Halaman

15 Agustus 2019

Happy 4th Wedding Anniversary!


Cerita pernikahan #1 :
  
gaun pengantin syari

Saya tidak tahu kalau 31 Mei 2015 ada momen yang menentukan kehidupan saya beberapa bulan kemudian. Saya ingat betul waktu dia telpon kasih kabar mau datang beserta keluarga. Serius saya langsung deg degan, haha. Lagipula, saya pikir itu baru pertemuan keluarga saja, jadi gak terlalu banyak persiapan. Istilahnya mau 'nembung' dulu.

Saya juga gak tau akan ada pembicaraan seperti apa. Yah yang saya tau, itu langkah awal kami menuju sebuah pernikahan. Istilahnya, tanya dulu apakah saya bersedia untuk dipinang olehnya. 
Walaupun tau jabawan apa yang akan saya berikan, tapi ayah saya tetap bertanya secara resmi. Apakah saya mau dipinang oleh laki-laki yang datang ini? Saya hanya senyum malu malu. Lalu ayah saya bilang, kalau perempuan ditanya dan ia terdiam, itu artinya setuju. Keluarga saya dan keluarganya jadi tertawa meledek saya.

Cerita pernikahan #2 :

foto rewedding

Beberapa minggu setelah acara nembung itu, saya minta untuk dilamar secara resmi. Saya merasa acara minggu kemarin hanya sebuah pertemuan keluarga yang belum ada kesepakatan kuatnya (padahal artinya sudah beneran ya? Haha). Jadi keluarganya datang lagi, dan kali itu lebih ada persiapannya. Keluarga mamas membawa uang seserahan dan seperangkat kain untuk saya pakai di hari akad pernikahan nanti. Memang tidak ada acara besar saat lamaran waktu itu, hanya keluarga dan ayah saya mengundang beberapa orang tokoh di tempat tinggal kami untuk menjadi saksi bahwa saya sudah dilamar.
Saya deg degan lagi. Kami merencanakan tanggal pernikahan sesaat setelah acara lamaran, yaitu bulan Agustus. Artinya hanya ada sekitar 2 bulanan untuk kami mempersiapkan semuanya. 
Malam itu, saya susah tidur. Terbayang besok paginya saya akan diberondong pertanyaan yang menggoda oleh teman2 saya karena memang saya sengaja buat kejutan. Tapi ternyata berita lamaran saya sudah langsung tayang di dinding fb.

Cerita pernikahan #3 :
  
pengantin adat jawa

Pada akhirnya, 15 Agustus 2015 itu datang juga. Saya dan mamas berikrar, bukan hanya di hadapan manusia, tapi juga di hadapan Sang Pemilik Segalanya, Allah SWT.

Saya resmi jadi istri seorang laki-laki yang melamar saya beberapa bulan lalu. Tanggung jawab ayah saya, lepas sudah. Hati saya membuncah begitu ikrar itu selesai diucapkan suami saya. Apalagi di saat saya mencium tangan kedua orang tua saya dan orang tua suami. Sungguh belum ada yang lebih haru daripada itu semua.

Baca juga : Happy Anniversary Abah dan Ibu

Terimakasih Allah, telah menciptakan dia untuk saya. Dan empat tahun ini, belum apa2 dibanding orang tua saya atau orang tua suami saya mengarungi rumah tangga. Semoga samarah selalu. Aamiin.

Happy 4th Wedding Anniversary to us ^^

Tidak ada komentar: