22 Juni 2015

Ifthor Jama'i a.k.a Bukber ^__^

Ini Ramadhan ke 5 ya? Tak terlalu telat untuk posting dalam nuansa puasa. Biar blognya gak ikut puasa juga, makanya mau buat postingan dulu.

Kalau sudah Ramadhan, satu kegiatan rutin yang harus ada adalah buka puasa bareng. Entah itu bareng teman kerja, teman main, teman berantem, atau teman hidup. Berhubung belum ada teman hidup, makanya ada kesempatan buka puasa bareng teman kerja, jangan pernah dilewatin :D

Ini sudah ke tiga kalinya ya buka puasa bareng karyawan plus keluarga di Sofyan Inn Hotel Bandara. Gak papa walaupun kali ini masih juga belum bisa bawa keluarga, mudah-mudahan tahun depan dipertemukan lagi dan bawa keluarga :D

Suasananya memang agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada yang datang, dan ada yang pergi. Ada yang berkurang, dan ada yang bertambah. Yah, tentu yang tidak hadir kemarin ada alasan yang memang tidak bisa dipaksakan, seperti cuti melahirkan atau karena sedang sakit.

Tausyiah pengantar berbuka puasa kali ini adalah bagaimana supaya puasa ini menjadi ibadah yang istimewa. Sebab, puasa ini tidak bisa dilihat standarnya seperti apa. Puasa itu ibadah rahasia yang hanya kita sendirilah yang tahu. Bukan berarti yang lemas di siang hari itu pasti puasa, atau malah yang masih semangat itu tidak berpuasa. Tidak seperti sholat yang bisa dilihat oleh orang lain. Kalau sholat dan baca Alquran bisa didengar orang lain, maka puasa tidak ada yang tahu betul.

Dan satu hal yang bisa kita ambil pelajarannya adalah Ramadhan ini sebagai ajang kita untuk melatih keistiqomahan, dan hasilnya bisa dilihat setelah Ramadhan berlalu. Apakah sholatnya tetap rajin? Baca Alqurannya stabil seperti saat Ramadhan? Atau malah menurun seperti sebelum Ramadhan?
Intinya seperti itu.

At last, acara selanjutnya adalah buka puasanya. Takjilnya sueeggeerr, made in mbak Meta. Hidangan beratnya juga mantap, asli kenyang banget! :D  Yuks, cek fotonya (tetep.. narsis!) haha.

Haiiyaaa, kenapa saia yang terlihat paling narsis ya :D :D

Mantabbss!!

Aslinya sudah gak kuat lagi untuk habisin yang di piring wkwkwk

Maknyoooss dah, duet maut mbak Meta dan mas Dian

Ustad cilik kita yang ngajinya baguuuuussss banget

It's like a romantic dinner :D :D


20 Juni 2015

Sebelum Puasa (Late Post)

Ini postingan telat sih, tapi rasanya kalau gak diposting sayang banget. Secara, sudah jarang sekali  bisa kumpul kayak gini. Secara, sudah pada berubah status dari single menjadi double, bahkan jadi triple, dan selebihnya :D

Acara ini berawal dari pertemuan aku –yang notabene bukan siapasiapa atau apap lagi di FLP- dengan beberapa teman yang masih aktif disini. Dari sana, muncul ide dari mbak Desma dan Shinja untuk ngadain pertemuan sebelum puasa. Biar bisa makan-makan katanya. Setelah berkali-kali chatting di grup untuk menentukan hari dan tempat pertemuan, setujulah di Waroeng Steak and Shake, hari Minggu 7 Juni lalu.

Gak disangka akan rame yang dateng (ini termasuk rame, hehe). Apalagi ditambah ada yang bawa anak, heboh lah. Tapi sayangnya, mbak Desma malah gak ikut karena lagi gak enak badan. GWS ya mb Des L

Anyway, we’re so happy. Sudah lama tidak bertemu dan sekarang bisa kumpul tuh sesuatu banget. Pengennya sih bisa nulis buku ramean lagi, hehe. Tapi okelah, sementara yang masih aktif banget nulis buku adalah Hanum, sang pengantin baru –kemarin gak bawa gandengannya :D. Kalau yang lain, masih aktif nulis –nulis status bbm dan fb haha.

Semoga ini bukan yang terakhir kita kumpul ya, temans. And.. here’s our pictures!

L for FLP, yeeeyyy!!

Si Afkar aja bisa pusing dan ngantuk saking emak dan tante-tantenya narsis mulu :D

Perjodohan dini, haha. Baru kenalan sudah cium tangan :D

And here we are :)

06 April 2015

I'm 29 Years Old :D

Hei, ketemu lagi dengan tanggal 5 April. Rasanya seperti meneropong perjalanan hidup seorang perempuan kalau lihat tanggal ini. Dua puluh sembilan tahun lalu menurut kalender masehi, dan tiga puluh tahun menurut kalender hijriah, semuanya berawal. Lahir ke dunia, dan nanti akan meninggalkan dunia. Mengingat-ingat, lebih banyak bersyukurnya atau lebih banyak mengeluhnya. Menghitung-hitung, lebih banyak musibahnya atau lebih banyak nikmatnya. Dan jawabannya adalah lebih banyak nikmat, semoga lebih banyak bersyukur juga daripada kufurnya. Aamiin.

Tak ada yang patut dirayakan memang, tapi dalam tradisi keluarga, hari lahir menjadi momen spesial tersendiri. Biasanya kami membuat suatu hidangan untuk yang berhari lahir. Tak terlalu mewah, hanya kue yang dihias, atau puding, atau makanan lain yang sederhana dan mudah dibuat. Seringnya aku jadikan kesempatan untuk uji coba kue hias, walaupun kebanyakan gagalnya, haha. Bukan masalah apa yang diberi, tapi lebih pada berkumpulnya anggota keluarga.

Berhubung sudah dua orang anggota keluargaku yang hijrah keluar Lampung, maka hanya ada 5 orang di rumah yang bisa kumpul. Aku bersyukur masih bisa berkumpul seperti ini, saling mendokan, saling menguatkan. Kami juga biasa saling memberi hadiah, karena aku percaya saling memberi hadiah akan saling mencintai. Apapun itu, kami akan senang karena kami merasa dicintai.

Well, satu doaku untuk tahun ini : tidak menjadi seorang perempuan yang banyak mengeluh.
Special from my lil-brother, Farhi :D || bisa aja kasih makanan kesukaan, hehe

Special from my lil-sister, Lala || kejutan di pagi hari dari Bogor :D