Halaman

13 Januari 2017

Takdir dan Masalah

“Dirimu merenungi kehidupan yang bagaimana lagi? Menurutku, yang kamu miliki sekarang sudahlah lengkap. Cantik, pintar, tinggi dan berat badan proporsional. Not like me.”

Semalam, inboxku kedatangan pesan pendek dari seorang teman. Isinya begitu, menyebutku perempuan yang punya segala sesuatunya dan tak mungkin punya hal yang diberatkan lagi. Aku menghela nafas, kemudian tersenyum pada diri sendiri. Perenunganku tentang kehidupan yang awalnya memang sudah kulakukan tampaknya kini akan lebih diperdalam lagi, hehe.

Rasanya pepatah yang mengatakan bahwa rumput tetangga itu terlihat lebih hijau, tampaknya masih bisa berlaku disini. Bagiku, setiap orang pasti punya masalah yang berbeda. Bisa saja, orang yang terlihat bahagia, selalu tersenyum, ringan candanya, dan tampak tak ada beban, malah menyimpan masalah yang mungkin hanya dia yang tahu. Atau, bisa saja orang yang terlihat selalu diam, tidak banyak bercanda, dan tampak banyak beban, malah tak ada masalah yang benar-benar serius dan itu memang pembawaan dirinya yang pendiam.

Dan lagi-lagi tentang masalah. Dulu memang aku berfikir masalah adalah hal yang tidak menguntungkan dan banyak membawa kerugian. Tapi sekarang, aku mencoba untuk memandang masalah dengan tidak hanya dari satu sudut pandang saja. Aku berusaha memahami bahwa masalah adalah jalan yang ditakdirkan untuk kita bisa berfikir. Bukankah manusia diciptakan untuk berfikir dan tidak hanya menerima apapun yang ditakdirkan? Menerima takdir, bagaimanapun bentuknya adalah hal yang wajib, tetapi bagaimana takdir itu bisa membawa perubahan bagi kita, itulah hakikatnya mengapa kita mesti berfikir.  Apakah takdir itu akan bisa menjadikan kita manusia yang lebih bersyukur atau menjadikan kita manusia yang lebih kufur.

Jadi, kalau memang ada seseorang atau beberapa orang, atau banyak orang yang mengirim pesan seperti yang kutuliskan di awal tulisan ini, balas saja dengan senyuman dan,

“Aamiin... semoga saja memang begitu.”

yeaaahhh.. ;)

Note :
Ini tulisan sudah lama, dan aku gak sengaja nemu di komputer (di metadatanya tertulis 30 Januari 2013) tapi sepertinya gak usang untuk diposting sekarang. 

Tidak ada komentar: