Halaman

12 Desember 2018

BP Day#23, Hal yang Disesali Saat Ini

Apa yang disesali saat ini?

Banyak! Haha. Kalau dituruti begitu. Banyak hal yang saya sesali sekarang. Tapi kalau saya lagi lurus, saya akan berfikir ulang. Untuk apa menyesali sesuatu yang sudah terjadi? Saya juga tidak ingin terlalu lama larut dalam penyesalan itu. Jadi, saya anggap hal yang sudah berlalu sebagai pelajaran untuk saya.


1. Salah jurusan kah?
Kenapa saya ambil kuliah di jurusan Kimia yang pada akhirnya saya gak berkecimpung di dunia kimia. Bahkan nyasar ke dunia perhotelan, duh! Malah suami saya yang kuliahnya di jurusan Sosiologi nyemplung ke apotek. Sepertinya kalau dibuat judul sinetron bisa jadi ‘Pekerjaan yang Tertukar’, mirip kan sama sinetron yang banyak ambil judul ‘Anak yang Tertukar’? Haha.

Jadi dulu saya memang sudah menyukai dunia tulis menulis, jadi pas kelas 3 SMA agak bingung mau ambil jurusan apa. Apa sastra aja ya? Tapi kalau dipikir-pikir lagi, saya juga belum yakin akan kemampuan saya menulis ini. Ironisnya malah saya kePDan untuk ambil jurusan Kimia atas saran dari guru Kimia saya yang bilang kalau nilai saya bagus-bagus di bidang itu. Memang dulu nilai saya lumayan bagus dibanding nilai lainnya.

Tapi rupanya, kuliah itu beda jauh dengan sekolah. Di awalnya aja saya bisa dapet nilai minimal B, di semester-semester selanjutnya, kok jadi banyak rantai karbonnya alias banyak nilai C nya. Makin banyak praktikum dan saya makin pusing, haha. Apalagi pas penelitian, lamaaa dan itu sempat buat saya stress.

Menyesal ambil jurusan kimia? Kadang iya, kadang gak juga. Kalau lagi lurus, saya gak menyesal. Setidaknya saya sudah pernah belajar lebih dalam tentang bahan-bahan kimia dan saya merasakan jadi anak lab yang mainannya larutan berbau dan kalau gak hati-hati bisa melukai dan membuat iritasi. Setidaknya saya juga pernah merasakan diuji gak lulus-lulus penelitian sementara teman-teman bahkan adik tingkat saya sudah banyak yang wisuda. Saya yang menangis sendirian di lab demi tidak terlihat oleh siapapun. Kalau saya mengingat itu, saya pengen ketawa sekarang, haha.

2. Jatuh cinta pada orang yang salah
Setiap orang saya rasa pernah jatuh cinta yang tidak berujung bahagia. Entah itu diungkapkan atau tidak. Setuju juga ya kalau saya bilang itu wajar? Apalagi untuk seorang perempuan yang notabene menunggu. Kalau kesampaian akan bahagia, kalau gak kesampaian paling nangis ngadep bantal, hehe.

Saya pun begitu. Saya pernah mencintai seseorang secara diam-diam, dan saya lebih lega karena saya tidak perlu canggung kalau bertemu dengan orangnya. Dengan orang itu, ujungnya membahagiakan walaupun saya tidak berjodoh dengannya. Saya dan dia tetap berkomunikasi, entah dia tau atau gak kalau dulu saya diam-diam pernah menyukainya sebagai laki-laki.

Selepas ia menikah dengan orang lain, saya jatuh cinta lagi. Kali ini dengan seseorang yang di kemudian hari meninggalkan saya dengan kenangan yang terus melekat. Saya salah orang. Sebenarnya awalnya juga saya gak ada niat untuk bermain hati lagi. Tapi karena dia juga menyatakan perasaannya lebih dulu (yang di kemudian hari pun ternyata hanya bualan), saya terjaring juga.

Saya gak mau menceritakan dia secara detail disini, pun perasaan saya yang sempat dia hancurkan berkeping-keping. Menyesal? Yah, kadang merasa menyesal, kadang juga sudah gak lagi. Anggap saja saya punya stok ide untuk cerita dan puisi-puisi melanklis saya, haha. Toh, saya juga sekarang sudah bertemu jodoh saya yang pasti lebih baik dari dia. Saya mencintainya dan dia pun mencintai saya.

Jadi, intinya saya berusaha untuk tidak menyesali apapun yang sudah terjadi pada saya. Kejadian apapun, pastilah ada hikmah di dalamnya yang bisa saya ambil. Tinggal saya aja yang bisa melihat hikmah itu atau gak.

Apakah kamu juga punya hal yang kamu sesali hingga sekarang?

Baca juga : Seandainya

4 komentar:

Icha Afriza mengatakan...

aku juga pernah ngerasa salah ambil jurusan pas SMA, secara dulu daku kan tomboy pas SMA malah masuk sekolah pariwisata yang notabene ke sekolahpun mesti pakai high heels.. hehehhe

lia mengatakan...

hai mba icha... tapi ternyata sekarang malah bisa jadi kenangan ya 'penyesalan' kita hehe

Angga Adhitya mengatakan...

Sedih bener cuy ...

lia mengatakan...

hahaha.. gak, sekarang gak sedih lagi kok ngga..