Halaman

27 November 2018

Day #8, 5 Barang Yang Selalu Ada di Tas

"Ransel ransel ransel ransel,aku ransel terisi penuh,berisi barang ini dan itu,semua barang yang kau perlu tersedia hanya untukmu. ransel ransel ransel ransel yeee !"

Siapa disini yang suka bawa tas ransel kemanapun pergi? Seperti si Dora itu. Isi tasnya banyak dan bermacam-macam. Bahkan ada petanya juga lho, hehe.

Ini tas ransel mini saya. Walaupun mini bisa muat banyak juga.
Saya salah seorang yang suka sekali bawa tas ransel. Dari dulu, saya jarang sekali punya tas selempang, boro-boro tas cantik ala-ala perempuan anggun itu. Dengan membawa tas ransel, kedua bahu saya juga punya beban yang sama. Selain itu, tas ransel itu bisa muat apapun. Dari barang kecil semacam lipbalm, sampai barang besar seperti laptop.

Sebenarnya isi tas saya itu gak banyak, tapi tetap ya ada beberapa barang yang kemanapun saya pergi, rasanya hampir selalu ada di tas saya. Apakah itu? Yuk intip!

Dompet
Whoaaa ini gak perlu disebutkan alasannya lah ya. Gak mungkin kan kemana-mana tanpa bawa dompet? Walaupun isinya kadang cuma KTP dan beberapa lembar uang ribuan, tapi kalau ditinggal bisa berabe.


Air minum
Ceritanya lagi mendukung gerakan Go Green ini. Jadi daripada beli air minum kemasan yang kalau sudah habis botolnya bakal dibuang, mending bawa minum sendiri dari rumah. Walaupun sebagian orang menganggap beli air minum di jalan itu lebih praktis, tapi saya merasa bawa minum sendiri lebih hemat dan ramah lingkungan. Gak apa-apa repot sedikit, demi sayang sama bumi, hehe.

Ponsel dan chargernya
Ini juga salah satu barang yang selalu ada di tas. Tahu sendiri sekarang dimanapun dan kapanpun pegangannya ponsel. Gak lagi jalan, lagi jajan, lagi makan, bahkan lagi kumpul bareng pun yang dipegang malah ponsel. Dan karena ponsel saya ini keluaran lama dan sudah sepuh, makanya daya tahan baterainya juga sudah gak lama. Alhasil saya harus bawa chargernya juga kemana-mana. Apalagi kalau bepergian jauh. Mampir di warung makan pun matanya jelalatan cari colokan listrik, haha.

Kosmetik dasar
Saya ini sebenarnya bukan tipe perempuan yang suka dandan. Paling males deh kalau sudah suruh pakai bedak tebal, eye shadow, dan teman-temannya. Tapi, gak mungkin juga dengan muka polos kemana-mana. Apalagi kerjanya juga di garda depan yang ketemu banyak orang. Jadi mau gak mau setidaknya pakai bedak lah ya. So, dompet cantik yang gak bisa dipisahkan dari isi tas saya isinya hanya pelembab, bedak, lipbalm, dan lotion.

Tapi, diantara kosmetik paling standar itu, yang paling gak bisa ketinggalan adalah lotion. Kenapa? Karena kulit saya ini tergolong mudah kering kalau terlalu lama di ruangan dengan pendingin udara. Juga biasanya rasanya gak enak aja kalau habis dari bermain air, ya cuci tangan, cuci piring, atau apapun yang berhubungan dengan air. Jadi lotion ini harus ada kemanapun saya pergi.

Sepasang Alat Tulis (Buku catatan kecil dan pena)
Walaupun sudah ada ponsel pintar yang menyediakan fitur catatan, tapi saya merasa kurang klop kalau gak bawa pena dan buku catatan kecil. Saya terbiasa mencatat apapun yang melintas di kepala saya. Kalau kata penulis yang sudah pro, jangan biarkan ide melintas sia-sia. Jadi, kapanpun ada lintasan ide akan saya catat secepatnya.

Alasan lain saya bawa pena kemana-mana juga karena biasanya pena di meja kerja saya ini punya kaki. Sering hilang dari pandangan, kadang kembali diam-diam, hehe. Jadi daripada emosi hanya gara-gara pena hilang, lebih baik saya bawa aja kemana-mana. Siapa tahu di tengah jalan ada yang minta tanda tangan kan? Hwahaha.

Nah itulah 5 barang yang selalu ada dalam tas saya selain barang-barang lain yang kadang bawa, kadang ditinggal. Kalau isi tas kamu apa aja?


Tidak ada komentar: