05 April 2022

3 Rekomendasi E-Book di Ipusnas Untuk Puasa di Rumah Aja

Kalau kemarin “Ramadhan di Tengah Pandemi” sudah masuk jilid 3, sekarang “Puasa di Rumah Aja” pun ikut pula masuk jilid 3. Iya, ternyata saya sudah mengalami puasa di rumah aja selama 3 tahun berturut-turut. Ya gak apa-apa, saya lebih suka begitu sejujurnya.

Puasa di rumah saja memang terdengar agak membosankan ya? Gak kemana-mana, gak ada aktivitas di luar macam buka puasa bersama di kafe atau restoran mana, atau gak ada acara cuci mata dengan alasan cari kebutuhan Ramadhan, hehe.

Tapi, puasa di rumah saja itu bisa banyak untungnya lho. Pertama, hemat tenaga. Seharian gak makan dan minum tapi banyak aktivitas di luar itu lumayan kerasa lho. Apalagi kalau bulan Ramadhan itu biasanya sedang musim kemarau yang panasnya cetar. Kedua, hemat budget. Walaupun mungkin pengeluaran belanja tetap sama kalau pesan lewat online, tapi setidaknya mata ini gak lihat yang gak diperlukan, hehe.

Ketiga, meminimalisir pandangan, mulut, dan hati. Gak bisa dipungkiri lah kalau keluar rumah itu pemandangannya macam-macam. Lihat yang disuka, mulut ini kadang ngedumel panjang lebar. Atau ketemu sama orang, ujung-ujungnya malah ghibah. Duh!

Baca buku di rumah

Sudah lah, paling bener memang puasa di rumah saja. Nah, untuk membunuh kebosanan, banyak kok kegiatan yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah membaca buku. Tapi, kalau buku-buku di rumah sudah dibaca semua atau buku yang ingin dibaca belum punya, bagaimana?

NOVEL E BOOK
Novel E-Book

Kalau saya, biasa pinjam buku di i-pusnas. Perpustakaan digital yang punya banyak buku dan bisa dipinjam secara online. Bacanya juga secara online kok, jadi gak cape-cape jalan ke perpustakaannya.

3 Novel Rekomendasi

Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono

Pertama kali saya tahu judul Hujan Bulan Juni adalah sebah puisi karya almarhum Sapardi Djoko Damono. Puisi yang saya sukai sejak pertama kali membacanya hingga buku kumpulan puisinya itu saya minta sebagai salah satu mahar pernikahan saya.

Bertahun-tahun kemudian, ternyata muncul novelnya dengan judul yang sama. Isinya masih seputar hubungan yang terasa rumit antara laki-laki dan perempuan. Adalah Pingkan yang lahir dari keluarga besar Manado yang beragama Kristen, bekerja sebagai dosen muda dalam program studi Jepang. Sementara Sarwono lahir dari keluarga Jawa yang taat pada agama Islam dan bekerja sebagai dosen sekaligus penulis puisi.

Hujan Bulan Juni
Novel Hujan Bulan Juni

Mereka berdua sudah saling kenal sejak lama dan menjalin hubungan dekat. Tetapi entah sampai kapan hubungan ini akan berlanjut hingga ke jenjang pernikahan. Keyakinan agama yang berbeda, adat hingga Pingkan yang mendapatkan beasiswa ke Jepang harus memisahkan raga dan perasaan mereka.

Belum lagi, ada seseorang bernama Katsuo yang tinggal di Jepang dan dikabarkan dekat dengan Pingkan. Sarwono masih tetap berkeyakinan bahwa Pingkan tetap setia padanya. Ironisnya, Sarwono menderita satu penyakit yang tak kunjung sembuh hingga berakhir di rumah sakit.

Kisah Sarwono dan Pingkan ini telah difilmkan dengan judul yang sama. Tapi, entah kenapa saya masih tetap sreg dengan versi novelnya.

Persiden – Wisran Hadi

Ini salah satu novel yang menurut saya kental dengan muatan lokal. Mengambil latar setting dan adat Minang, Sumatra Barat, novel ini bercerita tentang kehidupan kakak beradik yang telah memiliki keluarga dan tentunya punya permasalahan yang cukup pelik.

Persiden
Novel Persiden

Adalah Melati, generasi yang diharapkan menjadi penerus keluarga itu telah melanggar adat. Melati hamil di luar nikah. Keluarga besarnya saling berembuk untuk menyelesaikan masalah ini. Ada pro dan kontra karena saling silang pendapat. Mempertaruhkan adat atau memaklumi karena jaman sudah mulai berubah modern.

Satu per satu masalah lain muncul seiring dengan berjalannya cerita. Uniknya, Wisran Hadi seakan mengajak pembacanya mengikuti alur kisahnya. Misalnya, pada halaman pertama saja, ia sudah memanggil pembacanya dengan Bung dan seolah-olah pembacanya sudah pernah bertandang ke tempat itu sebelumnya.

Sejujurnya, saya penasaran dengan akhir cerita Melati. Apakah ia dikucilkan oleh keluarganya, atau masih dianggap pewaris generasi keluarga? Namun, rupanya Wisran Hadi benar-benar bisa membuat saya tercengang di bagian akhirnya. Penasaran? Baca aja novelnya ya, hehe.

Di Tanah Lada – Ziggy Z

Sudah lama novel ini ada dalam antrian bacaan saya. Ketika pada akhirnya saya bisa membacanya juga, rasanya gak sia-sia saya pinjam novel ini. Satu hal paling menarik dalam novel ini adalah cara Ziggy memakai sudut pandang pada tokohnya.

Di Tanah Lada
Novel Di Tanah Lada

Ia berperan sebagai Salva, seorang anak kecil yang hidup dalam lingkungan keluarga kurang harmonis. Sosok lugu Salva memulai kisahnya saat ia dan orangtuanya pindah ke sebuah Rusun Nero karena kakek Kia meninggal. Dulu, Kakek Kia pernah memberikan hadiah kamus saat ulangtahun Salva, dan itu menjadi buku favorit yang selalu ia baca dimanapun berada.

Salva yang biasa dipanggil Ava ini seringkali mengalami kekerasan baik secara lisan maupun fisik dari ayahnya. Kata-kata kasar hingga ia dipanggil Saliva yang artinya ludah, hingga pukulan pada tubuhnya jika Ava tidak mematuhi perintah ayahnya.

Ayahnya yang gemar berjudi dan menghabiskan uang untuk hal-hal tidak berguna, seringkali menyulut emosi ibunya hingga pertengkaran keduanya tak bisa dihindari. Setiap kali mereka bertengkar, Ava selalu keluar rumah dan bertemu dengan seorang pengamen bernama P. Iya, bahkan nama tokohnya pun ada yang hanya berinisial P saja.

Pertemanan Ava dengan P membawanya bertemu dengan Kak Suri dan Mas Aril yang tinggal di Rusun Nero juga. Dalam perjalanan ceritanya, kita akan menjumpai kebaikan-kebaikan yang diperlihatkan oleh kedua tokoh ini. Hingga kita berandai-andai jika saja Ava hidup bersama Mas Aril dan Kak Suri.

Novel ini menyuguhkan cerita yang mengalir hingga akhirnya yang sama sekali tidak terduga. Membuat saya tercengang dan diam ketika sampai pada halaman akhir.

Baca juga : Tempat Ngabuburit Asik

Selain ketiga novel itu, masih banyak novel dan buku bacaan lain yang bisa dipinjam untuk menemani puasa di rumah. Jadi, mau baca novel yang mana dulu nih?

Tidak ada komentar: