29 Oktober 2022

Hoax Busting And Literacy Privacy Melalui Blog

Garuda Indonesia Airlines is celebrating its 70th anniversary by giving away 2 free air tickets to 200 lucky customers. Click below link to claim yours now and fly with Garuda Indonesia Airlines.

McDonald’s Indonesia memberi setiap orang kupon gratis Rp 255.000,- Cepat, klik link berikut karena kupon terbatas!

Halo!

Apakah kalian pernah menerima salah satu pesan berantai seperti itu melalui Whatsapp? Apalagi pengirimnya menggunakan nomor yang tidak dikenal dan bukan dari akun resmi. Kalau pernah kemudian langsung mengabaikannya dan tidak meneruskan pesan ke pengguna lain, berarti kalian hebat. Yup! Karena kedua pesan berantai itu merupakan berita hoaks alias berita palsu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Mirisnya, ternyata masih banyak lho pengguna whatsapp yang meneruskan pesan berantai itu dan mengklik link yang tertera. Padahal link yang dikirimkan tidak jarang berisi banyak iklan mengganggu atau bahkan hingga pencurian data.

Hoax Busting And Literacy Privacy Melalui Blog
Hoax Busting And Literacy Privacy Melalui Blog

Nah, sebagai upaya memberantas berita hoaks ini, Jawara Internet Sehat Lampung bekerja sama dengan Kominfo, mengadakan acara Workshop Literasi Digital bertema Hoax Busting & Literacy Privacy Melalui Blog.

Bertempat di aula ITBA DCC Bandarlampung, acara yang diselenggarakan pada Kamis, 27 Oktober 2022 ini mendapat antusiasme dari para pegiat literasi. Hadir pula Wakil Direktur 1 Bidang Akademik ITBA DCC Lampung, Akni Widiyastuti, dan Tenaga Ahli Diskominfotik Provinsi Lampung, M. Attan Saputra.

Pemateri yang dihadirkan juga sudah berkompeten di bidangnya, antara lain Aliy Hafiz dan Naqiyyah Syam. Aliy Hafiz merupakan Ketua Relawan TIK Bandar Lampung dan aktif di Jawara Internet Sehat Lampung. Sementara Naqiyyah Syam merupakan seorang penulis, blogger, dan trainer.

Hoaks dan Dampaknya

Menilik kembali cerita di awal tulisan ini, sebenarnya apa sih hoaks itu? Dan kenapa berita hoaks sering tersebar secara berantai melalui media sosial? Kali ini pemateri pertama Aliy Hafiz yang memaparkan panjang lebar di seminar ini.

Aliy Hafiz Jawara Internet Sehat
Aliy Hafiz dari Jawara Internet Sehat Lampung
(Sumber foto : Jawara Internet Sehat Lampung)

Hoaks sendiri didefinisakan sebagai tipuan yang berasal dari Thomas Ady dalam bukunya Candle In The Dark (1656) atau risalah sifat sihir dan penyihir. Istilah Hoaks ini sendiri mulai populer semenjak film The Hoax dirilis pada tahun 2006.

Jadi, hoaks adalah sebuah tipuan dan kebohongan yang menyamar sebagai kebenaran. Tidak heran sih kalau beberapa orang yang menerima pesan hoaks bisa langsung percaya karena dibungkus oleh iming-iming atau informasi yang menggiurkan. Bahkan di beberapa berita hoaks dibubuhkan informasi yang bersifat menakut-nakuti.

Saya jadi ingat dulu sekali, pesan hoaks berantai juga pernah sampai di tangan saya dan menyebar ke seisi kelas. Saat itu, saya masih kelas 3 atau 4 SD. Karena belum ada ponsel, apalagi aplikasi media sosial seperti sekarang, pesan berantai itu menyebar melalui selembar kertas fotokopian.

Isinya berupa cerita pengalaman mistis dan kejadian yang mengikutinya, hingga peringatan untuk menyebarluaskan pesan itu ke sejumlah kerabat. Untungnya edukasi dari ayah saya berhasil membuat saya tidak mempercayai pesan berantai yang entah darimana asalnya dan sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Kembali ke masa sekarang, ironis memang berita hoaks ini meliputi hampir semua kategori berita. Mulai dari kesehatan, pemerintahan, politik, fitnah, agama, pendidikan, hingga perdagangan.

Lalu, dampak berita hoaks seperti ini bagaimana ya? Yuk, coba kita baca beberapa pesan berantai yang sempat tersebar di media sosial ini.

Hati-hati jangan jajan yang pakai cabe bubuk, penuh penyakit dari kencing tikus. Kasusnya banyak yang meninggal karena penyakit difteri. Jangan jajan pakai cabe kering ya seperti cabe di tahu bulat, otak-otak, dsb. Pokoknya jangan pakai cabe bumbu kering.

Lagi sakit jangan makan es krim. Nanti tambah deman karena suhu es krim yang dingin dapat memperparah sakit yang diderita.

Kalau dilihat sepintas memang informasi yang disebar ini tampaknya benar ya. Tapi, setelah dicek faktanya, rupanya informasi-informasi itu adalah hoaks belaka. Cabe bubuk memang akan berbahaya jika proses pembuatannya tidak higienis dan dikonsumsi secara berlebihan. Sementara mengkonsumsi es krim saat sedang demam tidaklah mengapa karena ada kandungan nutrisi dalam es krim yang dapat memenuhi nutrisi dan gula saat sedang sakit.

Dampak Hoaks
Dampak Hoaks

Mungkin dampak dari berita hoaks yang seperti itu tidaklah terlalu membahayakan. Kita hanya perlu membatasi dan memilih makanan yang sekiranya baik untuk tubuh kita. Lalu, bagaimana kalau ada berita hoaks seperti di awal tulisan ini?

Tentu saja dampaknya bisa lebih berbahaya. Apalagi kalau si penerima minim literasi privasi, bisa-bisa dapat menyebabkan peretasan data pribadi atau pencurian dana karena pemintanganan akun. Duh, ngeri ah!

Langkah Pencegahan Berita Hoaks

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tidak tertipu berita hoaks ini. Diantaranya selalu berhati-hati terhadap akun palsu yang mengatasnamakan lembaga, bank, atau e-commerce. Biasanya akun asli mereka sudah centang biru dan ada nomor call center resmi yang bisa dihubungi.

Selalu waspada dan jangan mudah percaya pada informasi berantai yang sudah dibagikan berkali-kali. Kita bisa kok mengecek keaslian informasinya melalui banyak cara. Misalnya dengan cek fakta dengan gambar di google lens atau langsung ke situs aduankonten.id untuk melaporkan informasi hoaks tersebut.

Langkah selanjutnya adalah saring sebelum sharing. Cek dulu faktanya dan jangan latah ikut menyebarkan informasi hoaks ke pengguna lain. Dan yang terakhir tentu saja mengajak orang lain untuk ikut kampanye pemberantasan berita hoaks ini, baik melalui lisan atau melalui tulisan.

Baca juga : Blogging Untuk Pemula

Berantas Hoaks Dengan Literasi Digital

Nah, salah satu bentuk literasi digital adalah dunia blogger. Kali ini pemateri yang kompeten di bidang perbloggeran ini adalah Naqiyyah Syam. Menurutnya, profesi blogger saat ini sudah merebak luas.

Naqiyyah Syam
Naqiyyah Syam, seorang blogger
(Sumber foto : Jawara Internet Sehat Lampung)

Pasalnya, pekerjaan dalam blog itu tidak hanya menulis sesuai dengan keinginan saja, tetapi juga banyak kegiatan lain yang bisa menghasilkan uang dari blog. Misalnya mereview produk dari sponsor, menghadiri peluncuran produk baru, kampanye tokoh, sampai memasang banner ads.

Baca juga : Monetize Blog or Santuy Blog?

Nah, untuk membuat blog itu gampang kok. Dimulai dari menyiapkan akun gmail yang nantinya bisa langsung terhubung dengan blogger.com. Kemudian tinggal ikuti langkah-langkah mudahnya saja. Sedikit tips, pilihlah nama blog yang mudah diingat, pilih niche yang tepat, dan pilih tema yang sesuai dengan niche blog.

Ia menuturkan banyak hal yang bisa dijadikan ide menulis blog. Mulai dari pengalaman pribadi, melihat album foto, jalan-jalan ke toko buku dan mencari inspirasi, diskusi dengan teman, blogwalking, hingga resensi buku.

Pengalaman saya sendiri juga begitu, kalau ada cerita dari teman sendiri yang menarik dan bisa dijadikan tulisan, maka saya akan jadikan tulisan di blog. Makanya hati-hati kalau berteman dengan penulis ya, hehe. Ceritanya bisa saja diangkat jadi tulisan di blognya!

Menghasilkan uang lewat blog
Menghasilkan uang lewat blog

Tentunya untuk bisa menghasilkan uang dari blog, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Mulai dari memilih domain, merawat blog dengan rajin, mempromosikan isi blog melalui media sosial dan blogwalking, hingga membranding personal kita sebagai blogger.

Selain mengajarkan cara membuat blog, Naqiyyah Syam juga memberikan banyak pencerahan agar blog yang sudah dibuat bisa berkembang dan terindeks oleh mesin telusur. Diantaranya dengan menulis secara SEO, memperhatikan detail isi blog hingga gambar yang akan diposting, serta cara menulis review produk dengan jujur dan menarik.

Workshop Literasi Digital
Para pembicara dan peserta
(Sumber foto : Jawara Internet Sehat Lampung)

Wah, pokoknya mah acara kemarin seru dan isinya daging semua! Semoga saja literasi digital kita semakin baik hingga kita #MakinCakapDigital dan terhindar dari berita-berita hoaks ya. Komen dong apa saja yang sudah kalian lakukan untuk memberantas berita hoaks selama ini?

04 Oktober 2022

Aceh, Kota Wisata Impian Bareng Teman Hidup Traveloka

Halo!

Akhir tahun sudah tinggal beberapa bulan lagi ya. Biasanya aura untuk jalan-jalan dan staycation sudah mulai terasa. Jadi ingat dulu sebelum pandemi melanda, saya biasa merencanakan liburan akhir tahun. Berusaha untuk memberi penghargaan pada diri sendiri setelah satu tahun menggeluti rutinitas sehari-hari.

Yuk, Lihat Dunia Lagi Bareng Teman Hidup Traveloka
Yuk, Lihat Dunia Lagi Bareng Teman Hidup Traveloka

Tapi, dua tahun kemarin keadaan memaksa saya untuk tidak kemana-mana. Dalam artian, paling ya jalan-jalan tipis ajalah ke tempat yang dekat-dekat dan tidak keluar kota, apalagi keluar provinsi. Pokoknya jadi seperti gak bisa lihat dunia lagi, haha.

Alhamdulillah nih tahun ini pandemi sudah mulai mereda. Saya bisa menyusun lagi rencana jalan-jalan ke tempat wisata impian! Kamu mau ikutan juga? Yuk ah lihat dunia lagi, staycation lagi, liburan lagi, booking hotel murah lagi.

Aceh, Kota Wisata Impian


Jujurnya, saya punya mimpi untuk bisa berkeliling Indonesia dan menikmati keindahan alamnya. Tentu saja, sambil mencicipi kuliner yang banyak sekali macam ragamnya. Dari banyaknya kota di Indonesia, ada satu kota yang belum pernah saya kunjungi dan jadi semacam salah satu daftar kota wisata impian saya. Dimanakah itu? Aceh!

3 Alasan Untuk Berkunjung ke Aceh


Aceh. Salah satu daerah istimewa di Indonesia yang berada di paling ujung pulau Sumatera. Dikenal dengan Serambi Mekah, kota ini berhasil membuat saya punya setidaknya 3 alasan untuk mengunjunginya.

Wisata ke Aceh
Sumber foto : disbudpar.acehprov.go.id

1. Aceh, Kota Yang Belum Pernah Saya Kunjungi


Jelas, ini alasan pertama saya ingin sekali ke Aceh, hehe. Padahal saya tinggal di Lampung yang notabene sama-sama berada di pulau Sumatra. Tapi kok saya lebih banyak mengunjungi kota-kota di pulau Jawa?

Selama ini, saya hanya tahu Aceh lewat TV, media sosial, buku dan tulisan-tulisan di media cetak lainnya. Tari Saman yang memikat hati saya, lagu Bungong Jeumpa yang terngiang-ngiang di telinga saya, dan mie Aceh yang jadi jajanan favorit saya di Lampung rasanya sudah cukup untuk mengundang saya datang kesana.

Maka dari itu, kali ini Aceh akan menjadi daftar kota wisata impian saya bersama #temanhidup saya.

2. Aceh Punya Banyak Wisata Edukasi dan Wisata Pemandangan


Hal pertama yang terbersit di benak saya ketika menentukan tujuan wisata ke suatu daerah adalah mencari tempat wisata edukasi. Baik itu museum atau situs bersejarah lainnya, saya pastikan harus ada dalam daftar tempat yang akan dikunjungi.

Iya, saya memang suka museum. Bagi saya, museum punya daya tarik tersendiri untuk dikunjungi. Saya seperti diajak masuk ke lorong waktu untuk menyaksikan peristiwa bersejarah melalui benda-benda dan cerita yang ditinggalkan.

Wisata Edukasi di Aceh

Nah, Aceh sendiri punya banyak museum dan situs bersejarah yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. Oh iya, karena saya fokuskan dulu di kota Banda Aceh, saya rangkum 4 museum yang ingin saya kunjungi ya.

Wisata Edukasi Aceh
Wisata Edukasi Aceh
(Sumber foto : disbudpar.acehprov.go.id)

  • Museum Tsunami Aceh

Museum pertama yang ingin saya kunjungi adalah Museum Tsunami Aceh. Siapa yang tidak ingat dengan peristiwa memilukan yang pernah terjadi di Aceh pada akhir tahun 2004 silam? Gempa bumi yang disusul dengan gelombang tsunami telah merenggut ratusan ribu jiwa dan memporak-porandakan kota Banda Aceh dan sekitarnya.

Untuk mengenang peristiwa itu, dibangunlah Museum Tsunami Aceh ini. Dari beberapa sumber yang saya baca, museum ini memamerkan potongan-potongan gambar kejadian saat itu. Peristiwa sebelum tsunami, saat terjadinya tsunami, dan setelah tsunami menerjang ada dalam diorama yang dipajang di ruang pamenya. Disini juga terdapat ruang pembelajaran seperti perpustakaan, alat peraga, ruang 4 dimensi, dan toko suvenir.

Museum ini terletak di Jl. Iskandar Muda, No. 3 Sukaramai Kec. Baiturrahman, Banda Aceh. Kalau saya lihat dari peta, sepertinya lokasi museum ini cukup mudah dijangkau. Harga tiketnya juga sangat ramah di kantong, berkisar antara Rp 3.000,- hingga Rp 15.000,- tergantung dari golongan pengunjungnya.

  • Museum PLTD Apung

Masih berkaitan dengan peristiwa tsunami Aceh, berdiri juga Museum PLTD Apung. Awalnya, museum ini merupakan kapal generator listrik milik PLN di Banda Aceh yang saat itu berada di Pelabuhan Ulee Lheue. Saat peristiwa tsunami, kapal ini terseret sejauh 5 km ke daratan.

Saat ini, museum PLTD Apung berlokasi di Punge Blang Cut, Banda Aceh, tidak jauh dari Museum Tsunami Aceh. Kalau mencari rute dari peta, jaraknya hanya sekitar 1 km dan dapat ditempuh dengan berkendara atau jalan kaki saja.

Untuk masuk ke museum ini tidak dipungut biaya alias gratis. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp 3.000,- hingga Rp 5.000,- saja.

  • Museum Negeri Aceh

Tidak jauh dari Museum Tsunami Aceh, ada Museum Negeri Aceh. Museum ini berdiri pada tahun 1915 yang awalnya bernama Atjeh Museum.

Berlokasi di Jl. Sultan Mahmudsyah No. 10, Peuniti, Banda Aceh, museum ini setidaknya memiliki lebih dari 5.000 koleksi benda budaya dari berbagai jenis dan lebih dari 12.000 buku ilmu pengetahuan dengan berbagai judul.

Museum ini dibuka setiap hari kecuali hari libur nasional dengan tarif tiket mulai dari Rp 1.000,- hingga Rp 5.000,- tergantung kategori pengunjung.

  • Museum Rumah Cut Nyak Dien

Museum ini merupakan replika dari rumah Cut Nyak Dien yang dibakar habis oleh penjajah Belanda pada tahun 1800-an silam. Siapa yang tidak kenal dengan pahlawan wanita Cut Nyak Dien? Perjuangannya bersama rakyat Aceh melawan penjajah Belanda dapat dilihat dari foto-foto yang dipajang di museum ini.

Berada di Desa Lampisang Kec. Peukan Bada, Aceh Besar, museum Rumah Cut Nyak Dien dibuka setiap hari. Tidak ada tiket masuk tetapi ada kotak sumbangan untuk bisa diisi oleh pengunjung seikhlasnya.

Sebenarnya ada beberapa museum lain yang ada di Aceh. Tapi sayangnya terletak lumayan jauh dari kota Banda Aceh. Misalnya, Museum Kota Lhokseumawe, Museum Gayo, Museum Samudra Pasai, dan Museum Sabang. Jadi, mungkin butuh beberapa hari lagi menginap kalau ingin mengunjungi museum-museum ini.

Wisata Pemandangan Alam di Aceh

Selain wisata edukasi, Aceh juga punya wisata alam dan ikonik yang ingin sekali saya kunjungi. Beberapa tempat wisata itu masih berada di kota Banda Aceh sehingga masih bisa saya ikutkan dalam daftar kunjungan saya.

Wisata Pemandangan Aceh
Wisata Pemandangan Aceh
(Sumber foto : https://maa.acehprov.go.id/)


  • Masjid Raya Baiturrahman

Salah satu bangunan ikonik yang ada di Aceh adalah Masjid Baiturrahman. Masjid ini juga menjadi saksi bisu kedahsyatan gempa dan tsunami pada 18 tahun lalu.

Selama ini saya hanya bisa memandang kemegahan masjid ini dari gambar dan video saja, jadi rasanya saya harus melihat langsung dan tentu saja beribadah disana kalau mengunjungi kota Banda Aceh.

  • Nol Kilometer Banda Aceh

Berada di Gampong Pande, Kec. Kuta Raja Banda Aceh, saya penasaran sekali dengan tugu Titik Nol Kilometer Banda Aceh ini. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ini, sepertinya bisa mempermudah saya untuk mengunjunginya.

  • Taman Putroe Phang dan Lapangan Blang Padang

Satu lagi tempat yang saya sukai saat berkunjung ke suatu kota adalah tempat terbukanya. Baik itu berupa taman kota atau alun-alun. Aceh juga punya tempat seperti ini, yaitu Taman Putroe Phang dan Lapangan Blang Padang.

Lokasinya masih di sekitaran Masjid Raya Baiturrahman, jadi cocok deh bisa satu paket perjalanan.

3. Kuliner Aceh Yang Eksotis


Siapa yang setuju kalau mengunjungi suatu tempat belum lengkap rasanya kalau belum mencicipinya kulinernya? Mari kita tos dulu.

Kuliner Aceh
Kuliner Aceh
(Sumber foto : https://rri.co.id/)
 
Indoneisa yang punya banyak kota dengan berbagai budaya, tentu saja punya banyak ragam kuliner juga. Tak terkecuali dengan Aceh. Salah satu kulinernya yang terkenal adalah Mie Aceh.

Selama ini, Mie Aceh memang jadi salah satu menu mie favorit saya. Untungnya di Lampung juga ada yang jual dan tidak terlalu sulit menemukannya. Tapi saya tidak tahu apakah rasanya akan sama dengan makan mie Aceh langsung dari kotanya.

Baca juga : Terpaut Peca Poblo di Hotel Sofyan Cut Mutia  

Selain Mie Aceh, saya juga penasaran dengan martabak Aceh dan kopi Aceh langsung dari kota asalnya. Haduh, membayangkannya saja, air liur sudah mengalir ini, hehe.

Akses Menuju Aceh


Ada beberapa moda transportasi yang bisa dipakai dari Lampung menuju ke Aceh. Tinggal pilih sesuai dengan kebutuhan dan dana yang ada.

Menggunakan pesawat sepertinya memang jalur yang paling cepat dan paling direkomendasikan. Tapi tetap saja harus transit dan berganti pesawat minimal 2 kali, yaitu ke Jakarta dan ke Medan, baru kemudian menuju Aceh.

Transportasi Ke Aceh
Transportasi Ke Aceh
 
Moda berikutnya yang bisa digunakan adalah melalui jalur darat. Naik kereta api menuju ke Palembang, kemudian dilanjutkan dengan naik bus ke Pekanbaru menuju Medan, dan disambung lagi naik bus menuju Banda Aceh. Perjalanan dengan moda transportasi ini setidaknya memakan waktu hingga 2 hari.

Alternatif berikutnya adalah melalui jalur laut. Tapi tetap harus menuju Jakarta terlebih dahulu ke pelabuhan Tanjung Priok untuk menumpang kapal fery menuju pelabuhan Belawan. Kemudian dilanjutkan dengan menaiki bus menuju Banda Aceh. Perjalanan ini memang terhitung lebih murah, tapi waktu yang ditempuh akan lebih lama.

Terakhir, menggunakan kendaran pribadi dari Lampung langsung menuju Banda Aceh. Waktu yang diperlukan memang lebih fleksibel ya tergantung kecepatan laju kendaraan dan berapa kali istirahat. Karena pasti tidak mungkin kan berjalan dari Lampung ke Aceh tanpa berhenti? Ini sama saja menjelajahi pulau Sumatra dari ujung ke ujung.

Akomodasi Selama Di Aceh


Ada beberapa hal yang saya pertimbangkan dalam memilih tempat menginap. Jarak hotel ke tempat wisata yang akan dituju, review dari pengunjung lain, dan alokasi dananya. Untungnya saya punya aplikasi yang sangat memudahkan untuk memilih tempat menginap sesuai dengan pertimbangan saya itu.

Booking Hotel Murah Di Traveloka


Setiap kali saya bepergian dan memerlukan tempat menginap, aplikasi pertama yang akan saya buka adalah Traveloka. Jujur, ini aplikasi paling gampang dan paling gak ribet soal booking hotel murah atau tiket transportasi.

Enaknya di Traveloka tuh, saya tinggal ketik kata kunci di pencarian hotel, dan nanti akan langsung muncul pilihan-pilihan hotel sesuai dengan kriteria yang saya pilih. Apakah yang jaraknya paling dekat, harga terendah, atau yang paling populer.

Booking hotel murah di Traveloka
Traveloka Superapp

Eh tapi, di Traveloka juga bukan Cuma bisa booking hotel murah dan booking tiket pesawat lho. Banyak hal yang bisa dieksplore dengan hanya satu apps. Butuh tiket untuk transportasi? Traveloka bisa cariin tiket pesawat, kereta api, bus, travel, rental mobil, antar jemput bandara, sampai JR Pass.

Butuh tempat menginap khusus untuk liburan? Traveloka punya yang namanya Holiday Stays. Butuh hiburan? Cari di bagian Traveloka Xperience. Kelaparan pas baru sampai di tempat menginap? Tenang, ada Traveloka Eats. Kehabisan kuota atau pulsa? Traveloka siap dengan layanan isi ulang kuota dan pulsa. Pokoknya mah, Traveloka itu superapps solusi kebutuhan lifestyle kamu!

Metode pembayarannya juga gampang banget dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Soalnya, Traveloka menyediakan beberapa jenis pembayaran yang bisa dipilih sendiri oleh penggunanya. Ada Pay Later, Buy Now Stay Later, atau Bayar Saat Check In.

Harga yang ada di Traveloka ini juga hemat banget, apalagi kalau pesan lewat Traveloka Apps. Bakalan ada tambahan diskon untuk booking hotel dan tiket pesawatnya.

Baca juga : Bersiap Ambil Cuti, #JadiBisa Liburan  

Pilihan Hotel Di Banda Aceh


Balik lagi yuk untuk cari tempat penginapan saat tiba di Banda Aceh.

Ada beberapa hotel yang mungkin akan saya pilih sebagai tempat menginap kalau berkunjung ke Banda Aceh. Hotel-hotel ini saya pilih berdasarkan jarak ke tempat tujuan wisata, review pengunjung, dan alokasi dana nantinya.

Oh iya, saya jadikan Masjid Raya Baiturrahman sebagai titik pusat kunjungan saya, dan otomatis akan saya jadikan patokan untuk mencari tempat menginap di sekitar sana.

1. Hip Hope Hotel

Ini hotel yang muncul di urutan pertama dengan jarak yang paling dekat dengan Masjid Raya Baiturrahman. Hanya sekitar 300 meter dan itu berarti bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Hotel ini juga punya rating 8,7/10 yang saya simpulkan bahwa hotel ini cukup direkomendasikan sebagai pilihan tempat menginap.

Hip Hope Hotel
Hip Hope Hotel
(Sumber foto : Traveloka)

Kalau saya lihat foto-fotonya, kamar, lobi, dan ruangan lain tampak bersih dan rapi. Untuk hotel bintang 2 seperti Hip Hope Hotel ini dibandrol dengan harga mulai dari Rp 450.000,- per kamar per malam. Worth it sih menurut saya.

2. Plum Hotel

Hotel kedua yang jaraknya hanya sekitar 300 meter dari Masjid Raya Baiturrahman adalah Plum Hotel. Agak berbeda sedikit dari Hip Hope Hotel, Plum Hotel punya rating 8,1/10. Masih bisa lah sebagai alternatif tempat menginap yang murah meriah di tengah kota Banda Aceh.

Plum Hotel
Plum Hotel
(Sumber foto : Traveloka)

Fasilitas di hotel ini standar bintang 3. Dengan 3 tipe kamar, hotel ini dihargai mulai dari Rp 500.000,- per malamnya.

Baca juga : Pengungsi Elite di Asoka Luxury Hotel

3. Ayani Hotel

Pilihan ketiga untuk tempat menginap di sekitar Masjid Raya Baiturrahman adalah Ayani Hotel. Kali ini jaraknya agak lebih jauh sedikit, yaitu sekitar 500 meter. Masih sama dengan Plum Hotel, Ayani Hotel juga sudah standar bintang 3.

Ayani Hotel
Ayani Hotel
(Sumber foto : Traveloka)

Fasilitas di hotel ini cukup memadai, mulai dari sarapan gratis hingga antar jemput Bandara dengan tambahan biaya. Dengan 3 tipe kamar, hotel ini dihargai mulai dari Rp 591.000,- per kamar per malamnya.

4. Kyriad Hotel Muraya Aceh

Berbeda dari 3 hotel sebelumnya, Kyriad Hotel Muraya Aceh ini merupakan hotel bintang 4 yang fasilitasnya tentu lebih lengkap. Memiliki rating 8,6/10, saya kira hotel ini sudah bisa jadi rekomendasi sebagai tempat menginap kalau berkunjung kesana.

Kyriad Hotel Muraya Aceh
Kyriad Hotel Muraya Aceh
(Sumber foto : Traveloka)

Jarak dari Masjid Raya Baiturrahman juga tidak terlalu jauh kok, sekitar 700 meter yang artinya masih bisa lah ditempuh dengan berjalan kaki. Hitung-hitung sambil olahraga, hehe. Harga per kamar di hotel ini dibandrol mulai dari Rp 950.000,- per malamnya.

Itu dia, destinasi wisata dan tempat menginap impian saya tahun ini. Duh, sambil nulis ini aja saya sudah kebayang gimana bahagianya saya kalau staycation ini beneran terwujud dan bukan sekadar wacana. Sekali lagi nih saya ajakin kamu untuk “Yuk #LihatDuniaLagi dan bikin #StaycationJadi dengan Traveloka! Langsung meluncur ya ke Traveloka lewat link ini! https://trv.lk/kompetisi-lihatdunialagi-bloggerperempuan



Referensi :
http://museumaceh.com/
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/02/rumah-cut-nyak-dhien-simbol-perjuangan-rakyat-aceh-melawan-belanda
https://disbudpar.acehprov.go.id/ 
https://www.rome2rio.com/map/Lampung/Banda-Aceh

22 September 2022

Overthinking, Kenali Pemicu dan Cara Mengatasinya

Halo!

Siapa disini yang suka mengalami overthinking, khususnya malam hari menjelang tidur? Duh, mengganggu banget kan ya itu? Padahal badan dan pikiran sudah lelah dan ingin istirahat, tapi kok malah diserang overthinking. Sebenarnya, apa sih overthinking itu dan bagaimana mengatasinya?

Overthinking
Apa itu Overthinking?

Overthinking

Beberapa hari yang lalu, saya ikut webinar dari salah satu brand kosmetik ternama di Indonesia. Menarik bagi saya karena bahasannya tentang si overthinking ini. Jadi, overthinking merupakan salah satu perilaku seseorang yang seringkali berpikir negatif terhadap satu atau beberapa hal yang belum tentu terjadi. Ironisnya, hal yang terlalu dipikirkan biasanya adalah hal yang sepele.

Tidak dipungkiri memang, saya juga sering kok overthinking begini. Tiba-tiba terpikirkan satu hal yang nyatanya belum terjadi dan merembet ke pikiran lain sampai kemana-mana. Seringnya ini terjadi menjelang tidur padahal sebelumnya sudah berusaha untuk tidak memikirkan apapun.

Mungkin ada sebagian orang yang menyamakan antara si overthinker dengan pemikir. Padahal keduanya berbeda. Pemikir pada umumnya bisa mengendalikan apa yang harus dipikirkan dengan baik. Misalnya tentang pekerjaan, si pemikir biasanya lebih memikirkan bagaimana pekerjaan ini bisa selesai dengan efektif dan efisien. Pokoknya dia memikirkan hal-hal positif dan langkah apa yang bisa ia lakukan ke depannya.

Gejala Overthinking
Gejala Overthinking

Sementara itu, si overthinker lebih cenderung memikirkan hal-hal negatif dari apa yang ada di hadapannya. Bagaimana kalau gak bisa? Bagaimana kalau gagal? Bagaimana kalau mereka gak suka?

Makanya, overthinking itu punya beberapa gejala yang biasa dialami, seperti melamun yang bisa memicu stress, memikirkan sesuatu yang negatif secara berulang-ulang tanpa ada solusi, tidak dapat berkonsentrasi, dan sering menyalahkan diri sendiri yang dapat memicu bad mood berkepanjangan.

Overthinking juga dapat ditandai dengan sulitnya mengambil keputusan. Memang untuk mengambil keputusan itu harus dipikirkan matang-matang, tapi bukan berarti jadi overthinking. Memikirkan satu hal terus menerus dan tanpa ada ujungnya, malah akan membuat banyak hal terabaikan dan menjadi lebih sulit untuk mengambil satu keputusan.

Dari beberapa artikel yang saya baca, overthinking memang belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, tapi kita bisa kok meminimalisir atau mengalihkannya ke pikiran yang lebih rasional dan tentunya lebih bermanfaat.

Mengatasi Overthinking

Sebenarnya overthinking ini bisa diminimalisir dengan memisahkan hal-hal yang bisa dan tidak bisa kita kontrol.

Apa yang bisa kita kontrol meliputi pikiran, perasaan, imajinasi, ekspektasi, konsep diri, termasuk juga nada bicara, bagaimana mimik wajah kita menghadapi orang lain, serta manajemen waktu dan media sosial yang bisa mempengaruhi kita.

Diluar itu, tentunya kita gak bisa mengontrol kejadian di sekitar kita, misalnya cuaca dan pandemi yang melanda. Termasuk juga peristiwa hidup yang berkaitan dengan kehilangan, kematian, dan sudah dan akan terjadi nanti. Juga lingkungan di sekitar kita seperti pendapat orang lain, cara pikir setiap individu dan cara pandang orang lain.

Mengatasi Overthinking
Mengatasi Overthinking

Bagi kamu yang merasa sudah ada gejala-gejala overthinking seperti yang sudah saya sebutkan di atas, ada baiknya mencoba beberapa tips berikut.

1. Tidak ada salahnya untuk menyadari bahwa kamu sedang overthinking

Coba untuk mulai mengenali dan menyadari kapan sih saat-saat kritis kamu diserang overthinking. Misalnya, apakah saat kamu terlalu memikirkan kejadian terus-menerus, ataukah saat terlalu takut dengan pikiranmu sendiri, atau saat kapan?

2. Kenali pola pikiran saat mulai overthinking

Kalau sudah menyadari kamu mulai diserang overthinking, coba kenali pola dan pemicunya. Sebagian orang biasanya berfikir secara berlebihan saat menghadapi suatu hal. Dengan mengenali pemicunya, kamu bisa lebih waspada dan bisa mengontrol diri.

3. Kenali pikiran

Coba cek faktanya, apakah sesuatu yang membuatmu overthinking ini benar-benar terjadi atau hanya hasil interpretasi berlebihan saja? Bisa juga dengan melepaskan pikiran yang membuatmu cemas.

4. Pikirkan solusi

Alih-alih terus larut dalam pikiran yang negatif dan berlebihan, coba pikirkan solusi yang memungkinkan untuk suatu masalah yang sedang dihadapi. Terkadang, yang kamu butuhkan ketika overthinking itu menyerang adalah pengalihan pikiran ke suatu hal yang lebih positif. Misalnya, dengan jalan-jalan, membaca buku atau melakukan hal-hal yang disukai. Kalaupun tidak bisa juga, coba ceritakan kekhawatiran kamu pada orang terdekat atau psikolog jika overthinking sudah mulai mengganggu keseharianmu.

Baca juga : 3 Hal Positif Untuk Jaga Kesehatan Mental

Konsep 3P (Pikiran, Perasaan, dan Perilaku)

Satu bahasan yang menarik perhatian saya kemarin saat webinar adalah konsep 3P, yaitu pikiran, perasaan, dan perilaku.

Hal-hal yang masuk melalui panca indera, kita interpretasikan sesuai dengan konsep yang kita miliki. Apa yang kita dengar, lihat, rasakan, itu akan mempengaruhi perasaan. Balik lagi sih ke lingkaran yang sudah dibahas tadi tentang apa saja yang bisa dikontrol, dan apa yang tidak bisa dikontrol.

Konsep 3P
Konsep 3P

Omongan orang lain, memang tidak bisa kita kontrol. Tapi, pemikiran kita terhadap omongan itu yang bisa kita kontrol. Apakah akan memasukkannya dalam hati sebagai pemicu overthinking atau biarkan saja lewat seperti angin.

Kalau perasaan kita sudah positif, maka perilaku yang akan dilakukan juga seharusnya positif dong ya. Mendengar masukan orang lain memang bagus, tapi kalau jadi pikiran yang berlebihan, ya jadi gak bagus.

Baca juga : Curhat Hari Ini

Oke, semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa membantu meminimalisir overthinking yang mungkin menyerang kamu ya! Atau kamu punya pengalaman lain tentang overthinking ini? Cerita di kolom komentar ya!

13 September 2022

Review Npure Cica Darkspot

Halo!

Sekitar lima minggu yang lalu, saya coba untuk ikutan challenge dari NPure. Jadi, tantangannya adalah pakai NPure Cica Dark Spot selama 28 hari berturut-turut untuk melihat apakah noda hitam di wajah akan tersamarkan atau bahkan hilang.

Meskipun wajah saya bukan tipe yang sering berjerawat parah, tapi tetap saja jerawat kadang muncul saat datang bulan. Bekasnya ya pasti menghitam karena saya termasuk orang yang usil utak-atik jerawat yang muncul walaupun sebiji.

Jadi, saya coba terima tantangan dari Npure itu. Hasilnya? Yuk disimak baik-baik ya!

Review Npure Cica Darkspot
Review Npure Cica Darkspot

Npure Cica Darkspot

Cica Darkspot merupakan produk lokal berbahan dasar alami yang diklaim dapat menyamarkan noda hitam di wajah akibat jerawat. Produk ini cocok digunakan pada semua jenis kulit, terutama kulit normal hingga berminyak.

Berbentuk krim agak encer berwarna putih susu, kandungan alami Cica Darkspot ini berupa Ascorbyl Tetraisopalmitate Propanediol, Centella Asiatica Leaf Water, Tocopheryl Acetate, Ferulic Acid, Betaine, Bisabolol, Allantoin, dan Caffeine.

Npure Cica Darkspot
Tekstur Npure Cica Darkspot

Ada beberapa highlight dari produk yang satu ini dan bisa jadi inilah keunggulannya. Cica Darkspot sudah mengantongi izin dari BPOM, Halal, Dermatologically Tested, Paraben-Free, SLS Free, Mineral Oil-Free, Alcohol-Free, Silicone-Free, EU Allergen-Free, Minimal Ingredients, Fragrance Free, dan yang terpenting Bumil Busui Friendly.

Dikemas dengan botol plastik mungil berisi 5 ml, krim ini dapat dengan mudah dituang karena tutupnya berbentuk pump. Jadi, ukurannya pas saat dituang dan tidak takut tumpah atau kebanyakan.

Cara penggunaannya gampang banget. Cukup tuang sedikit krim ini di jari kemudian dioles tipis di bagian noda hitam di wajah. Penggunaannya rutin pada pagi dan malam hari. Untuk pagi hari, produk ini bisa digunakan sebelum mengoles sunscreen.

Npure Cica Darkspot
Kemasan Npure Cica Darkspot

Kesan

Jujurnya saya memang jarang sekali memakai produk khusus untuk mengatasi jerawat atau noda hitam bekas jerawat. Biasanya saya biarkan saja sampai hilang sendiri, haha. Tapi ya butuh waktu super lama.

Cica Darkspot di kulit saya termasuk cocok sih karena saya tidak merasakan efek samping negatif selama pemakaian. Hanya saja, saya kurang cocok dengan aromanya yang menurut saya bau jamu, hehe. Ya karena produk ini alami tanpa tambahan parfum sih, tapi lama-lama bisa diterima kok.

Krim ini juga transparan setelah dioles, jadi tidak meninggalkan white case di kulit. Menurut saya pribadi, butuh waktu agak lama sih untuk meresap, jadi terasa agak lengket. Tapi, mungkin efeknya berbeda di kulit orang lain ya.

Baca juga : Review Base ; Personalized Skincare For You

Hasil Setelah Pemakaian

Sebelum saya memakai Cica Darkspot secara rutin, tentunya saya melakukan patch test terlebih dahulu. Tujuannya untuk melihat apakah kulit saya ada alergi terhadap produk ini atau tidak. Hasilnya kulit saya baik-baik saja dan tidak menunjukkan adanya alergi.

Pemakaian rutin dimulai pada pagi dan malam hari terhitung di hari pertama hingga ketiga. Belum ada perubahan. Saya lanjutkan hingga 21 hari dimana setiap 7 hari saya ambil foto untuk melihat perubahannya.

Review Npure Cica Darkspot
Review Npure Cica Darkspot

Di hari ke 21, mulai ada perubahan dimana noda bekas jerawat saya mulai tersamarkan. Pada hari ke 28, noda hitam di wajah hampir tidak terlihat.

Sedikit tips dari saya, memang untuk menghilangkan noda hitam bekas jerawat tidak mudah ya. Sebaiknya gunakan krim ini secara rutin pagi dan malam hari. Mungkin, untuk lebih maksimal lagi bisa digunakan rangkaian produk untuk kulit berjerawat dari Npure.

Oh iya, karena Cica Darkspot ini berbahan dasar alami dan dengan sederet keunggulan yang sudah saya sebutkan tadi, produk ini aman digunakan juga oleh remaja mulai dari usia 14 tahun lho. Nah, untuk mendapatkan produk ini, kamu bisa cek di IG atau langsung meluncur ke websitenya aja di https://npureofficial.id ya.

Baca juga : Review Citra Tone Up Cream

Oke, itu dia review singkat Cica Darkspot dan efeknya di kulit saya. Apa kamu sudah pernah coba juga? Cerita di kolom komentar ya!

08 September 2022

Serunya Milad ke-6 Tapis Blogger

Yeay!

Selamat milad ke-6 tahun, Tapis Blogger! Makin sukses dan makin berjaya mencerdaskan pembaca lewat tulisan dan konten-konten berkualitas.

Milad 6 Tapis Blogger
Milad 6 Tapis Blogger
(Foto : Tapis Blogger)

Yup! Tapis Blogger sudah berumur 6 tahun nih tepat di tanggal 31 Agustus 2022 kemarin. Untuk merayakannya, komunitas blogger di Lampung ini membuat acara yang super keren pada Minggu, 4 September 2022. Acara apa dan bagaimana keseruannya? Simak sampai habis tulisan ini ya!

Keseruan Milad ke 6 Tapis Blogger

Jujurnya, saya baru pertama kali bisa ikut hadir dalam acara milad Tapis Blogger ini. Kalau gabung di komunitas memang sudah hampir 3 tahunan, tapi selama 2 tahun kemarin pandemi membuat Tapis Blogger tidak bisa mengadakan acara secara offline. Makanya, di milad ke 6 tahun ini, beruntung sekali saya bisa hadir langsung dan bersilaturahmi dengan para anggotanya.

Bertempat di Klik Café Bandarlampung, acara ini pun diapresiasi dan dibuka langsung oleh ibu Rika Kemala selaku Sub-koordinator Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung. Dalam sambutannya, Ibu Rika mengajak para influencer, youtuber dan blogger untuk turut mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif di Lampung lewat media sosial.

Disparekraf Lampung
Perwakilan Disparekraf Lampung dan Tapis Blogger
(Foto : Tapis Blogger)

Secara simbolis, Tapis Blogger memotong tumpeng jajanan pasar dan dibagikan pada para pendiri Tapis Blogger, yaitu Naqiyyah Syam, Fitri Restiana, dan Heni Puspita. Tidak hanya itu saja, sebagai bentuk rasa syukur, diundang pula perwakilan dari panti asuhan untuk menerima bingkisan dan berbagi kebahagiaan.

Milad Tapis Blogger
Milad Tapis Blogger

Tapis Blogger berbagi
Perwakilan Panti Asuhan
(Foto : Tapis Blogger)

Puncak acaranya adalah talkshow yang isinya daging semua serta tentu saja ada lomba lengkap dengan taburan hadiahnya.

Talkshow Tapis Blogger

Ada tiga sesi talkshow dengan bahasan berbeda di tiap sesinya. Sesi pertama dan kedua mengangkat tema Menjadi Blogger dan Content Creator Sukses di Era Digital. Sedangkan sesi ketiga berkolaborasi dengan Smartfren mengangkat tema Kain Tapis Lampung : Peluang Usaha dan Melestarikan Ethnic Lampung.

Talkshow Tapis Blogger
Talkshow Tapis Blogger Sesi 1

Narasumber pada sesi pertama adalah dua orang perempuan hebat yang sudah berpengalaman di dunia kepenulisan. Mereka adalah Naqiyyah Syam (Founder Tapis Lampung) dan Ririn Handayani (Editor Media Seputar Lampung).

Dimoderatori oleh Fitri Restiana, sesi pertama ini lebih banyak membahas tentang kepenulisan yang SEO-friendly agar tulisan kita bisa terindeks oleh mesin telusur Google. Dilanjutkan dengan cara mengulas produk dengan baik di media sosial dan blog.

Ssst! Saya bocorkan sedikit tips dari sesi pertama ini ya. Pertama, harus riset tema dan cari referensi yang banyak untuk membuat tulisan unik dan berbeda dari tulisan-tulisan yang sudah pernah ada. Kedua, terus belajar untuk menyelaraskan antara tema, judul dan tulisan karena SEO bukan hanya tentang judul atau satu tulisan saja.

Talkshow Tapis Blogger
Talkshow Tapis Blogger Sesi 2

Baca juga : 2 Cara Blogger Mencintai Lampung

Sesi kedua dimulai dengan cerita penggugah semangat dari sang moderator Yandigsa. Berawal dari sebuah video singkat, kini ia sudah menghasilkan jutaan rupiah setiap harinya. Menjadi Content Creator Produktif menjadi bahasan seru di tangan narasumber yang juga sudah berkecimpung di dunia content creator.

Ada Bang Zack (Admin IG @selampung) dan Jarwo Songha (Youtube Creator) yang berbagi pengalaman dan tips bagaimana bisa konsisten membuat konten yang berkualitas. Menurutnya, membuat konten bisa dimulai dengan cerita di sekitar kita. Kemudian konsisten mempostingnya dan tidak lupa juga mendengar pendapat dari para penonton.

Kalau pada sesi 1 dan 2 membahas tentang konten digital, pada sesi ke tiga ini lebih membahas tentang bagaimana menghasilkan uang dari media sosial. Berkolaborasi dengan Smartfren, narasumber pada sesi ini tidak kalah keren dari keempat narasumber sebelumnya.

Talkshow Tapis Blogger
Talkshow Tapis Blogger Sesi 3

Dia adalah Nur Aini, pemilik Tasyaethnic, usaha kain tradisional Tapis Lampung yang dikreasikan menjadi berbagai bentuk. Mulai dari tas, tempat tisu, gamis, rok wanita, juga kemeja batik untuk pria. Nur Aini dan Agung dari Smartfren berbagi pengalaman mereka tentang memanfaatkan internet dalam memasarkan produk.

Baca juga : Monetize Blog atau Santuy Blog?

Milad Tapis Blogger Bertabur Hadiah

Nah, keseruannya tidak sampai disitu saja. Rupanya, panitia juga menyiapkan banyak hadiah bagi peserta talkshow yang hadir pada hari itu. Mulai dari lomba foto on the spot, lomba video, lomba blog, hadiah untuk penanya terbaik, bingkisan keren untuk peserta teraktif, peserta yang daftar paling awal, dan peserta yang mem-follow IG semua sponsor.

Milad Tapis Blogger
Dapat hadiah juga dong, hihi
(Foto : Tapis Blogger)

Tentu saja saya gak mau ketinggalan dong. Ikut lomba foto on the spot dan di akhir acara, ternyata kepanggil juga nama saya, hehe. Seneng lah dapat hadiah banyak dari Tapis Blogger. Sudah dapat ilmu, dapat berkah silaturahmi, kenyang karena suguhan makanan dan minuman enak dari Klik Café, bawa pulang hadiah juga! Lengkap sudah.

Tapis Blogger X Smartfren
Kolaborasi Tapis Blogger dengan Smartfren
(Foto : Tapis Blogger)

Sesi Foto Yang Seru

Tidak lengkap rasanya kalau menghadiri acara tanpa sesi foto-foto. Apalagi acara seseru ini dan di tempat yang sekece ini. Btw, yang sedikit teralihkan fokusnya ke tempat ini, saya kasih tau deh.

Klik Café yang merupakan tempat acara Milad Tapis Blogger kemarin berlangsung ada di Jl. Gele Harun No. 15 Rawa Laut, Bandarlampung. Gak susah untuk mencari tempat ini, karena letaknya persis di pinggir jalan dan dekat dengan jalan utama yang ramai.

Klik Cafe
Klik Cafe

Tempatnya adem dan berkonsep rumah yang asri dimana ada bangku-bangku kayu dan taman kecil di sudutnya. Beberapa sudut dinding dihias ornamen dengan tampilan yang estetik. Cocok sih untuk santai sejenak sambil minum kopi atau sesekali ambil foto untuk dipajang di instagram. Langsung aja cek ke IG-nya ya, di @klik.kopiid.

Menu Klik Cafe
Menu Klik Cafe

Nah, itu tadi sedikit cerita tentang keseruan acara Milad ke 6 Tapis Blogger kemarin. Kalau kamu pengen gabung ke komunitas ini, boleh langsung meluncur ke IG atau websitenya untuk tanya-tanya dulu ya.

Website : www.tapisblogger.com
IG          : @tapisblogger

Gimana? Tertarik untuk gabung jadi anggotanya?

03 September 2022

Wisata Kali Bronjong, Wisata Sungai Ala Pedesaan di Way Lima

Halo!

Happy Weekend ya! Gimana, sudah ada rencana mau menghabiskan akhir pekan kemana nih? Kalau pengen keluar rumah tapi belum tahu mau kemana, pas banget kamu baca postingan kali ini. Saya mau kasih referensi tempat yang bisa sedikit menghilangkan penat selama seminggu bekerja. Dimanakah itu? Baca sampai habis ya!

Wisata Kali Bronjong Way Lima
Wisata Kali Bronjong, Way Lima

Wisata Kali Bronjong

Yup! Ini wisata kali atau sungai dan bukan wisata pantai atau danau seperti beberapa tempat yang sudah saya posting reviewnya di tulisan sebelumnya. Kali atau sungai alami ini berada di Jl. Negara Ratu, Gg. Way Lima, Cipadang, kecamatan Gedong Tataan, Pesawaran Lampung. Jaraknya sekitar 30 km dari pusat kota Bandarlampung.

Tempat ini bisa banget sebagai pilihan untuk menenangkan diri sejenak dari hiruk pikuknya kesibukan kota. Suasana alami masih sangat terasa disini. Sungai dengan bunyi gemericik airnya mengalir di bawah rimbunnya jejeran pohon karet yang menjulang.

Wisata Kali Bronjong Way Lima
Wisata Kali Bronjong Way Lima

Sebenarnya nama sungai ini adalah Way Padang Ratu. Kata Bronjong diambil dari sebutan bronjong atau gabion yang merupakan bendungan sementara yang digunakan untuk mencegah masuknya air atau tanah pada galian yang telah dibuat. Nah, kalau di pinggir sungai bisa berbentuk anyaman kawat berisi batu, beton atau tanah dan pasir yang digunakan sebagai tanggul untuk mencegah longsor.

Gak heran sih tempat ini dinamakan Kali Bronjong karena memang di sekitar sungainya terdapat bronjong atau gabion yang tersusun dari batu-batu.

Aktivitas di Kali Bronjong

Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan di tempat ini. Mulai dari duduk santai di pondokan pinggir sungai sambil menikmati angin dan mendengar gemericik air, menikmati kudapan sambil berendam kaki di air sungainya yang dingin, hingga river tubing serta wahana darat yang tidak kalah serunya.

Paling utama ya river tubing atau hanyutan menikmati aliran sungainya yang tidak terlalu deras. River tubing ini dapat dilakukan dengan memakai ban sebagai pelampungnya. Jangan khawatir, arusnya tidak terlalu deras dan sungainya juga tidak terlalu dalam kok. Juga, disana ada tempat penyewaan ban berbagai ukuran.

River Tubing Kali Bronjong
River Tubing Kali Bronjong

Sedikit tips bagi yang ingin melakukan kegiatan ini, coba berjalan lebih ke hulu di bagian yang lebih tinggi agar lebih bisa menikmati aliran sungainya. Airnya juga lebih dingin dan segar daripada di bagian bawah.

Meskipun aliran air sungainya tidak terlalu deras dan dalam, tapi anak-anak harus tetap dalam pengawasan orang dewasa demi keamanan dan kenyamanan bersama. Kalau ingin lebih aman, ada kok tempat seperti cabang sungai yang dibuat mirip kolam khusus anak-anak.

Bermain air di Kali Bronjong
Bermain air di Kali Bronjong

Bagi pengunjung yang suka cari tempat karaoke dimanapun wisatanya, jangan khawatir. Di Kali Bronjong juga tersedia tempat karaoke yang bisa digunakan pengunjung untuk memamerkan bakat terpendamnya dalam hal bernyanyi, hehe. Ada beberapa panggung lengkap dengan orgen dan mic-nya yang bisa disewa pengunjung.

Untuk pengunjung yang suka foto-foto, bisa banget explore tempat ini dan ambil foto dengan sudut pandang semenarik mungkin. Kalau ingin yang ada ornamen khas tempat wisata, ada juga. Ayunan kayu dengan tulisan tangan yang mengundang senyum juga ada. Tinggal pilih deh.

Spot foto di Kali Bronjong
Gak punya mantan, jadi gak kangen wkwk

Belum puas dengan aktivitas ini? Boleh deh mencoba wahana darat dengan mengendarai motor All Terrain Vehicle (ATV). Dengan tarif Rp 25.000,- sampai Rp 35.000,-, pengunjung bisa menikmati sensasi off-road sederhana di sekitaran sungai. Meskipun rutenya tidak terlalu ekstrim dan masih terbilang rata, tapi bisa dicoba sebagai permulaan sebelum ke medan yang lebih berat lagi.

Motor ATV
Penyewaan Motor ATV

River tubing sudah, karaoke sudah, motoran juga sudah, waktunya kulineran. Setelah menikmati wahana air yang dingin, memang cocoknya mengisi perut ya. Di tempat wisata ini memang pengunjung bebas membawa makanan dan minuman dari luar, tapi kalau tidak membawa apapun, dijamin gak bakal kelaparan juga kok.

Ada banyak warung yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Mulai dari camilan seperti gorengan, cilok, siomay, sampai makanan berat untuk makan siang semacam soto, bakso, dan pecel sayur. Harganya dijamin ramah di kantong!

Baca juga : Rekomendasi 5 Wisata Pantai di Lampung

Fasilitas di Kali Bronjong

Wisata Kali Bronjong ini memang terbilang masih baru ya, maka dari itu fasilitas yang ada pun masih sederhana. Meskipun begitu, menurut saya fasilitas yang ada sudah lumayan lengkap kok. Ada toilet dengan air mengalir, kamar mandi untuk bilas, dan mushola.

Untuk pondokan di sepanjang pinggiran sungai, pengunjung bisa menyewanya dengan harga mulai dari Rp 30.000,- saja. Untuk kamar mandi, pengunjung dikenakan biaya Rp 2.000,-/sekali masuk untuk buang air atau bilas.

Fasilitas Kali Bronjong
Fasilitas Kali Bronjong

Nah, untuk parkir kendaraan, pengunjung bisa dengan bebas memilih area parkir selama ada di batas kendaraan dan tidak terlalu dekat dengan area warung dan sungai. Uniknya, disini ada beberapa tukang parkir yang mengatur kendaraan dan sepertinya memiliki areanya sendiri.

Jadi, meskipun sudah membayar tiket masuk di pintu depan, kalau mau keluar dengan kendaran ya bayar parkir lagi ke petugas yang berada di tempat kendaraan pengunjung parkir. Tapi tenang saja, biaya parkirnya masih seperti pada umumnya kok, sebesar Rp 5.000,-/mobil.

Tiket Masuk dan Lokasi Kali Bronjong

Untuk menikmati segarnya kali Bronjong ini, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 20.000,- untuk mobil dan Rp 10.000,- untuk motor. Harga ini sudah termasuk orang di dalamnya, jadi tidak berpatokan pada berapa banyak orang yang masuk ya. Lumayan murah jadinya kalau pakai mobil dengan muatan penuh sih, hehe.

Tiket masuk kali bronjong
Tiket masuk kali bronjong

Akses ke lokasi ini juga cukup mudah. Dari arah Bandarlampung bisa berkendara menuju simpang Gedong Tataan. Terus berkendara melewati kawasan kantor Pemda Pesawaran hingga simpang Pampangan kemudian belok kiri. Wisata Kali Bronjong berada sekitar 2 km dari simpang ini. Ada plang penunjuk arah juga kok, jadi tidak khawatir akan tersesat.

Wisata Kali Bronjong ini bisa menjadi alternatif tujuan wisata yang masih alami dengan nuansa pedesaan. Sedikit tips lagi, kalau mau kesini dan menikmati air sungainya, lebih baik datang pagi saja agar matahari tidak terlalu terik. Gak usah mandi dari rumah, sekalian mandi di sungai yang airnya beneran segar, hehe.

Gimana? Berminat untuk mengunjungi Kali Bronjong? Komen di bawah ya!

Baca juga : Seseruan Bareng Kompakers Lampung di Wira Garden