Halaman

31 Desember 2018

My Blog Kaleidoskop 2018

Beberapa jam lagi menjelang penutupan tahun 2018. Hm, biasanya beberapa media sosial akan menampilkan kaleidoskop penggunanya selama satu tahun yang sudah berlalu. Nah, kali ini saya juga gak mau kalah dengan media sosial itu. Jadi saya pengen lihat ke belakang sejenak, setahun yang sudah saya lalui. Dan hasilnya adalah..

Tahun 2018 saya awali dengan menulis blog tentang perjalanan saya ke beberapa tempat wisata. Blog saya ini memang isinya campur-campur seperti yang sudah pernah saya bilang di postingan sebelumnya. Mulai dari curhatan gak jelas, cerpen, puisi, tempat wisata, sampai beberapa review produk.

Karena memang kebetulan di akhir tahun 2017 kemarin saya ada agenda silaturahmi plus jalan-jalan bersama keluarga, ya sudah saya tulis aja untuk blog ini. Nulisnya di awal tahun 2018 karena memang baru sampai rumah pas tahun baru. Eh ini juga postingnya gak cuma sekali aja, ada 4 seri lho! Haha, saking banyaknya yang pengen saya bagi. Lagipula, biar gak terlalu panjang kan tulisannya.

Di awal tahun ini juga saya sempat nulis artikel yang diikutkan lomba. Semacam review produk begitu. Walaupun nama saya gak ada di daftar pemenang, tapi saya tetap senang. Setidaknya, saya sudah mencoba untuk ikut dan tentunya ini mengasah kemampuan saya dalam mereview produk. Sepertinya memang saya harus banyak belajar lagi untuk hal yang satu ini.

Di pertengahan tahun, saya mulai lebih aktif di komunitas blogger, salah satunya adalah Blogger Perempuan. Disini, lagi-lagi saya ikutan challeng menulis blog yang waktu itu tugasnya adalah menulis 10 tema dalam sebulan (kalau gak salah ya). Karena memang cukup mudah untuk saya, ya saya ikutan. Dari challenge ini, saya jadi lebih rajin untuk posting. Walaupun pada akhirnya nama saya gak keluar lagi di daftar pemenang, semangat saya masih tetap ada, hehe.

Pertengahan tahun juga saya mengisi blog dengan curhatan saya. Kali itu saya memang sudah bertekad untuk nulis dan posting di blog ini (lebih kepada dendam pribadi, wkwk). Saya ingat betul temanya; gigi geraham bungsu!

Baca deh : Bye-Bye Geraham Bungsu

Di akhir tahun, saya dapat tantangan lagi dari Blogger Perempuan. Kali ini lebih menantang dari challenge yang di pertengahan bulan kemarin. Masa suruh posting setiap hari selama 30 hari berturut-turut! Gilak!

Tapi, bukan saya kalau gak tertarik untuk ikutan, haha. Jadilah saya ikutan challenge itu dengan nekat dan niat. Sempat terseok-seok di pertengahan jalan dan ingin menyerah, tapi kok ya sayang ya? Sudah diniatkan dari awal untuk tetap menulis dan posting, kok menyerah hanya gara-gara sudah merasa capek.

Bagaimana akhirnya? Woooww saya lanjut dan rupanya bisa! Baru kali ini saya bisa posting setiap hari selama 1 bulan penuh! *tepuk tangan sambil kiss bye ke semua, haha.

Pada akhirnya sebenarnya hanya niat dan kemauan saya saja untuk tetap menulis atau berhenti saja. Di postingan sebelumnya, saya sudah beberkan target blogging saya di tahun 2019. Jadi, rasanya malu lah ya kalau saya sudah buat target, tapi cuma kata-kata doang gak ada buktinya. Semoga tahun depan yang tinggal 2 hari lagi, saya bisa terus menulis dan posting disini.

Bagaimana kaleidoskop blogmu tahun kemarin?

Baca juga : Target Blogging Tahun 2019, Bisa Ya!

19 Desember 2018

BP Day#30, Target Blogging 2019? Bisa ya!

Yeahhhh akhirnya saya bisa juga nerima tantangan 30 hari menulis dan posting nonstop dari Blogger Perempuan (*sujud syukur, haha). Awal mau ikutan challenge ini, sempat agak ragu karena saya sebenarnya juga gak rajin-rajin banget untuk posting. Jadi agak takut nanti pas di tengah jalan mandeg alias berhenti, kan malu ya, hehe. 

Sumber : Pixabay
Tapi setelah dipikir dan dilihat ulang tema-tema hariannya, kok ya jadi semangat. Alasannya sederhana, ini tantangan! Makanya setelah lewat hari pertama, saya seperti sudah terjun ke laut, ya sudah mandi sekalian. Mau gak mau harus nulis dan posting terus. Rupanya ini bisa jadi pecut untuk saya bisa terus menulis dan posting blog.


Oke, setelah saya tuliskan resolusi di tahun 2019 di postingan sebelumnya, kali ini ada satu resolusi spesifik lagi di tahun depan. Khusus di dunia tulis menulis yang memang sejak lama saya geluti (walaupun sampai sekarang belum banyak karya tulis saya). Oke, langsung saja ke target blogging di tahun 2019 ya.


Rajin Posting
Saya memang belum bisa jadi blogger sepenuhnya. Selain karena memang saya masih jadi blogger part time karena kondisi masih kerja diluar, terkadang saya masih suka malas untuk buat tulisan dan posting. Alasan umum dan paling sering memang gak ada waktu (padahal sebenarnya bisa disiasati ya), tapi mungkin virus malas yang malah sering menjangkiti. Resolusi 2019 yang kemarin saya tulis saya ingin puya hosting blog biar saya lebih semangat untuk posting. Kan kalau sudah bayar tapi gak rajin posting, sayang ya? Hehe.

Lagipula, saya sudah 2 kali menerima tantangan menulis dari Blogger Perempuan, dan kesemuanya saya bisa. Jadi, tahun depan kenapa gak bisa kalau gak ada challenge? Sepertinya ini harus saya catat dan saya pin di mading meja tulis saja, biar gak lupa ya.

Gak Malas Baca
Untuk bisa menghasilkan tulisan yang bagus dan nantinya akan diposting, gak mungkin ya kalau hanya diam saja? Pastinya harus banyak baca dan belajar. Tentunya ini gak bisa dilepaskan dari kegiatan blogwalking dan terus menulis saja. Saya memang suka sekali melahap buku, tapi untuk blogwalking baru belakangan ini saya rajinnya. Baru tahu kalau blogwalking itu banyak banget manfaatnya.

Perindah Blog
Salah satu hal yang sampai sekarang masih belum optimal saya lakukan adalah memperindah blog. Ini termasuk header dan postingannya. Saya memang suka ganti-ganti header karena jujur sampai sekarang belum nemu yang cocok banget di hati. Jadi sementara ya seperti header yang dipakai sekarang.

Sedangkan untuk postingan, saya juga masih belum optimalkan dengan tampilan yang bisa menarik perhatian pembaca. Paling saya kasih foto aja, itu pun saya ambil sendiri pakai kamera digital atau kamera ponsel. Ke depannya, saya ingin lebih memperhatikan hal ini. Apalagi setelah blogwalking sana sini dan lihat blog orang tuh bagus-bagus dan menarik. Rupanya ada semacam infografis atau foto yang ciamik. Nah, saya mau lakukan itu untuk blog saya mulai sekarang.

Yup, itulah target blogging saya untuk tahun depan. Semoga bisa terwujud ya! Kalau kamu? Mau diapain blogmu tahun depan?

18 Desember 2018

BP Day#29, 5 Situs Yang Menginspirasi Saya

Siapa disini yang sehari-harinya sering berselancar di dunia maya? Kita samaan. Entah itu lewat ponsel atau lewat PC. Bahkan saking seringnya berselancar, kadang suka lupa waktu. Apalagi kalau sudah buka media sosial atau situs yang disuka, teman yang ada di samping kiri kanan aja malah gak diajak ngobrol. Gak boleh gitu ah.

Kalau saya, berselancar di dunia maya sesuai kebutuhan saja. Pas butuh inpirasi menulis, saya blogwalking. Pas butuh hiburan, saya buka youtube. Pas cari resep, ya saya cari di dunia maya. Dari banyaknya situs-situs itu, saya punya beberapa situs yang sering sekali saya kunjungi. Nah, apa saja situs favorit saya?

1. Freepik
Situs ini salah satu tempat saya untuk cari inspirasi dan bahan untuk desain berbagai kebutuhan. Semisal desain undangan atau spanduk. Mimpi saya masih tetap buat usaha sampingan di bidang desain dan pernak pernik. Di tempat saya bekerja juga, saya sering kebagian tugas untuk desain spanduk dan brosur, juga media promosi lain. Jadi, situs Freepik ini salah satu yang bisa saya andalkan.

Disini, saya bisa ambil gambar dengan berbagai format secara gratis. Mulai dari psd, ai, sampai jpeg, semua lengkap dan sesuai kebutuhan saya.

situs Freepik
2. Cookpad
Kalau situs yang satu ini, cocok sekali untuk saya yang suka cari resep masakan mudah dan praktis. Kebanyakan resep masakan yang ada bahannya gak susah untuk dicari dan cara membuatnya juga gampang. Saya juga sampai punya akun Cookpad ini, secara saya sering banget buka situsnya kalau saya mau masak apapun.

Disini saya bisa menyimpan, dan mencetak resep, serta memposting hasil recook saya. Juga, bisa diskusi dengan si pembuat resepnya, jadi kalau semisal ada yang kurang jelas bisa langsung diskusi deh. Oh iya, sering juga Cookpad ini mengadakan kuis yang hadiahnya lumayan walaupun saya belum pernah menang, hehe.

Cookpad
3. Youtube
Kalau saya punya kuota banyak dan lagi punya waktu senggang, saya buka youtube. Di situs video ini, kebanyakan saya juga random nonton apa saja yang saya suka. Ini cukup membuat saya bisa menghabiskan waktu senggang saya (kadang saya berfikir dengan hanya menonton youtube saja, waktu senggang saya jadi sia-sia, haha).

Jadi, sebisa mungkin saya nonton youtube untuk hal-hal yang bisa menginspirasi saya. Misalnya video tentang crafting, memasak, atau membuat kreasi yang bisa saya aplikasikan untuk mengejar resolusi 2019 saya.


4. K-Drama
Kalau situs yang satu ini sepertinya wajib untuk saya kalau mau cari tontonan yang bikin saya puas, haha. Kayaknya kalau di laptop sudah habis drama Koreanya, saya suka manyun sendiri mau nonton apa lagi. Jadi, situs K-drama ini selalu tampil di bookmark tab PC saya biar gak bingung cari drama Korea dimana lagi.

5. Pinterest
Ini situs yang menginspirasi saya selain Freepik yang sudah saya sebutkan di awal tadi. Di Pinterest, seringnya saya cari inspirasi untuk menghias rumah, atau membuat kerajinan tangan. Waktu awal-awal kenal dunia perflanelan, saya juga ambil inspirasinya dari Pinterest ini.

Karena saking seringnya saya akses situs ini, saya juga sampai buat akunnya walaupun sangat jarang pengikutnya hehe.

Akun Pinterest saya
Nah, itu dia 5 situs favorit saya. Di antara situs-situs itu, adakah yang kamu suka juga?

17 Desember 2018

BP Day#28, 5 Situs Belanja Favorit

Siapa disini yang suka belanja online? Jaman sekarang ya, apa-apa serba online. Mau cari sepatu, gak perlu ke toko lagi. Mau cari baju, gak perlu ke butik lagi. Sampai cari makanan pun gak perlu datang ke warung makan lagi! Beeuh, yang kedapatan banyak jalan sekarang mah jari ya, hehe.

Ngomongin soal belanja online, saya pernah sangat kecewa dengan si penjual. Ini dulu, sewaktu saya baru-barunya kenal toko online dan saya juga belum terlalu paham membedakan toko online yang bisa dipercaya dan toko online yang abal-abal. Waktu itu saya pesan baju pesta. Di fotonya sih bagus banget, makanya saya langsung pengen beli. Apalagi harganya juga miring, jadilah saya pesan. Pas barang datang, jeng jeng jeng! Duh, itu lebih mirip baju boneka daripada baju untuk perempuan dewasa!


Sejak itu, saya sempat merasa kapok untuk beli barang lewat online lagi. Takut akan mengalami kejadian serupa. Tapi, seiring berjalannya waktu, saya sudah bisa setidaknya mengira-ngira mana  penjual yang amanah dan mana penjual yang hanya ingin dagangannya laris saja dengan harga murah. Beberapa kali pesan barang lewat online, kekecewaan saya semakin berkurang, bahkan sekarang jarang kecewanya. 

Di postingan sebelumnya saya pernah memberikan sedikit tips sebelum berbelanja online. Bisa dilihat di postingan ini. Kali ini, saya akan berbagi sedikit lagi mengenai toko-toko online yang pernah saya sambangi dan tidak mengecewakan saya.

1. Shopee
Meskipun masih terbilang baru, situs belanja online yang satu ini sudah terkenal dengan berbagai promo menariknya. Ada gratis ongkos kirim, flash sale, bahkan ada goyang shopee yang nge-hits. Saya sudah beberapa kali belanja lewat situs ini dan hasilnya tidak mengecewakan. Pintar-pintar saja memilih toko online dan lihat dulu reviewnya. Kalau reviewnya bagus-bagus, berarti toko onlinenya juga bisa dipercaya.

Saya paling suka dengan promo gratis ongkos kirimnya. Apalagi sekarang setiap bulan dikasih voucher gratis ongkir sebagai member shopee. Cara belanjanya juga mudah dan gak ribet. Dan yang terpenting, gak pakai keliling mall untuk cari barang yang saya butuhkan, hehe. 

2. Buka Lapak
Gak jauh berbeda dengan situs belanja yang pertama, Buka Lapak juga merupakan situs belanja online yang bisa dipercaya. Kalau barang yang saya cari gak ada di Shopee, saya pindah kesini sebagai alternatif. Tapi memang seringnya tergantung barang yang mau saya cari sih. Misalnya, kalau baju, saya lebih dahulukan buka di Shopee. Kalau barang lain semisal alat jahit portable, atau hiasan dinding, saya akan cari di Buka Lapak dulu.

Di Buka Lapak juga ada review barangnya, jadi saya bisa lihat-lihat dulu baru saya putuskan untuk beli atau tidak. Oh iya, disini juga ada estimasi ongkos kirimnya. Jadi bisa pilih daerah mana yang lebih murah untuk jadi tempat tujuan kirimnya (biasanya saya nebeng alamat kantor suami saya yang notabene kebanyakan lebih murah ketimbang dialamatkan di rumah saya, hehe).

3. Lazada
Pertama kali belanja disini karena dapat voucher hadiah dari ikutan lomba nulis. Rupanya jadi keterusan karena memang pilihan barangnya banyak dan bervariasi. Selain itu, banyak promo dan diskon yang ditawarkan, semisal pas halbolnas kemarin. Harganya murah gila-gilaan.

Sayangnya, di situs ini gak punya pilihan kurir pengiriman, jadi saya gak bisa pilih kurir yang paling cocok untuk saya. Ongkos kirim juga termasuk lebih mahal dibanding 2 situs belanja yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

4. Tokopedia
Saya jarang sekali beli dari situs ini, tapi situs ini tetap jadi alternatif saya kalau di beberapa situs belanja tadi gak ada barang yang saya cari. Situs ini juga gak jauh berbeda dengan situs belanja lain. Termasuk dalam hal pemilihan kurir dan ongkos kirim. Gak ada pilihan lain yang diberikan.

5. Nama Indonesia
Kalau situs yang satu ini, khusus untuk saya belanja tas ransel. Pertama kali kenal karena diajak adik saya untuk belanja. Waktu itu lagi ada promo, tas bagus harganya muraaaah banget. Jadi, keterusan kalau saya cari tas lagi. Dari segi kwalitas, tas yang diproduksi disini asli bagus. Oke banget. Bahannya kuat dan modelnya gak norak.


Untuk ke situsnya, langsung aja klik nama-indonesia. Disini, memang kadang harus sabar nunggu antrian pesan, tapi beneran gak mengecewakan. 

Nah itu dia beberapa situs belanja online yang beberapa kali saya sambangi. Semua situs itu bisa dipercaya, hanya pintar-pintar kita saja sebagai pembeli memilih mana yang penjual yang bisa dipercaya, dan mana penjual yang kira-kira tidak amanah. Selamat berbelanja!

16 Desember 2018

BP Day#27, Bahagia Yang Sederhana

Selamat hari Minggu!

Tema yang akan diangkat hari ini adalah tentang bahagia. Yuhuu saya bahagia dengan cara saya sendiri. Di beberapa tulisan sebelumnya, saya pernah bilang bahwa setiap orang punya cara tersendiri untuk bahagia. Beda-beda pastinya karena setiap orang juga punya tolak ukur kebahagiaan yang berbeda juga. Begitu pun saya.

Yes, I'm a happy woman!
Bahagia gak harus mewah. Itu yang selalu saya tanamkan pada diri saya sendiri. Jadi, saya punya beberapa hal sederhana yang bisa buat saya bahagia. Apa itu?

1. Lihat kulkas penuh sayur dan lauk
Kebahagiaan sederhana saya yang pertama adalah lihat kulkas penuh sayur dan lauk, haha. Ini serius lho, saya akan merasa tenang sekaligus senang kalau sudah mengisi kulkas dengan itu semua. Secara, saya gak setiap hari bisa beli sayuran, jadi harus stok minimal beberapa hari. Saya biasa memilih sayur yang tahan untuk beberapa hari semacam wortel, buncis, kol, labu siam, dan kentang. Kalau ada sayuran hijau semisal bayam atau kangkung, akan saya masak lebih awal. Untuk lauk, saya juga biasanya buat stok ayam ungkep.

Bahagia? Mungkin hanya perempuan pekerja tanpa asisten rumah tangga yang bisa merasakan kebahagiaan semacam ini, hehe. 

2. Jalan pagi berdua suami
Saya dan suami adalah pasangan suami istri pekerja yang liburnya sama-sama hanya sehari setiap Minggu. Di waktu libur inilah biasanya kami mangisinya dengan banyak agenda. Seperti di postingan sebelumnya, kadang hari libur kami padat agenda. Kondangan, belanja sayur ke pasar, arisan keluarga, atau hanya pulang ke rumah orang tua saya atau orang tua suami.

Karena saya jarang sekali menikmati pagi di hari kerja, maka saya sering ajak suami untuk jalan pagi keliling komplek atau sekadar jalan ke gang depan. Selain hitung-hitung olahraga, saya juga bisa ngobrol santai sambil menghirup udara pagi. Gak perlu lama-lama sih, paling 1 jam sudah balik lagi dengan bawaan nasi uduk. Itu sudah cukup untuk buat saya bahagia.

3. Dibuatin teh sama suami
Apakah ini terdengar seperti saya ini istri durhaka? Haha. Gak kan ya? Salah satu hal kecil nan sederhana yang bisa buat saya bahagia adalah dibuatin teh sama suami. Ini beneran gak setiap hari lho. Biasanya kalau saya lagi datang bulan dan hari libur, saya suka malas bangun pagi. Pumpung libur kan, jadi saya suka masih tiduran aja walaupun sudah gak ngantuk lagi.

Dan, kebahagiaan paling hakiki adalah pak suami  yang nyuruh saya bangun sambil bawa 2 cangkir teh panas. Wah, itu bisa langsung buat saya bangun dari tempat tidur dan ketawa lebar, haha. Walaupun gak ada adegan romantis ala film, tapi saya suka ketawa kalau sudah lihat suami saya bawa nampan berisi 2 cangkir teh itu.

4. Liat tanaman tumbuh di teras rumah
Jadi, saya dan suami ini punya halaman kecil di depan rumah. Nah, biar ada seger-segernya, jadilah kami tanami dengan beberapa jenis bunga dan tumbuhan obat serta bumbu dapur, semacam kunyit, kencur, jahe, dan cabe. Seringnya memang suami saya yang lebih rajin, sepertinya juga tangannya dingin terbukti dengan tumbuhan yang dia tanam pasti hidup dan jadi.

Bahagianya saya adalah ketika buka jendela dan pintu depan rumah, saya lihat tanaman itu tumbuh. Daunnya hijau segar, cabenya berbuah banyak. Bahkan sudah beberapa bulan ini saya jarang sekali beli cabe karena sudah bisa 'panen' cabe sendiri, hehe.

5. Bisa dekor rumah semaunya
Saya ini orangnya mudah tergiur dengan hal-hal berbau crafting yang belum pernah saya lakukan. Salah satunya adalah dekorasi. Apapun itu. Dulu, saya pernah mencoba buat kerajinan dari manik-manik. Saya bisa tapi malas mau nerusin. Terlalu ribet dan bahan-bahannya juga termasuk mahal untuk saya yang waktu itu belum punya penghasilan lancar. Lalu saya beralih ke flanel yang harga bahannya lebih murah.

Belakangan, saya sedang tergiur dengan dekorasi bunga raksasa dari kertas. Untuk percobaan pertama, saya buat pakai kertas karton karena pertimbangan harga yang lagi-lagi lebih murah dibandingkan kertas jasmine yang biasa dipakai untuk membuat bunga raksasa itu. Saya pikir ini juga masih percobaan, jadi kalau seandainya gagal, saya gak keluar modal banyak, haha.

Walaupun saya buat itu di ujung-ujung waktu selepas makan malam dan semua urusan terkait rumah tangga beres, tapi saya senang melakukannya. Apalagi setelah lihat hasilnya. Not bad lah untuk pemula seperti saya. Ini bisa jadi me time saya selain menulis dan nonton drama Korea, hehe.

Hasil dekorasi saya
(terlihat bahagia sekali kan muka saya, hehe)

Itulah beberapa kebahagiaan sederhana ala saya. Melakukan apapun yang kita sukai memang akan membuat kita bahagia dengan sendirinya. Satu hal yang terpenting menurut saya untuk bisa bahagia adalah bersyukur. Apapun keadaannya, saya selalu berusaha untuk mensyukurinya.

Hari ini saya bahagia. Kamu?

Baca juga : Pertemuan Yang Bejodoh, Versi Tiga Orang Perempuan

15 Desember 2018

BP Day#26, 5 Produk Kecantikan Simpel Ala Saya

Happy weekend!

Kali ini postingannya ala-ala blogger kecantikan gitu, haha. Di postingan sebelumnya saya pernah bilang kalau saya ini termasuk perempuan yang gak terlalu suka pakai kosmetik. Seringnya karena malas dan gak pede mau dipake di muka. Tapi, gak mungkin juga gak pakai apapun di tubuh saya kan? Setidaknya saya pakai pelembab dan bedak untuk wajah, lotion untuk tubuh, dan lipstik atau lipbalm untuk bibir. Selebihnya saya angkat tangan, hehe.

Isi dompet cantik saya, too simple :D
Jadi, saya akan bahas beberapa produk kecantikan yang saya pakai sampai sekarang.

1. Pelembab wajah, Citra atau Sariayu
Dari saya masih gadis, saya sudah jatuh cinta dengan pelembab dari Citra. Pertama kali keluar, saya pilih yang ada kandungan mutiaranya itu. Aromanya wangi lembut dan yang membuat saya makin jatuh cinta adalah kesan berkilaunya pada wajah setelah saya pakai. Wajah juga jadi cerah dan kesan berminyaknya memudar. 

Setelah ada varian lain yaitu Citra Pink Orchid, saya mencobanya juga. Bedanya dengan citra mutiara, Citra Pink Orchid ini teksturnya lebih lembut dan lebih melembabkan dengan aroma wangi yang lembut juga. Tapi, untuk tampilan setelah dipakai, tidak ada kesan berkilaunya. Secara pribadi, saya menyukai dua produk ini dan dari situ saya memakainya.

Sebenarnya, wajah saya tergolong normal dan jarang sekali berjerawat sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. Jadi paling sebelum pakai bedak, saya pakai moisturizer saja. Tiga tahun lalu, saya coba pakai moizturizer keluaran Sariayu, yaitu Sariayu Moisturizer Putih Langsat. Teksturnya halus dengan aroma lembut yang tidak terlalu wangi.

Karena kadang beberapa area di wajah saya agak kering (khususnya di sekitar bibir), maka produk ini cocok sekali untuk melembapkannya. Saya pakai ini sampai sekarang, bergantian dengan Citra Mutiara Korea atau Citra Pink Orchid. Kalau sedang buru-buru tapi wajah harus tampak segar, saya pakai Citra Pink Orchid atau Citra Mutiara Korea. Tanpa bedak pun sudah oke.

2. Bedak Sariayu Two Way Cake
Untuk bedak, saya pilih Sariayu Two Way Cake Putih Langsat yang cocok di kulit saya baik dari segi warna maupun teksturnya. Bedak ini sepertinya satu set dengan pelembab yang saya sebutkan tadi. Aromanya memang tidak terlalu wangi, tapi saya suka karena langsung menutup pori-pori kulit dan wajah tampak lembut.

3. Lip Ice Sheer Colour
Produk yang satu ini sudah jadi andalan untuk saya sejak awal saya kuliah. Jadi, saya tuh paling gak bisa pakai lipstik. Bibir saya pasti akan pecah-pecah dan kering. Makanya saya selalu cari pelembab bibir saja dari pada lipstik (padahal juga saya baru pakai lipstik semenjak kerja aja, hehe). Begitu saya nemu Lip Ice ini, saya langsung jatuh cinta. 

Produk keluaran Rohto ini merupakan lipbalm yang menurut saya ringan sekali untuk dipakai. Warna yang dihasilkan juga sesuai dengan warna bibir, jadi terkesan natural tapi segar. Saya selalu pakai ini sebelum mengaplikasikan lipstik dengan warna yang lebih terang. Kadang, kalau lagi malas pakai lipstik, saya cukup pakai ini saja. Beres. Oh iya, lipbalm ini juga punya beberapa varian rasa, seperti cherry, orange, strawberry, dan natural.

4. Wardah Lipstik
Sebelum saya bekerja, saya gak pernah pakai lipstik. Saya hanya pakai lipbalm yang sudah saya sebutkan tadi. Nah, karena saya bekerja dan sepertinya saya harus tampil lebih dewasa (*apa sih), jadi saya mencoba untuk beli lipstik. Itupun dengan warna yang gak terlalu mencolok. Dari beberapa produk lipstik yang pernah saya pakai, saya jatuhkan pilihan pada Wardah Long Lasting Lipstik. 

Tekstur lipstik ini gak terlalu glossy, juga gak terlalu pekat makanya pas banget untuk selera saya. Karena saya pernah pakai produk Wardah juga tapi yang glossy dan pakai kuas gitu, aduh saya malah repot, hehe. Jadi demi kesimpelan dan kecocokan dengan bibir saya, lipstik ini saja yang selalu ada di dompet cantik saya.

5. Sariayu Hand Body Lotion Tanjung
Untuk lotion, biasanya saya pilih yang wanginya segar tapi gak terlalu mencolok. Saya menemukan lotion keluaran Sariayu ini. Wangi bunga tanjungnya menenangkan dan sesuai namanya, eksotik. Teksturnya memang sedikit lebih encer, tapi gak lengket dipakai, bahkan setelah kena air atau saya berada di ruangan ber-AC. 

Biasanya, saya pakai lotion ini satu paket dengan cologne yang wanginya sama. Sama-sama segar dan harumnya awet.

Itu dia 5 produk kecantikan yang saya pakai sehari-hari. Memang urusan kecantikan dan kondisi kulit setiap orang berbeda ya, tapi kalau boleh saya rekomendasikan, saya rekomendasi produk-produk yang sudah saya ulas sedikit tadi. Tinggal pilih variannya saja sesuai dengan selera kamu. 

Untuk jadi cantik memang gak hanya dari luar saja, tapi juga lebih pada dari dalam hati. Kalau hatinya cantik, auranya juga pasti akan lebih terlihat kan? Hehe.

14 Desember 2018

BP Day#25, Kenangan Masa Kecil

Kalau ditanya ada kenangan apa di masa kecil saya? Wah, banyak sekali kenangan manisnya. Dulu sepertinya saya gak punya kenangan pahit, mungkin karena masih anak-anak ya. Meskipun dulu saya merasakan momen-momen itu membuat saya menangis, tapi kalau sudah jadi kenangan, rasanya manis semua.

1. Bunga dari ibu
Salah satu kenangan saya ketika masih kanak-kanak adalah sekuntum bunga dari ibu. Ibu saya adalah guru TK, otomatis saya juga sekolah TK nya bareng dengan ibu. Sepulang sekolah, kami akan selalu melewati jalan setapak dari turun angkot sampai ke rumah. Di sepanjang jalan itu, tumbuh bunga liar dan rumput-rumput. Saya selalu menyukai bunga berwarna ungu di antara semak belukar itu (di kemudian hari saya baru tahu itu bunga karamunting), dan ibu saya dengan sanang hati memetiknya untuk saya.

Bunga Karamunting
Sampai saya SMP, SMA dan kuliah, saya selalu melewati jalan setapak itu. Tapi seiring berjalannya waktu, bunga ungu masa kecil saya itu berangsur hilang. Semak-semak berganti dengan kebun kelapa dan coklat. Tapi, kenangan saya tidak pernah terganti. Pun sampai saat ini, setiap kali saya melihat bunga itu di suatu tempat, saya akan teringat dengan ibu saya. Kalau saya lewat jalan itu, saya seperti melihat film yang diputar. Saya melihat saya kecil bergandengan tangan dengan ibu sambil membawa bunga itu.

2. Menangis karena harus tidur siang
Entah kenapa dulu ibu saya selalu menyuruh saya dan adik saya untuk tidur siang (mungkin dulu memang begitu ya para ibu mengasuh anak-anaknya). Dan kami selalu menangis karena itu. Kami berfikir dengan tidur siang, waktu untuk bermain jadi sedikit karena pasti bangun tidur sudah hampir sore. Sedangkan mulai magrib hingga malam, kami harus mengaji. Anehnya, kami menurut saja meski harus menangis dulu. 

Satu kali saya ingat betul ibu memarahi kami karena tidak mau tidur siang. Saya dan adik saya menangis keras dan sesenggukan sesudahnya. Kami dan ibu sama-sama tidak menang sih, kami tidak bermain diluar karena menangis, tapi ibu juga tidak mendapati kami tidur siang. Pada akhirnya, kami hanya bermain di belakang rumah dengan ibu yang mencuci pakaian sambil terdiam, mungkin masih kesal. Kalau ingat itu, rasanya saya ingin tertawa, tapi juga terharu ingin otomatis memeluk ibu saya.

Di jaman sekarang, mungkin jarang sekali ya ada ibu yang menyuruh anak-anaknya untuk tidur siang.

3. Asyik bermain di luar rumah
Masa kecil saya bahagia sekali dengan bermain di luar rumah bersama teman-teman sebaya saya. Dulu, rumah tetangga saya punya halaman luas yang ditumbuhi rumput teki. Disanalah kami sering bertemu dan bermain apapun. Petak umpet, gobak sodor, lompat tali, bola kasti, dan benteng. Saya yakin yang lahir di tahun 70-90an masih ingat dengan permainan-permainan itu.

Kami bermain dengan bebas. Tertawa, tapi tak jarang juga ada yang menangis karena kalah bermain atau adu mulut. Tapi pertengkaran itu hanya sehari saja. Besoknya kami sudah bermain lagi. Orang tua kami pun tidak ambil pusing dengan pertengkaran-pertengkaran kecil kami.

Sekarang, halaman rumah itu sudah tidak seluas dulu karena sudah dibangun rumah yang lebih besar. Lagipula jarang sekali saya melihat ada anak-anak yang bermain seperti dulu. Paling kalau anak-anak kumpul, seringnya membawa ponsel dan main game tanpa banyak gerak.

4. Keliling naik motor Abah
Masih kenangan bersama orang tua saya, kali ini bersama ayah yang kami panggil Abah. Dulu saat saya dan dua adik saya masih kecil (saya punya 4 orang adik), kami sangat senang mendapati Abah pulang kerja. Pasalnya, kami akan dibonceng motor vespa model dulu (yang saat itu hanya motor itulah yang dimiliki Abah untuk berangkat dan pulang kerja) keliling halaman rumah. 

Saya juga ingat saya akan duduk dibelakang sedangkan adik saya akan berdiri di depan. Kami tertawa bahagia hanya dengan cara sederhana seperti itu. Ini kenangan yang sangat manis untuk saya. 

Itulah beberapa kenangan manis masa kecil saya. Masih banyak sih kenangan manis lainnya yang kalau diingat sekarang, saya jadi tertawa sendiri, terharu ingin menangis, dan sering ingin kembali ke masa itu. 

Kalau kamu, kenangan apa yang kamu punya saat masih kecil?

13 Desember 2018

BP Day#24, Saya Ingin Ini, Kamu Ingin Apa?

Kali ini sesi curhat ya? Haha. Setelah postingan kemarin tentang hal yang disesali, kali ini postingannya diperjelas dengan apa aja keinginan yang belum tercapai. Sebenarnya banyak yang belum tercapai, tapi saya akan tuliskan 5 aja lah ya.

Merenungi keinginan saya yang belum tercapai, haha
1. Punya anak
Satu hal ini yang sampai sekarang masih jadi keinginan saya dan suami adalah punya anak. Wajar lah, di usia pernikahan kami yang sudah menginjak 3 tahun, pasti kami ingin juga punya anak. Berusaha tentu masih terus kami lakukan, tapi yang namanya rezeki kan sudah ada yang mengatur ya? Jadi saya dan suami kuatin doa aja supaya keinginan kami ini segera terkabul.


2. Buat novel
Waktu saya masih kerja di Palembang, saya bertemu dengan seorang teman yang sama-sama hobi menulis. Kami sering bertukar tulisan, saling menanggapi, dan saling menertawakan kalau tulisan kami terlalu lebay atau lebih tepat disebut curhat. Satu hal yang waktu itu sama-sama kami impikan adalah bisa menulis novel. Mimpi itu kian kuat seiring dengan tantangan yang kami cetuskan sendiri. Saya ingat betul kami berjanji akan menyelesaikan novel di bulan Oktober (saya lupa itu Oktober tahun berapa, hehe).

Hebatnya teman saya itu adalah dia sudah punya novelnya sendri, sudah dicetak dan ia mengirimkannya pada saya. Diantara endorsment di cover belakangnya, ada nama dan kata-kata saya. Ah, tetiba saya jadi kangen dengan dia. Sedangkan saya? Sampai saat ini, draft novel itu belum sampai 50 halaman!

3. Buat film lagi
Masih dengan teman saya yang di Palembang itu (rupanya saya punya banyak kenangan manis dengan dia, haha), kami pernah menggarap film pendek untuk diikutkan lomba. Ide cerita dan sutradaranya, dia yang ambil alih. Sedangkan saya kebagian untuk penyunting dan penyusun gambar-gambarnya. Selepas film pendek itu selesai, kami merasa sangat bahagia. Itu sudah hampir 8 tahun lalu! Dan kalau mengingat itu, saya masih merasakan kebahagiaan dan kelegaan tersendiri yang mungkin hanya saya dan dia yang bisa merasakannya. Meskipun film kami gak menang di lomba itu, tapi kami merasa itu pengalaman yang luar biasa.

Dan sekarang, saya ingin buat film lagi tapi belum kesampaian. Seringnya karena gak ada yang mau saya suruh perankan skenario yang saya buat dengan alasan malu dan lain-lain. Duh, saya jadi merindukan teman saya itu lagi, yang semangatnya selalu membara kalau sudah bicara soal karya.

4. Punya perpustakaan di rumah
Mungkin ini yang namanya keinginan seiring dengan hobi. Bergelut di dunia tulis menulis, hobi melahap buku apapun, berdampak keinginan untuk buat perpustakaan pribadi di rumah sendiri. Waktu saya tinggal di rumah orang tua, saya menempatkan buku-buku koleksi saya dan koleksi orang rumah dalam satu lemari besar. Saya kasih label di setiap bukunya seperti di perpustakaan. Saya juga punya catatan koleksi buku saya.

Tapi namanya buku, gak bisa diem di raknya aja kan. Ada yang pinjam, kadang kembali, kadang berpindah tangan. Lalu saya juga sempat tinggal di Palembang dan buku-buku itu sempat gak keurus. Ya sudahlah. Saya pasrah saja melihat ada beberapa koleksi buku yang sudah entah dimana. Padahal keinginan saya adalah punya perpustakaan di rumah, sehingga kalau saya atau siapapun yang berkunjung ke rumah mau baca buku, tinggal cari aja di rak itu.

Oh iya, saya juga pernah buat denah rumah yang ada perpustakaannya. Pernah saya posting disini juga. Itu denah sudah lamaaaa banget, saya juga lupa saya buat itu waktu saya kelas berapa. Sekarang, setelah saya menempati rumah sendiri bersama suami, keinginan untuk punya perpustakaan sendiri belum juga terwujud. Tapi keinginan itu masih ada, dan tampaknya saya akan mulai mencicilnya. Mungkin dengan membuat rak buku seperti yang pernah saya tulis di resolusi 2019 saya disini.

5. Naik ke puncak Monas
Haha, serius ini keinginan saya yang belum tercapai. Sudah beberapa kali ke Jakarta dan sekali ke Monas tapi belum pernah naik ke puncaknya. Waktu itu sudah sempat beli tiket untuk naik ke atas, tapi karena antrian yang mengular sedangkan saya dan suami sudah ditunggu rombongan, jadi gagal deh. 

Dan setiap kali lihat gambar monas, keinginan itu terus membayang. Apakah ada dari teman-teman yang punya tips gimana biar bisa ke puncak Monas tanpa antrian? Haha. Atau kira-kira waktu yang tepat untuk beli tiket ke puncak Monas biar gak terlalu ramai itu kapan ya?

Nah, itu dia 5 keinginan saya yang belum tercapai sampai sekarang. Semoga saja ada yang bisa terwujud di tahun depan ya. Kalau gak semua, setidaknya beberapa. Kalau kamu, apa keinginanmu yang belum tercapai?

Baca juga : Kita ke Monas

12 Desember 2018

BP Day#23, Hal yang Disesali Saat Ini

Apa yang disesali saat ini?

Banyak! Haha. Kalau dituruti begitu. Banyak hal yang saya sesali sekarang. Tapi kalau saya lagi lurus, saya akan berfikir ulang. Untuk apa menyesali sesuatu yang sudah terjadi? Saya juga tidak ingin terlalu lama larut dalam penyesalan itu. Jadi, saya anggap hal yang sudah berlalu sebagai pelajaran untuk saya.


1. Salah jurusan kah?
Kenapa saya ambil kuliah di jurusan Kimia yang pada akhirnya saya gak berkecimpung di dunia kimia. Bahkan nyasar ke dunia perhotelan, duh! Malah suami saya yang kuliahnya di jurusan Sosiologi nyemplung ke apotek. Sepertinya kalau dibuat judul sinetron bisa jadi ‘Pekerjaan yang Tertukar’, mirip kan sama sinetron yang banyak ambil judul ‘Anak yang Tertukar’? Haha.

Jadi dulu saya memang sudah menyukai dunia tulis menulis, jadi pas kelas 3 SMA agak bingung mau ambil jurusan apa. Apa sastra aja ya? Tapi kalau dipikir-pikir lagi, saya juga belum yakin akan kemampuan saya menulis ini. Ironisnya malah saya kePDan untuk ambil jurusan Kimia atas saran dari guru Kimia saya yang bilang kalau nilai saya bagus-bagus di bidang itu. Memang dulu nilai saya lumayan bagus dibanding nilai lainnya.

Tapi rupanya, kuliah itu beda jauh dengan sekolah. Di awalnya aja saya bisa dapet nilai minimal B, di semester-semester selanjutnya, kok jadi banyak rantai karbonnya alias banyak nilai C nya. Makin banyak praktikum dan saya makin pusing, haha. Apalagi pas penelitian, lamaaa dan itu sempat buat saya stress.

Menyesal ambil jurusan kimia? Kadang iya, kadang gak juga. Kalau lagi lurus, saya gak menyesal. Setidaknya saya sudah pernah belajar lebih dalam tentang bahan-bahan kimia dan saya merasakan jadi anak lab yang mainannya larutan berbau dan kalau gak hati-hati bisa melukai dan membuat iritasi. Setidaknya saya juga pernah merasakan diuji gak lulus-lulus penelitian sementara teman-teman bahkan adik tingkat saya sudah banyak yang wisuda. Saya yang menangis sendirian di lab demi tidak terlihat oleh siapapun. Kalau saya mengingat itu, saya pengen ketawa sekarang, haha.

2. Jatuh cinta pada orang yang salah
Setiap orang saya rasa pernah jatuh cinta yang tidak berujung bahagia. Entah itu diungkapkan atau tidak. Setuju juga ya kalau saya bilang itu wajar? Apalagi untuk seorang perempuan yang notabene menunggu. Kalau kesampaian akan bahagia, kalau gak kesampaian paling nangis ngadep bantal, hehe.

Saya pun begitu. Saya pernah mencintai seseorang secara diam-diam, dan saya lebih lega karena saya tidak perlu canggung kalau bertemu dengan orangnya. Dengan orang itu, ujungnya membahagiakan walaupun saya tidak berjodoh dengannya. Saya dan dia tetap berkomunikasi, entah dia tau atau gak kalau dulu saya diam-diam pernah menyukainya sebagai laki-laki.

Selepas ia menikah dengan orang lain, saya jatuh cinta lagi. Kali ini dengan seseorang yang di kemudian hari meninggalkan saya dengan kenangan yang terus melekat. Saya salah orang. Sebenarnya awalnya juga saya gak ada niat untuk bermain hati lagi. Tapi karena dia juga menyatakan perasaannya lebih dulu (yang di kemudian hari pun ternyata hanya bualan), saya terjaring juga.

Saya gak mau menceritakan dia secara detail disini, pun perasaan saya yang sempat dia hancurkan berkeping-keping. Menyesal? Yah, kadang merasa menyesal, kadang juga sudah gak lagi. Anggap saja saya punya stok ide untuk cerita dan puisi-puisi melanklis saya, haha. Toh, saya juga sekarang sudah bertemu jodoh saya yang pasti lebih baik dari dia. Saya mencintainya dan dia pun mencintai saya.

Jadi, intinya saya berusaha untuk tidak menyesali apapun yang sudah terjadi pada saya. Kejadian apapun, pastilah ada hikmah di dalamnya yang bisa saya ambil. Tinggal saya aja yang bisa melihat hikmah itu atau gak.

Apakah kamu juga punya hal yang kamu sesali hingga sekarang?

Baca juga : Seandainya

11 Desember 2018

BP DAY#22, Pilih Blogger Full time atau Blogger Part time?

Dengan kondisi saya yang masih bekerja, rasanya blogger part time lebih cocok untuk saya.

Dulu saya gak kebayang akan jadi seseorang yang berkecimpung di dunia blog. Saya hanya bermimpi untuk menjadi seorang penulis. Untuk jadi seorang penulis, gak akan mungkin bisa terwujud kalau hanya makan teori. Harus sekali untuk buat tulisan, apapun itu. Kalau tulisan sudah jadi, gak mungkin juga akan dibaca sendiri kan? Jadi, saya coba untuk kirim tulisan-tulisan saya ke media massa.

Sumber : Pixabay
Ada yang dimuat memang, tapi banyak juga yang ditolak. Itu wajar dan saya gak pernah sakit hati. Saya coba kirim lagi ke media lain. Kalau ditolak lagi, baru saya introspeksi diri, hehe. Karena begitu banyaknya tulisan saya yang ditolak, jadi saya mulai berfikir akan dikemanakan ini semua? Ibaratnya, sudah mengeram lama tapi kok mau dibuang, kan sayang ya. Beruntung saya ketemu dengan teman-teman sesama penulis yang waktu itu punya pemikiran yang hampir sama. Jadilah saya buat blog ini untuk menampung tulisan-tulisan saya.

Di postingan sebelumnya, saya sudah tuliskan alasan saya menulis, alasan saya buat blog juga, dan bagaimana awalnya saya mengisi blog ini. Sampai beberapa tahun belakangan, saya baru menyadari bahwa dunia blog akan semenarik ini untuk saya. Saya bisa tulis apapun yang saya mau. Saya bisa punya banyak teman meskipun gak pernah ketemu muka. Saya juga menyimpan banyak kenangan lewat perantara blog ini. Satu hal lagi, rupanya banyak challenge diadakan dengan media blog juga.

Sering sekali saya blogwalking untuk cari-cari ide atau sekadar lihat bagaimana blog lain begitu rapih dan menarik. Iri tentu saja, boleh kan ya iri dalam kebaikan? Hehe. Kok bisa ya mereka terus konsisten mengisi blognya. Postingannya menarik pula dan dengan gaya bahasa yang indah dan mengalir sehingga enak untuk dibaca. Apakah mereka semua adalah blogger yang punya banyak waktu?

Rupanya gak juga. Memang ada sebagian yang benar-benar punya waktu untuk mengurus blog, fulltime blogger. Tapi gak sedikit juga yang masih ada pekerjaan diluar ngeblog. Kuncinya, mereka hanya konsisten untuk terus belajar, dan belajar terus. Dari situ, saya jadi termotivasi juga. Kalau mereka saja bisa mengatur waktunya untuk mengurus banyak hal termasuk ngeblog, kenapa saya gak bisa?

Nah, karena saya juga belum bisa melepaskan diri dari pekerjaan saya diluar, tapi tidak bisa juga untuk tidak mengurus blog, maka saya memilih menjadi blogger part time. Saya jadi merasa tertantang dengan waktu yang terbatas. Sering kejar-kejaran sih sama deadline menulis, apalagi kalau ada lomba. Dan saya memang tipe orang yang idenya lancar kalau sudah mendesak, haha! Sering mepet-mepet waktu postingnya.

Jadi, blogger part time adalah pilihan saya untuk sementara ini. Mungkin kalau saya sudah bisa melepaskan pekerjaan saya diluar dan jadi ibu rumah tangga tulen, saya juga akan jadi blogger full time. Kalau kamu, pilih yang mana?

Baca juga : Takdir dan Masalah

10 Desember 2018

BP Day #21, Pilih Beberes atau Masak?



Pekerjaan rumah tangga yang disukai?

Beberes rumah dan menyetrika! Terdengar seperti saya ini rajin banget ya? Hehe, aslinya gak begitu juga kok. Saya menyukai semua pekerjaan rumah tangga, secara saya sudah jadi seorang istri yang gak punya mbak asisten. Jadi mau gak mau, ya saya kerjaan hampir semua pekerjaan rumah tangga sendiri dengan dibantu pak suami. Tapi kenapa saya lebih suka beberes rumah dan menyetrika?


Sedari kecil, saya sudah terbiasa untuk mengurus rumah. Waktu masih sekolah dasar, saya bahkan punya jadwal yang saya buat sendiri untuk melakukan tugas-tugas terkait membantu pekerjaan rumah tangga ibu saya. Gak tahu juga sih kenapa waktu itu saya sempat buat jadwal segala. Rajin sekali ya saya, haha. Tapi saya menganggap dengan membuat jadwal, pekerjaan saya jadi mudah karena saya punya persiapan sendiri.

Misalnya, selepas bangun tidur, saya harus membereskan tempat tidur dan menyapu lantai. Karena waktu itu saya tidur berdua dengan adik, saya bahkan tega bangunin adik saya yang masih tidur demi agar pekerjaan membereskan tempat tidur ini cepat selesai, haha. Lalu membereskan rumah karena mainan-mainan adik saya yang berceceran, menyapu lantai, baru berangkat sekolah.

Itu saya lakukan setiap hari sampai saya masuk SMA. Jadi, kalau belum menyapu lantai, rasanya saya belum bisa tenang, haha. Sering lho waktu SMP sepulang sekolah, saya gak langsung makan siang atau main, tapi beberes rumah dulu. Kalau rumah sudah beres, rasanya saya bisa menikmati makan siang dengan santai.
Karena saya yang suka beres-beres, maka tak jarang kalau ada yang cari barang apapun, pasti tanyanya ke saya. Dan dengan mudahnya saya bilang disana, disini, disitu, di atas lemari, di bawah meja, dan seterusnya. Saya juga senang mengubah-ubah susunan perabot rumah. Jadi hampir tiap tahun, ruang makan, ruang tamu, ruang tengah, dan tempat tidur saya berubah posisi.

Saya juga yang memegang urusan setrika pakaian orang serumah setiap hari Minggu, sering juga gantian dengan ibu saya. Saya senang melihat pakaian terlipat dengan rapi dan wangi. Pakaian rumah yang sehari-harinya dipakai pun, tidak jarang saya setrika juga. Padahal, ibu saya bilang tak usah disetrika kalau sudah capek. Tapi bagi saya, lebih nyaman aja dipakai kalau pakaian disetrika.

Satu hal yang saya sukai ketika menyetrika adalah saya bisa sambi dengan mengoceh sendirian dalam hati. Hah?? Iya, jadi pas nyetrika itu pikiran saya bisa berimajinasi kemana-mana. Makanya gak heran, selesai nyetrika, saya bisa langsung nulis karena ide-idenya sudah terkumpul, hehe.

Nah, kalau untuk urusan dapur, saya gak ikut campur. Entah kenapa saya paling malas disuruh ke dapur, apalagi disuruh masak atau sekadar bantu-bantu. Saya angkat tangan deh kalau ditanya pisau dimana, tempe mau digoreng atau dibacem, mau sayur apa? Terserah deh. Saya juga gak pernah tahu masakan itu kurang garam atau gula, atau ada bumbu yang terlewat. Semua urusan dapur, saya serahkan ibu saya. Bahkan prinsip saya waktu itu, gak apa-apa gak ada makanan di meja asalkan rumah rapi dan bersih, wkwkwk.

Lalu menikahlah saya. Jeng jeng jeng! Tinggal di rumah mertua untuk pertama kalinya, saya langsung bilang saya gak bisa masak, haha. Alhamdulillah mertua saya sangat baik hati dan penyayang, jadi maklum dengan menantu perempuannya yang satu ini. Tapi, gak mungkin juga dong saya terus-menerus gak bisa masak. Lha saya kan mau tinggal dengan suami saya.

Jadilah sejak saat itu saya belajar masak (gak ada kata terlambat untuk belajar kan? Wkwkwk). Untung sudah ada ponsel cerdas, jadi tinggal cari resep masakan aja dan secara ajaib terhidanglah makanan di meja makan.

Tiga tahun menikah dan tanpa mbak asisten, tentunya hampir semua pekerjaan rumah tangga dikerjaan sendiri dengan bantuan pak suami. Tapi kebiasaan saya belum bisa berubah. Saya tetap saja lebih suka beberes rumah dan menyetrika. Urusan masak ya alakadarnya saja (sekarang sudah lebih enak dan bervariasi masakan saya mah, haha).

Kalau kamu, lebih suka di dapur atau di dalam rumah?


Baca juga : Liburan Ngapain Aja?

09 Desember 2018

BP Day#20, Liburan Ngapain Aja?

Apa yang dilakukan ketika libur?

Waahhh banyak! Ke pasar beli stok sayur dan lauk, beberes rumah, nyuci karena entah kenapa mendadak cucian jadi kayak arisan keluarga –kumpul jadi satu, menyapa bunga-bunga dan rumput di halaman, masak yang gak tahu juga kenapa jadi berasa lama dan gak bisa gesit, dan nyetrika yang memang saya lakukan hanya seminggu sekali ini. Yah, itu kegiatan yang biasanya saya lakukan ketika hari libur tiba, khususnya hari Minggu.


Banyak ya? Lumayan. Itu belum ditambah kalau ada agenda keluar rumah, semisal kondangan atau arisan keluarga. Jadi pekerja swasta memang begini. Libur yang hanya sehari dalam seminggu membuat saya biasa menumpuk pekerjaan rumah yang bisa dilakukan dalam sekali waktu, semisal belanja dan nyetrika pakaian itu tadi. Ini saya bilang konskwensi. Jalani dan nikmati saja. Baiklah, saya rinci saja ya.

1. Menyiapkan stok sayur dan lauk untuk satu minggu
Jadi ini sudah seperti agenda wajib setiap kali saya libur, khususnya hari Minggu. Selain karena akan menghemat waktu dengan tidak bolak balik ke warung, saya juga bisa mendapat sayur dan lauk sesuai dengan keinginan saya. Secara, di pasar kan semuanya ada ya, dan saya bebas memilih. Apalagi kalau ingin masak seafood, saya gak pernah dapet di warung. 

Tapi kalau saya sudah kambuh malasnya dan kalau ada agenda lain yang membuat saya gak bisa pergi ke pasar ya saya cukup ke warung saja. Tapi tetap saya akan membeli beberapa sayur dan lauk untuk beberapa hari. Aslinya sih sebenarnya saya ini paling malas kalau ke warung hanya untuk membeli satu atau dua macam barang, hehe. Mending sekalian banyak deh.

2. Beberes rumah atau sekadar menyapa halaman
Semenjak saya tinggal di rumah sendiri, saya jadi suka lihat ada pot-pot bunga di teras dan halaman. Jadi kalau libur, pagi-pagi saya sudah buka jendela dan pintu untuk melihat bunga-bunga saya tumbuh. Walaupun belum banyak, tapi saya merasa rumah saya jadi segar. Beberes rumah juga jadi agenda saya ketika libur. Istilahnya general cleaning, haha. Jadi saya yang sehari-harinya gak sempat untuk ngelap kaca jendela atau bersihin sarang laba-laba, ya saya lakukan itu ketika libur.

Bersih-bersih rumah, hehe
Oh iya, urusan beberes rumah dan halaman ini bukan semata urusan saya saja, tapi juga suami saya. Dan karena memang kami masih berdua, jadi apa-apa ya dilakukan bersama. Dia yang merapihkan rumput, saya yang nyapu halaman. Dia yang bongkar-bongkar pot bunga karena sudah banyak rumput, saya yang nyusun ulang di teras. Jadi sekaligus quality time dengan suami.

3. Arisan keluarga atau  kondangan
Selain dua agenda diatas, arisan keluarga atau kondangan juga seperti agenda rutin yang saya lakukan ketika libur. Memang gak setiap minggu sih, tapi karena saya juga punya 2 keluarga yang keduanya ada agenda arisan, jadilah agenda ini mengisi liburan saya. Hitung-hitung seklian silaturahmi kan. Kalau gak ada arisan, belum tentu juga bisa ketemu.

Biasanya setelah kondangan, biasanya saya yang ribut pengen sekalian jalan-jalan. Cuci mata di mall atau toko buku. Biar gak ketara abis kondangan, biasanya saya pakai baju yang gak terlalu resmi atau saya bawa sandal lagi selain sandal pesta, haha.

4. Menikmati libur saja
Nah, kadangkala saya dan suami juga suka malas untuk keluar rumah pas libur. Seringnya karena sudah capek seminggu aktivitas diluar rumah, jadi ingin menikmati libur hanya di rumah saja. Kalau sudah begini, saya juga suka malas untuk masak, jadi paling kami beli nasi uduk dekat rumah untuk sarapan. Untuk siang dan malamnya baru saya masak yang simpel semisal ceplok telor atau masak mi instan (jangan ditiru ya).

Walaupun judulnya hanya di rumah dan gak ngurusin pekerjaan, tapi saya tetap gak bisa diem begitu saja. Jadi seringnya saya ambil laptop dan ngetik-ngetiklah saya sambil dengar lagu kesukaan. Kalau sudah mentok idenya atau sudah terasa lelah, saya nonton film (masih ingat kan saya suka sekali dengan drama Korea, haha).

Nah, itu beberapa kegiatan di hari libur saya, khususnya hari Minggu. Pengen sih lebih produktif lagi di waktu libur, tapi seringnya badan sudah lelah dan sudah terlalu banyak agenda. Jadi, untuk sementara ya begitu saja, hehe.

Kalau kamu, liburnya ngapain aja?

Baca juga : 10 Lagu Untuk Akhir Pekanmu

08 Desember 2018

BP Day #19, 10 Lagu Untuk Akhir Pekanmu

Happy weekend!

Siapa disini yang hari Sabtu masih tetep berangkat kerja? Samaan sama saya, hehe. Masih semangat lah ya. Biasanya memang saya lebih semangat kerja hari Sabtu, karena hanya setengah hari, haha. Itupun gak terlalu suntuk dan jenuh dengan pekerjaan yang menumpuk. Paling saya buat laporan saja dan menyiapkan beberapa hal untuk dilakukan di hari Seninnya.

Sampai beberapa bulan yang lalu, ruangan kerja saya itu terbilang sepi dari lalu lalang orang-orang. Satu ruangan hanya dihuni oleh 2 orang yang mana 1 orangnya lagi jarang banget masuk dan berdiam di ruangan. Jadilah saya seorang diri dan untuk menghalau sepi, biasanya saya dengar lagu. Jadi, walaupun tangan dan pikiran ada di pekerjaan, tapi headset selalu nyangkut di telinga, haha. Bahkan gak jarang juga mulut saya gatel pengen ikutan nyanyi. Karena memang saya di ruangan sendiri, jadi anteng aja keluarin suara sumbang saya sambil tangan tetep nempel di keyboard buat laporan dan kirim-kirim email.

Pixabay
Saya punya banyak folder lagu yang saya pisah-pisahin berdasarkan artisnya. Tapi di playlist, biasanya saya buat folder berdasarkan mood saya. Kalau lagi butuh semangat, saya punya stok lagu ceria nan rame yang bisa bikin kaki saya gerak-gerak juga. Semisal lagu-lagunya Avril Lavigne dan JKT48 (gak sepadan ya dengan umur saya? Haha, yang penting bisa buat saya senang!). Kalau lagi butuh yang agak tenang semisal pas saya lagi hitung-hitung target, saya punya deretan lagu melankolis seperti lagu-lagunya Mariah Carey atau Christian Bautista. Dan kalau lagi kumat pengen ikutan nyanyi juga, saya puter lagu yang iramanya agak mudah saya ikuti seperti lagunya Mocca atau Tulus.

Nah, kalau hari Sabtu begini yang notabene hanya setengah hari dan saya hanya buat laporan saja, biasanya saya putar lagu-lagu yang gak terlalu melankolis. Semacam lagu yang bisa membawa suasana jadi senang dan tapi santai. Apa saja? Hayuukk kita cek.

1. Tulus – Cahaya
Adakah lagu Tulus yang gak saya suka? Hampir gak ada. Semua liriknya bahkan punya arti yang mendalam. Salah satunya lagu Cahaya ini. Saya mengartikannya sebagai lagu untuk memotivasi seseorang yang sudah tidak percaya diri pada kemampuannya sendiri. Kalau dengar lagu ini, saya merasa ia benar-benar tulus memberikan semangatnya. Saya kutipkan sedikit liriknya ya.

Bila aku pegang kendali penuh pada cahaya
Aku pastikan jalanmu terang
Bila aku pegang kendali penuh pada cahaya
Aku pastikan jalanmu terang
Duhai cahaya terima aku
Aku ingin kau lihat yang kau punya
Aku ingin kau kembali bisa
Percaya pada diri dan mampumu

Dan karena sebagian besar lagunya Tulus itu nadanya gak tinggi-tinggi amat, makanya saya suka ikutan nyanyiin juga. Tapi jangan bandingkan suara dan irama saya yang jauh dari merdu, haha.

2. Tulus – 1000 Tahun Lamanya
Masih lagunya Tulus yang ada di playlist saya. Ini termasuk lagu yang enak banget didengar sambil kerja. Bahkan bisa sambil ikutan nyanyi juga karena nadanya gak terlalu tinggi untuk saya. Saya juga suka sama cerita dalam lagunya. Tentang seseorang yang gak memaksa untuk bisa menerima perhatian yang diberikan. Ya sesuai lah sama judulnya, masih mau menunggu sampai 1000 tahun. Haduh, kalau saya sudah nyerah deh, Mas Tulus, haha.

Jika kau sanggup untuk melupakan dia
Biarkan aku hadir dan menyapa
Ruang hati yang tlah tertutup lama
Jika kau masih ragu untuk menerima
Biarkan hati kecilmu bicara
Karena ku yakin kan datang saatnya
Kau jadi bagian hidupku

3. Mocca – Twist Me Around
Sebagian besar lagunya Mocca saya suka. Twist Me Around salah satunya. Ini memang lagu lama, tapi saya masih suka. Musiknya yang berbeda membuat saya seperti ingin menari juga seperti judul lagunya. Ketika saya dengar lagunya, saya bisa membayangkan adegan yang ada di dalam lagu itu.

Strolling along down the road in the evening
With the moon and the sky
Hey diddle diddle the cat in my fidle
My heart jumps over the moon

Twist me around
All I need is someone                                     
Whos willing to stroke my hair
Like a soft blowing breeze
My heart sentimental side
Twist me around

4. Maudy Ayunda – By My Side
Ini lagunya Maudy Ayunda bareng penyanyi asing, David Choi. Irama dan musiknya asik banget untuk didengerin, tapi saya gak bisa untuk ngikuti gaya nyanyinya Maudy Ayunda, hehe. Apalagi ada dua bahasa dalam lagu ini, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Menariknya, si David Choi juga menyanyikan satu bait lagu dalam Bahasa Indonesia. Pertama kali dengar lagu ini, saya langsung masukin ke playlist saya. Karena penasaran, saya cari profil David Choi dan ketemulah lagu ini dalam versi Bahasa Inggrisnya. Sangat mirip, tapi saya tetap masih suka dengan versi Maudy Ayunda ini.

