07 Juni 2024

Surat Untuk Wafa

Halo, Sayang. Ini ibu di waktu kamu umur 1 tahun. Hari ini setahun yang lalu, pagi-pagi ibu sudah siap untuk ke RS. Rencananya ada kontrol lanjutan karena sebulan sebelumnya saat cek posisi janin, kamu masih sungsang.


Surat untuk Wafa
Wafa 1 tahun

Gak ada yang ibu bawa kecuali dokumen rujukan dan buku KIA. Selebihnya paling hanya camilan dan air minum. Berangkat diantar akung dan uti, sementara ayahmu pakai motor sendiri biar bisa lanjut kerja setelah kontrol nanti.


Kami semua berdoa, berharap posisi kamu sudah membaik dan siap untuk dilahirkan meski HPL masih sekitar semingguan lagi. Tapi ibu juga sudah pasrah apapun keadaannya, bagaimanapun cara melahirkanmu, ibu ikut kata dokter yang terbaik saja.


Sampai akhirnya nama ibu dipanggil dan kamu diperiksa dokter. Benar dugaan ibu, posisimu masih sungsang ditambah air ketuban sudah makin sedikit dan mulai keruh. Jalan terbaik adalah operasi caesar secepat mungkin. Dokter memberi pilihan hari ini atau besok.


Keluar ruangan, hati ibu sudah gak karuan sebenarnya. Tapi rasa ingin cepat bertemu denganmu membuat secercah harapan bahagia juga. Tapi begitu melihat uti, ibu langsung menangis. Entah kenapa, ingin menangis saja. Uti bilang, lebih cepat lebih baik. Jadi, kami putuskan untuk melahirkanmu hari itu juga, tinggal menunggu jadwal dokter dan mengurus administrasi.


Ayahmu tak jadi lanjut kerja, ia langsung mengabari keluarga mbah dan mengurus segala keperluan ibu sebelum operasi. Ibu sudah tak boleh keluar RS lagi dan tak boleh makan besar lagi. Akung dan uti pamit pulang untuk ambil hospital bag di rumah. Untung sudah ibu siapkan semua keperluan dalam satu tas, jadi gak terlalu repot kalau dadakan begini.


Tapi, hari itu benar2 hari sibuk untuk semua orang. Senin yang serba buru2, Senin yang serba sibuk. Tidak terkecuali akung dan uti. Akung ada pertemuan dengan rekan kerja. Uti juga ada beberapa rapat penting dan mengurus beberapa hal di beberapa tempat.


Ayah dan ibu hanya berdua di RS, masih terus menunggu kamar yang kosong hingga untuk sementara ibu hanya bisa menunggu di ruang perawatan. Jujurnya, perasaan ibu campur aduk. Dalam hati selalu bertanya, hari ini kah pertemuan ibu dengan kamu? Hari ini kah ibu akan benar2 menjadu seorang ibu? Ah rasanya kayak mimpi.


Operasi Caesar
Menunggu di ruang perawatan dan masih bisa ketawa nyengir pose


Lewat tengah hari, ayah dan ibu masih harus menunggu jadwal operasi yang katanya pukul 15.00 atau 16.00 sore nanti. Masih di ruang perawatab bersama dengan beberapa calon ibu yang juga menanti pertemuan dengan malaikat kecilnya.


Ayah dan ibu hanya diam, sesekali tersenyum meringis kala di sebelah ada ibu2 yang menangis, teriak, memanggil2 perawat atau dokter karena sedang kontraksi. Sementara ibu tenang saja dan tak merasakan sakit apapun.


Berselang beberapa waktu, perawat datang dan memberi baju operasi untuk ibu. Segala peneriksaan jantung, nadi, dan apapun itu sudah mulai dilakukan. Ibu makin degdegan. Akung dan uti belum juga kembali padahal ada beberapa barang yang perlu dipakai.


Sampai akhirnya sekira pukul 15.00 ibu dipindahkan ke ruang lain, dipasang kateter, infus, dan sudah steril dalam artian tak ada siapapun yang menemani lagi. Rasanya ingin sekali ditemani oleh ayahmu seperti artis2 yang melahirkan caesar, tapi nyatanya itu tak diperbolehkan. Syukurnya, tim dokter dan perawat semuanya ramah dan menyenangkan. Tak ada wajah2 tegang, semuanya membuat ibu merasa santai dan baik2 saja.


Hingga tiba waktunya tindakan mengeluarkanmu. Lalu tiba2 sebuah tangisan memenuhi ruangan bersamaan dengan diangkatnya seorang bayi mungil di hadapan ibu. Itu kamu, Wafa. Tak ada jeda untuk berfikir, ibu langsung menangis keras. Rasa ingin memelukmu namun tak bisa. Rasa bahagia bercampur haru. Lalu tak percaya kamu sudah keluar dari perut ibu.


Seperti apakah wajahmu? Bagaimanakah rupa senyummu? Sekeras apakah kamu menangis? Rasanya waktu begitu panjang ketika menanti pertemuan denganmu. Ibu kira bisa langsung mengecupmu, tapi nyatanya ibu harus menunggu lebih lama lagi.


Baca juga : Journey To Be A Mom


OOO


Sejujurnya, ibu tak bisa tidur nyenyak malam itu. Meski ayah sudah memberikan fotomu, tapi rasanya belum puas kalau belum bertemu langsung denganmu. Hingga akhirnya perjumpaan denganmu tiba saat matahari sudah mulai cerah.


Wafa Newborn
Wafa Newborn


Bunyi derit kereta bayi terdengar mendekat ke arah tempat tidur sembari perawat memanggil nama ibu. Membuncah hati ibu saat akhirnya kita bertemu. Kamu benar2 mungil saat itu, Nak. Berbalut selimut kuning, meringkuk di pinggir box kaca, seolah kamu malu.


Tidak ada kata yang bisa menggambarkan perasaan ibu saat itu. Menggendongmu untuk pertama kalinya, mendekapmu untuk pertama kalinya, mengecupmu untuk pertama kalinya. Rasanya seperti mimpi, sampai ibu bertanya untuk yang entah ke berapa kalinya. Apakah bayi ini anak ibu? Ini bukan khayalan kan? Ini nyata kan?

Gendongan pertama
Pertama kali gendong Wafa

OOO


Dan kini satu tahun berlalu, sepertu baru kemaein rasanya. Wafa, terimakasih ya sudah memilih ibu jadi ibumu.


Selamat ulangtahun ke 1, Nak.


Bumisari, 5 Juni 2024, 22.52 WIB


Baca juga :Akikah Bayi; Selamat Datang Malaikat Kecilku

25 April 2024

Promil Part 3; Jeruk Nipis Sampai Resep JSR

Halo!
Kembali menulis kisah perjuangan menjemput malaikat kecil setelah beberapa lama terputus. Sekali lagi, saya hanya ingin berbagi kisah, bukan menggurui, bukan cari perhatian, apalagi pamer, hehe. Karena yang namanya anak itu adalah rezeki, dan setiap orang sudah punya rezekinya masing-masing. Urusan anak juga hanya Allah yang bisa turun tangan, manusia itu hanya berusaha dan berdoa. Semua kembali ke Sang Pencipta manusia itu.

Promil herbal

Oke, di bagian sebelumnya, saya sudah tuliskan bagaimana usaha awal saya dan suami ke dokter, menebus obat, dan diet yang terasa amat berat. Juga bagaimana pada akhirnya kami beristirahat sejenak untuk menenangkan diri setelah perjuangan hampir setahun ke dokter itu belum juga membuahkan hasil yang nyata.

Sebenarnya, saya juga terus mencari alternatif lain untuk promil selain ke dokter. Ada banyak saran dari orang-orang yang bertemu dengan saya. Minum dugan hijau yang dibakar, makan kurma muda, minum air buah zuriat, sampai makan biji merica. Setidaknya ada beberapa alternatif promil yang saya lakukan demi menjemput garis dua ini selain ke dokter.

1. Promil Jeruk Nipis Ala Dewi Yull

Sepertinya mudah ya, tapi ternyata gak banget! Haha. Jadi, promil jeruk nipis ini dilakukan selama 14 hari berturut-turut dengan cara meminum perasan jeruk nipis. Jumlah jeruk nipis yang diminum per harinya bervariasi dan mengikuti pola tertentu. Hari pertama 1 buah, dan seterunya hingga 24 buah. Duh, nulis ini sambil membayangkan rasa asemnya, jadi merinding sendiri.

Jujur, sebelum saya coba resep ini, saya sudah berkali-kali mencari referensi dan testimoninya. Ada beberapa yang setuju dan berhasil meskipun ada juga yang tidak. Namanya juga usaha, jadi saya mau coba juga yang ini.

Percaya atau gak, saya berhasil minum perasan jeruk nipis sampai lebih dari seminggu sepertinya. Suami sempat khawatir karena saya kelihatan tersiksa setiap kali minum jeruk nipis itu. Ya gimana gak tersiksa, saya yang gak suka rasa buah yang asem sedikit pun, malah harus minum air jeruk nipis yang kalian tahu kan rasanya gimana, hehe.

Saya juga tahu ada yang diam-diam menertawakan promil jeruk nipis saya ini. Ironisnya, dia juga seorang perempuan yang harus menanti kehamilan setelah menikah meski tidak sepanjang penantian saya. Dalam hati, saya berdoa semoga ikhtiar saya gak sia-sia. Tapi memang promil jeruk nipis ini gak berhasil di saya karena saya gak kuat sampai akhir, huhu.

2. Pola Makan Ala PCOS Fighter

Kebanyakan penderita PCOS ini perempuan dengan kelebihan berat badan meskipun tidak jarang juga perempuan yang bisa dibilang kurus. Termasuk saya ini. Sebenarnya, pola makan ala PCOS fighter ini sehat dan mudah. Intinya menghindari tepung-tepungan dan gula karena kebanyakan sindrom ini berkaitan dengan resistensi insulin.

pcos diet
Salad sayur favorit saya

Saya ikuti sebisanya. Sampai-sampai saya luangkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk menyusun menu sehat, hehe. Dimulai dari sarapan pagi dengan buah, oat, telur rebus, atau kacang-kacangan. Dahlah bye-bye sama roti bakar, nasi uduk atau buryam sementara waktu. Makan siang dengan nasi dalam porsi kecil tetapi protein yang lebih banyak serta sayuran. Skip gorengan apalagi bakwan yang full tepung. Padahal bakwan itu favorit saya, huhu.

Camilan, saya banyakin buah atau makanan rebusan. Pisang rebus, singkong rebus, mantang rebus, kacang rebus. Dah itu aja. Bosan? Sejujurnya kadang bosan juga, jadi ada hari dimana saya melonggarkan diri sendiri untuk makan 'enak' tapi tetap gak berlebihan juga.


3. Resep JSR 

Hampir sama sih dengan pola makan PCOS fighter, resep JSR ini juga lebih ke makan sehat tanpa olahan berlebih dan minuman rempah.

Salah satu minumannya yang sampai sekarang masih saya simpan resepnya adalah minuman rempah pembersih rahim. Minuman ini terbuat dari campuran jahe, ketumbar, kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan madu. Gampang banget buatnya. Diminum hangat enak banget. Diminum dingin juga seger.

promil rempah
Rempah andalan saya

Dari satu minuman ini, saya kepoin minuman-minuman lain yang sekiranya sesuai dengan kondisi tubuh saya dan suami. Cocok? Iya. Saya yang tadinya kalau datang bulan selalu sakit banget sampai gak bisa ngapa-ngapain, setelah minum rempah jadi lumayan berkurang sakitnya. Asal rutin aja.

Nah, saya coba bawa minuman rempah ini ke tempat kerja, dan taraaa.. sebagian teman kerja malah ikutan mau coba juga karena penasaran. Jadilah tren minuman rempah dengan berbagai macam peruntukannya. Percayalah, untuk yang gak promil juga bisa dan rasa minuman rempah ini asli seger banget!


