30 April 2021

3 Ide Kegiatan Di Hari Libur

Wah, sudah akhir pekan aja ya. Apa nih rencana kamu di hari libur besok? Tiduran lebih lama pumpung gak kerja, jalan-jalan tipis cari udara segar, atau malah uprek aja di rumah dengan segala macam peringatan (hari mencuci sedunia lah, hari menyetrika nasional, hari mencabut rumput sampai keringatan lah, ada lagi? Ada lagi? Haha).

Ide Kegiatan di Hari Libur

Jujur nih ya, walaupun saya sudah gak bekerja kantoran lagi alias di rumah saja, hari Minggu itu rasanya pengen bebas juga dari segala rutinitas. Kalau hari-hari biasa itu sibuk menyiapkan sarapan dan bekal makan siang suami, harus beberesan pagi-pagi, harus selesai pekerjaan rumah karena memburu pekerjaan di depan laptop, maka hari Minggu itu inginnya santai dan gak diburu apapun.

Tapi, yang namanya perempuan itu memang sedikit aneh ya. Sepertinya gak bisa banget duduk diam tanpa memikirkan pekerjaan apapun. Baru duduk, lihat jemuran sudah kering dan teronggok di tempat tidur, ya tangan ini sudah gatel pengen beresin. Baru selesai itu, lihat sawang di atas plafon sudah mirip kayak habis pesta ulangtahun karena menjuntai-juntai, ya tetap saja mata mencari sapu untuk bersihin tuh sawang. Heran ya. Tapi mungkin itulah hebatnya perempuan.  

Dulu waktu jaman masih gadis dan tinggal di kos-kosan, hari libur saya ada Sabtu dan Minggu. Di hari Sabtu, saya biasa mengisinya dengan kegiatan yang membuat saya merasa bahagia. Misalnya, pergi ke toko buku, ke perpustakaan, atau sekadar jalan-jalan cari udara segar. Sedangkan hari Minggunya, saya isi dengan pekerjaan mingguan seperti mencuci, menyetrika, dan beberes kos-kosan.

Nah, pas sudah punya suami dan tinggal di rumah sendiri, kegiatan di hari libur sedikit berbeda. Apa saja?

Jalan Pagi

Ini beneran satu kegiatan yang baru saya lakukan ketika sudah menikah. Dari dulu mah, saya gak pernah jalan kaki di pagi hari muterin jalan di sekitar rumah. Ya gak enak aja kan jalan sendirian. Kalau sudah punya gandengan kan ada yang bisa diajak ngobrol selama jalan kaki, hehe.

Jalan pagi ini juga membuat saya merasa bahagia karena serasa pacaran berdua. Karena memang suami hanya libur di hari Minggu saja, maka hari itulah yang saya harapkan untuk bisa berdua dengannya. Kami biasa jalan pagi kalau cuaca cerah dan gak hujan. Rutenya juga gak jauh kok. Paling muterin komplek dan sekitarnya aja.

Selain bisa quality time bareng dia, saya juga dapet sehatnya. Lumayan lah olahraga sedikit, jalan kaki dapet 5 kilometer untuk orang awan seperti saya ini. Plis jangan bandingkan dengan orang yang terbiasa olahraga lari pagi atau jalan kaki yang bisa sampai 10 kiloan.

Mengunjungi Orangtua

Pumpung masih punya orangtua, saya dan suami berusaha untuk rutin mengunjungi mereka kalau ada hari libur. Kalaupun gak bisa seminggu sekali, ya bisa 2 minggu sekali. Gantian aja minggu ini ke rumah orangtua saya, minggu depan ke rumah orangtua suami. Minggu depannya menetap di rumah sendiri dulu untuk merasakan hari libur di rumah saja, hehe.

Kegiatan mengunjungi orangtua ini memang sudah jadi agenda yang saya dan suami bicarakan di awal-awal menikah. Walaupun sudah tinggal terpisah, tapi gak boleh terasa asing dan jarang berkunjung. Saya juga yakin, orangtua itu akan selalu menanti anak-anaknya yang tinggal terpisah untuk mengunjunginya.

Makanya saya agak heran ketika pernah mendapati seorang teman saya yang punya jawaban menohok bagi saya. Waktu itu, saya tanya apakah ia gak rutin untuk ke rumah orangtuanya. Jawabannya membuat saya melongo, “Ngapain? Disana juga gak ada urusan apa-apa.” Begitu katanya.

Tapi ya mungkin setiap orang berbeda pandangan ya dalam hal ini. Dan saya juga gak berhak menghakimi apapun tentang dia.

Gak Ngapa-ngapain

Iya, benar. Gak ngapa-ngapain di hari libur itu kadang saya lakukan juga. Benar-benar hanya tiduran, santai, nonton film, atau hanya asik dengan ponsel masing-masing. Pernah gitu juga kan kamu? Ngaku deh, kamu dan pasangan dekat secara fisik tapi masing-masing gak saling bicara dan malah sibuk dengan layar ponselnya sendiri, haha.

Wajar dan itu bagi saya gak apa-apa asal gak keseringan. Kadang memang kita hanya butuh berdekatan saja tanpa bicara apapun. Ya kan?

Baca juga : 3 Ide Kegiatan Ramadhan

Hm, hari Minggu besok sepertinya saya punya agenda yang ke dua itu. Kalau kamu?

29 April 2021

3 Sumber Inspirasi Resep Makanan

Semenjak menikah dan resmi menjadi seorang istri, mau tak mau saya harus ke dapur dan berkutat dengan kegiatan masak-memasak. Padahal jaman gadis dulu, kalau ditanya pisau dapur dimana saja, saya hampir selalu menjawabnya dengan gelengan kepala alias gak tau saking jarang banget ke dapur, hehe.

Sumber Resep Masakan

Alhamdulillah ya saya hidup di jaman yang serba gampang. Ada mesin pencari yang serba tau kalau saya tanya walaupun kadang jawabannya gak nyambung. Kalau dulu para orang tua sering bilang harus belajar masak biar pas punya suami gak malu, sepertinya hal itu gak perlu dikhawatirkan lagi. Pasalnya, sekarang sudah banyak tutorial masak yang mudah diikuti, bahkan oleh orang awam sekalipun.

Termasuk saya ini. Kalau gak ada resep yang bertebaran di dunia maya itu, mungkin saya bakal kelabakan disuruh masak makanan sehari-hari, haha. Lalu, chanel atau akun mana saja sih yang sering saya buka kalau sedang mencari resep masakan? Yuk lanjut baca sampai habis, siapa tahu kamu juga butuh.

Aplikasi Cookpad

Di tulisan-tulisan sebelumnya, saya sudah sering menyinggung Cookpad sebagai aplikasi masakan paling mudah dan populer. Iya, memang benar kok. Di Cookpad ini, saya mau cari resep apapun, sepertinya akan muncul dengan cepat. Gak hanya satu resep saja, tapi ada banyak versi resep untuk satu jenis masakan. Jadi, saya bisa membandingkan dan pilih-pilih mana yang dirasa cocok.

Cookpad

Kadang kan saya tidak punya stok bahan tertentu, saya bisa cari deh alternatif bahan lain yang sekiranya bisa menggantikan bahan itu atau bahkan kalau gak dikasih bahan itu juga gak bakal mengurangi rasa. Tapi, memang sih masak itu gak harus saklek seperti di resep. Sering kok saya rubah sedikit atau saya kurang dan tambahi menurut perasaan aja.

Beberapa masakan yang sering saya recook dari Cookpad ini antara lain, Udang Saus Padang, Ayam Bumbu Sate, Tongseng, dan beberapa camilan seperti Bolu Pisang dan Bolen.

Kalau kamu, sering buka aplikasi Cookpad juga gak nih?

Youtube Abu Tosca

Kenal dengan chanel ini sudah setahun belakangan gegara ada postingan tentang mi instan yang dimasak pakai susu cair dan kornet. Penasaran sih, jadi saya buka dan pada pandangan pertama, saya sudah jatuh hati, hehe.

Youtube Abu Tosca

Berbeda dengan chanel masakan lainnya, Abu Tosca membagikan resep memasaknya dengan cara yang mengasyikkan. Kalau chanel lain, yang masak ikut dishoot dan terus bicara selama memasak, Abu Tosca malah sebaliknya. Sampai terakhir kali saya tonton, saya belum pernah melihat wajah si pemasak atau mendengar suaranya.

Jadi, yang ditampilkan hanya masakan dengan tambahan musik lembut dan suara alami dari peralatan masak dan proses memasaknya. Asli keren banget lah. Meskipun gak ada narasi langsung, tapi deskripsi dan langkah-langkahnya cukup detail dan mudah diikuti. Satu hal lagi yang tidak ketinggalan adalah, hasil masakannya yang selalu buat saya ngiler, pengen nyicip, haha.

Dari chanel youtube Abu Tosca ini, saya sudah berhasil recook beberapa resepnya, antara lain Tempe Sambal Hijau Kemangi (tapi saya gak ada daun kemanginya), Tahu Bulat, dan Tempe Krispi.

Daripada penasaran, coba aja deh langsung berkunjung ke chanel youtubenya dan praktekin beberapa masakanya. Gampil banget!

Instagram Yackikuka

Aplikasi dan youtube sudah, giliran instagram nih. Dari banyak akun masak yang saya ikuti, saya sering pantengin nih akun punya Yackikuka. Setiap dia posting, saya selalu pengen recook. Soalnya, bahan-bahan yang dia pakai itu hampir selalu mudah dicari dI warung atau swalayan terdekat. Selain itu, cara masaknya juga kelihatan gak ribet.

Yackikuka

Sebenarnya, Yackikuka ini juga punya chanel youtube sih, tapi saya agak jarang buka youtubenya. Kayaknya lebih enak lihat dari instagramnya aja.

Baca juga : 5 Situs Yang Menginspirasi Saya

Itu dia beberapa sumber rahasia saya bisa masak di rumah, hehe. Kamu punya sumber lain gak ya? Siapa tahu bisa jadi referensi tambahan untuk saya. Sebutin di kolom komentar ya!

28 April 2021

Bukan Sekadar Hobi

Kalau ada yang bertanya apa hobi saya, dari dulu saya selalu menjawabnya dengan, membaca, mendengar musik, menulis, dan jalan-jalan. Hobi itu kan sesuatu yang dilakukan dengan senang hati ketika ada waktu senggang ya. Nah, itulah yang saya lakukan ketika senggang.

Bukan sekadar hobi

Tapi, sudah beberapa lama ini, hobi saya bertambah lagi. Nonton film. Sekarang malah sepertinya bukan hobi, tapi pelampiasan dan sebuah alasan untuk rasa malas, haha. Ya abisnya, kadang niat awal buka laptop untuk nulis artikel atau untuk kerjaan, eh pas liat iklan film kok langsung diklik aje tuh. Bahaya memang iklan itu, wkwk. Kamu pernah gitu juga gak sih?

Nonton film atau drama itu bagi saya bukan sekadar mengikuti alur ceritanya saja. Tapi lebih dari itu, saya malah seringnya fokus juga ke seting tempat, bagaimana para aktor memerankan tokohnya, dan riasan semua tokohnya.

Kadang, saya memang gak terlalu suka alur ceritanya atau genrenya, tapi saya bisa lho terus nonton karena senang memperhatikan riasan atau pakaian yang dikenakan. Bisa juga, saya terus nonton karena ada yang ingin saya bandingkan. Biasanya, kasusnya adalah novel yang difilmkan, atau drama yang diangkat dari cerita yang pernah saya baca.

Ambil contoh, dulu lagi booming tuh film Ayat-Ayat Cinta 1 yang ceritanya diangkat dari novel karya Habiburrahman Elshirazy. Jauh sebelum tayang, saya sudah punya novelnya dan membaca tuntas sampai saya bisa membayangkan tokoh-tokohnya dalam pikiran saya sendiri. Juga, bagaimana tempat yang ada dalam novel itu, gurun pasirnya, tempat kos si tokoh utama, juga beberapa adegan yang jadi sorotan.

Ketika filmnya tayang, mau tidak mau ya saya membandingkan antara imajinasi saya dengan film yang dibuat. Tentunya imajinasi saya ini berbeda dengan imajinasi pembuat skenario dan sutradara ya, makanya ada sedikit perbedaan dalam hal sudut pandang dan lain-lain. Tapi ya itu wajar. Tidak semua unsur dalam novel atau cerita itu harus masuk dalam frame film, harus sama persis, harus adegan per adegan. Pasti beda lah versi novel dan versi film.

Begitu juga di film-film lain yang diangkat dari novel juga. Misalnya, novel karya Dee Lestari dari salah satu serial Supernovanya, Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh. Film Hujan Bulan Juni yang diangkat dari novelnya Sapardi Djoko Damono. Film Ca Bau Kan dari novel legendarisnya Remy Silado. Juga film dengan judul yang sama dengan novelnya Andrea Hirata, Laskar Pelangi.

Baca juga : 5 Drama Seri Sekolahan Favorit

Pasti mau tak mau, saya bandingkan antara versi keduanya. Saya lihat dari alur ceritanya, saya lihat dari penampilan aktornya, saya juga lihat dari cara bicara tokoh-tokohnya. Ternyata, hobi saya yang satu ini sudah seperti dosen yang menilai praktek mahasiswanya, apakah sesuai teori atau ada improvisasi, hehe.

Oh iya, dari melihat film itu juga, saya belajar menulis skenario walaupun masih jauuuuhh sekali dari kata bagus. Sebenarnya, menulis skenario ini sudah cukup lama sih, tapi sering tenggelam karena hobi yang lainnya. Biasanya saya juga lihat referensi dari beberapa skenario film yang sudah tayang. Lagi-lagi saya membandingkan antara skenario dan filmnya. Dialog seperti apa, jadi filmnya seperti apa.

Dan ini menyenangkan lho! Jadi, nonton film atau dramanya itu gak melulu tentang mengikuti alur cerita, tapi juga memperhatikan bagaimana tokohnya dan lain-lain. Apakah ada yang sama lagi dengan saya?

27 April 2021

Bahasa Daerah vs Bahasa Internasional, Pilih Mana?

Bicara tentang bahasa, di dunia ini setidaknya ada lebih dari 6000 bahasa berbeda dari bahasa etnis hingga bahasa nasional yang dipakai sehari-hari. Di Indonesia saja, ada lebih dari 700 bahasa yang dipakai penduduknya. Pertanyaannya, sebagai orang Indonesia, saya sudah menguasai berapa bahasa?

Tepok jidat sih kalau harus jawab pertanyaan itu, haha. Masalahnya, saya hanya menguasai Bahasa Indonesia saja, itupun mungkin kalau diperhatikan oleh ahlinya masih banyak yang salah. Lha apalagi bahasa daerahnya, duh!

Bahasa Daerah vs Bahasa Internasional
Belajar bahasa apa ya?

Nah, di postingan kali ini, saya akan berbagi tulisan tentang apa saja sih bahasa yang ingin saya kuasai? Cek this out!

Bahasa Daerah

Saya lahir di daerah yang berbeda dari daerah keturunan saya. Orangtua saya asli Jawa Tengah, tapi saya lahir di Lampung. Seharusnya paling tidak saya bisa kedua bahasa daerah tadi ya. Tapi, ternyata saya hanya paham apa yang dibicarakan oleh orang dalam bahasa Jawa kasar (istilah bahasa sehari-hari yang tidak mempedulikan status sosial atau tingkat kesopanan). Sedang bahasa Lampung sendiri, saya angkat tangan duluan.

Sewaktu di sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, sebenarnya sudah diajarkan muatan lokal bahasa Lampung berikut aksaranya. Tapi entah kenapa sampai saat ini saya masih belum paham apa yang dibicarakan orang ketika menggunakan bahasa daerah lahir saya itu. Boro-boro mau hafal aksaranya, terjemahnya saja saya gak bisa.

Sementara itu, untuk bahasa Jawa, dari sekolah TK sampai kuliah pun gak ada mata pelajaran itu. Mungkin karena memang bukan muatan lokal, jadi ya kalaupun bisa, itu karena orangtua dan lingkungan saja.

Sebenarnya, lingkungan saya juga sebagian besar memakai bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Tapi, karena di rumah, keluarga pakai bahasa Indonesia ya saya gak terbiasa pakai bahasa daerah untuk berkomunikasi di luaran. Itulah kenapa saya ingin bisa sedikit menguasai bahasa daerah. Setidaknya bahasa Jawa halus yang kalau dalam istilah keraton disebut Kromo Inggil.

Kalau lebaran pas sungkem sama orangtua, saya agak malu karena gak bisa pakai bahasa seperti itu. Saya juga masih banyak gak pahamnya kalau mendengar bahasa itu. Paling yang saya tahu hanya sedikit sekali karena sering terdengar, semisal, sinten yang berarti siapa, asma yang berarti nama, griyo yang berarti rumah tempat tinggal, dan sebagainya yang biasa terdengar saat bertanya kabar kala lebaran.

Baca juga : Tradisi Lebaran yang Masih Eksis

Menguasai bahasa daerah memang gampang-gampang susah sih. Kalau mau cepat lancar ya harus langsung praktek, ya kan? Tapi kalau lawan bicaranya juga gak bisa bahasa daerah, ya putus juga akhirnya komunikasinya.

Menurut saya pribadi, menguasai bahasa daerah juga sama artinya melestarikan budaya. Ikut serta dalam mengenalkan identitas asal dan biar generasi selanjutnya gak lupa kalau di Indonesia itu ada banyak bahasa.

Bahasa Internasional

Setelah ingin menguasai bahasa daerah, saya ingin juga menguasai bahasa internasional, bahasa Inggris. Kalau ini sih memang sudah diajarkan dari sekolah dasar ya, jadi sudah lumayan bisa lah walaupun belum pro banget.

Sewaktu SMP, nilai bahasa Inggris saya lumayan di atas rata-rata. Bahkan saking saya ingin bisa, saya sampai menerjemahkan buku lembar kerja dalam bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Disitulah saya mendapat nilai A+, haha.

Keinginan saya untuk bisa lancar bahasa Inggris, saya tingkatkan lagi dengan mengambil kursus bahasa Inggris berjenjang yang cukup dipercaya. Nilai saya tinggi memang, tapi sayangnya saya tidak bisa ikut ujian dan dapat sertifikat karena sering absen, haha. Akhirnya ya sudahlah saya lepas kursus dan belajar otodidak.

Sedikit tips kalau kamu juga ingin menguasai bahasa apapun, harus terbiasa mendengar dan berbicara dengan bahasa itu. Misal kamu ingin menguasai bahasa daerah, ya cobalah untuk memakainya dalam berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar. Biasanya malah bisa lebih akrab kan kalau pakai bahasa daerah?

Kalau ingin menguasai bahasa internasional, semisal bahasa Inggris, ya coba sering dengar percakapan untuk setidaknya melafalkan dengan benar kata per kata. Biasanya, teknik yang saya gunakan adalah dengan mendengarkan lagu atau menonton film. Kalau mendengar lagu, coba dengar liriknya lalu tuliskan apa yang didengar. Untuk mengoreksinya, baru cari lirik lagunya.

Oke, itu tadi dua bahasa yang ingin saya kuasai. Kalau kamu, pengen bisa dan menguasai bahasa apa nih? Bahasa Korea kah biar bisa nonton drakor tanpa subtitel? Hehe.

26 April 2021

Rencana Saya 5 Tahun Ke Depan

Apa ya? Saya gak punya rencana apa-apa nih, haha. Ada orang bijak mengatakan, rencanakan pekerjaanmu, dan kerjakan rencanamu. Mudah ya tampaknya. Tapi bagi saya pribadi, tak semudah itu.

Kadang, saya malas membuat rencana karena seringnya kenyataan tidak sesuai dengan apa yang saya rencanakan. Disitu saya merasa sedih. Tapi akan menjadi sedih dan sulit lagi kalau segala yang dilakukan tidak dimulai dengan rencana.

Percetakan di Lampung
Percetakan di Lampung

Bayangkan, kalau mau jalan-jalan ke suatu tempat untuk berlibur yang hanya punya jatah 3 hari saja. Kalau tanpa rencana, bisa gak maksimal kan liburannya. Apalagi dalam hidup ini yang kita gak tau pasti punya jatah berapa lama.

Di postingan sebelumnya, saya sudah tuliskan apa yang saya ingin capai di tahun 2021 ini. Salah satunya adalah menekuni usaha yang saat ini sudah saya jalankan meskipun masih skala kecil-kecilan dan baru permulaan. Membuka usaha percetakan di Lampung.

Nah, rencana lima tahun ke depan, saya ingin usaha saya ini menjadi usaha beneran yang skalanya jauh lebih besar lagi. Di permulaan usaha cetak mencetak ini, saya masih mengandalkan mesin cetak di percetakan besar milik orang lain. Kalau pelanggan masih sedikit memang gak masalah sih ya. Saya juga masih menangani sendiri segala desain, setting, promosi, dan distribusi. Transportasi aja yang dibantu suami, hehe.

Saya berfikir, kalau mau maju ya harus ambil resiko yang lebih besar lagi. Setidaknya saya punya mesin cetak sendiri biar bisa menjangkau lebih banyak. Kalau sudah punya mesin sendiri kan rasanya harus lebih giat lagi cari pelanggan. Dengan begitu, mudah-mudahan rezekinya juga makin mengalir deras.

Langkah kecil yang bisa saya lakukan perlahan adalah mengumpulkan modal. Setiap kali ada pesanan, saya selalu sisihkan hasilnya untuk ditabung. Dikumpulkan dan diniatkan untuk membeli mesin cetak. Kalau belum bisa beli mesin cetak yang besar, ya beli printer dulu lah, hehe. Setidaknya, saya merasa sudah lebih dekat dengan rencana besar saya itu.

Alhamdulillah, suami juga ikut mendukung rencana saya. Belakangan ini, malah dia yang semangat cari tahu segala mesin cetak, mulai dari merk, fungsi, sampai harganya. Saya senyum-senyum aja, mungkin dia semangat karena belakangan ini banyak yang pesan cetak, haha. Alhamdulillah ya…

Baca juga : Punya Usaha Bisa Jadi Target 2021

Gitu aja kali ya rencana saya untuk lima tahun ke depan. Gak banyak, tapi mudah-mudahan bisa dijalankan sesuai rencana walaupun saya tidak tahu bagaimana Allah akan mengatur rencana untuk hidup saya. Manusia kan hanya bisa merencanakan yang terbaik untuk hidupnya, sementara yang punya wewenang penuh adalah Allah yang Maha Pengatur urusan makhluk-Nya.

Kalau kalian gimana nih? Punya rencana untuk lima tahun ke depan juga kah?

25 April 2021

7 Hal Paling Membuat Bahagia

Apa sih bahagia itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahagia itu diartikan sebagai kadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan).

Sepertinya kita semua sepakat ya, tolak ukur kebahagiaan seseorang itu pasti berbeda-beda. Gak bisa disamain. Ada yang bahagia hanya dengan hal-hal yang receh, ada juga yang baru bahagia dengan hal yang luar biasa.

Hal Bahagia

Kalau menurut saya, bahagia itu memang gak harus mewah dan mahal meskipun kalau ada yang beliin barang mewah juga akan bahagia, hehe. Dan ketika Blogger Perempuan buat tantangan harus menulis 7 hal yang membuat saya bahagia, hm, rasanya saya punya deh.

Menghirup udara pagi dengan secangkir teh

Iya, sederhana ya memang kelihatannya. Tapi bagi saya kegiatan ini tidak sesederhana itu. Ada rasa syukur ketika saya bisa kembali menyapa pagi. Apalagi bisa duduk di teras rumah sambil menghirup teh hangat, hm, rasanya tuh bahagia meruah.

Terlebih lagi, saya hanya bisa menikmati momen seperti ini di kala waktu senggang. Hari Minggu atau hari libur misalnya. Sebab, hari-hari biasa, waktu pagi itu waktu yang hectic banget. Beberes dan masak untuk sarapan dan bawa bekal suami. Jadi, kalau hari libur tiba, saya sempatkan waktu untuk menikmati secangkir teh di teras pada pagi hari. Kamu begitu juga gak?

Lihat orangtua bahagia

Siapa yang tidak bahagia kalau orangtua bahagia? Saya yakin sih hampir semua anak akan bahagia melihat orangtuanya bahagia, ya seperti mereka juga bahagia ketika anaknya bahagia. Apalagi, orangtua saya masih lengkap, rasanya saya ingin melakukan apapun untuk melihat mereka tersenyum.

Membahagiakan orangtua
Lihat mereka senyum aja, bahagia banget!

Saya paling tidak bisa memaafkan ketika ada orang yang menyakiti mereka. Siapapun itu, akan tercatat di hati saya sebagai seseorang yang mencoreng nama mereka sendiri. Sebegitunya ya? Iya.

Apalagi kalau orangtua saya sampai menangis karena perkataan atau perbuatan orang lain, saya bisa menganggap orang itu tidak pernah ada di hadapan saya.

Uang belanja cukup

Sebagai seorang istri, uang belanja itu penting kan demi keutuhan rumah tangga, hehe. Gak berlebih juga gak apa-apa, asal kalau mau beli sesuatu ya cukup. Mau beli sayur, cukup. Mau beli lauk, cukup. Mau beli perabot dapur, cukup. Mau beli mobil, cukup juga, haha.

Serius, siapa perempuan disini yang gak bahagia kalau uang belanja bulanannya cukup? Yakin deh, gak ada yang ngalahin bahagianya macam ini dengan yang lain.

Lihat rumah rapi

Kadar kerapihan rumah atau tempat tinggal memang relatif ya. Artinya ya bisa saja ada yang sudah menganggap rumahnya rapi, tapi menurut orang lain masih berantakan. Ya sah-sah aja. Tapi, bagi saya, rapi itu standar aja sih. Barang-barang terletak pada tempatnya. Ada sampah pun ya di tempat sampah. Ada buku-buku, ya di rak buku atau di tempat-tempat yang biasanya orang bisa membaca buku.

Ada yang bilang, kalau sudah punya anak itu jarang banget bisa merapikan rumah. Ya mungkin memang begitu. Tapi, karena saya belum punya anak, ya saya gak suka lihat rumah berantakan. Rasanya risih aja dan jadi gak bahagia mood-nya, hehe.

Baca juga : Bahagia yang Sederhana

Bisa nonton drakor tanpa diganggu

Siapa yang suka nonton drakor juga? Tos dulu kita! Ini kebahagiaan tersendiri ya kalau lagi asyik nonton tidak ada gangguan apapun, hehe. Ya kali, lagi serius ngikutin alurnya, tetiba ada yang teriak minta tolong ini dan itu. Tetiba mendung sementara jemuran belum diangkat, wkwk.

Makanya, saya biasa nonton drakor tuh siang hari pas suami lagi kerja. Soalnya, kalau suami sudah pulang ya, mending ngobrol bareng doi dong ya. Lagipula, kalau nonton drakor ada suami, dia juga suka ngajak ngobrol dan malah gak jadi nonton deh. Maklum sih, dia gak suka drakor kecuali ceritanya tentang sejarah, macam Historian Goo Hae Ryung itu, hehe.

Diajak jalan-jalan suami

Ada yang sama tentang ini? Bahagia banget lah kalau suami ngajak jalan walaupun hanya jalan kaki pagi hari muterin komplek, hehe. Serius ini ya, saya merasa dimanja. Gak harus ngajak jalan jauh dan pakai ongkos mahal lho ya, istri sudah kegirangan kalau suami ngajak jalan, apalagi ala-ala surprise gitu.

Jalan Pagi

Dibawain makanan tanpa ditanya

Nah, satu lagi hal yang paling membuat saya bahagia adalah dibawain makanan tanpa ditanya. Biasanya pas pulang kerja nih, ngeliat suami bawa kresek anget tuh berasa dibawain sesuatu yang istimewa. Iya gak buk ibuk?

Apalagi kalau sebelumnya kita gak minta atau dia gak tanya mau dibawain apa. Biasanya kan kalau kita ditanya, malah bingung ya mau apa. Atau malah jawabnya terserah aja. Ya, perempuan kan unik ya, menuntut suami untuk peka dan mengerti akan kode-kode rahasia yang mungkin bagai kode hantu saking tak terlihatnya, haha.

Sebenarnya, masih banyak sih hal-hal yang membuat saya bahagia. Tapi, cukup itu aja deh. Satu hal yang ingin saya sampaikan adalah, bahagia itu ketika kita menerima apapun yang ada di tangan kita. Mensyukuri apapun yang diberi oleh-Nya. Kalau bersyukur, pasti kadar kebahagiaan kita akan bertambah kan?

Baca juga : Plis, Jangan Rusak Kebahagiaan Orang Lain

Nah, apakah kita sudah bahagia hari ini?

24 April 2021

Playlist For Your Moodbooster

Selain hobi membaca segala jenis buku, saya juga hobi dengerin musik. Apa ya, bagi saya musik itu bisa jadi teman, bisa jadi pelampiasan, bisa jadi inspirasi, dan bisa jadi moodbooster juga. Sering banget ketika saya sedang mengerjakan tugas, saya putar musik kesukaan saya. Jenis musiknya tergantung suasana.

Playlist JKT48
Playlist Untuk Moodbooster

Kalau lagi buat desain atau pekerjaan yang butuh kreatifitas, biasanya saya putar musik segala rupa. Ada yang nadanya tinggi, ada yang slow, ada yang melankolis, apapun lah. Sebagian besar sih genre yang pop dan kadang jazz juga. Misalnya lagu-lagunya Tulus, Mocca, Maudi Ayunda, JKT48, atau lagu barat.

Tapi kalau lagi nulis fiksi, buat artikel untuk diposting atau segala sesuatu yang berhubungan dengan kata-kata, saya putar musik instrumen. Soalnya kalau putar musik yang ada lagu dan liriknya, suka kacau gak sih otak ini? Lagi mikir menyusun kata, tapi denger ada yang nyanyi. Paling enak sih musik instrumen punya Yiruma atau Kenny G.

Beda lagi kalau saya lagi gak mood mau ngapa-ngapain, saya biasanya putar musik yang jedum-jedum, haha. Nadanya ceria, lirik lagunya juga bikin semangat. Nah, kalau ini bisa dipastikan saya punya playlistnya. Siapa lagi kalau bukan JKT48, hm! Nih deretan lagunya yang bisa buat mood saya seketika membaik. Sebenarnya hampir semua lagu JKT48 bikin saya semangat, tapi saya akan pilihkan beberapa saja ya.

Playlist JKT48 Untuk Memperbaiki Mood

1. After Rain

Saya suka banget sama lagu After Rain ini. Musiknya yang semangat bikin pagi saya juga semangat. Kalau dengar ini, rasanya saya juga pengen nge-dance bareng mereka, hehe. Soal lirik, jangan ditanya gimana bisa membangkitkan semangat. Coba deh cek ini.

Setelah diterpa oleh hujan
Siapapun pasti bisa jadi semakin kuat
Saat diriku sedang hancur
Aku kan menunggu angin yang berubah hingga s'dikit lagi

Setelah diri ini menangis
Dibanding tadi ku bisa tersenyum lagi
Disini ku tak kan menyerah
Lakukan yang bisa ku lakukan sekarang

Jikalau arah angin berubah
Hujan berhenti langit yang cerah
Hari esok tiba

Dari beberapa bait lirik itu, saya menyimpulkan sendiri bahwa setiap orang memang pernah terjatuh dan menangis, malah mungkin sering. Tapi, setelah masa itu, pasti akan muncul diri yang baru, yang bisa tersenyum kembali, yang lebih kuat menghadapi rintangan apapun dalam hidup. Dahsyat pokoknya, hehe.

2. River

Lagu ini sudah lama banget rilisnya, dari generasi 1 grup JKT48 yang masih lengkap kayaknya. Kalau dengar lagu ini, saya juga makin semangat karena terbawa musik dan liriknya. Kalau kata teman saya, musiknya jedam-jedum rame. Dan kalau lihat MV-nya, saya juga pengen lompat-lompat, haha.

Di dalam hatimu juga
Ada sungai mengalir
Cobaan, sungai berat yang pedih
Walau tak berjalan baik
Walau terkadang tenggelam

Tak apa mengulang lagi
Dan janganlah menyerah
Di sana pasti ada tepian
Suatu saat kau pasti akan sampai

Saya paling suka potongan lirik itu. Bagi saya sendiri, lirik itu punya kekuatan sendiri. Hampir sama dengan pesan yang tersirat di lagu After Rain. Benar memang, setiap orang itu punya sungai (rintangan dan cobaan) masing-masing. Dan itulah kenapa setiap orang harus berjuang dan pantang menyerah. 

3. Bersama Kamu, Pelangi, dan Mentari

Kalau saya perhatikan, lirik-lirik lagu Jepang itu sering ada makna tersirat, pakai perumpamaan-perumpamaan. Termasuk di banyak liriknya AKB48. Karena lagu-lagunya JKT48 itu terjemahan dari AKB48, ya tentunya punya lirik yang bermakna juga. Salah satunya di lagu ini.

Ku ingin melindungimu dalam dekapan tanganku
'Kan menjadi matahari dan menunggu pelangi senyumanmu
Ku ingin melindungimu, memeluk erat dirimu
Air mata yang menetes 'kan bersinar dengan kilauan cahaya tujuh warna

Saat kesulitan bagaikan derasnya hujan
Ku 'kan datang dengan payung untuk berteduh

Kebaikan bagaikan angin yang berhembus
Dan mengeringkan permukaan tanah
Dan di tiang basah setelah hujan

Walaupun nadanya tetap nge-beat khas JKT48, tapi liriknya melankolis lho. Coba deh baca lagi ini, kayaknya nyes gitu ya. Ada orang yang menyampaikan kebaikan untuk orang lainnya yang sedang bersedih.

4. Pertanda

Lagu ini ada di setlist Ramune No Nomikata dari tim K3 JKT48, tapi sayangnya setlist ini hanya bertahan kurang dari 1 tahun di teater JKT48 karena pandemi. Lagi-lagi saya menyukai dan membuat mood saya membaik karena nadanya yang ceria dan rasanya mengajak saya untuk ikut menari juga, hehe.

Liriknya juga keren, nih saya kasih beberapa bait.

Lihat, matahari yang tak berubah jika kita mengulurkan tangan
Kehangatannya pun bisa tertangkap

Semuanya, jangan takut pada rasa sakit tak terlihat
Air mata bagaimana pun pasti kering
Cobalah percaya pada peta dari hatimu
Memberi kita kekuatan

Demi dirimu, demi diriku
Demi dirinya, juga demi dia
Angin yang lembut akan berhembus
Hari yang bersinar 'kan tiba
Hidup di sini, saling bersyukur
Saling bertemu, saling mencintai
Bila merasakan pertanda
Kita semua, ada di mana pun
Tak akan sendirian

Dari lirik itu, saya seolah bisa ikut merasakan hangatnya matahari pagi dan otomatis bibir ini ikut tersenyum. Apalagi ada lirik yang mengatakan air mata bagaimanapun akan kering. Benar kan? Kesedihan itu tidak akan selamanya, pasti akan ada hari baru.

Baca juga : Makna di Balik Cara Meminum Ramune

5. Pesawat Kertas 365 Hari

Lagu selanjutnya sebagai moodbooster saya adalah Pesawat Kertas 365 Hari. Agak berbeda dengan gaya musik JKT48 yang sebelumnya saya sebutkan, lagu ini termasuk yang tidak terlalu nge-beat. Iramanya lebih santai tetapi tetap bernada ceria.

Tetapi, pesan yang ingin disampaikan tetap bisa memberi motivasi untuk yang mendengarnya. Coba deh baca beberapa bait liriknya ini.

Hidup bagaikan pesawat kertas
Terbang dan pergi membawa impian
Sekuat tenaga dengan hembusan angin
Terus melaju terbang
Jangan bandingkan jarak terbangnya
Tapi bagaimana dan apa yang dilalui
Karena itulah satu hal yg penting
S'lalu sesuai kata hati
Sanbyaku rokujugo nichi


Saya paling suka dengan bagian ini karena ya terkadang hidup itu memang jadi perhatian orang. Seringnya orang lain hanya melihat hasil daripada prosesnya. Terlebih lagi, ada saja orang yang membandingkan apapun yang diperoleh orang satu dengan orang lainnya.

Sebenarnya masih banyak lagu-lagu JKT48 dalam playlist saya yang bisa membuat mood saya membaik. Misalnya, Ramune No Nomikata, Betapa Indahnya Bumi Tempat Kita Lahir, Demi Seseorang, dan banyak lagi. Tapi, kalau mau disebutkan satu per satu, bisa sepanjang apa tulisan ini jadinya, hehe.

23 April 2021

Mentok Saat Blogging? Coba Tips Ini!

Kegiatan blogging sekarang sudah menjadi trend tersendiri di kalangan para penulis ya. Rasanya lebih mantap kalau tulisan yang sudah dibuat bisa dibaca banyak orang dengan cara diposting di blog pribadi. Malah, tidak sedikit para penulis yang bisa meraup rupiah dengan menulis artikel bersponsor.

Tapi, pernah gak sih saat menulis itu tiba-tiba kehilangan inspirasi? Mentok gak bisa nulis apapun? Pernah ya. Sama kok, kamu gak sendirian. Saya juga pernah mengalami kebuntuan dalam menulis artikel atau menulis karya fiksi lainnya.

Jenuh saat ngeblog
Jenuh? Mentok?

Kalau sudah begitu, biasanya saya gak akan teruskan di depan laptop. Ya ngapain juga berdiam diri, bengong di depan laptop tanpa ada tulisan yang kelar? Semakin berfikir, malah serignnya makin pusing dan makin gak kelar-kelar tulisannya. Jadi, harus gimana dong? Yuk, sini simak beberapa tips dari saya. Ini lebih ke pengalaman pribadi dan terbukti tokcer, hehe.

Pertama, bangun dari dari duduk di depan laptop atau komputer. Sudahlah, tinggalkan dulu aja itu tulisan yang berhenti mendadak karena kehabisan inspirasi. Gak apa-apa. Ibarat orang lagi masak, kalau matangnya butuh waktu lama, kita gak akan nunggu di depan kompor terus menerus kan? Begitu juga dalam hal menulis ini. Kalau tiba-tiba mentok, ya tinggalin aja dulu.

Kalau memang tetap mau di depan laptop atau komputer, bisa buka lembar kerja baru dan tulis hal lain yang tidak berhubungan dengan tulisan yang sedang dibuat. Misalnya kalau sedang menulis cerpen atau puisi dan tiba-tiba kehilangan alur, saya biasanya nulis hal lain dulu. Bisa tentang curhatan atau ya tentang saya yang kehabisan ide ini.

Kalau sudah terasa penat dan jenuh di depan laptop atau komputer, ya menjauh dulu aja. Saya biasanya begitu juga. Saya tutup laptop, lalu pergi ke luar rumah. Cari udara segar atau cari sinar matahari. Serius ini mah, ampuh beneran. Nah, sambil cari udara segar ini, saya sambil potong-potong rumput. Ya, biasalah, orang perempuan mah kayaknya gak bisa diem kan ya? Hehe.

Di sela-sela waktu motong rumput itu biasanya saya mulai menemukan kembali inspirasi yang tadi sempat terhenti. Mungkin karena waktu potong rumput itu kan sendirian ya, jadi otak juga ikut berfikir tanpa disadari. Berada di luar rumah juga bisa membuat saya rileks, jadi emosinya juga bisa lebih stabil untuk saya yang moody-an banget ini.

Kalau tiba-tiba dapat inspirasi di tengah acara pemotongan rumput itu, tinggal pilih aja, mau menyelesaikan pekerjaan ala tukang kebun atau kembali merampungkan kegiatan tulis-menulisnya. Biasanya kan ide atau inspirasi itu sekelebat ya dan suka langsung hilang kalau gak dicatat, jadi saya suka buru-buru dan langsung ambil kertas untuk mencatatnya.

Cara kedua adalah dengan membaca. Apapun lah, mau baca berita kek, baca artikel ringan kek, atau baca novel, bebas. Atau scroll-scroll medsos juga bisa (asal jangan keterusan aja sih, hehe). Ini biasanya saya lakukan kalau saya terpentok ide mau nulis apa lagi. Dengan membaca, saya bisa tahu apa yang sedang trending saat ini. Apa yang sedang banyak dibicarakan orang saat ini. Jadi, tulisan kita juga gak ketinggalan. Setidaknya turut meramaikan dan siapa tahu ter-klik kalau ada orang yang cari bahan tentang tulisan itu.

Ini juga yang biasanya saya lakukan kalau sedang mentok mau promosi apa lagi. Lagi belajar usaha kecil-kecilan kan, jadi harus mencari apa-apa aja yang sedang diinginkan oleh pasar. Misalnya, ketika akan membuat model undangan pernikahan, saya cari-cari dulu tuh model undangan seperti apa yang sekarang sedang naik daun. Minimalis kah? Vintage kah? Rustic kah? Atau yang lainnya.

Baca juga : Punya Usaha Bisa Jadi Target 2021

Cara terakhir. Nah, kalau cara-cara diatas sudah gak mempan lagi, ya saya pilih tidur aja dulu. Mungkin memang pikiran sudah lelah sehingga inspirasi yang mungkin saja ada di hadapan mata tidak bisa ditangkap dan terlewat begitu saja. Tidur sebentar pun bukan pilihan yang buruk kok menurut saya. Bisa jadi memang saya sedang butuh tidur saat itu, butuh istirahat sejenak biar nanti ketika bangun, pikiran segar kembali.

Bagaimana? Mau dicoba beberapa tips dari saya itu? Atau kamu juga mau berbagi tips nih, apa saja yang kamu lakukan untuk mengatasi kejenuhan? Komen di bawah ya!

22 April 2021

Top 5 Buku Favorit, Sama Kayak Kamu Gak?

Dari dulu saya ini suka membaca. Awalnya gegara ada majalah anak yang ngetren pada jaman itu, majalah Bobo. Ketauan kan tuanya, hehe. Tapi, dulu tuh jarang banget bisa beli buku atau majalah. Pertama karena memang kondisi jarak yang lumayan jauh untuk bisa ketemu toko buku, lagipula dulu belum ada internet atau online shop yang bisa pesan antar dengan mudah. Kedua lebih ke pertimbangan keuangan.

Buku Favorit Sepanjang Masa
Buku sebagai teman saya

Waktu masuk SMP, itulah pertamakalinya saya ketemu perpustakaan di sekolah. Senangnya itu luar biasa. Sepertinya, saya ini pengunjung paling sering yang datang hampir setiap jam istirahat tiba. Bukan mau pinjam buku pelajaran, tapi malah baca segala macam buku lain yang belum pernah saya baca.

Saya inget banget waktu nemu novel pertama kali, novelnya Mira W kalau gak salah, judulnya saya lupa. Novel yang bercerita tentang cinta anak remaja dan si perempuan sampai hamil, hihi. Gak tau juga ya kenapa novel itu ada di perpustakaan SMP.

Seiring berjalannya waktu, hobi membaca saya juga makin tinggi. Alhamdulillahnya sudah bisa akses toko buku untuk cari-cari buku sendiri. Bahkan ketika masuk kuliah, saya pernah pergi ke Jakarta untuk acara silaturahmi nasional bareng Forum Lingkar Pena, dan oleh-olehnya saya borong banyak buku, hehe.

Hampir semua genre buku saya lahap sih, gak melulu suka yang sci-fiction atau romantis. Apapun lah yang sekiranya bagus menurut saya, saya baca. Nah, kali ini saya coba mau berbagi 5 buku favorit yang pernah saya baca. Siapa tahu ada yang memang lagi pengen baca buku tapi bingung mau baca yang mana.

Tetralogi Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Dari sekian banyak novel yang pernah saya baca, sebenarnya cukup bingung mau milih salah satu diantaranya yang paling saya favoritkan. Saya sampai heran sekaligus kagum sama penulis-penulisnya, kok bisa sih buat novel sebagus itu? Hehe.

Tapi kali ini saya mau pilih tetraloginya Andrea Hirata, yaitu Laskar Pelangi. Pertama kali seri novel ini muncul, saya ngebet banget pengen baca. Lagi booming juga kan, jadilah saya berfikir keras bagaimana bisa dapatkan buku ini. Satu-satunya cara ya nabung dulu karena jujur harga keempat seri novel ini bagi saya gak murah.

Alhamdulillah banget, pas ulang tahun saya ternyata ada sahabat baik saya yang nawarin mau dibeliin buku apa. Ya tanpa pikir panjang, saya jawab aja Laskar Pelangi, haha. Gak mikir banget lah saya waktu itu. Tapi ternyata dikirim juga sih walaupun hanya 3 buku seri (waktu itu sepertinya buku yang ke-4 belum keluar). Akan selalu saya ingat lah sahabat baik saya itu, hehe.

Novel ini berkisah tentang anak-anak Belitong dari keluarga kurang mampu yang tidak patah semangat untuk terus belajar di sekolah. Cerita dimulai dengan perasaan haru ketika sebuah sekolah dasar Muhammadiyah di Belitong terancam bubar karena murid yang kurang dari 10 orang. Beruntung, di detik-detik akhir, ada satu anak lagi yang datang dan membawa secercah harapan untuk sekolah itu bisa terus bertahan.

Kejadian-kejadian berikutnya membuat cerita dalam novel ini semakin berwarna karena karakter tokoh-tokohnya beragam dan alur ceritanya yang menarik. Sebut saja tentang Ikal yang jatuh cinta pada seorang gadis hanya dengan melihat jari-jari tangannya yang lentik. Lintang yang rela bertaruh nyawa demi sekolah, juga tentang Bu Mus, guru matematika yang sangat disegani tetapi berhasil membuat seorang anak berhasil menguasai matematika.

Seri novel ini beneran bagus banget. Kearifan lokal yang dibawa cukup kental karena latar tempat ceritanya berada di Belitong. Bukan hanya itu saja, cerita dan bahasa yang dibawa juga cukup kental dengan budaya yang ada disana. Andrea Hirata memang terkenal dengan karyanya yang membawa budaya sendiri, misalnya di novel Orang Biasa dan Sirkus Pohon. Kamu sudah baca belum?

Baca juga : Resensi Novel Sirkus Pohon

Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono

Selain novel, saya juga menyukai puisi. Salah satu sastrawan yang karyanya banyak saya baca adalah Sapardi Djoko Damono. Menurut saya, puisi-puisinya itu romantis, melankolis, dan dramatis. Meskipun isi puisinya sederhana, tapi cara menggambarkannya itu luar biasa.

Puisi Sapardi Djoko Damono
Buku Hujan Bulan Juni

Pernah baca gak puisinya yang bejudul Bola Lampu? Nih saya kasih lihat fotonya biar kamu juga ikut baca.

Puisi Sapardi Djoko Damono
Puisi Sapardi Djoko Damono

See? Saya pribadi membayangkan eyang Sapardi sedang berada di rumah bersama cucu-cucunya dan bermain bayangan pakai jari-jari. Tentu saja ini hanya khayalan saya. Tapi begitulah, dari hal yang terlihat sederhana, bisa jadi puisi yang luar biasa.

Masih banyak puisi-puisi yang punya nilai mendalam dalam buku ini. Tentang mencintai, tentang patah hati, tentang renungan, tentang alam sekitar.

Baca juga : Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia

Seri Anak Kos Dodol – Dewi Rieka (Dedew)

Buku favorit saya selanjutnya adalah buku ringan menghibur dengan cerita konyol tapi menarik. Apa lagi kalau bukan karya legendarisnya Dewi Rieka, Anak Kos Dodol. Satu buku sudah tuntas saya baca waktu awal-awal buku ini terbit. Kocaknya bikin pikiran santai karena asli ringan banget.

Bahasanya kocak, apalagi isinya yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari sebagai mahasiswa kala itu. Walaupun saya belum pernah tinggal di kosan waktu kuliah, tapi saya bisa membayangkan bagaimana keseruan anak kuliah yang ngekos bareng teman-temannya.

Selesai satu buku, eh ternyata terbit lagi buku seri selanjutnya yang masih sama tentang dunia kos-kosan tapi dengan cerita yang lebih seru lagi. Saya ketagihan dan akhirnya baca lagi, hehe. Kabarnya, tahun ini akan ada lagi seri Anak Kos Dodol selanjutnya. Wah, keseruan apa lagi nih yang akan dibawa mbak Dedew di buku barunya? Jangan-jangan ceritanya tentang anak kos yang dulu masih unyu-unyu, sekarang sudah punya banyak anak? Hehe.

From Zero to Hero – Solikhin Abu Izzudin

Ini buku sudah lama banget sebenarnya, tapi saya suka karena banyak kata motivasi yang bisa membangkitkan semangat kala sedang terpuruk. Waktu kuliah, memang saya lagi senang-senangnya baca buku motivasi. Ada banyak sebenarnya buku motivasi seperti ini, tapi yang menurut saya paling pas dan nendang ya ini.

From Zero to Hero
Buku Zero to Hero
Sumber : Goodreads.com

Dari judulnya saja sudah membuat saya tergugah. Bagaimana bisa merangkak dari nol hingga jadi pahlawan? Saya baca berulang-ulang ketika saya sedang tidak bersemangat kala itu. Sayangnya, saya kehilangan buku ini. Entah siapa yang meminjam dan mungkin terlupa untuk mengembalikan.

Komik Detective Conan – Gosho Aoyama

Terakhir nih, saya juga menyukai buku komik dan favoritnya tentu saja Detective Conan karya Gosho Aoyama. Tapi sayangnya, saya gak punya satu pun koleksi komik seru yang ini. Sebab, dari dulu ibu saya menganggap komik itu bukan buku yang harus dibaca, apalagi dibeli. Kalau mau beli buku ya buku pelajaran, atau buku pengetahuan. Ya bisa maklum lah ya.

Komik Detective Conan
Komik Detective Conan
Sumber : kaorinusantara.or.id

Saya paling suka dengan ceritanya yang penuh teka teki dan bagaimana teka teki itu diselesaikan dengan seru. Ada saja teori yang diungkapkan oleh si Conan dalam memecahkan suatu kasus. Hebatnya lagi, sering kali teori itu tidak terpikirkan sebelumnya.

Walaupun ceritanya seputar petualangan dan tantangan, tetapi ada sisi lain yang membuat komik ini tidak membosankan. Kisah cinta antara Ran dan Sinichi Kudo yang dramatis dan melankolis, karakter Mouri yang lucu dan sering nyeleneh, juga aksi seru anak-anak kecil teman Conan.

Bagaimana? Mau baca buku apa nih besok? Semoga sedikit ulasan ini bisa membantu kamu yang sedang mencari bahan bacaan untuk waktu senggangmu ya!

21 April 2021

5 Barang Wajib Dibawa Saat Bepergian

Setelah membahas tempat wisata favorit di postingan kemarin, siapa nih yang langsung ancang-ancang untuk pergi liburan? Hehe. Tahan, kawan! Tunggu sebentar lagi aja. Walaupun vaksin sudah mulai disebar dan sebagian orang sudah disuntik, tetapi penyebaran covid-19 belum bisa dikatakan menurun.

Gak mau kan kasus covid ini seperti India sana yang kasusnya bagai tsunami gelombang kedua. Jauh-jauh lah ya, semoga saja pandemi ini bisa segera terhenti.

Barang wajib saat bepergian
Barang wajib saat bepergian

Kalaupun mau bepergian, lebih baik mlipir-mlipir cantik ke tempat yang sekiranya meminimalisir kerumuman orang. Misalnya piknik ala-ala ke alam terbuka, cari udara segar. Bisa juga berlibur dengan kedok olahraga seperti jalan kaki keliling stadion atau sepedaan, hehe.

Bicara soal bepergian nih ya, ada barang-barang wajib yang selalu saya bawa dalam tas. Tentu saja, barang wajib ini selain dompet dan ponsel ya. Kalau kedua barang ini mah, bukan lagi masuk daftar wajib dalam tas, gak bawa tas juga pasti nenteng dompet dan ponsel, ya kan?

Yuk ah, intip isi tas ransel kecil saya ini!

1. Alat Sholat

Kalau dulu masih nyaman pakai alat sholat di mushola/masjid umum, sekarang rasanya lebih nyaman bawa sendiri dari rumah deh. Meskipun terlihat bersih, alat sholat di masjid umum sangat mungkin dipakai oleh orang banyak yang singgah disana. Kita gak tahu, orang yang pernah pakai alat sholat itu sedang sakit atau gak. Lebih baik mencegah kan ya.

Alat sholat juga gak makan banyak tempat kok karena sekarang banyak tuh mukena dengan bahan lentur yang bisa dilipat dan dimasukkan dalam tas kecil. Untuk alas sholatnya, bisa bawa sajadah kecil atau bisa juga pakai jilbab yang kita pakai.

Kelebihan bawa alat sholat sendiri juga banyak kok. Selain lebih nyaman, kita juga gak ngerasa dikejar-kejar orang lain untuk gantian. Pasti pernah kan pas masjid lagi ramai-ramainya karena sedang waktu sholat, mukena yang ada jumlahnya terbatas dan jadi selesai sholat harus langsung bergantian karena di belakang ada yang antri, hehe.

2. Perlengkapan Prokes

Satu set perlengkapan prokes ini sudah jadi wajib nih ada dalam tas ketika bepergian. Biasanya saya masukkan dalam satu wadah berisi masker cadangan, tisu (bisa tisu kering dan basah), dan handsanitizer. Kalau sudah terbiasa bawa perlengkapan begini, rasanya sudah gak ribet lagi kok.

Masker cadangan itu untuk jaga-jaga kalau waktu bepergian saya lumayan lama. Jaga-jaga aja, siapa tahu masker yang dipakai basah dan kotor. Gak lupa juga bawa plastik atau wadah khusus untuk masker yang kotor, jadi gak tercampur dengan barang bawaan lain dalam tas.

Baca juga : 10 Fakta Masker Kain yang Harus Kamu Tahu

Handsanitizer itu sangat membantu untuk menjaga kebersihan tangan lho. Ini wajib banget ada. Sebenarnya kalau yang ini, saya memang hampir selalu bawa, bahkan sebelum adanya covid-19. Biasalah tangan ini kan sering usil ya. Kalau ke pusat perbelanjaan dan gak pegang-pegang barang yang dipajang, rasanya gatel aja, hehe. Atau kalau mau beli apapun, pasti kan dipegang dulu, dilihat-lihat dulu. Belum lagi pegang gagang pintu, kaca jendela, meja kursi, dan lain-lain.

3. Dompet Cantik

Selain satu set perlengkapan prokes, saya juga merasa wajib bawa satu set dompet cantik, hehe. Bukan perlengkapan make-up yang buanyaakk sih, tapi hanya beberapa saja yang sekiranya memang saya pakai setiap hari.

Pelembab wajah, pelembab bibir, dan handbody lotion adalah tiga sekawan yang gak boleh tinggal dalam dompet cantik ini. Soalnya, wajah, bibir, dan tangan seringkali terasa kering. Apalagi tangan yang sudah sering cuci pakai sabun, bisa terasa kasar dan gak nyaman, makanya harus pakai lotion.

4. Air Minum

Ini juga terasa wajib bagi saya ketika bepergian. Selain menghemat karena gak perlu beli air minum lagi di jalan, bawa air minum sendiri juga meminimalisir sampah plastik. Plis lah yang bilang gak signifikan karena berfikir ‘hanya saya dan gak setiap hari beli kok’, itu beneran salah deh. Kalau ada 10 orang saja yang berfikir sama dalam waktu bersamaan, sudah 10 botol plastik yang akan jadi sampah saat itu juga. Bagaimana kalau ada 100 orang? 1000 orang? Hm.

Bawa air minum sendiri juga bisa membantu saya untuk tidak lupa minum, jadi tubuh tetap terhidrasi dalam perjalanan. Biasanya kalau gak bawa minum, kan harus cari warung dulu, belum lagi kalau sedang dalam kendaraan umum dan gak bisa berhenti di sembarang tempat. Bakal repot pastinya.

5. Plastik/Tas Belanja

Belakangan ini sudah digembor-gemborkan untuk bawa tas belanja sendiri untuk lagi-lagi mengurangi sampah plastik. Tentu saja saya ikut mendukung kampanye minim plastik itu dengan bawa tas belanja sendiri.

Sekarang sudah banyak kok yang jual tas belanja pakai ulang dengan berbagai ukuran. Jadi tinggal pilih aja yang sesuai kebutuhan. Misal memang niat belanja bulanan, ya bawa yang besar. Walaupun gak bisa dipungkiri, pada prakteknya bakal ada plastik tambahan juga, tapi setidaknya bisa mengurangi sampah di rumah.

Kalau memang gak ada tas belanja pakai ulang, bisa kok bawa plastik kresek sendiri dari rumah. Saya sering lho begini. Daripada numpuk plastik, lebih baik dipakai ulang kalau memang masih bisa dipakai. Lagipula, belanjaan juga gak terlalu kotor-kotor banget kan? Kecuali belanjaan dapur semacam beli ikan atau sayur-sayuran yang basah.

Nah, itu dia lima barang yang wajib ada dalam tas saat saya bepergian. Ada yang sama gak ya? Atau mungkin kamu punya barang tambahan yang wajib ada dalam tas ranselmu? Komen di bawah ya!

Baca juga : 5 Barang Wajib Yang Selalu Ada di Tas

20 April 2021

Top 5 Tempat Wisata Favorit

Siapa yang sudah kangen liburan? Hm, kita tos duu deh karena saya juga sudah kangen banget! Sepertinya sejak pandemi melanda, saya belum pernah lagi liburan keluar kota. Boro-boro mau keluar kota, dalam kota aja sepertinya gak juga.

Kalau sudah begini, saya hanya bisa mengenang perjalanan-perjalanan saya selama ini ke beberapa kota di Indonesia. Bersyukur alhamdulillah sudah bisa menjelajahi sudut-sudut kota walaupun belum semuanya.

Top 5 Tempat wisata favorit

Nah, kali ini saya mau mengulang kembali perjalanan wisata saya ke beberapa kota di Indonesia. Semuanya punya kenangan masing-masing. Semuanya juga punya magnet kerinduan yang menarik-narik saya untuk mengunjunginya kembali suatu hari nanti.

Malang

Walaupun baru sekali ke Malang, rasanya disana sudah jadi tempat favorit untuk berlibur. Hampir sama seperti Bandung, Malang juga punya beberapa taman wisata yang menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan.