Kuhitung detik waktu memikirkan kamu tiada habisnya
Kau di detak jantungku di setiap nafasku tiada gantinya
Kau sgalanya yang bermakna

I just wanna hold you
I just wanna kiss you
I just wanna love you all my life

5. Hivi! – Siapkan Kau Tuk Jatuh Cinta
Kalau lagu yang satu ini saya sukanya pake banget. Walaupun saya paling gak bisa nyanyiinnya karena nada vokalis perempuannya yang tinggi, tapi saya tetep aja ikutan nyanyi. Paling kalau sudah sampai nada tingginya itu, saya diem, haha.

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu
Hanya karena diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku

6. Hivi! – Dear Friend
Masih dengan panyanyi yang sama, lagu Dear My Friend juga saya suka banget. Tapi kalau yang ini, saya tahu alasannya. Lirik di lagu ini menyentuh saya. Saya jadi teringat teman-teman yang ada di sekeliling saya dan itu membuat saya tersenyum.

Dear my friend
You’re the joy in my life
Your smile has brighten up my day

Dear my friend
You’ve got me through the lonely time
You’re brighten up my way

7. Payung Teduh – Puan Bermain Hujan
Lagu yang satu ini punya irama dan nuansa yang berbeda dari lagu-lagu sebelumnya. Saya jatuh cinta dengan lagu ini lebih karena saya menyukai puisi. Dan di lagu ini (sebenarnya juga di sebagian besar lagu milik Payung Teduh), liriknya seperti puisi. Banyak imaji yang digunakan. Musik pengiringnya juga berbeda dari lagu-lagu lainnya.

Datang dari mimpi semalam
Bulan bundar
Bermandikan sejuta cahaya
Di langit yang merah
Ranum seperti anggur
Wajahmu membuai mimpiku
Sang pujaan tak juga datang
Angin berhembus bercabang
Rinduku berbuah lara

8. Britney Spears – Sometimes
Wuaahh ini lagu jadul banget ya, hehe. Waktu saya masih sekolah dulu, saya sempat jadi penggemarnya. Saya koleksi banyak posternya (jaman dulu punya poster itu adalah sebuah kebanggaan, wkwk), kliping koran dan majalah yang memuat beritanya (dulu belum kenal sama apapun yang berbau online), sampai punya koleksi 3 albumnya! Salah satu lagu yang hits waktu itu (dan sampai sekarang juga masih terus dikenal) adalah Sometimes ini.

Sometimes I run
Sometimes I hide
Sometimes I’m scared of you
But all I really want is to hold you tight
Treat you right
Be with you day and night
Baby all I need is time

Dulu mah si doi masih polos banget ya, makanya saya suka dan sampai menirukan gaya foto di album pertamanya, haha. Tapi semenjak keluar album ke 3 nya itu, sepertinya Britney sudah berubah jadi gadis modern yang gayanya buka-bukaan. Wassalam deh saya. Tapi sampai sekarang, saya masih suka lagu-lagu dulunya.

9. Selena Gomez – Fly To Your Heart
Ini juga lagu jaman baheula yang masih saya suka. Kalau dengar lagu ini saya merasa seperti sedang berada di negeri dongeng. Iyalah, ini juga kan soundtrack salah satu film animasi. Bukan hanya musik pengiringnya yang saya suka, tapi juga liriknya yang menyampaikan pesan motivasi untuk percaya bahwa kita bisa melakukan apa yang kita inginkan.

Fly to who you are
Climb upon your star
When you believe you'll find your wings, fly
Everywhere you go

Your soul will find a home
You'll be free to spread your wings
Fly, you can fly to your heart

10. Westlife – Up Town Girl
Lagu jadul lagi ya, haha. Ini lagu yang musiknya bisa banget buat kaki bergerak. Suasana yang dibawa juga bisa menyenangkan dengan lagu ini, makanya saya masukkan ke playlist untuk hari Sabtu. Sudah pada tahu lah ya pokoknya.

And when she knows what
She wants from her time
And when she wakes up
And makes up her mind

She'll see I'm not so tough
Just because
I'm in love with an uptown girl
You know I've seen her in her uptown world
She's getting tired of her high class toys
And all her presents from her uptown boys
She's got a choice

Yah, itulah 10 lagu yang ada di playlist saya untuk edisi hari Sabtu. Walaupun di telinga ada headset, tapi kalau ada yang manggil masih denger kok. Saya bukan tipe orang yang pakai headset dengan volume tinggi. Selain gak baik untuk kesehatan telinga, saya juga gak betah kalau terlalu kenceng suaranya.

Kalau kamu, apa saja judul lagu yang ada di playlistmu?


07 Desember 2018

Day #18, 2 Dari Channel Youtube Ini Bisa Buat Saya Mendadak Laper

Setelah postingan tentang 5 akun instagram favorit dan 10 blog untuk blogwalking, kali ini saya akan posting tentang 5 akun youtube favorit yang biasa saya tonton. Sebenarnya saya bukan termasuk orang yang gemar nonton youtube, mengingat saya agak membatasi kuota untuk hal itu. Tapi ketika saya sedang bad mood atau males ngapa-ngapain dan kuota agak melimpah, saya sesekali nonton juga.

Diantara sekian banyak channel youtube (baik populer atau belum), saya kadang suka langsung subscribe begitu postingannya kena di hati saya. Jadi, kadang suka sekadar jatuh cinta pada pandangan pertama aja atau bahkan setelah beberapa kali nonton, baru aku subscribe. Apa saja itu?

Ini termasuk channel hiburan untuk saya. Saya bisa tertawa ngakak di beberapa postingannya yang khas dengan tingkah lucunya. Si empunya channel adalah seorang perempuan Korea yang suka sekali jalan-jalan dan kulineran di Indonesia. Uniknya lagi, Jisun gak cuma mencoba makanan yang ada di restoran mewah saja, bahkan ia sering mencicipi makanan yang dijual di pasar tradisional dan wateg. Dan kalau ia sudah posting, dijamin saya bakal ngerasa laper juga, haha.

Karena ia sudah fasih berbahasa Indonesia, makanya postingannya juga dibuka dengan sapaan Indonesia. Gak heran kalau sebagian besar komentar pada postingannya juga masih orang-orang kita.

Satu hal yang saya sukai dari Jisun adalah cara ia berkomentar pada hal-hal yang ia coba. Ketika ia mencicipi makanan yang menurutnya enak, ia akan katakan enak dan ia akan rekomendasikan untuk penontonnya. Tapi kalau ia mencicipi makanan yang menurutnya tidak enak, ya ia akan bilang tidak merekomendasikannya.

Seingat saya, pertama kali nemu channel ini waktu saya cari lagu All of Me punya John Legend. Rupanya saya terpesona pada suara dan paras perempuan asal Brazil yang mengcover lagunya John Legend itu dengan sangat bagus. Bahkan saya berfikir beberapa lagu yang dibawakannya lebih baik daripada penyanyi aslinya, hehe. Ini termasuk channel yang langsung saya klik subscribe begitu saya lihat beberapa postingannya hari itu juga.  

Sama seperti Luciana Zogbi, saya juga terpesona oleh suara perempuan asal Indonesia yang mencover beberapa lagu dalam dan luar negeri ini. Bersama Paul yang kini sudah menjadi suaminya, perempuan yang bernama Gita Savitri ini tidak hanya memposting cover lagu saja, tetapi juga obrolan ringan, berbagi pendapat dan tutorial make up (kalau yang terakhir ini Gita sendiri yang tampil).

Seperti instagramnya, channel youtube milik Yackikuka ini juga saya ikuti. Apalagi kalau bukan untuk belajar membuat camilan yang simpel tapi menarik. Kalau di instagramnya tidak disebutkan secara detail bahan dan langkah membuatnya, di chanel youtube diberikan catatan bahan dan cara membuatnya secara detail. Sebagian besar masakannya mudah dibuat. Kalau lagi libur dan ada bahannya, saya juga coba membuatnya di rumah. Jadi, bagi kamu yang doyan ngemil plus mau buat sendiri di rumah, sepertinya gak salah untuk ikuti channelnya ini.

Dan seperti channel Hari Jisun tadi, channel yang ini juga bisa buat saya mendadak lapar, hehe.


Di postingan sebelumnya saya pernah bilang kalau saya ini suka drama Korea. Nah, beberapa tayangan reality show dan musiknya juga ada yang saya suka. Salah satunya terbitan KBS World TV ini. Gak semua sih, paling saya seringnya nonton The Return of Superman yang mengisahkan para ayah yang menjaga bayi-bayinya tanpa bantuan ibu. Ini tayangan bisa banget menghibur saya kalau lagi bete. Bayi-bayi menggemaskan dan lucu itu bisa membuat saya tertawa, ditambah tingkah sang ayah yang kadang bingung menghadapi rewelnya sang anak.


Nah itu dia beberapa channel youtube yang saya suka dan ikuti. Lainnya biasanya saya random aja nonton youtube.