Setelah tiga promil itu, saya belum kunjung hamil juga. Diluar tiga promil ini, saya dan suami juga berikhtiar dengan metode yang lain. Kayaknya gak mungkin satu-satu diceritakan secara detail ya. Dibilang lelah ya lelah, dibilang harus kuat dan masih ingin melanjutkan usaha, iya juga. Jadi, setelah ini saya dan suami berhenti lagi. Tidak memburu-buru dengan aturan yang saklek. Kembali ingat bahwa rezeki berupa anak itu hanya kuasa Allah.

Lanjut di postingan berikutnya aja ya. Masih mau baca kah?

09 April 2024

Kacang Bawang, Suguhan Khas Lebaran

Sebenarnya kriteria apa sih yang bisa menjadi sebab musabab sebuah hidangan atau kue menjadi ciri khas saat momen-momen tertentu? Salah satunya adalah kehadirannya. Saat tidak ada momen itu, hidangan atau kue itu sangat jarang ditemui.

Kacang bawang
Kacang bawang

Kalau ada yang tanya, apa kue khas lebaran, sebagian besar jawabannya adalah nastar. Yups, kue kering dengan isian selai nanas ini memang sudah jadi primadona di hampir setiap rumah saat lebaran tiba. Tampilannya yang glowing dengan usapan kuning telur, aroma wangi butter dan tekstur yang lembut meleleh memang gak bisa dilewatkan begitu saja.

Makanya gak heran kalau hampir setiap orang ingin menghadirkan kue yang satu ini. Entah itu bikin sendiri, atau beli. Tapi, tidak dengan saya. Semenjak saya tinggal di rumah sendiri, setiap lebaran, nastar tidak jadi kue khas lebaran di rumah saya. Selain saya memang gak bebuatan kue sendiri, saya juga punya suguhan khas lebaran versi saya.


Kacang Bawang. Iya, kacang bawang jadi suguhan yang bagi saya hanya setahun sekali. Ya saat lebaran tiba. Ada beberapa alasan kenapa hampir selalu ada kacang bawang di rumah saya. 

Pertama, cara membuatnya gampang, bahannya sedikit, gak ribet. Kalian hanya butuh kacang tanah kupas, garam, bawang putih, dan minyak goreng. Gak ribet macam mau buat kue nastar yang harus sedia terigu, mentega, butter, susu bubuk, telur, vanili, dan lain-lain itu. Buat kacang bawang juga gampang banget, tinggal goreng aja bolak balik, selesai. Gak perlu pakai mixer, buat adonan, cetak-cetak, manggang, duh!

Kedua, kacang bawang menempati urutan awal suguhan toples yang cepat habis. Artinya, kacang bawang ini favorit lho. Gak kerasa aja sambil ngobrol sudah habis segenggam, tinggal capeknya aja mulut ini, hehe.

Ketiga, harganya terjangkau banget. Untuk sekelas rumah mungil dan tamu yang minim, buat kacang bawang 1 kg saya rasa sudah cukup ya. Harga kacang kupas juga kisaran Rp 30.000,-an per kilogramnya. Modal gak sampai Rp 50.000,- sudah dapat suguhan favorit deh.

Keempat, kemungkinan gagal membuatnya itu kecil banget. Hampir setiap kali buat kacang bawang ini, saya selalu berhasil mendapatkan tekstur renyah dan rasa yang pas. Gak keasinan, atau gak juga hambar. Siapa coba yang gak senang kalau usahanya membuat suguhan berhasil? Ya kan?

Nah, kali ini saya buat kacang bawang dengan sesimpel-simpelnya. Gak pakai bumbu apapun alias hanya garam dan bawang putih saja. Hasilnya, enak, gurihnya pas, renyah juga. Mau meniru? Boleh.

Kacang kupas dicuci bersih, tiriskan. Beri garam halus secukupnya, aduk merata. Sebelum menggoreng kacang, goreng dulu bawang putih yang telah diiris tipis. Angkat dan tiriskan. Di minyak yang sama, goreng kacang dengan api sedang, bolak balik supaya matangnya merata. Kalau sudah matang semua, campur bawang putih dan kacang goreng tadi. Biarkan dingin, baru masukkan ke dalam toples.

Selamat mencoba ya!