk sampai ke Lampung, bisa menggunakan beberapa moda kendaraan. Dari jalur udara, tiba di bandara Radin Inten II, Branti. Jarak dari Bandara ke lapangan Saburai sekitar 25 km dan dapat ditempuh dengan naik bus atau kendaraan umum lainnya selama kurang lebih 45 menit. 
  • Dari jalur laut, sampai di pelabuhan Bakauheni lalu langsung lewat jalan tol dan keluar di pintu tol Lematang. Dari Lematang bisa melalui Jl. Sutami ke Jl. Tirtayasa untuk kemudian menyusuri Jl. Sriwijaya dan sampai di lapangan Saburai. Waktu tempuhnya memang agak lebih lama dibanding jalur udara (apabila pengunjung berasal dari luar Lampung), yaitu sekitar 1 jam 45 menit.
  • Kalau naik Damri dan turun di terminal Tanjung Karang (samping stasiun Tanjung Karang), bisa dilanjutkan dengan naik angkutan umum atau taxi online. Jaraknya lebih dekat, yaitu sekitar 1,5 km dan ditempuh hanya sekitar 5 menit saja.
  • Untuk akomodasi selama di Lampung, Anda bisa memesan penginapan dan hotel yang banyak tersebar di sekitar lapangan Saburai. Harga kamar tergantung dari tipe hotel dan berkisar antara Rp 250.000,- sampai jutaan rupiah.
  • Kendaraan umum selama di Lampung juga cukup banyak. Mulai dari angkutan kota, bus Trans Lampung, dan kendaraan berbasis online.
  • Kalau ingin menjelajahi Lampung di luar acara Festival Krakatau, Anda juga bisa menyewa travel yang bisa mengantar ke berbagai tempat wisata lain. Memang paling dominan adalah pantai, seperti pantai Pahawang, pantai Gigi Hiu, pulau Kelagian, dan Teluk Kiluan yang terkenal dengan hadirnya ikan lumba-lumba di pagi hari.
  • Jangan lupa bawa kamera karena rangkaian kegiatan Festival Krakatau ini sangat meriah. Tak ingin menyesal kan kalau hanya disimpan dalam ingatan saja tanpa ada foto yang bisa dicetak?
Oke, cerita saya sampai sini saja ya. Pariwisata Lampung memang tidak bisa hanya diceritakan saja, harus banget untuk dikunjungi langsung untuk merasakan keseruannya. Jadi, ayo ke Lampung!

Baca juga : Lampungku Juga Oke

_________________________________________________________________________________
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Lampung Krakatau Festival 2019 Blogging Competition.


15 Agustus 2019

Happy 4th Wedding Anniversary!


Cerita pernikahan #1 :
  
gaun pengantin syari

Saya tidak tahu kalau 31 Mei 2015 ada momen yang menentukan kehidupan saya beberapa bulan kemudian. Saya ingat betul waktu dia telpon kasih kabar mau datang beserta keluarga. Serius saya langsung deg degan, haha. Lagipula, saya pikir itu baru pertemuan keluarga saja, jadi gak terlalu banyak persiapan. Istilahnya mau 'nembung' dulu.

Saya juga gak tau akan ada pembicaraan seperti apa. Yah yang saya tau, itu langkah awal kami menuju sebuah pernikahan. Istilahnya, tanya dulu apakah saya bersedia untuk dipinang olehnya. 
Walaupun tau jabawan apa yang akan saya berikan, tapi ayah saya tetap bertanya secara resmi. Apakah saya mau dipinang oleh laki-laki yang datang ini? Saya hanya senyum malu malu. Lalu ayah saya bilang, kalau perempuan ditanya dan ia terdiam, itu artinya setuju. Keluarga saya dan keluarganya jadi tertawa meledek saya.

Cerita pernikahan #2 :

foto rewedding

Beberapa minggu setelah acara nembung itu, saya minta untuk dilamar secara resmi. Saya merasa acara minggu kemarin hanya sebuah pertemuan keluarga yang belum ada kesepakatan kuatnya (padahal artinya sudah beneran ya? Haha). Jadi keluarganya datang lagi, dan kali itu lebih ada persiapannya. Keluarga mamas membawa uang seserahan dan seperangkat kain untuk saya pakai di hari akad pernikahan nanti. Memang tidak ada acara besar saat lamaran waktu itu, hanya keluarga dan ayah saya mengundang beberapa orang tokoh di tempat tinggal kami untuk menjadi saksi bahwa saya sudah dilamar.
Saya deg degan lagi. Kami merencanakan tanggal pernikahan sesaat setelah acara lamaran, yaitu bulan Agustus. Artinya hanya ada sekitar 2 bulanan untuk kami mempersiapkan semuanya. 
Malam itu, saya susah tidur. Terbayang besok paginya saya akan diberondong pertanyaan yang menggoda oleh teman2 saya karena memang saya sengaja buat kejutan. Tapi ternyata berita lamaran saya sudah langsung tayang di dinding fb.

Cerita pernikahan #3 :
  
pengantin adat jawa

Pada akhirnya, 15 Agustus 2015 itu datang juga. Saya dan mamas berikrar, bukan hanya di hadapan manusia, tapi juga di hadapan Sang Pemilik Segalanya, Allah SWT.

Saya resmi jadi istri seorang laki-laki yang melamar saya beberapa bulan lalu. Tanggung jawab ayah saya, lepas sudah. Hati saya membuncah begitu ikrar itu selesai diucapkan suami saya. Apalagi di saat saya mencium tangan kedua orang tua saya dan orang tua suami. Sungguh belum ada yang lebih haru daripada itu semua.

Baca juga : Happy Anniversary Abah dan Ibu

Terimakasih Allah, telah menciptakan dia untuk saya. Dan empat tahun ini, belum apa2 dibanding orang tua saya atau orang tua suami saya mengarungi rumah tangga. Semoga samarah selalu. Aamiin.

Happy 4th Wedding Anniversary to us ^^

05 Agustus 2019

5 Hal Ini Bisa Dicoba Untuk Meminimalisir Sampah Plastik

Halo!
Ceritanya, memang sudah lama saya berusaha untuk meminimalisir sampah, khususnya sampah plastik. Memang belum banyak hal yang saya lakukan, dan pasti juga belum ada apa-apanya ketimbang banyak orang di luar sana yang benar-benar serius dalam mengatasi masalah sampah ini. Tapi, namanya juga berusaha kan ya? Saya juga suka mikir sendiri akan jadi seperti apa bumi ini di kemudian hari, kalau setiap harinya sampah selalu menumpuk?

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir sampah, terutama sampah plastik. Misalnya :

1. Membawa air minum botol sendiri
Ini yang sudah sering saya lakukan. Membawa botol minum yang bisa dipakai berkali-kali lebih bisa meminimalisir sampah plastik. Selain hemat karena saya gak perlu beli minum lagi di jalan, saya juga bisa pakai botol minumnya kembali dan tidak membuang botol plastik lagi. Kecuali bepergian jauh yang tidak memungkinkan saya untuk bawa air minum dalam jumlah besar, saya akan selalu bawa minum sendiri.

Botol minum dari kaca
Baca juga : Jalan Kaki dan Ocehan Gak Jelas

2. Membawa kotak makan
Sama dengan membawa botol minum sendiri, bawa kotak makan dari rumah pun ikut membantu mengurangi sampah plastik. Ini bisa diterapkan ketika mau beli lauk atau sayur di warung tapi tidak dimakan di tempat. Biasanya kan pakai plastik tuh dari ibu warungnya. Nah bisa disiasati dengan bawa wdah makan sendiri, lebih ramah lingkungan juga gak repot memindahkan makanan lagi.


3. Bawa plastik belanjaan sendiri
Nah, kalau yang ini saya sudah mulai mempraktekannya meskipun kadang-kadang saya lupa juga bawa plastik belanjaan sendiri. Saya sering banget tuh dapet goodie bag, macam-macam juga bahannya. Spunbond, plastik, dan kertas. Nah, yang bahan spunbond dan plastik, bisa tuh dilipat-lipat dan diselipin di tas. Manakala pergi ke toko atau warung, gak perlu minta plastik lagi ke penjaga tokonya. Selain gak banyakin sampah plastik di rumah, cara ini juga secara tidak langsung akan mengurangi penggunaan plastik.


Ada cerita sedikit soal bawaan plastik belanjaan ini. Jadi, saya tuh sering ke warung yang dekat rumah untuk belanja kebutuhan dapur. Seringnya sepulang kerja biar sekalian jalan. Nah, sudah beberapa kali saya bawa plastik sendiri. Pertama kali belanja pakai plastik belanjaan sendiri, penjaganya agak heran.

"Kok bawa plastik sendiri, mbak?" tanya si mbak penjaga.
"Gak papa, sudah banyak banget plastik di rumah," kata saya sambil nyengir.

Hari berikutnya, saya bawa plastik sendiri lagi, dan mbaknya sudah gak tanya lagi, tapi ganti tanggapan.

"Bagus gini ya mbak, hemat juga kita. Gak nyampah juga ya mba." Saya mengiyakan sambil senyum lagi.

Hari selanjutnya, saya bawa lagi dan mbaknya kasih tanggapan yang lebih lagi,
"Mbak kok go green banget ya, hehe." Saya ketawa aja.

4. Gak usah pakai plastik kalau gak perlu amat
Kadang, kita secara gak sadar hobi juga ngumpulin kantong plastik belanja. Padahal kalau dipikir lagi, tuh plastik gak perlu-perlu amat. Misalnya nih, beli barang kecil semisal sabun cuci muka atau sikat gigi sebiji. Kan itu bisa dimasukin tas ya, atau bisa digabung ke tas belanjaan lain yang sudah lebih dulu ada di tangan. Tapi, nyatanya kita masih saja nerima plastik belanja untuk barang sekecil itu, yang pada akhirnya akan dibuang juga.

Beberapa minimarket atau swalayan, memang sudah memberlakukan plastik berbayar, tapi kalau konsumennya tidak diedukasi juga, ya sama aja. Toh plastik itu harganya cuma Rp 200,- yang gak berarti apa-apa menurut konsumen. Jadi, coba yuk untuk berfikir lagi kalau mau dikasih plastik untuk pembelian barang yang seumit dan bisa dimasukkan ke tas atau dompet.

5. Belajar daur ulang sampah plastik
Kalau hal yang satu ini, bisa diterapkan untuk sampah plastik bekas minyak goreng, sabun cuci piring, atau botol minuman sekali pakai. Biasanya ibu saya yang ajarin pakai wadah-wadah itu sebagai pengganti polibag untuk media tanam. Botol-botol bekas minuman juga bisa disulap jadi tempat pensil atau pot bunga.

Nah itu dia beberapa hal yang bisa dicoba untuk meminimalisir penggunaan dan sampah plastik. Tahu kan berita soal ikan besar yang mati dan di perutnya ditemukan sampah plastik dalam jumlah besar? Yuk mulai dari hal yang kecil dan dekat dengan diri sendiri dulu.

Ada trik lain untuk meminimalisir plastik? Boleh komentar di bawah ya. Salam bersih lingkungan!