Halaman

13 Desember 2018

BP Day#24, Saya Ingin Ini, Kamu Ingin Apa?

Kali ini sesi curhat ya? Haha. Setelah postingan kemarin tentang hal yang disesali, kali ini postingannya diperjelas dengan apa aja keinginan yang belum tercapai. Sebenarnya banyak yang belum tercapai, tapi saya akan tuliskan 5 aja lah ya.

Merenungi keinginan saya yang belum tercapai, haha
1. Punya anak
Satu hal ini yang sampai sekarang masih jadi keinginan saya dan suami adalah punya anak. Wajar lah, di usia pernikahan kami yang sudah menginjak 3 tahun, pasti kami ingin juga punya anak. Berusaha tentu masih terus kami lakukan, tapi yang namanya rezeki kan sudah ada yang mengatur ya? Jadi saya dan suami kuatin doa aja supaya keinginan kami ini segera terkabul.


2. Buat novel
Waktu saya masih kerja di Palembang, saya bertemu dengan seorang teman yang sama-sama hobi menulis. Kami sering bertukar tulisan, saling menanggapi, dan saling menertawakan kalau tulisan kami terlalu lebay atau lebih tepat disebut curhat. Satu hal yang waktu itu sama-sama kami impikan adalah bisa menulis novel. Mimpi itu kian kuat seiring dengan tantangan yang kami cetuskan sendiri. Saya ingat betul kami berjanji akan menyelesaikan novel di bulan Oktober (saya lupa itu Oktober tahun berapa, hehe).

Hebatnya teman saya itu adalah dia sudah punya novelnya sendri, sudah dicetak dan ia mengirimkannya pada saya. Diantara endorsment di cover belakangnya, ada nama dan kata-kata saya. Ah, tetiba saya jadi kangen dengan dia. Sedangkan saya? Sampai saat ini, draft novel itu belum sampai 50 halaman!

3. Buat film lagi
Masih dengan teman saya yang di Palembang itu (rupanya saya punya banyak kenangan manis dengan dia, haha), kami pernah menggarap film pendek untuk diikutkan lomba. Ide cerita dan sutradaranya, dia yang ambil alih. Sedangkan saya kebagian untuk penyunting dan penyusun gambar-gambarnya. Selepas film pendek itu selesai, kami merasa sangat bahagia. Itu sudah hampir 8 tahun lalu! Dan kalau mengingat itu, saya masih merasakan kebahagiaan dan kelegaan tersendiri yang mungkin hanya saya dan dia yang bisa merasakannya. Meskipun film kami gak menang di lomba itu, tapi kami merasa itu pengalaman yang luar biasa.

Dan sekarang, saya ingin buat film lagi tapi belum kesampaian. Seringnya karena gak ada yang mau saya suruh perankan skenario yang saya buat dengan alasan malu dan lain-lain. Duh, saya jadi merindukan teman saya itu lagi, yang semangatnya selalu membara kalau sudah bicara soal karya.

4. Punya perpustakaan di rumah
Mungkin ini yang namanya keinginan seiring dengan hobi. Bergelut di dunia tulis menulis, hobi melahap buku apapun, berdampak keinginan untuk buat perpustakaan pribadi di rumah sendiri. Waktu saya tinggal di rumah orang tua, saya menempatkan buku-buku koleksi saya dan koleksi orang rumah dalam satu lemari besar. Saya kasih label di setiap bukunya seperti di perpustakaan. Saya juga punya catatan koleksi buku saya.

Tapi namanya buku, gak bisa diem di raknya aja kan. Ada yang pinjam, kadang kembali, kadang berpindah tangan. Lalu saya juga sempat tinggal di Palembang dan buku-buku itu sempat gak keurus. Ya sudahlah. Saya pasrah saja melihat ada beberapa koleksi buku yang sudah entah dimana. Padahal keinginan saya adalah punya perpustakaan di rumah, sehingga kalau saya atau siapapun yang berkunjung ke rumah mau baca buku, tinggal cari aja di rak itu.

Oh iya, saya juga pernah buat denah rumah yang ada perpustakaannya. Pernah saya posting disini juga. Itu denah sudah lamaaaa banget, saya juga lupa saya buat itu waktu saya kelas berapa. Sekarang, setelah saya menempati rumah sendiri bersama suami, keinginan untuk punya perpustakaan sendiri belum juga terwujud. Tapi keinginan itu masih ada, dan tampaknya saya akan mulai mencicilnya. Mungkin dengan membuat rak buku seperti yang pernah saya tulis di resolusi 2019 saya disini.

5. Naik ke puncak Monas
Haha, serius ini keinginan saya yang belum tercapai. Sudah beberapa kali ke Jakarta dan sekali ke Monas tapi belum pernah naik ke puncaknya. Waktu itu sudah sempat beli tiket untuk naik ke atas, tapi karena antrian yang mengular sedangkan saya dan suami sudah ditunggu rombongan, jadi gagal deh. 

Dan setiap kali lihat gambar monas, keinginan itu terus membayang. Apakah ada dari teman-teman yang punya tips gimana biar bisa ke puncak Monas tanpa antrian? Haha. Atau kira-kira waktu yang tepat untuk beli tiket ke puncak Monas biar gak terlalu ramai itu kapan ya?

Nah, itu dia 5 keinginan saya yang belum tercapai sampai sekarang. Semoga saja ada yang bisa terwujud di tahun depan ya. Kalau gak semua, setidaknya beberapa. Kalau kamu, apa keinginanmu yang belum tercapai?

Baca juga : Kita ke Monas

6 komentar:

Ainhy Edelweiss mengatakan...

Halo kak, mudah2han keinginan yang belum terwujud segera tercapai yah ��

Saya doakan segera diberi momongan ��

lia mengatakan...

Terimakasih mba, sudah mendoakan saya, semoga keinginan mba juga terwujud :)

Yani mengatakan...

Wah sepertinya seru ya mba punya temen yang hobinya sama dan menulis pula, sa ya jadi pengen juga buat novel tapi menyelesaikan jadi 50 halaman itu, susyah hehe :D

lia mengatakan...

hehe iya mba yani, seru banget. Apalagi kalo sudah saling tuker tulisan, bisa ketawa ngakak klo ceritanya lebay. Hayuk mba kita nulis novel bareng :D

Annisa Putri Rahmanto mengatakan...

Semangat mba Lia! Nomor satu sama seperti saya, semoga segera diberi anugerah ya :)

lia mengatakan...

iya mba Annisa, aamiin..