06 April 2023

5 Rekomendasi Buku Anak Penuh Pesan Moral

Halo!

Apa kabar puasanya di 10 hari kedua ini? Anak-anak yang masih belajar puasa juga masih terkondisikan kan ya? Hehe. Untuk mengisi waktu menjelang berbuka atau setelah sahur, boleh banget dibacakan buku-buku cerita yang banyak memberi pesan moral pada anak. 

Rekomendasi Buku Anak
Rekomendasi Buku Anak

Kali ini, saya punya 5 buku rekomendasi yang pesan moralnya bagus banget dengan alur cerita dan ilustrasi yang menarik. Apa saja? Lanjut bacanya ya!

Petualangan Orange, Si Kantong Plastik oleh Fadila Hanum

Seperti judulnya, buku ini menceritakan petualangan Orange, sebuah kantong plastik berwarna orange bekas belanjaan. Buku ini mengajarkan anak-anak bagaimana cara menjaga bumi dengan dimulai dari lingkungan terdekat dulu. Salah satunya adalah dengan meminimalkan sampah plastik dan mengolahnya menjadi barang yang berharga.

Petualangan Orange
Petualangan Orange oleh Fadila Hanum

Kisah si Orange dimulai dari suatu tempat belanja dimana ia dan teman-temannya berjajar rapi di samping kasir untuk kemudian digunakan sebagai wadah barang belanjaan pembeli. Petualangannya berlanjut hingga sampai di rumah dan berkumpul dengan sampah-sampah plastik lainnya.

Tidak hanya sampai disitu, Orange dan teman-temannya pun kembali berpetualang karena bertemu dengan seseorang yang bisa memilah sampah dan menjadikannya lebih bermanfaat daripada sekedar dibuang begitu saja.

Selain menceritakan petualangan si Orange, dalam buku ini juga diselipkan banyak informasi mengenai sampah, fakta-taktanya, dan tips menangani sampah plastik.

Saya mengenal baik Fadila Hanum karena dulu pernah satu atap di organisasi kepenulisan. Dia telah banyak menelurkan karya tulis berupa buku anak dan ensiklopedi anak. Terbukti dia mendapat penghargaan dalam ajang Islamic Book Award atas karya-karyanya. Memang gak salah sih, tulisan-tulisannya banyak mengedukasi anak-anak dan memiliki nilai moral tersendiri.

Kami Dijadikan Pupuk oleh Fadila Hanum

Masih dari penulis yang sama, Fadila Hanum, buku ini juga menceritakan kisah petualangan si daun pisang. Kalau tadi Orange adalah sampah plastik yang tidak bisa diurai di tanah dan harus diolah kembali, si Unpi ini sampah organik yang bisa terurai dan dijadikan pupuk.

Kami Dijadikan Pupuk
Kami Dijadikan Pupuk oleh Fadila Hanum

Cara menceritakan tokoh si Unpi dalam buku ini juga mudah dimengerti. Kisahnya diawali dari sebuah pasar dimana Unpi dijual sebagai pembungkus makanan yang kemudian dibeli oleh seorang ibu.

Unpi dan teman-temannya melewati beberapa proses yang membuat mereka senang karena merasa bermanfaat untuk manusia. Satu hal yang mengejutkan mereka adalah adanya pengolahan lebih lanjut dari manusia yaitu membuat pupuk dari sampah daun dan sisa sayuran lainnya.

Dalam buku ini juga dijelaskan mengenai pembagian sampah organik dan anorganik. Serta, bagaimana cara yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mengolah kembali sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat lagi.

Baca juga : 3 Ide Kegiatan Ramadhan

Aku Bisa Ditabung – A.W. Wibowo

Masih tentang sampah, kali ini buku Aku Bisa Ditabung ditulis oleh A.W. Wibowo. Buku ini menceritakan kisah sekawanan botol di dapur Bunda Tia. Ada botol kecap, botol saus, dan botol sirup. Ketika para botol itu sudah habis isinya, Bunda Tia tidak membuangnya ke tempat sampah melainkan mengirimnya ke Bank Sampah.

Aku Bisa Ditabung
Aku Bisa Ditabung oleh A.W. Wibowo

Dalam buku ini dijelaskan apa itu Bank Sampah dan manfaat apa yang bisa diambil dari sana sehingga anak-anak menjadi tahu bagaimana sampah tidak teronggok begitu saja. Ceritanya mengalir dan mudah dipahami. Ilustrasinya juga jelas dengan warna-warna yang menarik.

Yuk Pakai Shampo – Ns. Eramayawati dan dr. Nuril Annisa

Buku selanjutnya yang saya rekomendasikan adalah Yuk Pakai Shampo karya Ns. Eramayawati dan dr. Nuril Annisa. Biasanya anak-anak kan susah mandi ya, apalagi kalau harus keramas dan pakai shampo. Alasannya beragam, mulai dari dingin lah, malas lah, atau pakai shampo pedih matanya.


Yuk Pakai Shampoo
Yuk Pakai Shampoo oleh Ns. Eramayawati dan dr. Nuril Annisa

Nah dalam buku ini ada tokoh bernama Rino yang malas pakai shampo. Akibatnya, rambutnya masih terlihat kotor, gatal, dan rontok. Untungnya ada tokoh lain bernama Super Sam yang akan membantu masalah Rino. Super Sam ini adalah shampo yang bisa bicara dan memberikan informasi tentang apa itu shampo, bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, dan bagaimana cara menggunakannya.

Dengan ilustrasi yang lucu dan berwarna-warni, buku ini cocok dibacakan untuk anak-anak, siapa tahu anak jadi rajin mandi dan bebersih rambutnya.

Hadiah Dari Mama – Anisa Widiyarti

Siapa nih yang anaknya suka iri sama saudaranya? Padahal sebagai orangtua, pasti gak mau dong membedakan antara satu anak dengan lainnya? Orangtua juga pasti akan berusaha memberikan kasih sayang, cinta, perhatian, dan bimbingan yang seadil-adilnya.

Hadiah Dari Mama
Hadiah Dari Mama oleh Anisa Widiyarti

Buku ini menceritakan tentang dua kakak beradik yang saling berprasangka terhadap mamanya. Mereka berharap mendapatkan hadiah ketika mereka mendapatkan rangking 10 besar saat pembagian rapor nanti.

Rupanya benar, kedua anak ini berhasil meraih 10 besar dalam kelasnya. Janji mama tidak ingkar. Mama memberikan hadiah pada mereka. Satu diberi tas, yang satu lagi diberi sepeda. Kok mama memberi hadiah yang berbeda ya?

Ada pesan moral tersendiri dalam buku ini yang bisa disampaikan pada anak-anak. Tentang berprasangka baik, menerima pemberian dengan ridho, dan berterimakasih.

Nah, itu dia 5 buku yang saya rekomendasikan untuk bahan bacaan anak-anak di rumah. Sebenarnya masih banyak buku lain yang bagus juga, tapi mungkin di tulisan selanjutnya saya posting lagi ya!

Happy reading, semua!

05 April 2023

Tabloid Legendaris Masa Sekolah

Bicara tentang masa-masa di sekolah, pasti banyak sekali kenangan yang sampai sekarang mungkin belum atau bahkan tidak bisa terlupakan. Masa awal masuk sekolah di lingkungan yang sama sekali baru, memakai seragam baru, bertemu dengan seseorang yang mewarnai hari-hari atau kebiasaan yang tak bisa terulang kembali karena memang sudah berbeda era.

Tabloid Legendaris Semasa Sekolah
Tabloid Legendaris Semasa Sekolah

Nah, salah satunya adalah menggandrungi majalah atau tabloid bersama teman sekolah. Dulu, sewaktu saya masih sekolah, belum ada ponsel cerdas yang bisa digunakan untuk mengakses bacaan sebanyak sekarang. Boro-boro ponsel cerdas, internet pun bahkan belum sampai di sekolah, hihi.

Satu-satunya sumber untuk mencari informasi atau sekadar ajang untuk bergaul adalah dari majalah, tabloid atau koran. Sebab, dari media-media cetak itulah, anak-anak sekolah bisa berekspresi atau mengetahui kabar terbaru dari artis idolanya. Apa saja tabloid itu? Yuk-yuk, lanjut bacanya!

1. Tabloid Gaul

Anak sekolah era 90-2000an pasti sebagian besar kenal dengan tabloid ini. Berisi seputar informasi tentang artis yang sedang hits, tips ringan sehari-hari, poster foto artis, hingga tulisan fiksi yang bisa dinikmati anak remaja menjadikan tabloid ini banyak diminati. Salah satunya saya. Mungkin penamaan Gaul ini juga ditujukan agar yang membaca tabloid ini lebih bisa merasa gaul dan update informasi.

Tabloid Gaul
Tabloid Gaul

Walaupun tidak sampai rutin dan berlangganan setiap minggunya, tapi kalau ada edisi yang sekiranya bagus, saya akan beli. Apalagi beberapa kali tulisan cerpen saya dimuat di tabloid ini, sudah pasti saya cari dari loper ke loper, hehe.

Terakhir kali saya baca tabloid Gaul ini sepertinya saat kuliah semester akhir, sekitar tahun 2009. Sekarang, saya belum menemukan lagi tabloid ini beredar di pasaran, atau saya aja yang kurang kelilingnya?

2. Majalah Aneka Yess

Media kedua adalah majalah Aneka Yes. Berbeda dengan tabloig Gaul, majalah ini tentunya lebih tebal dalam segi halamannya. Otomatis juga harganya lebih mahal. Makanya saya hanya bisa baca saat beli majalah bekasnya yang banyak dijual di pasaran dengan harga yang jauh lebih murah.

Majalah Aneka Yes
Majalah Aneka Yes

Dulu, membeli majalah bekas atau majalah yang sudah terlewat tanggal edisinya beberapa bulan atau beberapa tahun itu lumrah saja. Bagi saya, yang penting bisa menikmati isi majalah itu. Kalau beritanya yang seputar kegiatan artis, jujur saya tidak terlalu fokus kesana. Saya lebih menikmati tulisan-tulisan fiksi dan artikel lepas lainnya.

Sampai sekarang, saya masih punya beberapa majalah ini yang kadang saya baca ulang sambil tersenyum mengingat betapa jayanya majalah-majalah ini dulu.

Baca juga : Top 5 Buku Favorit

3. Tabloid Nova

Sebenarnya ini tabloid yang target pembacanya adalah ibu-ibu muda ya, bukan anak sekolah. Tapi, karena dulu ibu saya sempat berlangganan tabloid ini, jadi saya ikut baca juga. Tabloid ini berisi macam-macam informasi yang menarik.

Mulai dari resep masakan, info seputar artis, kisah nyata yang dituangkan dalam narasi (yang sampai sekarang ternyata masih banyak diminati oleh masyarakat), cerita fiksi berupa cerpen dan cerbung, sampai tips sehari-hari.

Tabloid Nova
Tabloid Nova

Saya ingat sekali, kalau mau masak menu yang spesial, pasti cari resepnya dulu di tabloid ini. Gak jarang juga saya praktekin di rumah walaupun kadang ada beberapa bahan yang ter-skip karena gak nemu atau karena lagi gak ada dalam malas carinya, hehe.

Saya juga ingat sekali saya selalu menunggu cerbung di tabloid ini. Sampai-sampai ketika ibu saya gak berlangganan dan cerbung yang saya baca belum tuntas, saya cari edisi bukunya karena saking penasaran.

Saya gak tahu, apakah sekarang tabloid ini masih beredar dalam bentuk cetakan fisik seperti dulu, atau sudah lebih modern dengan bisa diakses lewat ponsel cerdas.

Itu dia, beberapa tabloid dan majalah legendaris semasa sekolah yang sekarang mungkin sudah tidak beredar dalam bentuk cetakan fisiknya. Kalau ingat itu, saya jadi merasa betapa sekarang sangat mudah mengakses bacaan dari mana saja. Tidak seperti dulu yang harus menunggu setidaknya seminggu sekali untuk bisa membaca edisi terbarunya.

Apa kalian punya koleksi majalah atau tabloid lain yang legendaris? Tulis di kolom komentar ya!

04 April 2023

Review Buku, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

Judul : Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

Penulis : Puthut EA
Penerbit : Mojok
Tahun Terbit : Cetakan ke 7, 2018
Jumlah halaman : 256 halaman

Halo!

Kembali lagi nih review buku dan kali ini ada satu novel yang menurut saya cocok dibaca kalau kamu sedang ingin melow atau lebih mendalami suasana yang sendu, mendung, dan malas ngapa-ngapain.

“Aku tak ingin cinta sejati. Tapi biarkan aku mencicipi cinta yang bukan hanya sesaat. Biarkan aku berjuang dan bertahan di sana. Biarkan aku tersiksa untuk terus belajar bersetia. Aku rela tenggelam di sana, sebagaimana segelintir orang yang beruntung mendapatkannya.”

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Puthut EA
Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Puthut EA

Pembukaan yang cukup melankolis kan ya? Hehe. Oke, novel ini bercerita tentang seorang laki-laki yang di sepanjang kisahnya hampir selalu galau oleh perasaannya sendiri. Di usia yang sudah cukup mapan untuk menikah, ia tak kunjung menemukan perempuan yang akan menjadi pasangan hidupnya, padahal keluarganya selalu mendorongnya untuk segera menikah.

Bukan tidak ada perempuan yang ingin menikah dengannya, tetapi lebih pada dirinya sendiri yang masih terkurung dalam bayang masa lalunya. Ia seperti terpenjara dalam perasaan sedih pada masa lalu dan belum bisa sembuh hanya dengan mengganti seseorang masuk dalam hidupnya.

Nah, saya mau kupas satu persatu karena jujur ya, biasanya saya gak terlalu suka novel santai, tapi kali ini kok bisa sebagus itu?

Pertama, dari segi penokohan. Novel ini menggunakan sudat pandang orang pertama ‘aku’ sebagai pencerita. Dari awal hingga akhir, tidak ada satupun yang menyebutkan siapa nama si tokoh, tapi tetap saja si aku ini hidup dan seolah punya jiwanya sendiri. Penggambaran karakternya sangat kuat. Di satu sisi, ia seperti seorang pesimis dan dingin. Tapi di sisi lain, ia sangat hidup dan menikmati setiap episode kehidupannya.

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Puthut EA
Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Puthut EA

Ada satu bab khusus yang menerangkan sisi lain dari si tokoh ini, dan menurut saya bab ini cukup membantu pembaca memahami sisi lainnya. Tidak seperti bab lainnya, khusus bab ini, Puthut EA menggunakan kata ganti ‘kamu’ untuk mempertegas bahwa si ‘aku’ ini sedang berbicara dan melihat bayangnya sendiri.

Kedua, dari segi alur cerita. Jujurnya, membaca novel ini harus agak konsentrasi ya karena alurnya yang sedikit bercampur, maju dan mundur. Kadang ia bercerita tentang masa lalu, kadang terus lanjut ke masa berikutnya. Hampir setiap bab juga menceritakan kisah berbeda dari si tokoh, terutama tentang perempuan-perempuan yang pernah ditemui atau dikenalkan padanya. Kadang saya agak bingung, ini cerita tentang perempuan yang mana ya? Haha.

Baca juga : Resensi Novel Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil

Ketiga, inti cerita itu sendiri. Greget sih kalau pas baca tentang perjalanan perasaan si tokoh pada perempuan-perempuan yang pernah ditemuinya. Rasanya tuh seperti pengen bilang, sudahlah terima saja si A ini, dia cocok untuk kamu! Tapi rupanya si aku masih tetap diam dan malah jadi terlihat bodoh dan menyebalkan. Begitu beberapa kali terulang.

Uniknya, dari potongan-potongan cerita inilah, saya sebagai pembaca sangat penasaran bagaimana akhir kisah si aku ini. Entah itu akan berakhir bahagia, atau sedih, atau tetap menggantung. Saya gak mau kasih spoiler, tapi serius, ada kejutan di akhir ceritanya yang membuat saya makin greget segreget-gegetnya, haha.

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Puthut EA
Cinta Tak Pernah Tepat Waktu Puthut EA

Ke empat, novel ini punya pesan-pesan tersendiri yang bisa diambil oleh para pembacanya. Saya pribadi menganggap bahwa bukan cinta namanya kalau tidak tepat waktu. Cinta itu ya pasti tepat waktu. Tepat ketika kita siap menerima cinta, tepat ketika ada yang mencintai kita setulusnya.

Novel ini saya rekomendasi untuk kalian baca. Meski ceritanya tentang cinta yang mungkin sudah banyak sekali dituliskan, tapi cara penggambaran tokoh, pembawaan alur cerita, imaji-imaji, dan dialognya punya karakter tersendiri.

Selamat membaca, dan jangan lupa tuliskan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ya! Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Baca juga : Terbius Aroma Karsa ke Dunia Lain