31 Desember 2020

Kaleidoskop 2020

Rasanya baru kemarin mengganti tulisan 2019 ke 2020, tapi tengah malam nanti sudah berganti lagi menjadi 2021. Terimakasih 2020 sudah memberi warna pada hidup saya. Sebentar lagi, saya akan tutup cerita dengan beberapa moment yang penuh suka duka, haru biru, dan gelap terang.

Kaleidoskop 2020
Kaleidoskop 2020


Masih sempat liburan ke Jakarta dan Bogor

Entah sejak kapan saya terbiasa untuk mengakhiri tahun dengan pergi ke suatu tempat. Biasanya saya pergi keluar Lampung. Sengaja nabung selama setahun untuk bisa menyegarkan pikiran, hehe. Nah, sebenarnya acara jalan-jalan ini adalah rencana tahun 2019 kemarin, tapi karena yang punya hajat tertunda di bulan Januari, ya kita ikut aja.


liburan ke jakarta
Liburan ke Jakarta

Kebetulan ada wisuda adik perempuan saya yang kuliah di luar Lampung, jadi sekalian aja agenda jalan-jalannya digabung. Tampaknya ini jalan-jalan terakhir tanpa merasa khawatir. Walaupun sudah tersiar kabar di berita tentang virus corona, tapi Indonesia masih aman-aman saja waktu itu.

Alhamdulillah ya, masih bisa bebas makan dimanapun tanpa khawatir. Bebas ketemu banyak orang tanpa jarak yang jauh. Bebas ketawa-ketawa tanpa pakai masker. Siapa yang menyangka coba, kalau sebulan dua bulan setelahnya, virus corona mulai menyerang warga Indonesia?

Cerita saya di bulan Januari ini bisa ditengok di postingan ini.

Potongan Cerita Wisuda dan Menjelajah Museum Wayang

Palembang yang Lagi-Lagi Tertunda

Kalau diingat, sudah 5 tahun saya tidak menginjakkan kaki di Palembang lagi. Ada ikatan tersendiri antara saya dengan kota pempek itu hingga saya selalu mengagendakan kesana setiap kali berencana ambil cuti. Tapi rupanya, rencana itu masih belum terealisasi hingga sekarang.

palembang
Terakhir kali ke Palembang

Tadinya, saya berniat kesana sekitar akhir Oktober 2019, tapi waktu itu Palembang sedang dilanda kabut asap yang belum kunjung reda. Sampai saya mengubah rencana di tahun 2020 ini. Tapi lagi-lagi, rencana saya harus tertunda. Pertama, karena ada agenda wisuda adik perempuan saya itu, dan kedua karena ada pandemi yang membuat semuanya berubah total.

Padahal saya sudah saling sapa dengan teman saya disana untuk bertemu dan mungkin akan menginap di rumahnya ketika saya ke Palembang. Yah, rencana Tuhan memang selalu bisa menggantikan rencana manusia macam kita. Kabut asap reda, pandemi datang. Lagi-lagi Palembang harus masuk dalam antrian agenda saya lagi.

Ramadhan dan Idul Fitri Paling Asing

Siapa yang tidak merindukan sholat tarawih bersama di mushola atau masjid saat Ramadhan? Mendengar suara anak-anak mengaji saja rasanya sudah meluap-luap rindu ini. Tapi, corona mampu membekap kita dalam rumah masing-masing, pun saat Ramadhan tiba. Ramadhan yang dibayangkan akan ramai dengan sholat tarawih berjamaah, anak-anak berlarian, bacaan Alquran saling bersahutan, tiba-tiba sepi senyap.

Idul Fitri yang sepi

Kalaupun tetap berjamaah di mushola, protokol kesehatan harus dilakukan. Pakai masker, jaga jarak, tidak saling bersalaman usai sholat, dan tidak ada acara apapun yang mengundang banyak orang. Sedih? Iya lah.

Baca juga : Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Apalagi saat Idul Fitri tiba. Rumah orang tua saya tidak seperti lebaran-lebaran sebelumnya. Dua adik perempuan saya tidak bisa mudik. Kampung saya yang biasanya ramai orang saling mengunjungi, bersalaman, dan makan kue-kue, hanya saling sapa dari jauh. Kalaupun singgah, hanya sebentar dan makan minum ala kadarnya.

Untungnya, di keluarga suami saya malah bisa kumpul semua. Sejak pandemi yang mengharuskan bekerja dan sekolah dari rumah, keluarga suami bisa berkumpul di rumah mertua saya. Terobatilah rasa sedih saya.

Moment-moment Membahagiakan

Meski 2020 tampaknya muram, tapi kalau dipikir lagi, masih banyak kok saat bahagianya. Adik perempuan saya langsung bekerja usai wisuda, pernikahan kakak ipar saya yang disambut sangat antusias haru biru keluarga besar, kelahiran beberapa ponakan, sampai bertambahnya penghuni rumah saya karena kucing saya pun ikut melahirkan 4 anak!

Tahun 2020 ini memang seperti roller coaster. Berliku, ada masanya merasa berlari sangat cepat hingga membuat adrenalin meningkat, ada masanya agak melambat. Menangis sudah pasti sering, mood naik turun juga bukan hitungan jari lagi, tapi senyum dan ketawanya juga banyak.

Saya gak mau buat resolusi untuk tahun 2021. Bukan karena gak optimis, tapi saya jalani aja lah apa yang nanti terjadi dalam kehidupan saya. Harapan saya, tahun 2021 besok akan jadi tahun yang lebih membahagiakan dan menguatkan saya dan keluarga.

Kalau kamu punya cerita apa di sepanjang tahun 2020?

16 Desember 2020

True Beauty, Drakor Yang Ditunggu Pecinta Webtoon TSOA

Para pecinta drakor tampaknya sedang disuguhi banyak drama yang akan membuat akhir tahun ini lebih berwarna. Adegan romantis, kocak, hingga petualangan berhasil mencuri perhatian dan menjadikan drama-drama ini hiburan yang menyenangkan di rumah.

Salah satunya yang sedang tayang di TvN dan dapat dinikmati lewat platform film Viu secara gratis adalah True Beauty.

Film True Beauty
Film True Beauty

Kalau kamu adalah penggemar serial The Secret of Angel di webtoon, tentu saja sudah tidak asing dengan drama yang satu ini. Pasalnya, True Beauty memang diangkat dari serial yang laris manis hingga dibaca lebih dari dari 29 juta pengguna webtoon.

Meskipun serial ini masih berjalan hingga lebih dari 150 episode, tetapi rupanya tidak menghalangi pembuatan drama yang bergenre komedi romantis ini. Siapa yang penasaran dengan filmnya?

Film ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Ju Kyung yang selalu tidak percaya diri dengan keadaan fisiknya, terutama pada wajahnya. Penampilan Ju Kyung saat SMP memang khas, berwajah kemerahan penuh jerawat, rambut lurus diikat ekor kuda, dan sebagai pelengkap kecupuannya, ada kacamata berbingkai bulat lebar. Penampilan seperti inilah yang membuatnya dijauhi dan dibenci teman-temannya.

Beruntung, keluarganya mengajaknya pindah dan otomatis ia pun pindah sekolah. Ju Kyung sadar, ia harus mengubah penampilannya agar diterima oleh teman-teman di sekolah barunya. Ju Kyung mencari sebanyak-banyaknya cara agar dapat menutupi wajah berjerawatnya. Dari vlog kecantikan dan obrolan grup, ia mulai belajar berdandan.

Ju Kyung True Beauty
Ju Kyung

Hingga pada akhirnya, ia berhasil mengubah wajahnya menjadi cantik di hari pertamanya pindah sekolah. Tentu saja, di sekolah baru ini, ia langsung menjadi populer karena kecantikannya. Hampir semua teman mendekati dan memujinya kecuali satu orang, Su Ho.

Su Ho True Beauty
Su Ho

Su Ho memiliki kesempurnaan sebagai siswa laki-laki. Tampan yang melewati batas kewajaran -haha, pintar, tetapi terlalu dingin dengan perempuan, pun pada Ju Kyung. Siapa sangka, mereka malah bertemu di toko buku ketika Ju Kyung tidak berdandan dan malah menampakkan wajah aslinya. Segala cara Ju Kyung lakukan agar Su Ho tidak memberi tahu siapapun tentang rahasianya.

Di sisi lain, Ju Kyung juga dipertemukan dengan Seo Joon di sekolah yang sama. Seo Joon, siswa laki-laki yang juga sepopuler Su Ho tapi memiliki sifat yang jauh berbeda. Se Joon juga punya paras rupawan dengan anting-anting yang membuatnya tampak keren tetapi juga terlihat liar. Namun, di balik itu semua, ada hati yang lembut.

Seo Joon True Beauty
Seo Joon

Warna dalam film ini muncul ketika ketiga orang tadi saling bertemu dalam satu lingkaran keadaan. Su Ho yang sudah mengetahui wajah asli Ju Kyung namun tetap bersikap biasa saja, Seo Joon yang diam-diam memperhatikan Ju Kyung, dan Ju Kyung sendiri yang memiliki perasaan pada Su Ho. Serta masa lalu yang membuat luka di antara Su Ho dan Seo Joon.

Romansa cinta mulai hadir ketika akhirnya Su Ho dan Ju Kyung menjalin perasaan yang sama. Namun, di tengah perjalanan, keduanya berpisah karena ada hal mendesak yang mengharuskan Su Ho pergi ke luar negri. Di saat tak ada kejelasan kabar dari Su Ho membuat perasaan Ju Kyung hampa, Seo Joon hadir dan selalu memberi perhatian.

Kelembutan hati dan perasaan tulus Seo Joon membuat Ju Kyung akhirnya jatuh cinta pada Seo Joon dan menerimanya sebagai kekasih. Tetapi, Ju Kyung selalu merasa khawatir bagaimana seandainya Seo Joon tahu wajah asli Ju Kyung tanpa make up. Ujian cinta Ju Kyung-Seo Joon teruji ketika Seo Joon menjadi artis dan sudah tidak bisa lagi saling bertemu dengan bebas. Di saat itu pun Su Ho hadir kembali dan mencoba menarik hati Ju Kyung lagi.

Sinopsis True Beauty
Sinopsis True Beauty

Cinta segitiga, persahabatan, dan perasaan ingin dihargai menjadi daya tarik tersendiri dalam film yang bergenre komedi romantis ini. Walaupun masih berjalan selama 2 episode, film ini telah meminta perhatian saya sejak awal rilisnya.

Tentu saja selain jalan ceritanya, para pemain dalam film ini pun menarik perhatian. Su Ho yang punya karakter tenang, berwajah super menawan dan kalem sangat cocok diperankan oleh Cha Eun Wo. Sedangkan Seo Joon yang memiliki karakter berbeda, pas banget diperankan oleh Hwang In Yeop. Sementara itu, Ju Kyung berhasil dibawakan oleh Moon Ga Young. Saya sendiri melihat ketiga pemeran ini sangat pas dari segi wajah dan pembawaannya.

Baca juga : Antara Novel dan Film

Memang sih waktu pertama kali lihat episode awalnya, ingatan saya malah sempat terbawa ke film Gangnam Beauty yang sama-sama diperankan oleh Cha Eun Wo. Ceritanya juga sekilas mirip. Sama-sama tentang mengubah penampilan dari yang dibilang jelek menjadi sangat cantik. Tapi tetap ada perbedaan mendasar. Kalau di Gangnam Beauty, perubahan wajah memang dibuat dengan cara operasi plastik, sedangkan di True Beauty, perubahan wajah hanya dipoles make up saja.

Untuk alur ceritanya sendiri, ada sedikit perbedaan antara cerita versi webtoon dan cerita versi film. Dari pertemuan pertama antara Su Ho dan Ju Kyung, pertemuan antara Seo Joon dan Ju kyung, juga sedikit perbedaan pada bagaimana Su Ho tahu wajah asli Ju Kyung. Tapi itu tidak menngubah garis besar ceritanya. Sedikit saja yang kurang pas menurut saya adalah musik latarnya yang sedikit tak terdengar. Jadi kadang merasa agak sepi di beberapa bagian.

Baca juga : Terbius Aroma Karsa ke Dunia Lain

Menariknya, pada versi webtoon, pembaca setianya memang terbelah menjadi dua kubu. Pendukung Ju Kyung-Suho dan pendukung Ju Kyung-Seo Joon. Mungkinkah di film ini juga akan demikian?

10 Desember 2020

Mahitam, Wisata Pantai Instagramable di Lampung

Kalau ada yang bertanya, wisata apa yang menjadi incaran di Lampung, sebagian besar pasti jawabannya adalah wisata pantai. Betul, Lampung memang terkenal dengan banyak wisata pantainya. Sebut saja pantai legendaris yang masih tetap ada hingga sekarang diantaranya pantai Pasir Putih, pantai Mutun, pantai Klara, pantai Selaki, dan sederet pantai-pantai lainnya.

Mahitam, Wisata pantai instagramable
Pulau Mahitam, Lampung

Nah, kali ini saya akan sedikit mengulas salah satu wisata pantai di Lampung yang beberapa waktu yang lalu sempat saya kunjungi bersama rekan kerja suami. Tenang, tetap pakai protokol kesehatan kok, pakai masker, bawa handsanitizer, dan dipastikan peserta yang ikut tidak ada gejala penyakit apapun. Lagipula hanya beberapa orang saja, gak sampai ratusan, hehe.

Oke, langsung saja ya. Wisata pantai kali ini adalah pulau Mahitam!

Pulau Mahitam terletak di Gebang, Padang Cermin, kabupaten Pesawaran dan berjarak sekitar 32 km dari pusat kota Bandarlampung. Pulau dengan sebutan lokal pulau Maitem ini bisa ditempuh selama kurang lebih 1,5-2 jam dengan berkendara menuju pantai Ketapang dan dilanjutkan dengan menyeberang sekitar 5 menit menuju pulau Mahitam. Akses lokasi cukup mudah walaupun jalan agak berkelok dan tidak terlalu lebar.

indahnya pulau mahitam
Indahnya pulau Mahitam

Ada dua jalur alternatif yang dapat dipilih pengunjung untuk bisa menyeberang sampai ke pulau Mahitam ini. Pertama dan yang paling sering dilakukan adalah dengan menyewa boat dari pantai Ketapang. Kedua adalah berjalan kaki di atas pasir timbul di antara pantai Ketapang dan pulau Mahitam.

Harga sewa boat tergantung dengan banyaknya penumpang. Umumnya, harga sewa sekitar Rp 200.000,- untuk 7 orang penumpang dan Rp 350.000,- untuk 15 orang penumpang. Jadi, disarankan untuk beramai-ramai saja kalau mau menyeberang kesana. Biar lebih hemat, kan?

Bagi yang memilih jalur kedua, tentunya bisa menikmati sensasi berjalan di tengah laut sambil merasakan butiran halus pasir di kaki. Tapi sayangnya, pasir timbul ini hanya ada ketika air laut sedang surut saja. Dan biasanya, air surut itu kalau sudah siang ya, jadi sepertinya cuaca juga sudah menyengat.

Selama menyeberang, pengunjung bisa menikmati jernihnya air laut. Beneran jernih lho sampai rumput laut dan beberapa ikan kecil yang ada di dalam laut terlihat. Sampai di dermaga pulau Mahitam, pengunjung bisa masuk dengan membayar tiket sebesar Rp 20.000,-/orang.

Sudah sampai di pulau Mahitam, kira-kira bisa ngapain aja ya?

Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan sesampainya kita disana. Paling utama ya memang berenang ya. Air yang jernih dan butiran pasir yang halus di pantainya pasti bisa memanjakan pengunjung untuk berlama-lama berenang. Tapi harus diingat untuk selalu berhati-hati apabila membawa anak-anak, jangan sampai melewati batas bendera yang sudah dipasang ya.

kegiatan di pulau mahitam
Motor pantai di pulau Mahitam

kegiatan di pulau mahitam
Kano di pulau Mahitam

Selain berenang, pengunjung juga bisa menyewa kano untuk mendayung santai sambil menikmati cerahnya matahari. Kalau mau kegiatan yang lebih menantang, ada juga banana boat, donat boat, atau motor air. Dijamin bisa jejeritan dan menghilangkan penat.

Baca juga : Pantai Selaki, Wisata Pantai Murah Meriah di Lampung

Nah, kalau gak mau basah-basahan, bisa juga kok. Ada motor pantai yang siap disewakan. Kalau gak mau juga, bisa duduk-duduk santai atau bahkan rebahan menghadap pantai karena ada banyak pondokan dan bale-bale yang bisa disewa. Lengkap kan?

Pondokan dan bale bale di pulau mahitam
Pondokan di pulau Mahitam

kegiatan di pulau mahitam
Ayunan di pulau Mahitam

Oh iya, selain fasilitas berkegiatan itu, fasilitas umum juga tersedia tanpa membayar seperpun. Ada kamar bilas, toilet bersih, dan mushola juga. Kalau mau jajan juga tinggal duduk manis di depan jejeran warung yang menjual aneka makanan dan minuman. Jangan tanya tempatnya bagaimana, instagramable dah!

pulau mahitam instagramable
Petunjuk arah yang instagramable :D


Tempat makan di pulau mahitam
Tempat makan di pulau Mahitam

Pengalaman saya beberapa waktu lalu pas kesana, pantai ini keren banget. Bisa dibilang masih bersih, terawat, dan fasilitasnya lumayan. Tapi sayangnya, cuaca disana relatif panas. Pantai memang panas, tapi di puau Mahitam ini rasanya angin gak bertiup sesering di pantai lainnya (menurut saya sih, atau pas hari itu aja kali ya?).

Baca juga : Disambut Ombak di Labuhan Jukung

Sekembalinya saya menyeberang ke pantai Ketapang, angin khas pantai segera menerpa wajah. Ternyata benar, di pulau Mahitam memang lebih panas dari pantai Ketapang. Mungkin itu yang membuat pengelola di pulau Mahitam menanam banyak pohon kelapa.

Ok, ada yang berencana ke pulau Mahitam dalam waktu dekat?

02 Desember 2020

Makna Dibalik Cara Meminum Ramune

Sebenarnya lagu-lagu JKT48 itu banyak yang punya makna dalam. Kata-kata dalam liriknya juga bagus-bagus. Mungkin karena sering menggunakan kata kiasan, banyak orang yang tidak langsung mengerti dan akhirnya jadi bingung. Apalagi ditambah aliran musik dari Jepang yang notabene agak berbeda dengan tipe-tipe musiknya orang Indonesia.

cara meminum ramune
Cara Meminum Ramune

Buktinya, kalau dicover dan diaransemen ulang dengan perubahan musik sedikit yang lebih ‘Indonesia’, tak sedikit yang menyukainya. Salah satu contohnya adalah Bingo yang diaransemen ulang oleh personel JKT48 sendiri namun dengan aliran musik akustik. Lagu yang sebelumnya bisa buat orang ikut lompat-lompat dan menari, jadi lebih santai dan lembut.

Di postingan sebelumnya, saya sempat membahas sedikit kenapa saya suka dengan JKT48. Bisa lihat postingan saya sebelumnya di link ini. Selain menyukai energi positif yang mengalir ke saya saat mendengar lagunya, saya juga suka dengan lirik-liriknya.

Kalau ada yang bilang kalau lagu-lagunya JKT48 itu kekanakan dan banyak cinta remajanya, hm sepertinya gak terlalu tepat ya. Memang setiap kali JKT48 manggung di tempat umum (baik manggung beneran atau di media elektronik), mereka sering membawakan lagu yang itu-itu saja. Tapi kalau sudah lihat teaternya, pendapat itu bisa terhapus begitu saja. Eh sekarang juga sudah banyak kok setlist di teater yang dirilis di beberapa platform musik.

Tidak hanya cerita cinta remaja saja yang disuguhkan, JKT48 juga punya lagu-lagu bertema dewasa yang di beberapa lagunya bahkan hanya member berusia 17 tahun keatas yang boleh menyanyikannya. Misalnya di lagu Innocent (terlepas dari liriknya, jujur saya suka nadanya sih, malah mengingatkan saya akan film Detective Conan, hehe), Berikan Coklat Dengan Bibir, Pada Malam Yang Berbadai, dan masih ada beberapa lagu lagi.

Banyak juga lagu JKT48 yang bercerita tentang kehidupan, kebersamaan, dan kedewasaan. Misalnya di lagu Demi Seseorang yang bercerita tentang bagaimana Tuhan menyayangi manusia untuk kemudian manusia itu harus bersikap terhadap kehidupan yang sudah diberi. Makna serupa juga bisa terlihat di lagu Indahnya Dunia Tempat Kita Terlahir, Pesawat Kertas 365 Hari, Keteguhan Hati Dendelion, dan mungkin beberapa lagu yang belum saya tahu semuanya.

Baca juga : 5 Lagu JKT48 Ini Membuat Nostalgia di SMA

Salah satu lagu yang akan sedikit saya bahas kali ini adalah Cara Meminum Ramune. Ini adalah salah satu lagu dari setlist yang baru dirilis dengan judul yang sama pada tanggal 15 November 2020 lalu di teater JKT48. Dengan irama yang santai dan tidak ada lompat-lompatan, lagu ini langsung menancap di hati saya sejak pertama kali mendengarnya.

Cara meminum ramune jkt48
Cara Meminum Ramune JKT48

Menurut saya, liriknya juga punya makna yang dalam.

Cara Meminum Ramune

Kudengar dari seseorang

Kamu hari ini libur lagi

Aku jadi sangat khawatir

Apa boleh buat jika karena flu

Tapi sepertinya ada hal lain

 

Minggu lalu saat bertemu

Kamu tidak seperti yang biasanya

Caramu bercanda tertawa

Kelihatan memaksakan diri

 

Ramune tak bisa diminum sekaligus

Perlahan ya minumlah dengan lebih perlahan

Sambil mendongak ke atas langit biru

Kelereng dalam botol pun jatuh

Istirahatlah

 

Jika gelembung di hatimu terasa sesak

Tariklah satu nafas dalam

 

Balasan darimu hanya sebaris

Di layar chatting kau tulis

“Gak apa-apa.” pesan darimu

 

Tapi waktu orang bilang “gak papa.”

Sebenarnya tidak seperti itu

 

Jangan nilai diri sok kuat

Itu sebabnya aku disini sekarang

Kita berdua tak jatuh cinta kan?

Ayo hadapi sisi burukmu

 

Orang dewasa sudah tidak meminum ramune

Pastilah bukan karena tidak suka

Pastilah hari-hari yang sibuk begitu lelah

Kelereng di botol pasti jadi terasa repot

Cara untuk hidup dengan nyaman adalah

Tidak memaksakan dirimu

 

Ramune tak bisa diminum sekaligus

Setengah

Ya tidak apa sisakanlah setengah

Meski soda hilang dan jadi hangat

 

Waktu kelereng di dada membuat nafas tercekat

Sekarang tidak perlu fikirkan apapun

Beristirahatlah sejenak

Ramune sendiri adalah minuman soda dengan desain botol yang unik. Tidak seperti minuman soda pada umumnya yang dikemas di kaleng atau botol plastik dan kaca biasa, ramune dikemas dengan botol kaca dengan tambahan kelereng di dalam leher botolnya. Terbayang gak ya? Hehe.

Jadi, untuk meminumnya, kita harus mengeluarkan sedikit tenaga ekstra dengan mendorong kelereng masuk dalam botol supaya leher botol dapat dilewati isi minumannya. Tidak sulit tapi tidak juga terlalu mudah. Makanya ada lirik yang menyinggungnya, hari-hari yang sibuk begitu lelah, kelereng di botol pasti jadi terasa repot. Dan kalau cara meminumnya langsung dari botol sampai mendongak ke atas, kelereng yang tadi terlepas bisa jadi kembali ke leher botol hingga tertutup kembali.

Ramune tak bisa diminum sekaligus

Perlahan ya minumlah dengan lebih perlahan

Sambil mendongak ke atas langit biru

Kelereng dalam botol pun jatuh

Istirahatlah

Jika gelembung di hatimu terasa sesak

Tariklah satu nafas dalam

Saya memaknai ramune disana sebagai kiasan satu masalah dalam hidup. Masalah tak bisa diselesaikan sekaligus dalam waktu bersamaan. Apalagi, pasti dalam hidup ini masalah gak hanya satu saja. Perlahan dan jika memang tersandung masalah lain, beristirahatlah.

 Balasan darimu hanya sebaris

Di layar chatting kau tulis

“Gak apa-apa.” pesan darimu

 

Tapi waktu orang bilang “gak papa.”

Sebenarnya tidak seperti itu

Jangan nilai diri sok kuat

Itu sebabnya aku disini sekarang

 Benar. Siapa yang tidak pernah berbohong seperti itu? Bilangnya gak apa-apa padahal sebenarnya ada apa-apa. Begitulah kita. Terkadang kita memang harus peka pada keadaan orang lain. Mungkin orang lain hanya butuh didengarkan saja. Kita sendiri pun juga sering mengalami kan? Hanya butuh telinga dan tak butuh banyak ocehan.

Cara untuk hidup dengan nyaman adalah

Tidak memaksakan dirimu

Waktu kelereng di dada membuat nafas tercekat

Sekarang tidak perlu fikirkan apapun

Beristirahatlah sejenak

 Adakalanya kita memang terlalu memaksakan diri untuk melakukan banyak hal. Terlalu sibuk menuntut kesempurnaan, baik pada diri kita sendiri atau pada orang di sekeliling kita, padahal kita tahu tak ada yang bisa sempurna. Hasilnya, kita sering marah tak jelas, nangis tanpa alasan, atau merasa insecure sendiri. Maka, benar kata JKT48, beristirahatlah sejenak.

Baca juga : Kami Bersama JKT48

Jujur sekali lagi, saya suka dengan lagu ini. Oia, untuk kamu yang pengen denger juga dan lihat langsung penampilan setlist ini, bisa lihat jadwal pertunjukannya di website resmi JKT48. Harga tiket livestreamingnya murah kok, hanya Rp 25.000,-/tiket. Tapi kalau mau nonton gratisan, bisa nunggu jadwal showroom team K3 ini. Tapi ya belum tahu kapan, hehe.

30 November 2020

Book's Review : Sehidup Sesurga Denganmu

Judul                                     : Sehidup Sesurga Denganmu

Penulis                                 : Asma Nadia

Jumlah Halaman               : x+334 halaman

Penerbit                              : KMO Indonesia

Tahun terbit                       : Maret 2020

 

Novel ini bercerita tentang perjalanan seorang perempuan bernama Dyah Ayu Rembulane. Perempuan yang sejak kecilnya selalu berada dalam masa sulit karena kehilangan ibu kandung ketika melahirkan adiknya. Ia merasa selalu disalahkan karena memiliki adik adalah permintaan yang selalu ia sampaikan berkali-kali pada ayah dan ibunya.

sehidup sesurga denganmu
Sehidup Sesurga Denganmu karya Asma Nadia

Kehilangan ibu kandung, membuat ayahnya menikah lagi dengan seorang janda beranak satu. Semenjak itulah kehidupan Dyah dan saudara-saudaranya dipertaruhkan. Sebab, ibu tirinya ternyata hanya baik dan lembut saat di depan ayahnya. Sementara, ketika ayahnya bekerja keluar kota, ibu tirinya bagai nenek sihir yang mengubah anak-anak ayahnya menjadi pembantu tanpa gaji.

Ingin terlepas dari jerat ibu tiri, Dyah dan kakak-kakaknya pergi mencari pekerjaan di luar kota. Dyah yang saat itu baru lulus SD harus menjadi pembantu dari satu rumah ke rumah lainnya. Hingga tiba pada satu majikan yang ia panggil dengan Bunda. Meskipun Bunda sangat lembut tutur katanya, tetapi rupanya Bunda tidak memberi gaji selama Dyah bekerja padanya.

Dyah yang tidak punya pilihan, berusaha untuk terus bertahan daripada harus kembali pada ibu tirinya. Dengan tekad kuat, ia pun kembali melanjutkan pendidikan dengan beasiswa. Beranjak remaja, ia memutuskan untuk mencari pekerjaan diluar yang bisa memberinya pendapatan hingga bisa membiayai pendidikannya ke jenjang kuliah serta mencarikan pembantu untuk Bunda.

Karena status pembantu yang melekat padanya, kehidupan cintanya pun harus tumbang berkali-kali sebelum mencapai pernikahan. Namun, pada akhirnya ia bertemu dengan seorang lelaki yang tak pernah mempermasalahkan statusnya. Mereka pun menikah.

Meski kini Dyah telah memiliki usaha sendiri yang ia bangun dari nol, tetapi, takdir Dyah untuk bisa bahagia bersama sang kekasih harus kandas kembali sebab laki-laki itu ternyata tidak sebaik yang ia kira. Sekuat mungkin Dyah mempertahankan pernikahannya, tetapi pada akhirnya berujung pada perceraian juga.

Menjalani usaha sendirian dan menuntutnya untuk bisa lebih mengembangkan usahanya, mempertemukannya pada teman lama di bangku kuliah. Diantara ketidaktahuan atas status pernikahan keduanya, perasaan yang dulu sempat terselip di antara keduanya berdesir kembali.

Baca juga : Terbius Aroma Karsa ke Dunia Lain

Sebenarnya, bagian awal novel ini sangat menarik. Paragraf-paragraf di bab pertama novel ini buat saya penasaran seperti apa cerita selanjutnya. Novel ini dibuka dengan sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang perempuan.

Kenapa cukup banyak gadis muda terpikat pada lelaki yang sudah beristri?

Lalu mengalirlah kalimat-kalimat yang membuat saya belum ingin beranjak dari mode baca saya, hingga setidaknya menyelesaikan satu bagian pertama novel ini. Kemudian, beberapa bagian memang sengaja dibuat pergantian cerita yang berbeda. Kalau di film, seperti ada dua adegan dengan tokoh berbeda yang sama-sama kuat. Juga ada quotes-quotes singkat di setiap awal bagian.

Kebaikan seperti mata air

Tak pernah ia habis

Meski kadang mengalir

Setetes demi setetes

sehidup sesurga denganmu
Salah satu quotes dalam novel ini

Tapi, sayangnya, di bagian-bagian selanjutnya saya mulai dilanda bosan dan mungkin kurang tertarik untuk melanjutkan. Terlepas dari nama besar yang disandangnya dan kesukaan saya pada Asma Nadia, jujur ini novel yang punya alur cerita monoton. Seperti sinetron kebanyakan yang terkadang kita sudah bisa menebak cerita selanjutnya.

Entah karena saya yang tidak paham atau memang demikian alurnya, Saya juga sedikit kebingungan di beberapa bagian karena karakter tokoh yang kurang kuat dan cenderung tidak konsisten. Tidak semua memang, tapi itu cukup menganggu saya.

Seperti misalnya, di bagian pertama tokoh Dyah diajak menikah oleh seseorang yang sudah beristri. Tetapi di bagian-bagian selanjutnya, saya tidak menemukan kelanjutan cerita itu. Saya malah menemukan Dyah diperistri oleh seorang lelaki yang perangainya kurang baik seperti yang sudah saya sebutkan di awal tadi.

Baca juga : Drama Papa Mama Muda

Tapi ada pesan moral yang bisa dipetik dari novel ini. Jangan pernah menyerah dalam keadaan apapun. Dimana ada kemauan, disitulah ada jalan.

 

28 November 2020

Plis, Jangan Rusak Kebahagiaan Orang Lain

Setiap orang punya kebahagiaannya sendiri-sendiri. Jangan pernah memaksa orang lain bahagia dengan cara yang sama dengan kita. Bahagia menurut kita, belum tentu bahagia untuk orang lain. Pun sama, bahagia menurut orang lain, belum tentu bahagia juga untuk kita. Setuju kan?

Ada yang menganjal dalam kepala saya sebelum menulis tentang ini. Rasanya aneh saja dengan orang lain yang selalu harus memaksakan keadaan yang sama. Ironisnya, keadaan ini akan terus berlanjut hingga tak tahu sampai mana ujungnya.

Quotes Bahagia

Misalnya, saat seseorang belum atau tidak bekerja selepas kuliah. Ada saja mulut nyinyir yang bilang dengan nada menyudutkan. Untuk apa ijazahnya kalau gak kerja? Kuliah jurusan apa, kerja di bagian apa, gak nyambung. Untuk apa keluar biaya banyak kalau ijazahnya Cuma disimpan? Dan sederet untuk apa untuk apa lainnya. Padahal yang menjalankan juga bukan dia. Dulu juga yang ngeluarin biaya juga bukan dia.

Apalagi kalau yang punya ijazah itu perempuan. Untuk apa punya ijazah, sekolah tinggi-tinggi, kalau akhirnya juga Cuma di rumah, ngurus suami sama anak-anak. Hello! Ngurus suami dan anak-anak juga butuh keterampilan dan pengetahuan kali. Apalagi kalau sudah punya anak yang notabene fitrahnya adalah mengikuti dan banyak ingin tahu. Segala hal ditanya. Kalau gak ada pengetahuan, mau jawab gimana, mak?

Lanjut kalau sudah sedikit berumur tapi belum menikah. Pertanyaannya pasti akan terus mengikuti kemanapun, sudah mirip bayangan di waktu pagi dan sore. Nih, saya greget banget banget kalau ada orang tanya macam begini. Saya kasih jawabannya aja.

Nunggu apa kok gak nikah-nikah? Nunggu jodoh lah, masa nunggu kamu sakit tumor lidah? Ups!

Gak usah pilih-pilih lah, kalau sudah ada mah langsung nikah aja. Lha, mau beli baju yang dipake aja pilih-pilih, apalagi cari pasangan hidup, harus pilih yang baik dong ya.

Kapan nih nikahnya, sudah gak sabar lihat kamu jadi raja/ratu sehari. Biasanya yang suka ngomong gini, pas kita kasih undangan nikah, dia gak dateng dengan berbagai alasan. Apa coba maksudnya?

Eh itu sudah nikah lho, kamu kapan nyusul? Tanya balik aja, si ono sudah wafat lho, kamu kapan nyusul juga? Wkwkwk.

Plis, jodoh itu bukan perkara main-main yang bisa dicari di pasar, ketemu, langsung beli dan pakai. Jodoh itu rahasia dari Tuhan. Gak usah maksa-maksa orang yang belum ketemu jodohnya untuk cepet-cepet nikah. Nanti juga ada waktu dimana dia akan dipertemukan dengan orang terbaik.

Baca juga : Allah Pasti Punya Rahasia

Barusan nikah dan posting keseruan pacaran halal yang sedikit romantis ala-ala gitu, dicibirin lagi. Pengantin baru, maklum, belum tau dia rasanya gas sama beras abis bareng. Nah! Namanya juga baru dipasangin, ya wajar lah bahagia serasa dunia milik berdua. Ikut bahagia aja kenapa? Nanti juga ada waktunya mereka mulai adu pendapat, pertengkaran kecil, ya bumbu-bumbu dalam rumah tangga. Sekarang masih manis-manisnya, gak apa-apa. Kenapa situ yang rempong ya?

Kayak gak pernah jadi pengantin baru aja dulu. Atau jangan-jangan memang dulu gak ngerasa manis ya? Hehe.

Giliran sudah nikah, baru berapa bulan sudah langsung ditanya hamil. Duh, ganti topik kenapa? Gak bisa lihat orang santai ya? Apalagi kalau sudah bertahun-tahun nikah tapi belum hamil juga. Julidnya orang bisa makin meningkat. Setiap hadir di perkumpulan teman atau keluarga, sudah bisa dipastikan serasa jadi bintang tamu yang ditunggu untuk ditanya-tanya.

Kok gak hamil-hamil? Gak mau punya anak tah? Nanti siapa yang ngurusin kalau gak punya anak? Sudah cek ke dokter belum? Pijat ini gih, olahraga itu dong, minum ini, minum itu.

Oh, plis! Urusan jodoh aja rahasia, apalagi urusan anak yang orang lain tuh gak bisa turut andil. Mungkin kalau belum menikah, bisa lah ikhtiar dikenalin-dikenalin. Kalau urusan hamil? Yang buat kan Tuhan ya, manusia mana bisa menciptakan manusia dalam rahim? Lagipula, sebagian besar pasangan yang sudah menikah lama dan belum dikaruniai anak, pasti sudah berusaha.

Gak usah lagi menambah beban dengan pertanyaan yang sudah tahu jawabannya. Gak usah lagi membuat mereka pasang topeng ramah dengan menyuruhnya untuk ke sana sini. Mereka sudah lakukan itu tanpa sepengetahuanmu. Yakinlah.

Baca juga : Hati-Hati Mengkritik Orang

Urusan bahagia atau gak bahagia karena anak ini juga tergantung individu masing-masing. Jangan menyamakan bahagia sudah punya anak dengan bahagia orang yang belum dikaruniai anak. Gak sama!

Mungkin banyak orang yang mencibir macam ini. Iyalah rumahnya rapi, orang gak ada anak kecil. Lha iya bener. Inilah salah satu hikmahnya belum punya anak, rumah bisa hampir selalu rapih, cling! Iyalah bisa bangun agak siang karena gak ada yang rewel. Iyalah bisa jalan-jalan terus berdua gak diganggu anak. Benar. Itu semua ada hikmahnya.

Begitupun sebaliknya. Giliran baru punya anak setahun dua tahun, trus hamil lagi, masih juga dicibirin. Ih, sudah hamil lagi? Gak KB tah? Ngebet amat mau punya anak banyak? Duh! Tolong ini mah, ikutlah berbahagia dengan kebahagiaan orang lain. Bisa jadi, karena omongan itu, perempuan yang seharusnya bahagia, sukacita atas karunia anak ke sekian itu, jadi berfikir ulang. Jadi gak ridho dengan pemberian-Nya lagi. Jadi mengeluh kok hamil lagi.

Jadi, yuk belajar menjaga lidah kita untuk tidak merespon apapun di sekitar kita yang dirasa akan membuat penyakit hati. Setiap takdir kita itu baik. Mau belum nikah di usia yang sudah cukup, mau sudah nikah di usia muda, mau belum hamil padahal nikahnya tahunan, mau hamil terus padahal anak masih kecil-kecil, apapun itu. Jangan merusak suatu pertemuan bahagia dengan satu pertanyaan menyudutkan.

Doakan saja yang terbaik, karena doa yang baik itu akan kembali pada yang mendoakannya.

Ps.

Maaf ya kalau agak terasa agak menggebu-gebu di beberapa bagian, hihi. Efek sudah lelah mendengar nyinyiran orang-orang, ups!

26 November 2020

Terbius Aroma Karsa ke Dunia Lain

Judul                                    : Aroma Karsa

Penulis                                 : Dee Lestari

Jumlah Halaman                  : 710 halaman

Penerbit                                : Bentang Pustaka

Tahun terbit                          : Maret 2018

 

Dari beberapa buku Dee Lestari yang pernah saya baca, Dee Lestari memang banyak bereksplorasi pada setting tempat dan waktu yang mendetail dan kadang tidak biasa. Di seri novel Supernova misalnya, dia berhasil membuat saya bisa membayangkan bagaimana rasanya menyeberangi hutan antar negara dari perbatasan Indonesia menuju Thailand. Saya juga jadi ikut membayangkan bagaimana rasanya berhalusinasi hebat hanya karena sebuah jamur.

Aroma Karsa Dee Lestari
Aroma Karsa karya Dee Lestari

Begitu pula dengan Aroma Karsa, sebuah novel terbitan awal tahun 2018 lalu. Sebelum diterbitkan dalam bentuk buku fisik, novel ini awalnya dirilis dalam versi digital dan ditayangkan per episode di sebuah situs membaca online. Waktu itu, saya hanya mengikuti beberapa cuplikannya saja, karena rasanya greget kalau harus menunggu tiap episodenya.

Novel ini bercerita tentang pencarian Puspa Karsa. Tanaman yang dalam benak Raras Prayagung tak lebih dari sebuah dongeng yang diceritakan neneknya, namun ternyata adalah tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia. Konon, Puspa Karsa adalah tanaman yang memiliki keistimewaan. Ia memiliki kisah tersendiri yang tidak disebutkan dalam manuskrip manapun dan ia mampu mengendalikan kehendak dan mengubah nasib seseorang. Sayangnya, tidak semua orang dapat menemukan tanaman ini.

Raras yang terobsesi sejak neneknya meninggalkan wasiat itu, terus berusaha untuk menemukan Puspa Karsa. Dimulai dengan pencarian manuskrip kuno, penjelajahan berbagai tempat untuk menemukan lokasi tanaman ini berada, hingga suatu saat bertemulah ia dengan Jati Wesi.

Jati Wesi, seorang lelaki yang hidup di TPA Bantar Gebang memiliki penciuman luar biasa. Ia bisa membaui berbagai aroma secara detail yang orang lain tidak mampu mengendusnya. Raras yang melihat peluang itu, segera mempekerjakan Jati di perusahaannya. Namun siapa sangka, Jati rupanya tidak hanya masuk sebagai pegawai biasa saja.

Di lingkungan perusahaan, Jati Wesi bertemu dengan Tanaya Suma, anak semata wayang Raras yang memiliki kemampuan penciuman yang sama. Seiring waktu, Jati Wesi mulai mengetahui kisah hidup sesungguhnya dari dirinya, dari mana ia berasal dan kisah masa lalu yang selama ini tersembunyi darinya.

Aroma Karsa Dee Lestari
Aroma Karsa


Kalau ditanya apa saja keunggulan novel yang satu ini, saya gak bisa jawab secara pasti. Sebab, bagi saya buku ini sudah lebih dari bagus. Dari setting tempat yang bisa membuat saya merasa ikut menjelajahi hutan sampai ke dunia lain, karakter tokoh yang kuat dan konsisten, serta dialog dan narasi yang mengalir tanpa ada kebosanan untuk pembaca.

Aroma Karsa mengambil setting tempat yang dalam bayangan saya seperti dua dunia berbeda. Dunia nyata tempat sekarang saya tinggali dan dunia lain tempat para makhluk setengah dewa, setengah manusia, setengah jadi-jadian, tinggal dan membuat kampungnya sendiri.

Baca juga : Sirkus Pohon, Resensi Novel Andrea Hirata

Hampir tidak ada kekurangan yang saya lihat sepanjang membaca novel ini. Hanya satu kekurangannya, belum difilmkan saja, hehe. Tapi kalau memang ini mau diangkat jadi film, saya sangat berharap pemeran dan adegannya bisa pas dan seseru pengalaman membaca saya (saya teringat film Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh yang diambil dari bukunya Dee Lestari juga, itu saya merasa kurang pas banget).

Kalau kamu suka membaca cerita petualangan yang berbeda dari biasanya, saya rekomendasikan novel ini untuk kamu. Dari halaman pertama saja, saya sudah penasaran dan serasa gak bisa berhenti untuk terus membaca.

Terakhir, satu hal yang bisa saya simpulkan setelah membaca novel ini adalah, bahwa obsesi pada suatu hal bisa menjadi keserakahan yang tak terkendali untuk kemudian mengubah takdir menjadi jauh lebih buruk.

24 November 2020

5 Channel Youtube Bagi Penyuka Musik Cover

Bagi yang suka bernyanyi dan punya suara bagus, meng-cover lagu biasanya jadi sarana hiburan untuk mengekspresikan perasaan. Apalagi jaman sekarang, banyak sekali aplikasi karaoke dan rekam lagu yang bisa dipakai kemudian langsung bisa diupload di media sosial.

Channel Youtube Musik Cover
Channel Youtube Musik Cover

Menariknya lagi, bagi sebagian orang, meng-cover lagu tidak hanya sebatas nyanyi dengan sama persis seperti penyanyi aslinya. Banyak dari mereka yang melakukan improvisasi sesuai dengan keahlian dan minatnya.

Rupanya penyanyi cover semacam ini banyak juga lho peminatnya. Saya sendiri pun suka dengar lagu yang sudah dicover dengan berbagai versi. Kalau kamu juga peminat versi musik yang seperti ini, saya ada beberapa channel youtube yang boleh dikunjungi karena mereka mengcover beberapa lagu dengan versi mereka masing-masing.

1. Aviwkila

Mendengar nama Aviwkila, mungkin telinga kamu sudah terbiasa ya. Suaranya memang punya karakter tersendiri. Lembut, manja, dan merdu. Tiga paduan yang kalau dengar cover lagu darinya bisa membuai telinga dan jadi pengen ikutan nyanyi juga. Cover lagu dari aviwkila diaransemen ulang dengan gaya gitar akustik. Serasi banget dengan pasangannya.

Channel Youtube Musik Cover
Channel Aviwkila

Beberapa bulan lalu, Aviwkila juga sudah mengeluarkan lagu original dari mereka sendiri. Mantap! Bagi kamu yang belum pernah mampir ke channel youtubenya, bisa langsung deh ke TKP dan nikmati lagu-lagunya.

2. Idol Project

Kalau yang satu ini, sepertinya hanya meng-cover lagu-lagunya JKT48 dengan aransemen yang dirubah total. Idol Project memiliki beberapa vokalis dan pemain musik lain yang menghasilkan cover lagu sangat apik. Karena mungkin beberapa musik JKT48 kadang suka tidak easy listening sama telinga orang Indonesia, maka aransemen dari Idol Project mampu menyihirnya jadi lebih familier.

Channel Youtube Musik Cover
Channel Idol Project

Bukan hanya meng-cover lagu dengan aransemen sendiri, Idol Project juga membuat MV-nya sendiri. Juara banget lah kalau untuk saya. Beberapa lagu JKT48 yang pernah dicover oleh mereka adalah Musim Yang Selanjutnya, Rapsodi, Kamulah Yang Memberitahu Aku, dan yang terbaru adalah Bersepeda Berdua.

3. Sisca Saras

Perempuan muda ini memang salah satu member dari JKT48 dari generasi ke tiga. Tapi di channel youtube pribadinya, ia banyak mengcover lagu-lagu milik penyanyi lain dengan suara yang tidak kalah dengan penyanyi aslinya. Memang, Sisca adalah salah satu member dengan bakat bernyanyi yang sangat terolah. Suaranya bisa mencapai nada tinggi dan tetap halus.

Channel Youtube Musik Cover
Channel Sisca Saras

Tidak heran kalau setiap tampil solo di teater JKT48 atau media lain membawakan satu unit song, ia bisa mempesona banyak orang. Beberapa lagu populer yang pernah ia cover adalah I Love You 3000, Bahasa Kalbu, I Love You So Much, dan Adu Rayu. Baru-baru ini, ia mengaransemen ulang lagu JKT48 Mushi no Ballad (Balada Serangga), lagu yang memang sudah melekat dengan namanya sejak ia membawakan unit song ini di teater JKT48.

4. Luciana Zogbi

Saya jatuh cinta pada suara Luciana Zogbi pertama kali waktu saya cari lagunya John Legend, All of Me. Ketemu cover lagu ini dengan suara perempuan yang enak banget di telinga. Perempuan dari Brazil yang berparas eksotik ini mampu meng-cover berbagai lagu yang bahkan menurut saya bisa lebih bagus dari penyanyi aslinya, hehe.

Channel Youtube Musik Cover
Channel Luciana Zogbi

Tidak hanya mengcover lagu dari musisi ternama, ia juga sudah memiliki beberapa lagu sendiri yang diunggah di channel youtubenya.

5. Emma Heester

Satu lagi perempuan luar negeri yang saya suka karena cover lagu-lagunya. Emma Heester. Perempuan asal Belanda ini punya suara khas yang menurut saya lebih seperti pengisi suara di film-film disney. Ia memulai debut cover di channel youtubenya dengan lagu Sugar milik Maaron 5 di tahun 2015 hingga kini jumlah subscribernya mencapai hampir 3 juta.

Channel Youtube Musik Cover
Channel Emma Heester

Selain suaranya yang khas, ia juga mendapat apresiasi luar biasa dari warganet di Indonesia. Pasalnya, beberapa kali Emma Heester mengcover lagu dari Indonesia yang dialih bahasakan ke Bahasa Inggris. Saya jadi heran, darimana ia bisa dapatkan lagu-lagu Indonesia itu ya? Beberapa lagu Indonesia yang pernah ia cover adalah I Love You 3000, Hanya Rindu, dan Lathi.

Baca juga : Butuh Ide Masak? Lihat 3 Channel Youtube Ini

Itu dia 5 channel youtube yang sering saya tonton setiap kali mereka mengcover lagu baru. Sebenarnya ada beberapa channel lain yang pernah mengcover lagu, tetapi entah kenapa sudah beberapa lama tidak mengcover lagu. Seperti Gita Sav dan Paul yang merupakan pasangan serasi dengan suara yang lembut tapi powerfull. 

Kalau kamu, suka lihat channel apa di youtube?

22 November 2020

Sirkus Pohon - Resensi Novel Andrea Hirata

Judul                     : Sirkus Pohon

Penulis                  : Andrea Hirata

Tahun terbit           : 2017

Penerbit                 : Bentang

Hal                         : xiv + 410 halaman

 

Sirkus Pohon Andrea Hirata

Apa yang menarik dari buku-bukunya Andrea Hirata? Banyak! Ide cerita, alur, pesan moral, latar, sampai penokohannya. Bagi saya, kesemuanya itu punya daya tarik tersendiri. Seperti saya ada di dunia luar yang baru saya tahu. Beberapa bukunya sudah khatam saya baca dan ada beberapa yang saya resensi disini. Kali ini saya ingin sedikit bercerita setelah saya khatam baca salah satu bukunya.

Sirkus Pohon. Termasuk buku agak lama sih ini, sudah tiga tahun sejak terbitan pertama. Tapi saya baru kesampaian bacanya sekarang.

Oke, saya mulai dari sampul bukunya. Dikemas dengan softcover berwarna putih dan hitam dengan judul besar Sirkus Pohon. Gambarnya mewakili judul dengan ornamen sirkus kebanyakan dan jenis font khas sirkus masa lalu. Saya seperti kembali pada zaman sekolah dasar dimana pertunjukan sirkus masih sesekali menghiasi layar kaca.

Masuk ke cerita, saya tiba-tiba disuguhkan dengan kekesalan si tokoh utama pada sebuah pohon delima. Ia membandingkan delima malang dengan pohon-pohon lain yang tumbuh di pekarangan rumahnya. Alih-alih saya diperkenalkan dengan si tokoh, malah saya terlebih dahulu diperkenalkan dengan si pohon yang di sepanjang cerita nanti seperti tokoh yang tidak bisa dihilangkan keberadaannya.

Baiklah kawan, kuceritakan kepadamu soal pertempuranku melawan pohon delima di pekarangan rumahku dan bagaimana akhirnya pohon itu membuatku kena sel, lalu wajib lapor setiap Senin di Polsek Belantik.

Benci nian aku pada delima itu. Lihatlah pohon kampungan itu, ia macam kena kutuk. Pokoknya berbongkol-bongkol, dahan-dahannya murung, ranting-rantingnya canggung, kulit kayunya keriput, daun-daunnya kusut. Malam Jumat, burung berkelong-kelong berkaok-kaok di puncaknya, memanggil-manggil malaikat maut. Tak berani aku dekat-dekat delima itu karena aku tahu pohon itu didiami hanntu.

Tapi dari cara penceritaan si pohon delima inilah saya dapat gambaran tentang si tokoh utamanya. Namanya Sobri. Seorang lelaki dewasa yang nasibnya 11-12 dengan si pohon delima. Karena pertemanan masa kecilnya dengan Taripol, ia tak berhasil lulus SMP. Itu juga yang membuatnya belum juga mendapat pekerjaan tetap.

Sirkus Pohon Andrea Hirata

Bercerita tentang perjalanan kehidupan seorang Sobri yang sederhana, baik penampilan dan jalan pikirannya. Selalu berusaha mendapat pekerjaan tetap untuk bisa menikahi perempuan idamannya. Kala Sobri berhasil mendapat pekerjaan yang membuatnya bangga dan bersiap menuju hari bahagia dengan perempuan idamannya itu, dari situlah cerita pohon delima dimulai.

Baca juga : Belajar Naif dari Orang-Orang Biasa Andrea Hirata

Bermula dari kekesalan Sobri, ia membuang sekeranjang buah delima ke halaman rumahnya. Biji-biji buah delima yang kuat telah berkonspirasi dengan alam semesta untuk membuatnya tumbuh subuh menjadi pohon besar dan tak pantang mati. Banyak hal terjadi dan orang pintar di kampungnya mempercayai pohon delima itu keramat.

Saking keramatnya, pada pemilihan kepala desa, beberapa calon kepala desa berebut memasang foto dirinya di batang pohon delima. Berharap akan menang karena karomahnya.

Di sisi lain, satu alur cerita dari tokoh yang berbeda disuguhkan dengan cara yang berbeda pula. Menampilkan tokoh Tegar dan Tara, dua anak kecil kelas 5 SD yang sama-sama hidup di tengah perceraian kedua orang tuanya. Pertemuan kali pertama mereka seperti pertemuan cinta pertama yang terputus kisahnya.

Sama-sama tak bertanya nama, alamat, atau keterangan apapun. Lalu hilang begitu saja dan meninggalkan kenangan manis pada keduanya. Seperti drama yang tak berkesudahan, pertemuan demi pertemuan yang nyaris tertambat harus berakhir denga nihil. Aslinya, saya gregetan dengan Andrea Hirata ini. Kenapa sih dua tokoh ini harus selalu saling bersimpangan padahal sudah hampir bertemu kembali?

Sebenarnya, cerita di buku ini sangat sederhana dan dibawakan oleh tokoh-tokoh yang juga sederhana. Saya seperti membaca dua cerita berbeda namun pada akhirnya bertemu di satu titik yang sama, yang keduanya bisa disatukan dengan apik dan menarik. Ibaratnya, saya menenun pada satu ujung benang, lalu mulai menenun lagi dengan ujung benang yang lain sampai akhirnya saya tahu bahwa kedua ujung benang itu bukanlah benang yang berbeda.

Andrea Hirata mampu menyihir saya untuk terus membaca hingga tuntas. Akhir ceritanya ia buat dengan plot twist yang benar-benar diluar dugaan saya. Bagaimana nasib Sobri dan perempuan idamannya itu, apakah Tara dan Tegar akhirnya bisa bertemu, dan siapa sebenarnya Taripol yang amat Sobri benci tapi terkadang ia sayangi itu?

Ringan, tapi mengasyikkan membacanya. Penasaran?

Baca juga : Resensi Buku Explore, Enjoy, Repeat