25 April 2020

10 Fakta Masker Kain Yang Harus Kamu Tahu

BPN Challenge hari #6

Halo!
Di awal merebaknya wabah Covid-19 ini, ada 2 barang yang tiba-tiba jadi melejit. Ya harga, ya pamornya. Padahal sebelum ini, mereka tuh seperti tidak dianggap penting dan hanya sesekali saja dipakai. Masker dan hand sanitizer.

Tiba-tiba saja, stok yang tadinya berjejer penuh di etalase apotek dan swalayan tidak lama raib. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi dan diluar logika. Saya sampai berpikir, kenapa gak langsung produksi yang banyak aja ya, hehe.
fakta masker kain

Maker Kain vs Masker Medis

Sejak diinformasikan bahwa virus corona mulai masuk ke Indonesia, orang berbondong-bondong mencari masker. Karena waktu itu yang dianjurkan adalah masker medis, maka dalam sekejap saja masker ini habis di pasaran.

Satu hal yang mendasari dipilihnya masker medis adalah karena disinyalir dapat menyaring partikel sangat kecil hingga ukuran mikrometer. Jadi, tidak hanya debu saja yang bisa tersaring di masker ini, tapi juga virus. Salah satunya adalah virus corona ini.

Semakin bertambahnya permintaan, stok masker ini turun drastis. Susah sekali menemukan barang yang satu ini di apotek atau swalayan. Harganya juga jadi sangat mahal. Maka, belakangan mulailah dianjurkan untuk memakai masker kain saja.

10 Fakta Masker Kain

Memang, dari segi perlindungannya, masker kain sedikit lebih rendah daripada masker medis. Tapi daripada tidak ada perlindungan sama sekali, masker kain bisa jadi pilihan. Tapi tahukah kamu apa saja fakta dibalik masker kain ini? Cek yuk!

  • Bisa dipakai ulang

Yup! Berbeda dengan masker medis yang hanya sekali pakai, masker kain tetap dapat dipakai berulang kali. Tapi dengan catatan harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai kembali. Hanya masker kain saja yang bisa dicuci dan dipakai ulang ya.

  • Gunakan tidak lebih dari 4 jam

Telah disebutkan sebelumnya bahwa efek perlindungan dari masker kain memang lebih rendah dari masker medis. Oleh karena itu, sebaiknya masker kain dipakai tidak lebih dari 4 jam. Apalagi, jika berada di tempat keramaian. Sediakan minimal 2 helai masker kain dalam tas supaya bisa lekas diganti apabila sudah perlu diganti.

  • Mulai dianjurkan oleh WHO

Dikutip dari Detik.com, WHO kini telah mengkaji ulang tentang pemakaian masker kain untuk mencegah penularan virus corona ini. Mereka yang awalnya menyarankan agar masker medis dipakai hanya untuk pasien dan tenaga kesehatan, belakangan mulai merekomendasikan masker kain tetap dapat dipakai oleh masyarakat luas.

Masker kain ini dapat menjadi pelindung ketika ada seseorang yang bersin. Saat seseorang bersin, partikel yang terlepas akan bermacam-macam ukurannya dan pastikel ini dapat meluncur hingga 8 meter. Meskipun tidak seefektif masker medis, tetapi masker kain tetap dapat menyaring partikel kecil hingga sekitar 50%.

  • Ekonomis dan mudah dibuat

Karena masker kain ini dapat dicuci ulang, maka dari segi ekonomisnya, masker kain bisa jadi pemenangnya. Kita bisa berhemat beberapa rupiah dengan hanya membeli sekali masker kain ketimbang membeli masker sekali pakai. Selain itu, tidak banyak sampah medis yang akan memenuhi tempat pembuangan sampah.

Masker kain juga mudah dibuat sendiri di rumah. Jadi, selama masa karantina yang hanya di rumah saja, kita bisa memanfaatkan waktu luang ini untuk membuat masker sendiri. Sudah banyak tutorial membuat masker kain, dari yang tidak simpel tanpa dijahit, sampai yang rapi ala industri.

  • Masker berbahan katun

Sekarang ini sudah banyak macam masker kain yang dijual di pasaran. Bahan-bahan pembuatnya pun bermacam-macam. Mulai dari kain katun, kaos, dan bahkan saya pernah lihat ada yang pakai kain satin dengan manik-manik tambahan supaya lebih cantik, hehe.

Tapi, rupanya masker kain dari bahan katun lah yang paling baik untuk dipilih. Kain katun dapat menyaring pastikel kecil hingga sekitar 50%.

  • Masker 3 lapis

Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 menyarankan untuk memilih masker kain yang berlapis tiga. Pastinya hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan efek penyaringnya ya. Mungkin akan terasa panas, tetapi lebih baik mengikuti anjuran kan daripada ada efek buruk nantinya.

  • Masih bisa ditembus aerosol

Partikel yang dapat disaring masker kain adalah partikel yang berukuran hingga 3 mikron. Meskipun dapat menyaring partikel ini hingga 50-60%, faktanya, masker kain ini masih bisa ditembus aerosol. Makanya kita disarankan untuk tetap menjaga jarak aman saat berinteraksi dengan orang di sekeliling. Jarak aman yang disarankan adalah sekitar 1-2 meter.

Baca juga : Social Distancing Seperti Apa?


fakta masker kain
Sumber : Pixabay

  • Menyerap air

Karena terbuat dari kain, maka masker ini sangat mudah menyerap air. Sifat yang berbeda dari kebanyakan masker medis yang tahan terhadap air. Oleh karena itu, penggunaan masker kain harus diperhatikan dengan hati-hati.

Apabila sudah basah dan lembab, sebaiknya segera berganti masker yang bersih. Cuci segera masker yang kotor dengan detergen dan jemur di bawah sinar matahari.

  • Harus rajin dicuci

Karena masker kain dapat dipakai berulang kali, maka kebersihannya tetap harus dijaga dengan baik. Masker yang kotor harus segera dicuci dengan detergen dan air mengalir. Gunakan masker kain tidak lebih dari 4 jam sebab masker yang sudah lembab dan kotor akan semakin berkurang daya saringnya. Selain itu malah dapat menyebarkan berbagai virus yang menempel di permukaannya.

  • Harus disetrika

Meski dianggap barang kecil, menyetrika masker adalah tindakan yang tepat dilakukan setelah masker dicuci dan kering. Uap panas dari setrika dapat membunuh bakteri dan virus yang menempel di permukaannya saat dijemur. Pastikan juga setelah disetrika, masker disimpan rapi dalam tempat yang bersih dan tidak lembab.

Tips Menggunakan Masker Kain

Agar lebih efektif melindungi, ada beberapa tips dalam penggunaan masker kain ini.
  • Jaga kebersihan tangan saat akan memasang dan melepas masker
  • Jangan menyentuh bagian depan masker saat melepasnya
  • Segera cuci masker kain yang telah terpakai untuk menghindari penyebaran virus yang mungkin menempel di permukaan masker kain
Baca juga : 5 Prilaku Prefentif Cegah Corona

Oke, semoga informasi tadi bermanfaat ya. Meskipun menggunakan masker saat bepergian, lebih baik tetap di rumah saja ya. Kamu punya pengalaman apa dengan masker kain ini?

Tidak ada komentar: