Halaman

30 Juni 2018

Idul Fitri 2018 (feat Belitang)

Yeaahhh...
Alhamdulillah masih dipertemukan dengan hari kemenangan. Akhirnya, setelah hari-hari sibuk terlewati, saya baru bisa posting tulisan ini. Sebagai kenang-kenangan kalau besok saya sudah tidak di dunia lagi, hehe.

Lebaran pertama pisah dari orang tua! Maksudnya pisah tempat tinggalnya :-D

Dari sebelum lebaran, suami sudah suruh beli beberapa camilan untuk disusun di toples, yah walaupun mungkin gak ada yang akan datang, tapi siapa tahu saudara masih mau datang, hehe. Karena memang di rumah belum ada alat-alat untuk buat kue (juga waktunya pun gak ada), jadi saya mempercayakan pedagang untuk mengisi toples di rumah, haha.

Sehari sebelum lebaran, ketika saya baru bisa libur, komplek perumahan yang kami tempati sudah sepi senyap. Olala, rupanya kami yang sepertinya ketinggalan mudik, hehe. Jadi, setelah sempat goreng kacang bawang, kami bergegas ikutan mudik juga (walaupun gak jauh, gak sampe nyebrang laut atau naik kereta).

Well, lebaran kali ini jatah hari pertama di rumah orang tua saya (jadi gantian gitu tiap tahun antara rumah mertua dan rumah orang tua). Jadi, saya minta libur dari sehari sebelumnya. Tetap disyukuri saja kalau kerja di tempat pelayanan jasa mah, liburnya gak bisa banyak-banyak.

Seperti biasa, sehari sebelum lebaran di rumah seperti hari tersibuk sedunia, haha. Gak tau ya, tapi selalu seperti itu. Padahal ya sebenarnya gak masak yang begitu wah, tapi ada aja yang harus dikerjakan. Mulai dari beres-beres rumah, menganyam dan memasak ketupat sendiri, sampai membuat lauk dan sayurnya. Lamanya sih lebih karena banyak bercanda, pumpung pada kumpul. Tapi tetap saja masih minus one karena adik perempuan saya yang di Belitang tidak pulang kampung. Dia baru saja melahirkan anak keduanya sebelum Ramadhan kemarin.

Oke, kita cerita satu-satu ya biar gak ngelantur ^^

Hari pertama di rumah orang tua saya, hanya sebentar dan sayangnya kami melewatkan beberapa sesi foto yang seharusnya ada (apa sih, pake sesi-sesi segala XD). Dan saya sempat manyun karena ternyata sesi fotonya siang setelah saya sampai di rumah mertua saya. Setengah hari di rumah, memang sudah banyak ketemu dengan para tetangga karena memang rumah orang tua saya sampingan dengan rumah mbah. Jadi, kena imbas ramenya juga.

Walaupun anglenya gak terlalu bagus, lumayanlah ya..

Minus 2 pasang itu!
Selepas Jumatan, saya dan suami langsung meluncur ke rumah mertua saya. Disana ternyata sesi perpotoan juga sudah berakhir karena sudah siang. Parahnya lagi, mereka malah sudah ganti kostum rumahan, hyaaa!! Okelah, kali ini tidak ada sesi foto keluarga besar, yang penting masih bisa kumpul.

Menginap semalam di rumah mertua, dan kami berdua hanya berkunjung ke beberapa rumah tetangga saja di hari kedua lebaran, karena siang harinya kami harus kembali ke Natar. Kami belum berlebaran di rumah Mbah Putri, yang merupakan kunjungan 'wajib' di hari kedua.

Di rumah Mbah Putri, kami mematangkan rencana untuk ke Belitang. Sebenarnya ada beberapa mbah yang ingin ikut serta, tapi apa daya, mobil tidak cukup. Kami hanya berangkat dengan 1 mobil dan itu pun sudah penuh dengan keluarga kami, hehe.

Karena ini terbilang mendadak, maka kami tidak pulang terlalu malam dari rumah Mbah Putri. Saya dan suami pulang duluan untuk menyiapkan bawaan. Sebenarnya ya hanya baju beberapa potong saja, tapi tetap harus disiapkan, kan? Juga untuk meninggalkan rumah tanpa penghuni pun harus dicek semuanya walaupun gak ada apa-apa di dalam rumah, hihi. Apalagi, tetangga kanan kiri pun masih pada mudik.

Oia, sebelum pulang ke rumah, kami sempat foto dulu. Kalau yang satu ini mah gak akan ketinggalan ya, hehe.

Para mbah yang sempat kami temui
(kloter yang pagi, gak ketemu karena saya belum sampai)
Malam ketiga lebaran, sebenarnya kami sekeluarga akan langsung berangkat sekitar ke Belitang sekitar jam 9 atau jam 10 malam. Tetapi, rupanya malam itu di rumah masih banyak tamu yang datang. Kali itu rombongan anak Risma dan biasanya memang ngobrolnya lama sambil bercanda. Kalau saya sih, sudah pada gak hafal namanya dan tampak banyak wajah asing, haha saya sudah tua ternyata dan ini generasi 2000an!

Pada akhirnya kami berangkat sudah hampir tengah malam, tapi malah jalanan sepi dan lancar, khususnya di arah Tegineneng dan Bandar Jaya. Saya tidak banyak ngobrol sepanjang perjalanan karena lelah dan mengantuk. Juga persiapan fisik untuk melewati jalan BK yang sampai saat ini masih parah. Kalau membayangkan jalan BK sebelum berangkat, rasanya sudah capek duluan hehe. Kalau mengingat jalannya setelah pulang, rasanya enak banget melewati jalan mulus setelahnya.

Saya dibangunkan untuk sholat subuh dan rasanya kepala saya sedikit pusing, mungkin karena sering terbentuk ketika tidur dan melewati jalan rusak. Kami menemukan masjid yang lumayan besar di BK8 dan itu artinya sebentar lagi akan sampai di rumah adik saya di BK11. Disana saya baru tahu kalau rupanya adik saya belum dikabari bahwa kami akan datang hari itu. Kata ibu, biar kejutan.

Sekitar pukul 07.00 kami sudah memasuki gang di BK11, dan alih-alih mau bikin kejutan sampai rumah adik, ternyata kami malah berpapasan di gang itu! Ya sudahlah, mau dikatakan apa lagi.

ooo

Di Belitang yang hanya 2 hari, kami sempatkan untuk ke rumah mertua besan ibu. Karena rumah para saudara ipar adik saya itu gak berjauhan, jadi kami tidak susah untuk ketemunya. Benar-benar serasa lebaran di kampung dengan nuansa balong-balong lebar dan sawah. Juga makan dengan menu wajib disana, ikan gurame bakar!

Fokus ke makan dan gak sadar kamera wkwkwk
Pumpung disini pun, kami jalan-jalan sebentar ke tempat wisata yang ada. Memang agak lumayan jauh untuk mencapai tempat keramaian dan melewati jalan rusak lagi, tapi demi cucu ibu, pantang mundur deh! Kami ke Taman Bhakti Tani yang kami kira adalah sebuah museum atau tempat bersejarah untuk peringatan tani atau semacamnya, tapi rupanya ini hanya sebuah alun-alun yang waktu itu sepi sekali (entah karena kami datangnya terlalu sore atau bagaimana). Tidak ada apa-apa dan kami hanya menemukan beberapa pedagang makanan ringan. Karena hari hampir gelap, kami beranjak saja mencari makan malam.

Hanya ini iconnya hehe

Mertua dan menantu


Trio Cantik, hehe

Duo Bungsu yang gak bisa gaya wkwkwk
Kami sampai di simpang Martapura dan cari makan malam disana. Rupanya disini pusat keramaiannya, seperti pasar malam dengan aneka mainan anak, gerobak jajanan, dan suvenir seperti gelang dll. Tapi saya jadi bertanya-tanya kenapa banyak sekali penjual bakso dan mi ayam disini? Hampir semua gerobak makanan disini menjual bakso dan mi ayam, tidak ada ketoprak atau somay, atau nasi goreng, atau makanan lain. Jadi, kami pesan bakso isi telur yang ternyata harganya hanya Rp 10.000,-/porsi!

Selesai makan, kami berkeliling sebentar dan ponakan saya minta naik pesawat, hehe.

Gak jadi ngantuk gegara liat pesawat
Baca juga : 

Curhatan Menjelang Lebaran #Mudah Kalau Lewat Qlapa.com


OOO

Hari kedua di Belitang, kami kembali jalan cari sedikit oleh-oleh untuk orang Lampung sekalian ke taman yang dekat dari rumah saja. Namanya Taman Singa Apor, tapi masyarakat disana menyingkatnya menjadi Taman Singapur. Letak taman ini ada di BK 10, dekat jalan raya kok. Untuk masuk kesini, gratis dan hanya diminta uang parkir saja. Di dalam taman, ada banyak tempat makan, juga ada beberapa mainan anak-anak dan iconnya patung singa layaknya di Singapura hehe.

Tuh di belakang kami patung singanya

kasian kepotong kepalanya hehe

Boleh juga ini mainan edukasi
Sayang sekali waktu kami kesana, hujan datang dan tak berhenti hingga menjelang sore, jadi kami tidak bisa kemana-mana lagi. Juga, kami harus bersiap pulang ke Lampung malam harinya.

Menunggu hujan sampai ketiduran
Setelah mendapat sedikit oleh-oleh yang serupa dengan oleh-oleh Palembang, kami pulang ke rumah untuk bersiap-siap menuju Lampung. Sebenarnya masih ingin di Belitang lebih lama, apalagi ponakan yang baru dua bulan itu sedang lucu-lucunya. Tapi, mau bagaimana, saya sudah harus masuk kerja esok paginya.

Dan seperti biasa sebelum pulang, kami berfoto dulu.

Foto sebelum pulang

Lebaran kali ini terasa singkat sekali dan rasanya belum puas di rumah tapi esoknya sudah harus masuk kerja lagi. Semoga tahun depan masih bisa ketemu lagi. Baiklah, cerita lebarannya sampai sini dulu yaa.. Assalamualaikum!

Iseng buat tahilalat abis makan semangka, haha
Gak kalah sama si bayi juga, hehe

Ala-ala orang india katanya


09 Juni 2018

Lakukan Hal Ini Untuk Lebaran Berkesan

Hanya tinggal menghitung hari menuju hari kemenangan. Tidak ada hal lain yang bisa membuatnya berkesan kecuali sungkem pada orang tua. Apalagi bagi yang tinggal jauh merantau, moment lebaran tidak akan dilewatkan dengan tidak mudik. 

Moment Lebaran
Nah, untuk yang tidak mudik karena orang tua ataupun sanak saudara tinggal berdekatan atau malah kebagian tugas untuk jaga rumah karena dekat orang tua, ada beberapa hal yang akan membuat lebaran makin berkesan. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk sanak saudara yang akan berkunjung nantinya. Apa sajakah itu? Yuk intip!

1. Merapikan rumah
Walaupun setiap hari rumah dirapihkan dan dibersihkan, tidak ada salahnya untuk lebih mempercantik rumah di hari raya. Misalnya dengan mengecat ulang dinding dan menata ulang dekorasi dan perabot. Dulu sewaktu saya masih tinggal di rumah orang tua, hal ini biasa kami lakukan menjelang lebaran. Jadi akan ada kesan baru dan suasana hati pun akan turut bahagia.

2. Menyiapkan hidangan istimewa
Hari raya Idul Fitri memang hanya sekali dalam setahun, makanya jikalau ada, lebih baik untuk menghidangkan sajian istimewa meski tidak bermewah-mewahan. Kue-kue yang digemari, atau masakan rumah khas lebaran seperti opor ayam, rendang, atau ketupat, bisa menjadi hidangan yang tepat.


3. Mengabadikan moment
Karena belum tentu sanak saudara bisa berkumpul di hari biasa, maka tidak ada salahnya untuk mengabadikan moment berkumpul itu saat lebaran nanti. Kalau di keluarga saya dan suami, ini adalah hal yang wajib dilakukan, hehe. Jadi bisa dilihat lagi tahun demi tahun akan bertambah anggota keluarganya.

Kumpul keluarga
4. Saling memberi kado
Meski bukan hal yang wajib, saling memberi kado akan lebih mengesankan saat lebaran. Tapi, jangan ajarkan anak-anak untuk meminta 'THR' pada orang yang lebih tua meskipun boleh menerima sebagai rasa terimakasih ketika diberi. Sebaliknya contohkan saling memberi jikalau ada.

5. Jangan tanyakan hal sensitif
Terkadang, moment berkumpulnya keluarga yang seharusnya menjadi moment berkesan, berubah menjadi kelabu di saat ada celetukan pertanyaan sensitif. Pertanyaan yang terdengar sepele semisal "Kapan nikah?" atau "Sudah hamil belum?" akan menjadi sangat membebani ketika orang yang ditanya tidak tahu harus menjawab apa. Paling amannya adalah cari obrolan menarik lain semisal kenangan sewaktu kecil atau rencana silaturahmi ke rumah sanak saudara.

Bagaimana? Sudah siap menyambut hari raya besok? Selamat mudik bagi yang mudik, dan selamat berapih-rapih bagi yang di rumah saja. See you next time! :-*

08 Juni 2018

Henna Tangan

Saya teringat hampir tiga tahun lalu, saat bulan Ramadhan akan berakhir seperti ini. Tiga tahun lalu, saya akan menikah dan waktunya mempersiapkan segala hal. Mulai dari undangan, dokumentasi, dekorasi, serta pernak pernik kecil untuk melengkapinya. Saya memang ingin membuat pernikahan saya berkesan untuk diri saya sendiri dengan mengkonsepnya sendiri. Dari model baju untuk akad, tema warna, suvenir, serta undangan.

Salah satu hal yang saya ingat sekarang adalah bagaimana saya mencari referensi untuk hiasan tangan alias henna. Memang referensinya banyak sekali dengan motif yang rumit dan indah, tapi saya sadar diri dan akhirnya memilih motif yang paling sederhana dan kemungkinan besar saya bisa melakukannya. Lagipula, saya tidak ingin tangan dan kaki terlalu penuh dengan motif.

Sebenarnya dari pihak perias sudah menawarkan untuk melukiskan tangan saya dengan henna, tapi karena waktu itu akhirnya saya sudah dapat referensinya, saya ingin melakukannya sendiri. Lebih pada kepuasan sih kalau melakukannya sendiri, padahal hasilnya jauh dari cantik, haha. Nah, sebagai latihannya, saya mulai mencari henna dalam ukuran kecil yang banyak dijual di pasaran. Saya berfikir, henna ini kan akan pudar sekitar 1 mingguan, jadi tidak masalah ketika saya akan serius melukisnya menjelang hari pernikahan. 

Latihannya gambar di buku dulu hihi
Latihan pertama adalah menggambar di buku terlebih dahulu, baru kemudian saya mengaplikasikannya di tangan saya. Untuk awal, lumayan susah dan lebih pada saya kurang begitu faham mana kemasan yang cocok untuk melukisnya di tangan. Di kemudian hari, saya baru faham ada kemasan dengan ujung yang bisa digunting sendiri untuk menyesuaikan tebal atau tipisnya henna.

Dan ini hasilnya ^^
Untuk percobaan pertama ini, lumayan lah ya untuk seorang pemula. Pada akhirnya pun saya menggunakan pola ini ketika akan akan benar-benar menikah seminggu kemudian.

Ini namanya nekat sih :-D
Hingga seminggu setelah akad, di keluarga suami pun ada acara unduh mantu. Saya nekat lagi untuk melukis kembali tangan saya dengan henna. Kali ini motifnya sedikit saya rubah, tapi tetap dengan motif paling sederhana.
Menurut saya lebih cantik ini sih hehe
Bicara soal henna, sebenarnya dari mana sih seni melukis tangan ini? Bersumber dari hasil pencarian sana sini, Henna memang tidak diketahui secara pasti kapan dan dimana awalnya ditemukan. Namun, henna ini sudah ada sejak 5000 tahun lalu. Henna yang dalam istilah lain disebut Mahendi atau Hinna ini umumnya digunakan oleh calon pengantin perempuan yang ada di masyarakat India, Arab, Pakistan, termasuk di Indonesia.

Tanaman henna yang memiliki nama latin Lawsonia Inermis ini tumbuh di dataran rendah dengan iklim panas seperti Pakistan, India, Afrika, Yaman, Irak, dan beberapa negara beriklim panas lain. Di Arab, tumbuhan ini dibuat dengan cara menjemur daunnya hingga kering kemudian ditumbuk hingga menjadi bubuk. Bubuk inilah yang diracik dengan air dan dioleskan pada bagian tubuh yang akan dihenna.

Meski penggunaan dan makna henna berbeda-beda di setiap negara, namun pada umumnya henna digunakan untuk memberi keberuntungan dan menolak bala bagi para calon pengantin. Seiring berjalannya waktu, kini henna tidak hanya dijadikan sebagai penolak bala saja, tetapi juga sebagai pelengkap hiasan bagi calon pengantin perempuan. Oleh karena itu, sekarang pun berkembang henna dengan motif dan warna yang lebih meriah.

Karena henna ini terbuat dari bahan alami dan akan pudar dengan sendirinya, maka penggunaannya lebih aman dan halal bagi perempuan muslim yang ingin berhias seperti menggunakan tato. Lagipula, sekarang sudah menjamur pengukir henna dengan hasil yang cantik-cantik. Jadi, tangan siapa yang ingin dihenna tahun ini? :)

Baca juga Style Lebaran 2018 Ala Saya.

07 Juni 2018

Resep Soto Betawi

Hai, hai...
Sudah mendekati lebaran aja ya. Sudah adakah yang siap-siap membeli daging untuk direndang? Atau mulai memenuhi stok pempek di kulkas untuk menyambut tamu yang datang? Hehe. 

Seperti janji saya di post kemarin, kali ini saya akan bagi resep yang bisa menjadi salah satu teman untuk ketupat lebaran besok. Kalau umumnya teman ketupat itu opor ayam, rendang daging, tumis buncis kentang, dan orak-arik kentang ati, saya mau bagi resep lain. Resep ini saya lirik dari resepnya Bunda Tenthree N Subowo di aplikasi resep masakan yang saya ikuti, yaitu Cookpad. Tapi resep ini sudah saya modifikasi seperti biasa, menyesuaikan dengan bahan yang ada di dapur saya.

Baca juga Si Manis Dari Sumsel.


Hasil recook saya

Resep Soto Betawi

  • 250 gram  daging sapi
  • 150 gram jeroan
  • 2 liter air
  • 250 ml santan
  • 3 lembar daun salam
  • 2 batang sereh
  • 1 ruas lengkuas
  • 4 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • ½ ruas jahe
  • 1 lembar daun jeruk
  • 4 butir kemiri
  •  ½  ruas kunyit
  • 1 sdt ketumbar
  • 1 sdt merica bubuk
  • 3 sdm minyak goreng
  • Garam dan gula secukupnya

Bahan pelengkap:
  • 1 buah kentang besar digoreng
  • 1 buah tomat diiris kasar
  • 1 batang Daun bawang dan seledri diiris halus
  • sesuai selera Bawang goreng
  • sesuai selera Emping melinjo
 Cara Membuat :
  1. Rebus jeroan dengan sereh, salam dan lengkuas. Potong kecil, sisihkan. Rebus daging hingga empung, anglat, potong kecil sisihkan. Jangan dibuang airnya.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, jahe, kunyi, ketumbar dan kemiri, lalu tumis hingga harum. Masukkan daun jeruk, daun salam, sereh, dan lengkuas. Lanjut tumis hingga bumbu matang dan berminyak.
  3. Rebus kaldu (bekas merebus daging), tuang bumbu yang telah ditumis ke dalam kuah kaldu. Masukkan garam dan gula, lalu koreksi rasa. Masukkan santan. Lanjut masak hingga mendidih
  4. Untuk penyajian, susun daging dan jeroan di mangkok. Tambahkan kentang goreng, dan irisan tomat, kemudian siram dengan kuah soto yang telah matang. Jangan lupa tambahkan irisan daun bawang-seledri, bawang goreng dan emping melinjo.
Itu dia resep soto betawi yang sudah saya recook dan ternyata rasanya sedaapp. Selamat mencoba ya!

06 Juni 2018

Tips Mudik

Beberapa hari yang lalu, ada petugas dari BKKBN datang ke rumah dan meminta wawancara sedikit. Salah satu pertanyaan yang ia sodorkan pada saya adalah apa pendapat saya mengenai mudik lebaran. Saya jawab biasa saja, tidak masalah walaupun akan berdampak pada kemacetan di sebagian besar ruas jalan. Karena moment lebaran itu berbeda dengan moment lainnya dalam satu tahun.

Mudik
Saya pernah sekali merasakan mudik lebaran, yaitu ketika saya bekerja di Palembang sedangkan orang tua saya di Lampung. Saat itu, saya masih sendiri dan transportasi yang memadai hanya kereta api. Waktu itu, masih jarang sekali orang yang punya ponsel cerdas seperti sekarang. Jadi, aplikasi untuk pemesanan tiket online pun masih belum ada (setahu saya). 

Untuk mudik ke Lampung, saya harus memesan tiket kereta api dari jauh-jauh hari. Makanya waktu itu saya paling semangat untuk cepat-cepat lihat jadwal libur lebaran, supaya bisa cepat pesan tiket. Untuk memesan tiket saja, hanya ada dua cara. Langsung ke stasiun kereta api atau mencari di agen tiket resmi. Belum ada pemesanan tiket di minimarket seperti sekarang. Jadi, kalau tidak cepat-cepat ya akan kehabisan. Ironisnya, waktu itu PT. KAI masih memberlakukan tiket penumpang berdiri. Artinya, ketika banngku sudah habis, penumpang masih bisa memesan tiket tanpa bangku, jadi ya berdiri sepanjang perjalanan.

Kalau mengingat itu, saya jadi tertawa. Apapun caranya, duduk atau berdiri, berdesakan atau lapang, tidak masalah asalkan bisa pulang waktu lebaran. Alhamdulillah sekarang saya tidak perlu mudik jauh-jauh karena rumah orang tua saya dan orang tua suami masih di provinsi yang sama dan jaraknya pun tidak jauh. Jadi, dalam satu hari pun kami bisa berpindah tempat dengan mudah.

Nah, saya akan berbagi sedikit tips untuk yang mau mudik, baik menggunakan transportasi darat, laut, maupun udara.

1. Niatkan mudik untuk bersilaturahmi
Iya, karena niat ini penting lho. Usahakan niatnya untuk bersilaturahmi, jadi pahalanya juga akan dapat kan. Bukan hanya dijadikan sebagai rutinitas lebaran saja, atau malah ingin pamer kesuksesan, hehe. Tidak lah ya.

2. Jaga kesehatan
Sebelum mudik, persiapkan diri dengan menjaga kesehatan. Usahakan untuk beristirahat cukup sehingga saat mudik, badan tidak terlalu diporsir hingga kelelahan. Apalagi bagi yang mudik dengan kendaraan umum, jangan sampai mengantuk yang berlebihan hingga mengundang lirikan orang jahat.

3. Cek kendaraan
Bagi yang mudik menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan, jangan lupa untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat. Pastikan kendaraan dalam keadaan prima sehingga perjalanan menjadi lancar.

4. Pesan tiket dengan agen resmi
Bagi yang mudik menggunakan transportasi umum dan memerlukan tiket, sekarang sudah banyak agen tiket resmi dan online. Jadi bisa lebih mudah menentukan tanggal dan harganya pun transparan. Tidak pakai calo lagi yang kadang bisa menipu. Hal penting satu lagi tentang tiket adalah usahakan untuk pesan tiket dari jauh hari, supaya tidak kehabisan dan masih bisa pilih tempat duduk.

5. Bawa barang secukupnya
Hal ini berlaku untuk yang pakai kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Biar penumpang lain juga nyaman, bawalah barang seperlunya saja. Jadi bagasi pun tidak penuh sesak dengan barang kita. Lagipula, ini mudik yang hanya beberapa hari saja, bukan pindah rumah :)

6. Bawa uang secukupnya
Untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan, bawalah uang tunai secukupnya saja. Sedangkan untuk keperluan di tempat tujuan, bisa menggunakan ATM yang kini sudah tersebar dimana-mana.

Anda bisa menyimpan uang ini di ATM saja
7. Hindari perhiasan mencolok
Karena ini mudik dan bukan pergi ke pesta, sebaiknya hindari memakai perhiasan yang mencolok. Gunakan perhiasan yang wajar seperti cincin atau anting-anting saja.

8. Hati-hati menerima pemberian orang lain
Jangan mudah menerima pemberian makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal. Terkadang, modus pencuri di dalam kendaraan umum adalah dengan mencampur obat tidur ke dalam makanan atau minuman, sehingga korban tidak sadarkan diri dan pencuri dengan bebas mengambil barang-barang korbannya.

9. Bawa obat-obatan pribadi
Seringkali di tengah perjalanan, badan mulai terasa tidak enak karena mungkin masuk angin atau mabuk perjalanan. Oleh karena itu, bawalah obat pribadi ringan seperti minyak kayu putih, obat luka, obat sakit kepala, atau obat mabuk perjalanan.

Obat-obatan
10. Bawa baterai cadangan atau power bank
Hal terakhir ini tidak bisa dilepaskan lagi dari kehidupan sehari-hari. Apalagi saat perjalanan jauh. Selalu jaga kondisi baterai agar tidak habis sehingga ketika dalam keadaan darurat, ponsel selalu siap digunakan.

Nah, semoga sedikit tips dari saya dapat membantu Anda yang akan mudik lebaran tahun ini. Hal paling penting dan utama adalah selalu berdoa dan meminta perlindungan dari Allah SWT.

Next post, saya akan tulis resep yang bisa dibuat untuk menemani ketupat lebaran. See you!

04 Juni 2018

Menghilangkan Bau Mulut Ketika Puasa

Sebagian kita mungkin tidak percaya diri ketika berbicara dengan orang lain pada saat berpuasa. Pasalnya, ketika puasa, mulut kita sering menimbulkan bau kurang sedap. Kenapa ya?

Sumber : Pixabay
Menurut beberapa sumber, bau mulut yang kurang sedap saat berpuasa disebabkan karena berkurangnya kadar air liur dalam mulut yang berfungsi untuk mencegah tumbuhnya bakteri dalam mulut. Akibatnya, bakteri cepat berkembang biak dan menyebabkan bau yang kurang sedap. 

Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bau mulut ketika puasa, atau paling tidak dapat mengurangi baunya. 

1. Banyak mengkonsumsi air putih
Ketika berpuasa, tentu kekurangan cairan menjadi hal yang biasa. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan banyak mengkonsumsi air putih ketika sahur dan berbuka. Usahakan minum air putih sebanyak 1,5 liter/hari. Tentu tidak secara langsung mengkonsumsinya ya. Bisa kita bagi saat berbuka puasa, menjelang tidur, dan pada saat sahur.

Sumber : Pixabay
2. Makan buah pir
Kandungan air dalam buah pir ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam mulut. Sehingga, mengkonsumsinya pada saat sahur akan mencegah dehidrasi saat puasa. Mulut juga terasa lebih segar. 

3. Hindari makanan yang beraroma menyengat
Meskipun terasa gurih, bawang bombay, bawang putih, bawang merah, dan keju dapat menyebabkan bau mulut kurang sedap. Untuk yang tidak bisa menghindarinya, cobalah menghisap lemon setelah mengkonsumsi bawang-bawangan dan keju tadi.

4. Bersihkan gigi dan lidah secara menyeluruh
Hal yang satu ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi ya. Kalau gigi dan lidah bersih, bakteri tidak akan bersarang dan bau mulut tidak akan muncul. 

5. Berkumur dengan air garam
Air garam merupakan salah satu cara ampuh untuk membunuh bakteri penyebab bau mulut. Caranya, campurkan satu sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat. Kemudian air garam ini digunakan untuk berkumur.

6. Mengunyah jeruk atau lemon
Bau mulut yang disebabkan tumbuhnya bakteri akibat mulut kering dapat diatasi dengan mengunyah atau menghisap jeruk atau lemon pada saat sahur atau berbuka puasa. Kedua buah ini bisa meningkatkan produksi air liur sehingga mulut tidak kering saat berpuasa.

Sumber : Pixabay
Itulah sedikit tips untuk menghilangkan bau mulut. Pada intinya adalah menjaga kebersihan mulut dan gigi sehingga akan menekan tumbuhnya bakteri. Selamat mencoba!

03 Juni 2018

Style Lebaran 2018 ala Saya

Duh, kalau sudah menjelang lebaran begini, harus banyak-banyak ta’awudz saat ke pasar. Secara, setiap pasar dan mall menyuguhkan pemandangan yang membuat mata perempuan berkaca-kaca. Dari model gamis yang tahun lalu masih muncul, sampai model gamis terbaru dengan harga selangit.

Sebenarnya saya tidak terlalu mengikuti adat yang ada dimana kalau lebaran itu baju harus baru. Tapi, sama seperti lebaran tahun kemarin, dalam keluarga suami saya sepakat untuk berseragam di hari lebaran nanti. Memang ada baiknya juga, jadi keluarga kami terlihat kompak dengan satu style lebaran. Kalau tahun kemarin, pakai gamis hitam dengan jilbab sesuai selerea, tahun ini mereka sepakat untuk memakai gamis warna keemasan dan dipadu dengan baju koko warna merah marun. Jadi, style lebaran 2018 ini nuansanya emas merah gitu.

Style lebaran 2017 di keluarga suami, hitam

Style lebaran 2017 di keluargaku, merah
Lha, saya yang memang belum punya gamis warna emas begitu, mau tidak mau harus cari dong ya. Maklum lah, kulit saya ini terbilang agak gelap, jadi selama ini saya kurang pede kalau harus pakai warna-warna seperti itu. Tapi demi berseragam, hayuk lah dicari.

Rupanya, mencari gamis warna emas itu susah-susah gampang. Dari sebelum puasa kemarin saya sudah mulai mencari-cari, tapi belum ada yang pas dengan selera saya. Ada warna yang pas, tapi modelnya gak banget. Ada model yang cocok, tapi warna tidak tersedia atau sudah habis. Sampai saya muterin itu pasar, saya belum dapat juga, haha!

Dan karena waktunya sudah mepet mau deket lebaran begini, akhirnya saya mencoba membeli lewat toko online. Sebenarnya saya agak trauma dengan toko online karena pernah kecewa dulu. Tapi dengan pengalaman itu, saya jadi hati-hati dan lihat-lihat tokonya sebelum memutuskan untuk membeli disana. Alhamdulillah beberapa hari kemarin baju pesanan saya datang dan baju yang saya pesan sesuai dengan gambar yang disuguhkan. Untuk fotonya, besok ya insyaallah kalau sudah lebaran dan launching hehe.

Sumber : pixabay
Nah, untuk kamu yang ingin membeli barang di toko online, ada sedikit tips supaya kita tidak kecewa.
  1. Pastikan toko online itu ada dengan melihat riwayat dan barang-barang yang dijual. Biasanya aplikasinya juga menyediakan fitur golongan toko (semisal star seller, penjual premium dll).
  2. Jangan malas membaca detail barang yang akan dibeli dan sesuaikan dengan foto yang ada. Biasanya toko yang baik akan menyebutkan itu barang original atau foto tersebut hanya berupa referensi semata. Kalau dalam keterangan disebutkan bahwa foto hanya referensi, biasanya barang yang dijual tidak original tetapi dibuat semirip mungkin.
  3.  Lihat review dari barang yang akan dibeli. Kalau reviewnya bagus, kemungkinan besar barangnya juga bagus. Tapi kalau reviewnya buruk, ya jangan harap untuk dapat barang yang bagus juga.
  4. Lihat referensi harga. Jangan terpengaruh dengan tawaran harga yang jauh di bawah rata-rata. Kita bisa membandingkan harga suatu barang yang sama di beberapa toko sekaligus untuk menyimpulkannya.
  5. Beli sesuai kebutuhan. Jangan mentang-mentang ada promo, barang yang tidak dibutuhkan pun ikut masuk ke dalam keranjang belanja. Luruskan niat lah ya.
Oke, semoga tips di atas bermanfaat ya. See you next time :-*

02 Juni 2018

Si Manis Dari Sumsel


Sekitar seminggu sebelum Ramadhan kemarin, saya mengunjungi adik saya di Belitang, Sumatera Selatan.  Ia baru saja melahirkan anak keduanya, seorang bayi perempuan yang cantik. Dalam acara puputan (istilah suku Jawa dalam acara memberi nama bayi) itu, saya jatuh cinta dengan satu suguhan makanan manis yang ada disana. Namanya dodol agar-agar.

Dodol agar buatan saya ^^
Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya mencicipi dodol agar, tapi baru kali ini saya cicip dodol agar cokelat. Di tempat saya tinggal di Lampung memang tidak jarang juga ada penganan ini ketika acara-acara tertentu semisal lebaran atau ada hajatan. Tapi belum pernah saya melihat ada dodol agar coklat, saya selalu melihat dodol agar daun suji yang berwarna hijau pekat.

Nah, begitu saya mencoba rasanya, saya jatuh cinta. Manis legitnya membuat lidah saya ketagihan, hehe. Alhasil, sepulangnya saya dari sana, saya langsung ingin mencoba membuatnya sendiri. Dari hasil browsing lewat aplikasi Cookpad (kebetulan saya juga member disana walaupun kebanyakan recook dan cookmark daripada membuat resep sendiri, hehe), saya menemukan resep dodol agar coklat.

Baru bisa dieksekusi di pertengahan Ramadhan ini, tapi hasilnya cukup puas bagi saya yang baru pertama kali buat dodol agar ini. Resep ini saya recook dari mbak Friga Liantina dan saya sesuaikan dengan isi kulkas saya.

Resep Dodol Agar-Agar Cokelat

Bahan :
2 bungkus agar-agar plain
7 sdm coklat bubuk
5 gelas air santan dari setengah butir kelapa
7 sdm gula pasir
7 sdm susu kental manis putih
Garam dan vanili secukupnya

Cara membuat :
  1. Dalam mangkuk campurkan susu kental manis, coklat bubuk, garam dan vanili agar tidak menggumpal ketika dimasak nanti.
  2. Dalam panci, masak agar-agar bersama air santan dan gula pasir.
  3. Masukkan campuran coklat bubuk ke dalam panci.
  4. Aduk terus hingga mendidih.
  5. Tuang ke dalam cetakan. Dinginkan.
Dalam pikiran saya, membuat dodol agar itu ribet (karena yang saya tahu, harus pakai daun suji dan daun pandan begitu). Rupanya tidak juga. Ini praktis dan seperti membuat agar-agar biasa, hanya ada tambahan bahan lain saja.

Hasilnya? Hm.. manis legit! Selamat mencoba!