Pertama kali kesana di awal tahun 2012 lalu. Sudah lama memang tapi masih tetap berharap suatu hari nanti bisa kesana lagi dengan suasana yang lebih bahagia. Saya memang lebih suka berlibur di alam terbuka, banyak pohon cari udara segar dan menghirup oksigen banyak-banyak, serta luas memanjakan mata yang memandang. Berlibur di alam terbuka seperti itu membuat saya lebih banyak bersyukur karena telah terlahir di Indonesia dengan limpahan sumber daya alam yang sebenarnya banyak membuat iri negara lain.

Wisata Malang
Salah satu taman di Malang

Oh iya, di Malang juga ada masjid legendaris yang terkenal karena arsitekturnya yang menawan. Masjid Tiban. Saya pernah kesana sekali dan memang luar biasa. Bernuansa biru, masjid ini berdiri megah dengan arsitektur bergaya campuran. Kalau dilihat-lihat, ornamen yang ada di masjid ini seperti perpaduan antara Thailand, China, Arab, dan Indonesia.

Yogyakarta

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat
Penuh selaksa makna

Hayooo siapa yang hatinya meleleh mendengar sebait lagu itu? Yogyakarta memang penuh kenangan ya. Kota pelajar yang warganya ramah-ramah ini memang punya tempat dalam hati saya. Ibarat cinta pertama, saya jatuh cinta pada jejakan pertama kaki saya saat tiba disana, sekitar lima belas tahun yang lalu.

Masih terbayang lho dalam ingatan saya bagaimana dulu dengan bahagianya menyusuri jalan-jalan Malioboro, mencicipi jajanan pinggir jalan yang dijual mbah-mbah murah senyum, mencoba segala baju batik dan akhirnya beli beberapa yang cocok, juga memborong suvenir khas berupa gantungan kunci dan pena. Tidak lupa oleh-oleh pia yang legendaris.

Karaton Yogyakarta
Foto di dalam kawasan Keraton Yogyakarta

Tempat wisata di Yogyakarta memang banyak yang belum saya kunjungi. Tapi saya merasa bersyukur karena sudah sempat masuk keraton walaupun buru-buru karena gak tahu jam kunjungannya hanya sampai jam 12.00 siang.

Terakhir kali kesana tahun 2017 lalu. Sudah banyak berubah pastinya, tapi perasaan hangatnya masih tetap sama. Kapan ya bisa kesana lagi?

Bandung

Pertama kali ke Bandung sekitar tahun 2011 lalu, dan ternyata Bandung juga jadi candu, hehe. Buat ketagihan untuk balik kesana lagi dan lagi. Walaupun sudah kesampaian untuk kesana beberapa kali setelahnya, tetap saja Bandung jadi tempat favorit dalam daftar kalau saya ingin liburan.

Tangkuban Parahu Bandung
Tangkuban Parahu, Bandung sekitar tahun 2011

Satu hal yang saya sukai dari Bandung adalah hawanya yang sejuk dan pemandangan hijaunya yang bikin mata adem. Jalan kaki berapa puteran aja rasanya gak keringatan, hehe. Atau mungkin karena jalan kaki saya kurang jauh kali ya, atau memang pas cuaca sedang dingin.

Baca juga : Bandung Dalam Setapak

Nah, kalau kamu juga suka tempat wisata bernuansa alami, sepertinya Bandung cocok sebagai salah satu pilihan tujuan. Tangkuban Parahu, Taman Stawberry, Lembang, dan beberapa tempat wisata di Bandung merupakan tempat favorit saya menikmati sedikit dari banyaknya pemandangan alam di Indonesia.

Jakarta

Kalau ada yang bilang, apa menariknya Jakarta sampai bisa jadi tempat favorit tujuan wisata? Hm, bagi saya, Jakarta ada tempat tersendiri dalam hati, hehe. Dibanding beberapa kota yang pernah saya kunjungi sebelumnya, Jakarta inilah kota yang paling sering saya kunjungi.

Seringnya, saya ke Jakarta naik bus, baik itu bus langsung atau ngeteng (perjalanan ditempuh dengan berganti-ganti moda transportasi ke tempat tujuan). Disinilah asyiknya. Saya bisa saja langsung terbangun dan langsung kagum dengan bangunan-bangunan tinggi pencakar langit ketika sudah memasuki kota Jakarta. Ya harap maklum, saya kan gadis desa yang jarang banget lihat gedung tinggi di kota, hehe.

Monas Jakarta
Taman Belakang Monas

Sepertinya memang ada energi yang berbeda melihat semaraknya lampu-lampu jalan yang terang benderang, iklan-iklan pada videotron yang terasa tak pernah tidur, juga bus-bus yang hiruk pikuk.

Nah, kalau ke Jakarta, tempat favorit saya adalah ke Monas dan museum-museum yang tersebar di beberapa titik di kota Jakarta. Rasanya, berhari-hari disana tuh masih kurang aja kalau menjelajahi bangunan yang punya nilai sejarah.

Baca juga : Menjelajah Museum Wayang, Ngeri-Ngeri Sedep

Palembang

Sudah berkeliing kota di pulau Jawa, kembali lagi ke pulau Sumatra. Ada kota Palembang yang jadi favorit tempat tujuan wisata saya. Kota yang satu ini jelas jadi salah satu daftar tujuan favorit untuk liburan. Selain punya kenangan tersendiri, kota dengan ikon jembatan Ampera ini juga punya daya tarik yang kuat bagi saya untuk kembali mengunjunginya.

Ada beberapa tempat favorit saya kalau berkunjung kesana. Pertama, tentu saja kawasan jembatan Ampera. Disana, kita bisa melihat pemandangan sungai musi langsung dari pinggir sungainya. Kalau sudah menjelang malam, suasananya tambah ramai. Padu padan lampu berwarna-warni menghiasi pagar pembatas sepanjang sungai dan jembatan.

Pagoda di Pulau Kemaro
Pagoda di Pulau Kemaro

Kalau lapar, ada banyak jajanan yang bisa disantap. Mulai dari jajanan pinggir jalan dengan harga murah meriah, sampai makanan berat di tempat yang mewah. Kalau favorit saya, sepertinya masih tetap mi tek tek pinggir sungai musi dan martabak HAR yang kedainya tersebar di kota Palembang.

Selain kawasan jembatan Ampera, pengunjung juga bisa mencoba naik perahu menuju Pulau Kemaro. Jaraknya sekitar 30 menit berkendara menggunakan perahu getek. Pulau ini ada di tengah-tengah sungai Musi dan suasananya seperti berada di China. Pasalnya, disana berdiri menjulang pagoda dan kuil milik keturunan Tionghoa.

Baca juga : Menggali Kenangan di Kota Ampera

Yah, kalau bicara liburan mah, rasanya gak habis-habis ya. Sudah ke kota itu, pengen ke kota ini, nanti pengen lagi ke kota yang lainnya. Bahkan saya punya satu impian, pengen mejelajahi seluruh kota di Indonesia, kalau bisa malah kota di seluruh dunia.

Semoga aja pandemi ini cepat berlalu, biar kita bisa liburan bebas lagi kemanapun kita mau.

19 April 2021

Punya Usaha Bisa Jadi Target 2021

Halo, Senin!

Siapa yang punya sindrom Seninmales? Hehe. Jangan lah ya. Senin itu awal pekan yang baik untuk memulai hari-hari berikutnya. Kalau awalnya saja sudah males, gimana akhirnya, ya kan? *ah teori aja deh!

Serius ini, bagi saya, Senin itu harus semangat. Dulu waktu masih bekerja ala kantoran, tiap hari Senin, pasti ada briefing pagi untuk laporan seminggu kemarin dan target seminggu ke depan. Agak pusing sih memang, tapi itu juga bisa untuk memotivasi diri supaya lebih baik di hari-hari berikutnya.

Bicara soal target, saya biasanya buat daftar target di akhir tahun. Tapi, sepertinya sudah dua tahunan ini saya gak nulis begitu lagi. Akhir tahun 2019 sepertinya saya kelupaan mau nulis daftar target saya karena waktu itu ada beberapa agenda yang cukup mengalihkan perhatian saya dari tulis menulis. Akhir tahun 2020, saya juga gak nulis daftar target ini, saya malah nulis rangkuman apa-apa yang sudah terjadi di sepanjang tahun 2020 itu.

Pumpung ini masih bisa dianggap awal tahun walaupun sudah lewat 4 bulan, hehe, saya mau coba tuliskan beberapa target yang ingin saya capai di tahun 2021 ini. Gak banyak sih, karena saya menganggap target ini bukan beban. Lakukan sedikit demi sedikit asal konsisten.

Punya Usaha

Di akhir tahun 2018 sepertinya saya pernah menulis target yang sama. Punya usaha (dulu ada kata sampingan karena saya masih bekerja di sektor swasta). Sekarang, karena saya bebas, saya beneran pengen punya usaha.

Cetak undangan azkiagallery
Cetak segala macam undangan :)

Sebenarnya, usaha kecil-kecilan ini memang sudah dimulai dari tahun 2018 silam. Karena masih sampingan ya gak terlalu difokuskan dan hasilnya jauh dari dari kata banyak, hehe. Sekarang, saya mau mencoba fokus dan mulai menekuninya. Apakah itu?

Usaha segala macam cetak. Cetak undangan, cetak foto, cetak stiker, cetak mug, dan lain-lain. Sekarang masih kecil-kecilan sih, masih dalam skala rumahan dan belum banyak. Masih dalam hitungan ‘daripada diem aja’ ya gak apa-apa. Saya yakin kalau semakin ditekuni, mudah-mudahn bisa jauh lebih berkembang ke depannya.

Bendera akikah
Bendera akikah

Sekalian promo aja deh ya. Kalau kamu mau cetak undangan khitanan, undangan pernikahan, undangan akikah bayi, bendera bayi, cetak stiker dagangan, cetak banner, buat mug custom untuk kado atau dipakai sendiri, boleh lah ya hubungi saya aja langsung.

Alamatnya di Perum Griya Madhani, No. 58, Bumisari, Natar, Lampung Selatan. Cek IG boleh di @azkiagallery atau langsung pesan lewat WA aja di 085669681236. Fast respon pokoknya ya, hehe.

Badan Sehat

Lha, memang selama ini sakit? Ya gak juga, hanya gak cukup olahraga aja. Saya yang memang belum dikaruniai anak di usia pernikahan 5 tahun, mungkin salah satu faktornya adalah kurang olahraga. Bisa jadi kan ada kekurangan atau kelebihn hormon tertentu, atau kurang nutrisi alam seperti sinar matahari.

Beberapa tahun terakhir memang saya mulai menjalani olahraga sedikit demi sedikit. Misalnya jalan kaki, atau olahraga yang bisa dilakukan di rumah saja. Biasanya saya cari-cari dulu olahraga apa yang cocok untuk saya yang terbilang kurus ini, hihi. Tutorialnya juga sudah banyak, jadi tinggal saya pilih aja yang sesuai.

Saya juga sudah mulai mengurangi asupan gula pasir dan minuman manis lainnya. Tapi bukan sama sekali gak minum manis juga. Kadang juga saya masih minum sirup juga kalau kepengen. Tapi saya membatasi gula pasir di minuman teh saya. Kalau dulu, satu gelas teh bisa saya masukkan 1 sdm gula pasir, sekarang cukup 1 sdt aja sudah terasa manis.

Baca juga : 5 Minuman Pengganti Teh

Saya juga membatasi minuman manis dalam kemasan. Ya balik lagi ke minuman alami aja lebih enak dan menyehatkan kok. Misal buat infuse water dari buah atau rempah semisal jahe dan sereh. Kasih madu biar ada rasa manisnya, taruh dalam kulkas. Wah, rasanya enak deh. Beneran gak kalah sama teh kemasan yang gulanya banyak banget itu.

Konsiten Menulis

Nah, ini lagi, ini lagi. Ya gimana ya? Memang ini langganan target tiap tahunnya. Tapi terbukti sih memang, ketika saya mulai aktif dan sering menulis lalu posting di blog, grafik pembaca blog saya meningkat dari bulan ke bulan. Kan jadi semangat kalau lihat grafiknya naik tho?

Memang butuh kemauan yang kuat sih ini. Kalau soal apa yang ingin ditulis, sebenarnya banyak banget. Tapi untuk bisa sampai posting di blog ini yang butuh perjuangan. Apalagi untuk saya yang moody, banyak alasannya, hehe.

Tapi kalau sudah dapat tantangan macam tantangan Blogger Perempuan ini, yakinlah saya pasti semangat. Saya gak mau kalah dari tahun-tahun sebelumnya yang berhasil mencapai target menulis setiap harinya. Tahun ini juga harus berhasil.

Doakan saja ya teman-teman, semoga target-target saya ini bisa tercapai tahun ini. Karena doa yang baik itu akan sampai kepada yang didoakan dan yang mendoakan, saya juga berdoa supaya target kalian juga tercapai. Aamiin.

18 April 2021

5 Drama Seri Sekolahan Favorit

Hai, hai, hai!

Lagi ngapain nih hari Minggu begini? Beberesan rumah? Nyapu halaman? Atau golar goler depan tv pantengin sinetron? Hehe. Dah kayak emak-emak aja deh nonton sinetron yang episodenya mirip tembok Cina, panjaaaaaaang.

Dulu, sebenarnya saya juga suka nonton sinetron atau serial tv. Inget gak sih jamannya sinetron Tersanjung yang tenar itu? Duh, ketauan kan umurnya sudah tua, haha. Tapi entah kenapa beranjak kesini, saya gak begitu suka nonton sinetron lagi. Entah karena ceritanya yang monoton, alurnya yang gampang ditebak, atau adegannya yang kadang gak realistis.

Jujur ya, saya lebih suka nonton film. Kalau serial, saya lebih memilih drama Korea atau Jepang. Lebih ada plot twistnya aja sih dan jarang tertebak alurnya. Khusus drakor, saya masih cenderung lebih suka yang punya latar tempat sekolah dan kehidupan remaja gitu.

drakor sekolah
Drama Seri Sekolah Favorit

Nah, kali ini saya mau bagiin beberapa drama seri dengan latar cerita sekolah favorit saya. Apa aja itu?

Reply 1988 (2015)

Siapa yang sudah berkali-kali nonton drama ini? Lucu iya, ada pesan moral iya, pemainnya oke-oke iya. Lengkap deh. Drama ini berlatar belakang tahun 1980an, dimana belum ada ponsel, internet, bahkan tv pun masih belum semua orang punya.

Bercerita tentang kehidupan 5 orang remaja yang tinggal sekomplek dan sudah merasa seperti saudara sendiri. Karakter yang berbeda-beda membuat drama ini penuh warna, apalagi ceritanya tidak hanya seputar cinta para remaja, tetapi juga persahabatan, kasih sayang, juga bagaimana rasanya bertetangga dekat dan saling membutuhkan.

Dibintangi pemain yang sudah lika liku dalam berperan, Reply 1988 sanggup membuat penontonnya tertawa, terharu, menangis sedih, dan merasa iba secara bersamaan. Adegannya terasa natural dan sebagian mampu membawa kenangan pada masa lalu yang damai tanpa teknologi canggih sekalipun.

Dream High (2011)

Kalau saya sebutkan judul ini, apa yang terbayang dalam benak kamu? Soundtrack yang melegenda? Nyanyian Suzy di panggung? Perubahan fisik IU yang mencengangkan? Atau terbayang gantengnya Tacyeon? Hehe.

Sebagai drama berlatar belakang sekolah, Dream High punya penggemarnya sendiri kala itu. Bahkan sampai sekarang pun, saya masih ikut bersemangat kalau dengar soundtrack-nya. Bercerita tentang anak-anak remaja yang ingin menggapai impiannya sebagai penyanyi berbakat dan terkenal, drama ini punya warna tersendiri karena banyak adegan bernyanyi di sepanjang drama.

Persaingan demi persaingan selalu hadir dalam tiap serinya. Walaupun begitu, tetap ada pesan moral yang disampaikan drama ini. Sebut saja misalnya, untuk meraih posisi terdepan, seseorang haruslah berjuang dan tidak curang, apalagi sampai menyakiti teman sendiri.

School 2013 (2012)

Drama berlatar belakang sekolah favorit selanjutnya adalah School 2013. Dari namanya saja sudah kebayang kan ya kira-kira dimana seting tempat drama ini banyak digelar. Iya, di sekolah! Hampir sepanjang seri, latar tempatnya memang sekolah, sampai-sampai kostum yang dipakai para tokohnya ya selalu seragam sekolah, hehe.

Drama ini bercerita tentang berbagai konflik yang ada di salah satu kelas terburuk di SMA Seung Ri. Satu kelas itu memang terkenal dengan anak-anaknya yang tak bisa diatur, bandel, sering bolos, dan ada perisak. Ironisnya, seorang guru honor perempuan malah ditunjuk sebagai wali kelasnya. Konflik makin memanas ketika salah satu anggota geng paling ditakuti ikut menyakiti sang guru perempuan itu dan berlanjut pada konflik-konflik berikutnya.

Meski diwarnai perisakan, tetapi drama ini punya pesan moral yang baik juga. Bahwa sebenarnya anak-anak remaja itu tidak selamanya bandel, nakal, dan susah diatur. Sangat mungkin ada hal-hal yang mendasari mereka bersikap seperti itu di sekolah, misalnya keluarga yang berantakan, merasa tidak dihargai dalam keluarga mereka, dan ada masalah yang dianggap sepele bagi orang dewasa namun ternyata sangat berarti bagi remaja.

True Beauty (2020)

Nah, kalau ini drama seri berlatar belakang sekolah yang masih bisa dibilang fresh. Masih baru. Diangkat dari komik web berjudul The Secret of Angel, drama ini bisa menggaet penontonnya karena ada aktris cantik Moon Ga Young dan aktor tampan nan imut Cha Eun Wo dan Hwang In Yeop.

Bercerita tentang konflik yang dialami Lim Ju Kyung karena merasa rendah diri dan sering dirisak teman sekolahnya. Sebabnya tidak lain adalah karena wajah Ju Kyung yang dianggap jelek. Karena tidak tahan dengan perisakan itu, Ju Kyung pindah sekolah dan mengubah penampilannya dengan riasan tebal hasil belajar otodidaknya.

Hasilnya, Ju Kyung bisa tampil cantik dan dikelilingi oleh teman-temannya. Ia juga jadi rebutan oleh teman sekelasnya sendiri, Su Hoo dan Seo Joon. Meski alur drama ini terbilang lambat dan kadang membosankan, tapi di beberapa bagian, bisa membuat baper dan uwu, hehe.

Baca juga : Review Drakor True Beauty

Who Are You? (2015)

Drama Korea berlatar belakang sekolah memang seringkali mengangkat tema tentang perisakan. Nah, di drama Who Are You ini juga begitu. Berkisah tentang dua orang saudara kembar yang terpisah sejak kecil hingga remaja, drama seri ini mampu membuat saya sebagai penontonnya kesal, sedih, geram, dan bahagia bercapur jadi satu.

Kim So Hyun berhasil memerankan dua tokoh dengan karakter berbeda dengan sangat baik. Eun Bi, salah satu kembaran dengan karakter lembut dan sering dirisak karena dianggap yatim piatu dan tinggal di panti asuhan. Sedangkan Eun Byeol, kembaran lain yang karakternya sangat berbeda dengan Eun Bi. Eun Byeol dengan karakter kuat, hidup berkecukupan di kota besar dan dikelilingi banyak teman.

Menariknya, ada bagian seri dimana Eun Bi dan Eun Byeol tertukar dan menimbulkan konflik baru karena bertemu dengan perisak yang sama.

Itu dia, 5 drama seri Korea yang berlatar belakang sekolah favorit saya. Kalau kamu, suka nonton yang mana? Atau ada rekomendasi drama seri sekolah lainnya? Tulis di komentar ya!