Halaman

27 April 2018

Curhatan Menjelang Lebaran #Mudah Kalau Lewat Qlapa.com

Halo semuanya!

Sebentar lagi lebaran datang dan saya sudah beberapa kali bilang ke si mamas untuk beli ini itu sebagai pelengkap rumah. Maklum, secara saya dan suami baru beberapa bulan menempati rumah sendiri, jadi bisa dibayangkan bagaimana keadaan rumah mungil kami, hehe. Kalau saya sendiri sih menyebutnya masih seperti kosan saya yang dulu. Gak ada apa-apa, hehe. Jadi sepertinya saya sudah harus mulai mengisi beberapa ruang kosong biar terlihat ada penghuninya pas lebaran nanti.

Dari dulu, saya termasuk orang yang tidak terlalu suka dengan dekorasi yang ramai. Saya suka dengan yang sederhana tetapi unik dan tidak pasaran. Sempat bingung sih mau cari dekorasi rumah yang unik-unik dimana. Apalagi, tempat tinggal saya termasuk yang lumayan jauh dari pusat kota, jadi kalau cari apa-apa mesti jalan ke pusat kota dulu yang jaraknya sekitar 1 jam perjalanan tanpa macet.

Dan.. di pusat kota pun belum tentu ada karena didukung saya yang gak banyak tahu toko dekorasi yang cocok dengan selera saya. Sebenarnya bukan dekorasi yang mewah-mewah sih, tapi saya ingin dekorasi yang unik dan kalau bisa handmade. Kenapa? Saya suka produk handmade karena sudah pasti itu unik, tentunya gak pasaran dan banyak dimana-mana. Bukan mau terlihat lux, tapi selera kan memang beda-beda ya, haha. Selain itu, produk handmade biasanya akan terjaga kwalitasnya. Saya sendiri memang membuat beberapa produk handmade, seperti bros, gantungan kunci, dan tempat tisu dari kain flanel. Makanya saya tahu produk handmade akan terjaga kwalitasnya.

Biasanya memang produk handmade dijual di toko khusus atau kalau kebetulan lagi jalan-jalan ke tempat wisata, pasti banyak jualannya. Tapi lagi-lagi, toko khusus seringkali tidak banyak dijumpai, juga kalau pas jalan-jalan terbatas dengan waktu.

Untungnya, kemarin saya nemu toko online yang jual produk handmade begitu. Untung ya saya masih hidup di zaman modern seperti ini yang kalau mau pesan apapun tinggal klik sana klik sini, hehe. Eits, tapi walaupun judulnya toko online, tapi toko yang satu ini beda dengan toko lain. Disini, kita akan menemukan banyak sekali produk handmade yang pasti unik dan gak pasaran.

Selain itu, produk yang dijual disini adalah produk handmade buatan negeri sendiri lho. Artinya, dengan kita membeli produk negeri sendiri, kita juga berarti menghargai dan mencintai produk sendiri. Lha jangan kalah dong ya dengan orang asing yang kalau jalan-jalan ke Indonesia memborong banyak suvenir. Lalu, apakah nama toko online yang saya maksud?

Qlapa.com
Yups! Nama tokonya adalah Qlapa.com. Dari namanya saja, sudah Indonesia banget ya, hehe. Lalu, apa saja yang dijual disini? Jawabannya, buanyaak! Mulai dari kartu ucapan sampai dengan perabot rumah, dari mainan anak sampai kuliner Indonesia. Lengkap deh.


Tampilan awal Qlapa.com
Tidak sulit untuk menemukan produk yang kita cari di Qlapa.com. Pasalnya, toko ini menyuguhkan tampilan dasbor yang mudah dimengerti dan penyusunan kategori yang runut dan sesuai dengan jenisnya. Satu hal lagi yang cukup membantu, ketika kita memilih satu produk, maka ada pilihan menu di bawah foto produk yang kita cari. Isinya adalah untuk memunculkan beragam pilihan produk sejenis. Jadi kita bisa bandingkan dulu antara satu barang dengan barang lainnya. Tapi awas, yakin akan kepengen memborong semuanya kalau sudah lihat, hehe.

Menu-menu yang disuguhkan pun cukup membantu kita untuk memilih barang yang kita cari. Misalnya barang apa yang sedang populer di masing-masing kategori. Jadi bagi yang memang sedang mencari atau sekadar lihat-lihat dulu, bisa kita gunakan fitur ini.

Fitur Populer di Kategori
Kalau masih bingung juga milihnya (karena saking banyaknya dan unik-unik pula, hihi), ada Editor’s  Pick yang akan membantu kita untuk menemukan produk pilihan. Hm, kalau sudah pilihan editor mah, gak ragu ya untuk langsung comot.

Editor's Pick yang membantu sekali
Saya yang memang sedang mencari-cari dekorasi rumah, sudah pasti langsung terbantu dengan adanya Editor’s Pick ini. Benar saja, ketika saya buka, beragam pilihan dekorasi rumah yang unik terpampang rapi berbaris di layar monitor. Jadi mupeng deh! Ternyata begitu mudah ya mencari barang handmade lewat Qlapa.com!

Kenapa Memilih Qlapa.com?

Bagi saya, memilih toko online bukan hanya sekadar memilih harga yang pas saja. Tetapi ada nilai lain yang jadi pertimbangan, semisal barangnya bagus dan penjualnya bisa dipercaya. Nah, di Qlapa ini ada beberapa alasan yang menjadikan saya memilihnya sebagai tempat pencarian barang-barang yang saya inginkan.

Alasan kenapa Qlapa.com
1.       Disini, banyak sekali pilihan produk handmade buatan Indonesia. Produknya unik dan ekslusif, artinya di luar belum tentu ada yang jual produk ini. Jadi bisa dikatakan, Qlapa ini adalah rumah untuk produk handmade Indonesia.
2.       Penjual dan pengrajin disini sudah melalui tahap kurasi untuk produknya. Ada seleksi dan penjagaan mutunya juga. Gak mau kan membeli produk yang hanya bagus di foto, tapi kenyataannya mengecewakan?3.       Karena produk-produk disini unik dan tentunya bernilai seni tinggi, maka Qlapa cocok sekali sebagai tempat menemukan produk sebagai koleksi, kebutuhan, atau hadiah.
4.       Untuk pembayaran? Mudah sekali. Disini tersedia beberapa pilihan cara pembayaran, bisa lewat ATM, transfer melalui bank, atau bisa lari ke Indomaret sebentar untuk bayar, hihi.

Kembali pada keinginan saya untuk mencari dekorasi rumah, saya sudah masukkan beberapa produk ini ke keranjang belanja saya. Apakah itu? Ini dia!

Jam meja Joglo
Jam meja Joglo yang sangat njawani. Jam ini mengingatkan saya akan kota Jogja yang penuh kenangan. Desainnya yang unik dan mungil ini saya rasa bisa pas untuk meja sudut ruang tamu saya. Lalu satu lagi yang ini.

Hiasan dinding
Hiasan dinding tulisan tangan. Sudah kebayang apa saja tulisan yang ingin saya pesan, karena di Qlapa, dekorasi semacam ini bisa custom lho! Jadi bisa sesuai dengan keinginan kita. Lalu satu lagi yang ini.

Rempah mandi
Ssst, yang ini diem-diem aja. Ini rempah mandi dari bahan-bahan alami. Jadi inget betangas sebelum nikah dulu, hihi. Sebenarnya masih banyak barang yang pengen saya taruh keranjang, sampai penuh, tapi takut khilaf, haha.

Baiklah, semoga curhatan sekaligus sedikit review saya ini bisa membantu bagi yang sedang membutuhkan referensi belanja produk handmade unik dan berkwalitas. Oke, sampai jumpa lagi ya.

10 April 2018

Bandung Dalam Setapak

Halo semuanya!

Sebenarnya sudah lama sekali saya ingin cerita dari perjalanan saya ini, tapi entah kenapa selalu ada alasan yang tidak bisa diterima untuk menunda-nunda dan akhirnya kebalap sama cerita lainnya, hehe. Karena memang setiap perjalanan saya pasti sudah saya siapkan foto-foto untuk mengabadikan cerita itu. Sayang kan kalau sudah sengaja dikumpulkan fotonya tapi tidak ditulis?

Baiklah, kita awali dengan...

Yeaayyy!!! Ke Bandung lagi! Ini sudah ke tiga kalinya saya ke kota yang terkenal dengan nama Paris Van Java nya itu. Pertama kali dulu ke Bandung waktu saya sempat jadi anak rantau. Ceritanya ada disini. Waktu itu saya pun berjanji akan kembali kesana lagi, entah untuk liburan atau mungkin ada tugas dari tempat saya bekerja, atau apapun itu. Dan benar saja, untuk kedua kalinya saya mengunjungi kota Bandung lagi. Masih dengan teman yang sebagian sama dengan waktu pertama kali ke Bandung. Ceritanya ada disini.

Dua kali ke Bandung dan tidak pernah sendirian, kali ke tiga ini saya harus sendirian. Setelah beberapa tahun tidak kesana dan memang tidak pernah bisa hafal nama jalan dan bagaimana menuju kesana, saya harus beranikan diri. Kali ketiga ini saya ada tugas dari tempat saya bekerja (sudah beda tempat kerja). Pertemuan antara Dinas Pariwisata Lampung dengan Dinas Pariwisata Jawa Barat, juga ada acara Table Top. Kebetulan saya yang ditunjuk untuk berangkat kesana.

Sempat deg-degan sih karena takut nyasar (haha, jaman sekarang kok masih bisa nyasar!). Karena memang jatahnya hanya sendirian dari kantor, ya sudahlah mau dibilang apa lagi. Mau ngajak Mamas tapi gak bisa karena harus izin dan belum tahu di Bandung juga bisa nginap berdua atau sendiri-sendiri (sudah yakin sih bakal gak sendirian di kamar). Mulailah saya mempersiapkan apapun yang harus dibawa untuk acara itu. Dari mencari tiket pesawat sampai penginapan sebelum acara. Alhamdulillah semua bisa saya dapatkan dengan mudah.

Karena acaranya akan dimulai pagi hari, maka saya memutuskan untuk berangkat sehari sebelumnya. Saya tidak tahu keadaan di Bandung, juga takut kalau-kalau pesawat delay atau jalanan macet. Saya dapat tiket pesawat siang dan untuk kepulangan dari Bandung sengaja pilih yang siang juga, biar ada waktu untuk sekedar jalan-jalan dan mungkin cari sedikit oleh-oleh. Tinggal penginapannya untuk malam sebelumnya yang memang tidak ditanggung oleh panitia.

Untung ya hidup di jaman yang serba digital. Pesan tiket, pilih penginapan, cari transportasi, apapun tinggal klik sana sini. Begitulah saya mencari penginapan. Karena saya tidak tahu jalan, maka saya mencari tempat penginapan yang paling dekat dengan hotel untuk acara keesokan paginya. Sebenarnya bisa pesan di hotel yang sama, tetapi lumayan mahal untuk sekedar bermalam sebelum acara.

Saya mencari di satu situs pemesanan kamar yang sudah saya percayai dan beberapa kali pun saya pesan di situs itu. Namanya Airy Rooms. Disini, saya bisa dengan mudah mendapatkan tempat menginap yang sesuai budget dan tentunya sesuai kenyamanan saya. Salah satunya yang waktu itu saya pilih adalah Airy Riau Progo 6, Bandung. Saya memilihnya karena memang dekat dengan hotel tempat acara saya berlangsung, dan juga saya melihat foto-foto dan review yang masuk kategori bagus menurut saya.

Kamar yang akan saya tempati waktu itu (foto by Airy Room)
Pesan di Airy Rooms sangatlah mudah. Dari PC maupun aplikasi pada ponsel, sama-sama mudahnya. Tinggal isi saja daerah mana yang akan kita tuju. Nanti Airy Rooms akan menyuguhkan banyak pilihan hotel yang sesuai dengan keinginan kita. Bisa berdasarkan kepopuleran hotel, atau menurut harga, atau menurut kategori bintang.

Menu awal masuk ke Airy Rooms
Kalau ditanya kenapa saya memilih Airy Rooms, jawabannya sudah pasti karena saya merasa ada jaminan kenyamanan dari Airy Rooms atas kamar yang saya pesan. Dari segi fasilitas, Airy Rooms menjamin sudah tersedianya amenities, toiletries, dan fasilitas penunjang seperti telepon, akses internet, kamar mandi dengan air panas dan dingin, dan lain-lain. 

Jaminan keanyamanan Airy Rooms
Tinggal isi formulir ini untuk pemesanan dan langsung bisa lanjut ke pembayaran
Untuk proses pemesanan hingga pembayaran pun, sangat mudah. Bisa bayar melalui transfer e-banking, ATM, ataupun ke minimarket terdekat. Setelah selesai pembayaran, voucher saya segera terbit. Jadi kapan aja bisa dapat hotel sesuai keinginan lewat Airy Rooms.

Saya lega setelah tiket pesawat dan voucher hotel sudah ada di tangan saya. Tinggal membayangkan dan mengira-ngira hal apa saja yang bisa saya lakukan sebelum acara hehe. Estimasi saya, saya akan tiba di Bandung tidak terlalu sore jadi bisa lah sekedar jalan-jalan sambil cari jajanan. Mudah-mudahan estimasi saya benar.

Rupanya... hari pertama di Bandung berjalan agak meleset dari bayangan. Sengaja cari pesawat yang agak siang supaya tidak terlalu terburu-buru dan berharap sampai Bandung tidak terlalu sore. Niatnya mau lihat-lihat sekitaran Bandung. Tapi rupanya cuaca waktu itu tidak mendukung. Ditambah jalanan sore yang lumayan ramai, jadi sampai di hotel, hari sudah mulai gelap. Plus, saya juga kan punya bakat penakut jadi kalau sudah sampai kamar, gak berani keluar kemana-mana lagi, haha (ini didukung oleh letak kamar saya yang di lantai 5 dan di ujung). Untung kamarnya bagus, jadi tetap nyaman saja saya hibernasi disana.

Tidak sia-sia saya memilih Airy Rooms. Baru melangkah masuk ke kamar, saya sudah disuguhi cemilan. Lumayan untuk menemani sore saya sambil beristirahat dan menghilangkan bad mood gegara tidak sesuai bayangan saya, hehe. Boro-boro mau kelililing Bandung, cari makan di sekitar hotel aja, saya menyerah hehe. Alhasil, saya pesan makanan secara online! Yah, bayangan akan makan street food di Bandung lenyap deh.

Air mineral di dalam kamar

Cemilannya ada di kotak yang belakang itu :-D
Pagi harinya, saya langsung menuju ke tempat acara yang memang letaknya tidak terlalu jauh. Kegiatan yang saya ikuti juga berjalan dengan lancar dari pagi hingga sore. Malam hari, saya memutuskan untuk sekedar jalan-jalan ke sekitar hotel. Cari makan malam, tapi lebih ke cuci mata hehe. Memang tidak terlalu asik sih karena jalan sendirian, tapi saya bisa menikmatinya sambil berfikir sesudah ini saya mau tuliskan cerita apa. Saya berhenti di salah satu food court, menunya beragam dan harganya juga masih wajar. Lumayan mengisi perut.

Toko-toko di sekitar hotel tempat saya menginap kebanyakan adalah distro. Produknya memang keren-keren, gak pasaran, tapi lumayan mahal untuk kantong saya. Jadi, saya hanya melihat-lihat saja, hehe. Setelah hampir pukul sembilan malam, saya memutuskan untuk kembali ke hotel. Saya tidak punya keberanian untuk keluar lebih malam lagi, takut nyasar karena saya bukan penghafal jalan yang baik.

ooo

Oh iya, karena di hari pertama itu saya belum sempat kemana-mana, jadi saya memutuskan untuk berjalan-jalan di pagi hari sebelum pulang kembali ke Lampung. Saya sengaja pesan tiket pesawat untuk pulang agak siangan, biar saya bisa jalan-jalan lagi di pagi harinya. Saya sudah mengantongi informasi tempat apa saja yang bisa saya kunjungi saat itu dan perkiraan perjalanan kesana.

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Museum Geologi. Letaknya tidak jauh dari hotel tempat saya menginap. Tapi karena lagi-lagi saya tidak tahu jalan, makanya saya memanfaatkan ojek online untuk menuju kesana. Dari abang ojek, saya kumpulkan informasi lagi tempat-tempat yang ingin saya kunjungi berikutnya beserta rutenya. 

Museum Geologi

Museum ini terletak di Jl. Diponegoro, Cihaur Geulis, Bandung. Beruntung sekali waktu itu sedang ada kunjungan dari sekolah, jadi saya yaang memang datang seorang diri tidak merasa sendirian. Untuk masuk kesana, kita hanya dimintai tiket masuk sebesar Rp 3.000,- saja. 

Benda pertama yang saya lihat di dekat pintu masuk museum
Saat memasuki pintu museum, saya melihat ada dua ruangan di kanan kiri saya. Tapi, pak penjaga mengarahkan saya ke pintu sebelah kiri terlebih dahulu. Pada akhirnya nanti saya jadi paham rupanya museum ini terbagi menjadi 3 bagian besar, yaitu Sejarah Kehidupan, Geologi Indonesia, dan Geologi dan Kehidupan Manusia.

Bagian pertama yang saya masuki adalah Sejarah Kehidupan. Terdapat semacam layar pemutar video yang menayangkan proses terbentuknya planet-planet. Di sepanjang dinding, dipamerkan relief-relief awal kehidupan. Saya merasa takjub dan rasanya saya kembali ke masa sekolah saat saya baru pertama mengenal tatasurya.


Disini juga dipamerkan berbagai macam batuan dari berbagai belahan dunia. Berlian dan batu-batu perhiasan yang sering saya dengar namanya pun dipamerkan dalam bentuk aslinya disini. Saya terus menyusuri ruangan hingga sampai di bagian pertambangan. Proses pertambangan, proses pangaliran minyak bumi hasil pertambangan, dan aplikasinya dalam kehidupan juga dibeberkan dengan jelas dan mudah dimengerti.

Berbagai macam batuan dan mineral
Saya naik ke lantai 2 yang memamerkan kondisi geologi di Indonesia. Dari sisa-sisa letusan gunung merapi hingga penjelasan bagaimana terjadinya tsunami. Saya sempat melihat alat simulasi gempa bumi, tapi sayangnya sedang dalam perbaikan. Padahal kalaupun alat itu bisa digunakan, belum tentu juga saya akan mencobanya karena sendirian hehe.

Alat simulasi gempa bumi
Saya kembali turun untuk memasuki ruangan di sebelah kanan dari pintu masuk tadi. Ruangan ini memamerkan awal kehidupan di bumi. Zaman sebelum makhluk purba ada, hingga zaman manusia modern. Ada kerangka makhluk purba yang sangat besar di tengah-tengah ruangan. Saya tidak terlalu paham itu namanya apa, sebangsa dinosaurus begitulah hehe.

Kerangka hewan purba yang sudah punah
Sebenarnya saya masih ingin lebih lama mengamati benda-benda yang ada di museum ini, tapi kalau lama-lama disini, nanti tempat lain tidak kebagian. Saya keluar dan mengambil beberapa foto lagi.

Tampak depan Museum Geologi
Selepas dari Museum Geologi, saya berjalan menyusri jalan sekitar. Ada taman di depan museum ini yang waktu itu ramai orang berjalan kaki dan senam. Saya kelilingi dengan beberapa kali duduk sekedar minum dan mengamati kegiatan orang. Lumayan lah sekali-sekali olahraga jalan kaki, hehe. Saya lihat ada petunjuk arah menuju Museum Pos Indonesia. Sasaran saya selanjutnya.

Museum Pos Indonesia
Tidak jauh dari taman, saya menyeberang jalan dan mulai masuk ke museum Pos Indonesia. Awalnya mantab melangkahkan kaki kesana karena saya pikir, museum ini pun akan ramai seperti Museum Geologi tadi. Tapi begitu masuk pintu museum, tidak ada penjaga sama sekali. Di dekat pintu masuk, hanya ada meja dan buku tamu yang terbuka. Saya lihat tanggal hari itu, sayalah pengunjung pertamanya, dan tidak ada nama lain!

Tampak depan museum Pos Indonesia
Sudah sampai sini, masa mau balik lagi? Jadi saya maju terus pantang mundur untuk tetap masuk ke museum. Olala.. saya hanya berpapasan dengan seorang laki-laki (sepertinya tukang bersih-bersih) yang sudah selesai dan akan keluar. Saya teruskan untuk masuk. Saya mulai melihat-lihat koleksi di museum ini.

Berbagai kotak pos
Berbagai jenis perangko dari zaman dahulu, berbagai jenis alat pos, kendaraan yang digunakan untuk mengantar surat hingga kotak-kotak pos yang sekarang sudah tidak ada lagi. Saya beranjak makin masuk ke dalam ruangan dan awalnya lega karena melihat beberapa orang. Tetapi setelah saya mendekat, rupanya mereka adalah patung! Iya, mereka adalah diorama yang menyerupai foto kecil yang dibingkai di atasnya. Menggambarkan kegiatan pos pada masa itu.

Diorama yang awalnya saya mengira pengunjung, hehe
Karena tiba-tiba saya menyadari bahwa saya benar-benar sendirian, saya tidak melanjutkan penjelajahan saya di museum ini. Jiwa penakut saya mulai kambuh lagi. Apalagi saya berada di tengah-tengah benda peninggalan dari berapa puluh tahun yang lalu. Saya sedikit merinding dan segera keluar ruangan. Lega rasanya sudah menemukan dunia luar lagi, haha.

Saya berniat kembali ke hotel dan bersiap-siap pulang. Tapi kali itu saya tidak memanggil ojek online lagi. Saya menyusuri jalan dengan berjalan kaki dan berharap menemukan toko oleh-oleh atau sekedar jajanan pinggir jalan. Walaupun judulnya adalah tugas, tapi pesanan teman-teman di kantor pasti harus dibawakan.

Saya menemukan toko oleh-oleh yang tidak terlalu besar, tapi lumayan untuk sekedar membawa sedikit oleh-oleh untuk teman-teman saya. Juga, ketika saya berjalan dan menemukan warung jajanan, saya tertarik untuk membelinya. Tadinya saya pengen beli seblak, tapi sudah kehabisan. Akhirnya ditawari oleh ibu penjaganya Shabu. Saya yang kurang update soal jajanan kekinian hanya tertawa saja melihat isi Shabu ini. Oalah begini rupanya hehe.

Shabu, oalahh.. seperti ini tho :-D
Waktu check out sudah tiba, saya bersiap-siap kembali ke Lampung. Dari hotel tempat saya menginap, saya kembali menyewa ojek online menuju bandara. See you again, Bandung. Saya akan kembali kesana lagi insyaa allah.

06 Maret 2018

PRIVE URI-CRAN, SOLUSI CEPAT ATASI ANYANG-ANYANGAN


Jadi, ceritanya beberapa bulan yang lalu tepatnya bulan Ramadhan, saya mengalami satu hal yang sempat membuat malam-malam Ramadhan saya terasa terganggu. Bagaimana tidak, ketika saya melaksanakan shalat tarawih, yang notabene tidak di rumah tetapi di mushola, saya harus bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Masih untung mushola hanya di depan rumah dan ketika rasa ingin buang air kecil itu datang, saya bisa langsung ngacir ke rumah.

Kalau hanya sekali sepanjang sholat sih mungkin tidak apa-apa, tapi kalau sudah berkali-kali? Melelahkan pastinya. Belum lagi, pasti banyak ketinggalan rakaat shalat tarawihnya. Satu lagi, bolak-baliknya saya sudah pasti mengganggu barisan jamaah yang lainnya. Alhasil, beberapa malam Ramadhan, saya memilih untuk sholat tarawih di rumah saja.

Ketika ibu saya bertanya kenapa saya tidak pergi ke mushola, saya menjawabnya sambil meringis.
“Lagi anyang-anyangan.”
OOO
Apa sih anyang-anyangan itu?

Mungkin sebagian orang sudah mengenal istilah anyang-anyangan. Kondisi dimana rasa ingin selalu buang air kecil, tetapi urin yang dikeluarkan hanya sedikit sekali dan biasanya disertai gejala sakit buang air kecil. Keadaan ini tentu saja membuat aktivitas sehari-hari jadi terhambat karena harus bolak-balik ke kamar kecil. Bahkan menurut dokter, anyang-anyangan bisa jadi salah satu gejala awal adanya infeksi saluran kemih (ISK). Cukup menyeramkan? Tentu saja.

Untungnya, tidak semua orang yang mengalami anyang-anyangan berarti juga terkena infeksi saluran kemih. Tapi alangkah baiknya jika memang kita bisa menghindari anyang-anyangan ini karena kalau sudah terkena infeksi saluran kemih, pengobatan yang dilakukan sudah pasti akan lebih berat lagi. Ironisnya, perempuan lebih berisiko terkena anyang-anyangan daripada laki-laki. Bahkan tingkat resikonya mencapai 50%, artinya 5 dari 10 orang perempuan berpotensi terkena anyang-anyangan. Nah lho! Makanya yuk kenali penyebab anyang-anyangan ini sehingga kita kaum perempuan bisa mencegahnya sebelum terjadi.

Perempuan lebih berpotensi terkena anyang-anyangan
Kenapa bisa anyang-anyangan?

Salah satu teman saya bilang anyang-anyangan itu karena air yang kita minum, mungkin saja tidak matang sehingga masih banyak bakteri yang hidup dan akhirnya tertelan masuk ke saluran pencernaan. Satu lagi bilang karena kurang minum air putih alias dehidrasi. Dan, setelah cari tahu kesana kemari sambil googling juga, ternyata penyebab anyang-anyangan itu banyak.

1.    Dehidrasi
Kalau yang satu ini sepertinya ini pengalaman pribadi. Dehidrasi dapat berarti kekurangan cairan yang bisa terjadi karena kurangnya minum air putih. Saya pribadi yang notabene bekerja kantoran dan sering duduk lama di depan komputer dalam ruangan yang ber-AC tentu saja jarang merasa panas dan haus. Akibatnya sudah jelas, jarang minum air putih. Bahkan pernah sampai lupa dari pagi sampai jam makan siang, tidak minum air putih sama sekali. Padahal dalam ruang ber-AC, kita malah dianjurkan untuk lebih banyak minum untuk mengganti cairan tubuh.

2.    Sering menahan buang air kecil
Ini juga mungkin penyebab anyang-anyangan yang terjadi pada saya. Karena jarak kamar mandi dengan kantor saya lumayan jauh, saya sering malas ke kamar mandi untuk buang air kecil. Seringnya saya menahan hingga waktu istirahat atau mau pulang kerja. Benar-benar tidak baik dan tidak patut dicontoh ya.

3.    Sering minum minuman yang berefek diuretik, seperti alkohol, kopi, dan teh
Sudah disebutkan di awal bahwa saya sering malas minum air putih, ditambah minuman berwarna sepertinya lebih menyegarkan ketika terasa haus. Rupanya, minuman diuretik seperti teh dan kopi bisa juga menyebabkan anyang-anyangan.

4.    Pembesaran prostat
Kalau penyebab yang satu ini lebih kepada laki-laki ya. Membesarnya prostat dapat menekan saluran kemih sehingga urin akan tertahan dalam kandung kemih. Menumpuknya urin dalam kandung kemih dapat meningkatkan potensi pertumbuhan bakteri dan tentu saja memicu anyang-anyangan.

5.    Saluran kemih tidak normal
Pastinya ada beberapa orang yang dilahirkan dengan kondisi saluran kemih yang tidak normal. Nah ini juga salah satu penyebab anyang-anyangan.

6.    Adanya bakteri penyebab infeksi saluran kemih
Nah ini yang paling berbahaya dan mudah sekali menyebabkan anyang-anyangan hingga terjadinya infeksi saluran kemih. Biasanya, bakteri yang berperan dalam hal ini adalah bakteri E-Coli yang banyak terdapat di air yang kotor atau air yang terlalu lama berdiam di bak mandi. Adanya bakteri inilah yang menjadi penyebab sakit saat buang air kecil.

Seperti yang sudah disebutkan di awal tulisan ini bahwa perempuan lebih berpotensi terkena anyang-anyangan daripada laki-laki, juga berpotensi pula untuk terjadi berulang kali. Oleh karena itu, apa saja sih langkah-langkah untuk mencegahnya? Kalau sudah terkena anyang-anyangan sekali, sudah cukup lah ya menderitanya bolak-balik ke kamar mandi.

Cara Mencegah Anyang-Anyangan

Ada beberapa cara mencegah anyang-anyangan. Mudah dan sederhana kok, asal kita rajin dan telaten saja. Berikut caranya :

1.    Jaga kebersihan area V
Penyebab anyang-anyangan yang paling banyak adalah karena adanya bakteri E. Coli yang biasanya banyak terdapat pada kotoran manusia. Masuknya bakteri ini ke saluran kemih bisa terjadi jika cara pembersihan anus ketika buang air besar salah. Pada umumnya, membersihkan anus dari arah belakang ke depan. Bagi perempuan, pendeknya jarak antara anus dengan area V mempercepat masuknya bakteri ini ke saluran kemih. Maka, mulailah cara membersihkan yang benar, yaitu dari arah depan ke belakang.

Lebih lanjut, biasakan membersihkan area V dengan air yang mengalir, bukan dengan air yang sudah lama berada di dalam ember atau bak mandi. Kalau sedang bepergian, usahakan selalu membawa tisu basah higienis untuk membilasnya setelah dibersihkan dengan air.

2.    Jangan malas ganti celana dalam
Nah, cara yang satu ini memang agak ribet, apalagi kalau sedang bepergian atau untuk perempuan yang bekerja di luar rumah. Tapi, demi kesehatan kandung kemih dan agar aktifitas tetap lancar tanpa ada gangguan anyang-anyangan, jangan malas deh untuk ganti celana dalam. Minimal ketika buang air kecil pada siang hari untuk meminimalisir adanya bakteri penyebab anyang-anyangan.

3.    Jangan suka menahan buang air kecil
Ini termasuk peringatan yang digarisbawahi untuk saya yang suka menahan buang air kecil dengan alasan tanggunglah, atau takut ke kamar mandi ketika malam hari, atau apapun alasannya. Percayalah, akibat yang terjadi tidak sebanding dengan alasan-alasan itu.

4.    Rajin minum air putih
Mulai kurangi konsumsi air berwarna yang bersifat diuretik dan rajin minum air putih. Air putih ini dapat mengatasi susah buang air kecil. Apalagi, untuk perempuan yang bekerja kantoran dan lebih banyak duduk di depan komputer. Agar tidak lupa dan malas, sediakan botol air minum cantik dan secarik kertas kecil dengan tulisan “Sudah minum air putih berapa liter hari ini?”

5.    Bersihkan diri setelah berhubungan
Bagi Anda yang sudah menikah, sebaiknya jangan langsung tidur setelah berhubungan. Buang air kecil dan bersihkan area-V dengan benar sehingga dapat meminimalisir bakteri yang akan masuk ke saluran kemih.

Mengatasi Anyang-Anyangan

Bagaimana kalau sudah terlanjur anyang-anyangan? Sebelum pergi ke dokter, anda bisa mencoba beberapa minuman berikut yang bisa mengatasi anyang-anyangan.


1.    Minum air jeruk nipis
Cukup seduh perasan jeruk nipis dengan air panas, lalu tambahkan gula pasir untuk mengurangi rasa asam dan pahitnya. Minum seduhan jeruk nipis ini ketika anyang-anyangan timbul.

2.    Seduhan daun kumis kucing
Ramuan yang kedua ini memang agak sedikit lama mempersiapkannya karena daun kumis kucing perlu dijemur hingga kering sebelum diseduh. Setelah kering, seduh seperti menyeduh teh biasa. Jika ingin menambahkan rasa, gunakan gula jawa dan bukan gula pasir.

3.    Prive Uri-Cran
Nah, kalau tidak ingin ribet dan mau cari praktisnya, Prive Uricran bisa menjadi solusinya. 


Apa itu PriveUri-Cran?

Prive Uricran adalah minuman suplemen yang mengandung ekstrak buah cranberry (Vaccinium oxycoccos). Buah yang masih termasuk ke dalam jenis berry ini memiliki banyak manfaat. Bahkan, sejak dahulu, tanaman ini sering dijadikan sebagai obat luka pada zaman nenek moyang suku Indian kuno.

Cranberry mengandung banyak vitamin C dan antioksidan yang meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah sariawan,kaya serat makanan, mineral dan flavonoid, quersetin, peonidin, antosianidin dan polifenol sehingga sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan dapat mencegah penyakit kanker. Riset untuk membuktikan khasiat buah ini telah banyak dilakukan, salah satunya adalah riset yang dilakukan oleh lembaga pengawas obat dan makanan Prancis, AFSSA. Pada tahun 2004, lembaga tersebut mengizinkan penggunaan jus buah cranberry sebagai antibakteri untuk kesehatan saluran kemih. Hal ini dibuktikan oleh 4 uji klinis secara acak yang menyatakan bahwa jus cranberry mampu menghambat infeksi bakteri pada saluran kemih.

Khasiat penghambatan infeksi saluran kemih oleh buah yang berwarna merah cerah ini karena adanya kandungan proantosianidin yang dapat menghambat perlekatan bakteri E. Coli pada saluran kemih.
Nah, dari banyaknya manfaat buah cranberry tersebut, tidak diragukan lagi Prive Uricran dapat menjadi solusi praktis untuk mengatasi anyang-anyangan. Selain praktis, minuman ini juga menyegarkan dengan rasa manisnya.

Prive Uri-Cran di sela-sela aktivitas saya
Sediaan Prive Uri-Cran

Ada dua varian produk yang bisa dipilih untuk mengatasi anyang-anyangan dan mencegahnya kembali lagi ini. Prive Uri-Cran yang mengandung 250 mg ekstrak cranberry dan Prive Uri-Cran Plus, yang selain mengandung 375 mg ekstrak cranberry, juga mengandung vitamin C dan 0,1 mg Lactobacillus Achidopillus serta 0,1 mg Bifidobacterium bifidum. Masing-masing sediaan berbentuk kapsul dan serbuk yang mudah dan praktis dibawa kemana-mana.

Varian Prive Uri-Cran
Masih ragu mengkonsumsi Prive Uri-Cran? Tenang saja, minuman suplemen ini diproduksi oleh perusahaan besar ternama, yaitu PT. Combiphar  yang sudah pasti menjaga kwalitas produknya. Jadi tidak ragu lagi untuk mengkonsumsinya. Bahkan Prive Uri-Cran ini bisa dikonsumsi setiap hari karena ini adalah suplemen yang selain bisa menjadi obat anyang-anyangan, juga bisa menjaga kekebalan tubuh. Nah, untuk Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang anyang-anyangan dan Prive Uri-Cran, bisa kunjungi situsnya disini.

Oke, ini pengalaman anyang-anyangan saya san solusi praktisnya. Bagaimana pengalamanmu?

Referensi :
1. http://uricran.co.id/
2. https://bacaterus.com
3. http://rubrikita.com

24 Februari 2018

Silaturahmi Plus Plus, Bagian #4

Sepertinya ini oleh-oleh perjalanan yang paling panjang disini ya, hehe. Okey, kita masuk bagian ke empat. Sudah mendekati hari terakhir perjalanan silaturahmi plus plus kami. Untuk yang mau nge-klop-in bagian-bagiannya disini ya ; Bagian 1, Bagian 2, Bagian 3.

OOO

Selepas dari Kutoarjo, kami meluncur menuju Magelang. Rencananya kami akan ke Candi Borobudur terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Sleman dan menginap disana.

Perjalanan dari Kutoarjo ternyata tidak jauh, tapi satu hal yang sempat membuat kami kecewa. Ketika akan sampai di Candi Borobudur, ada petunjuk arah terbuat dari spanduk dengan ukuran besar di jalan raya. Petunjuknya berupa arah panah untuk menuju ke candi. Ketika kami mengikuti arah itu, di depan sana rupanya ada sekelompok orang yang menghadang kami dan bilang bahwa jalan yang baru saja kami lalui merupakan jalan yang melawan arus (forbiden). Padahal jelas sekali kami mengikuti arah petunjuk di spanduk yang ada tadi. Satu orang dari mereka menawarkan pendamping menuju candi dengan sejumlah bayaran.

Kami berbalik arah. Entahlah, mungkin memang ada oknum polisi juga yang bermain disana, sebab tadi juga kami melihat ada polisi tapi tidak melakukan apa-apa atas kejadian ini. Yah, namanya manusia mau cari penghasilan tambahan kali ya tapi lewat jalur yang mengecewakan manusia lainnya.

Baiklah, setelah berkeliling cari tempat parkir karena super ramai, akhirnya kami bisa menapakkan kaki di area candi. Panasnya terik, untung sudah dapat pinjaman topi lebar dan kacamata hitam dari kakak ipar saya, hehe.

Setelah membayar tiket masuk, kami mulai berjalan ke arah candi. Rupanya sudah ada yang berubah sejak terakhir saya kemari sekitar tahun 2012. Dulu seingat saya, para pengunjung wajib mengenakan kain yang dipinjamkan oleh pihak candi sebelum naik ke atas. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Lalu, penampakan area jalan menuju candi pun sudah dihias oleh kupu-kupu imitasi yang besar dan banyak sekali. Saya sampai takjub lho! Saya pun menyempatkan diri untuk berfoto dulu.

Kupu-kupu betina ini hehe

Kupu-kupu yang ditempatkan di atas jalan menuju candi
Terik dan ramai
Suasana di candi saat itu sedang ramai-ramainya. Saya sempat diajak suami untuk naik ke atas candi, tapi melihat keadaan yang penuh sesak dan cuaca sangat terik, saya tidak sanggup. Jadi, keliling-keliling saja lah di sekitar candi, mengamati ukiran-ukiran yang terbentuk meskipun tidak terlalu paham apa artinya dan menyempatkan foto di beberapa titik. Saya banyak melihat beberapa patung di candi sudah tidak utuh lagi. Sayang sekali.

Jadi ini maksud patungnya

Let's pose! B-)
Sebenarnya saya ingin lebih menjelajah lagi ke museum candi, tapi memang suasana waktu itu tidak mendukung. Keringat pun sudah bercucuran karena saking panas dan teriknya. Jadi, saya menyerah dan mulai berjalan keluar area candi. Saat di pasar, saya menyempatkan membeli kaos oleh-oleh yang dijual dengan harga murah disana.

Kami melanjutkan agenda menuju Sleman selepas dzuhur. Semoga cuaca di sana tidak seterik disini. Kami berencana untuk menginap di rumah ponakan dari jalur almarhum Bapak. Walaupun disebut ponakan, tapi usianya malah lebih tua dari saya dan kakak-kakak, jadi agak sedikit canggung saya memanggilnya. Sampai sana, kami disambut hujan lebat dan cuaca dingin. Baik hatinya sang tuan rumah, kami disediakan teh panas dan tahu goreng.

Alhamdulillah sampai juga di Sleman
Suasana di rumah ponakan terasa masih pedesaan. Ketika melewati jalan menuju rumahnya, saya melihat banyak kandang sapi, kebun, juga kolam ikan yang airnya langsung dari aliran sungai. Ponakan kami bercerita panjang lebar sembari menemani kami menghabiskan teh dan tahu goreng. Katanya besok kami akan diajak melihat rumah joglo yang sering dijadikan tempat berkumpul ketika ada acara desa.

Udara sejuk selepas hujan menyapa kami di pagi hari. Ponakan kami mengajak berjalan-jalan pagi sambil memenuhi janjinya melihat rumah joglo. Sebelum kesana, kami diajak ke bendungan dekat rumah. Rupanya aliran sungai yang masih bening itu digunakan juga untuk fasilitas mencuci baju bagi warga sekitar.

Tuh lagi ramai mencuci baju hehe
Di bendungan ini juga suami ponakan kami dulu belajar berenang. Kalau saya pasti langsung pucat mau berenang disini. Selain airnya dingin, air sungainya juga lumayan dalam.

Yang di belakang malah sadar kamera wkwkwk
Kami menuju rumah joglo yang dimaksud oleh ponakan kami. Rupanya rumah warisan ini sudah tidak lagi terawat dengan baik. Keluarganya sudah memiliki rumah masing-masing di kota lain dan pada akhirnya rumah joglo ini ditinggalkan begitu saja.

Padahal masih bagus kan penampakannya
Lahan tempat rumah joglo berdiri ini sangat luas. Imajinasi saya mulai berputar pada masa ketika rumah ini baru dibangun dan ditinggali oleh para penghuni beserta abdi-abdinya. Bukankah rumah joglo punya filosofi tersendiri? Dari balik pagar, saya sempat melihat bagian samping agak ke belakang yang sudah banyak rusak. Lampu-lampu dengan tiang yang eksotik juga sudah patah. Juga rumput yang panjang dan tak terurus dimana-mana.

Bagian samping kanan rumah yang tak terurus
Kami pulang kembali ke rumah ponakan untuk bersiap ke Jogjakarta. Rencananya kami akan mengunjungi keraton dan belanja-belanja di Malioboro (biasa perempuan hehe).

Kami parkir di dekat pasar Beringharjo. Untuk menuju ke Malioboro, kami lewat dalam pasar saja sekalian melihat-lihat siapa tahu ada barang yang bagus dan bisa terangkut hehe. Ketemu sih sama ulekan batu yang bagus, tapi beratnya itu gak nahan mau dibawa jauh ke Lampung. Lewat deh. Makin ke dalam pasar, makin bingung karena banyak sekali batik dan model pakaian yang sepertinya semuanya bagus dan ingin dibeli.

Belum banyak perubahan yang terjadi sejak terakhir saya kesini setahun lalu. Tapi memang berbeda sih jalan-jalan siang dan malam hari. Saya tidak mendapati musisi jalan seperti angklungan disini. Mungkin mereka hanya beraksi pada malam hari. Siangnya karena ada sedikit miskomunikasi antar sesama rombongan, saya, suami, mamak, dan satu mbak ipar saya makan di pinggir jalan Malioboro. Katanya sih kalau makan disini harus tanya harga dulu. Memang sudah tertera harga beberapa menu, tapi tidak untuk menu lainnya. Dan benar saja, untuk menu yang tidak ada harganya dipatok lumayan mahal untuk ukuran makanan pinggir jalan. Untung sudah tanya harga, jadi tidak begitu kaget.

Seusai makan, kami langsung bersiap menuju keraton. Sempat hujan juga jadi agak tersendat perjalanan menuju kesana. Kami menggunakan jasa taxi online dan supirnya memberhentikan kami lewat pintu samping (saya baru tahu juga ada beberapa pintu untuk masuk ke keraton).

Karena sudah lebih dari pukul 13.00, penjaga loket masuk keraton menyuruh kami untuk segera membeli tiket masuk karena pada pukul 14.00 keraton akan ditutup untuk umum. Makanya kami berburu membeli tiket masuk dan rupanya ada pendamping untuk mengelilingi keraton.

Difotoin sama ibu pendampingnya, katanya disini bagus untuk foto :-D
Dari awal, ibu pendamping memang sudah buru-buru karena waktunya mepet, jadi penjelasannya singkat-singkat saja. Ini semacam selasar pas setelah pintu masuk. Di samping kirinya ada bangunan terbuka yang memamerkan alat musik tradisional, sedangkan di belakang bangunan terbuka ini ada bagian yang tertutup dan orang umum tidak diperkenankan masuk. Saat kami berjalan menuju bangunan lain, terlihat oleh kami beberapa wanita yang sudah agak sepuh memakai kemben dan rambutnya disanggul khas Jawa. Kata ibu pendamping, itu abdi dalem keraton.

Kami terus menyusuri bagian-bagian keraton, tapi karena penjelasan ibu pendamping yang sangat cepat dan terburu-buru, saya jadi tidak begitu mengerti ini bagian apa, fungsinya apa, dan itu bagian apa, sejarahnya bagaimana. Dalam hati, saya ingin kembali lagi kesini di kemudian hari dan harus pagi-pagi supaya lebih santai dan paham apa saja yang ada di keraton ini.

Gak paham apa artinya
Salah satu bangunan yang kami masuki seperti museum yang memamerkan peralatan dan barang-barang milik keraton dari jaman dahulu. Ada piring-piring keramik hadiah dari Belanda, gelas-gelas kristal (tapi sudah agak burem, mungkin karena jarang dibersihkan), baju-baju, peralatan dapur sampai se-bumbu-bumbunya.

Peralatan dapur sampai bumbu-bumbunya
Ambil fotonya buru-buru, jadi blur T,T
Gelas kristal yang sudah agak buram

Jam 
Kami keluar dengan -tetap- buru-buru dan si ibu pendamping menunjukkan halaman berpasir di depan pendopoan yang biasanya dipakai untuk berkumpul para abdi dalem setiap pagi.

Halaman berpasir yang digunakan untuk berkumpul para abdi dalem
Sebelum keluar kawasan keraton, kami bertemu dengan beberapa orang dengan pakaian jawa (saya kurang paham apakah itu abdi dalem juga atau bukan). Saya sempatkan berfoto dulu deh.

Ngabdi banget kan ya gayanya hehe
Ini si ibu pendamping yang ambil gambar dan mengarahkan lokasinya
Dan pas sekali gong dibunyikan ketika kami melewati pintu gerbang keraton. Pas sekali pukul 14.00 dan keraton ditutup untuk umum. Saya memandang pintu gerbang keraton dengan seorang abdi dalem yang menjaganya. Saya membayangkan bagaimana kehidupan keraton dari dulu hingga sekarang.

Seorang abdi dalem yang sudah sepuh
Keluar dari area keraton, wajah-wajah kami sudah mulai lelah. Dan lagi-lagi, kami nongkrong di pinggiran jalan menunggu mobil jemputan yang tadi pagi diparkir di pasar Beringharjo.

Tuh, nongkrong lagi kan hehe
Hari sudah mulai sore dan kami ingin mengunjungi Masjid Jogokariyan yang terkenal itu sekalian sholat Ashar disana. Saya mengira masjid ini berada di tengah kota, tetapi rupanya agak menyempil masuk gang. Masjidnya besar dan tertata rapi.

Bersama mamak dan mbak ipar
dan bersama suami tercinta :D
Selepas sholat Ashar, kakak iparku ingin bertemu dengan seorang temannya. Jadi, kami menuju tempat mereka janjian, yaitu di UMY. Kami menunggu di depan gedung rektorat. Saat itu hari sudah mulai gelap. Kami menunggu disana beberapa saat dan kakak iparku mulai menelepon temannya dan bilang bahwa kami sudah menunggu. Tak disangka, temannya pun sudah menunggu di depan rektorat pula. Kami mencarinya, menanda-nandai tempat melalui plang nama agar kami mudah bertemu.

Tapi tahukah kalian? Kami mengalami kejadian paling lucu selama perjalanan ini. Rupanya memang kakak ipar saya dan temannya sama-sama menunggu di depan gedung rektorat, tapi... di universitas yang berbeda! Haha. Jadi, kami menunggu di depan UMY, sedangkan teman kakak menunggu di depan UNY! Tertawa guling-guling deh kami semobil! :-D

Yah, hurufnya agak-agak mirip sih ya, jadi yang diucap apa, dan yang didengar apa. Teman kakak saya mungkin juga salah mendengar ketika kakak saya konfirmasi perihal UMY ini. Sampai tulisan ini dibuat pun, saya masih tertawa sendiri ketika mengingat kejadian itu. Pesan moralnya sih, kalau mau janjian mending jangan sebut singkatan-singkatan, apalagi kalau hurufnya berdekatan, hehe.

Karena hari sudah malam, kami tidak jadi menemui teman kakak ipar saya. Perjalanan dari UMY ke UNY lumayan jauh, itupun belum macetnya. Sebenarnya kami ingin mengunjungi Malioboro sekali lagi di waktu malam, tapi lihat jalan sudah macet luar biasa, kami balik kanan deh. Pulang ke rumah untuk bersiap-siap melakukan perjalanan panjang ke Lampung.

Mobil kami kembali penuh sesak ketika malam itu kami beberesan. Buntelan di atas mobil masih tetap ada ya, bahkan tambah padat oleh belanjaan hihi. Rencananya kami akan bertolak dari rumah ponakan kami selepas subuh agar tidak terkena macet sampai di pelabuhan Merak. Kami juga sudah antisipasi itu karena tanggal 2 Januari, sebagian dari kami sudah harus berangkat kerja kembali selepas cuti beberapa hari.

Selamat tinggal pulau Jawa. Kami berharap dapat bertemu kembali di waktu berikutnya.

ooo

Sekitar sepuluh hari dari kepulangan kami ke Lampung, kami dikabarkan bahwa Bibi yang di Kuningan meninggal. Innalillahi...

Saya masih terbayang wajah Bibi tersenyum dan pertanyaan-pertanyaan yang selalu diulangnya. Selamat jalan, Bibi. Semoga amal ibadahmu mengantarkanmu ke syurga-Nya. Aamiin...

ooo

Ini bagian akhir cerita saya akhir tahun lalu. Pertama kali ikut keliling ke rumah saudara dari pihak suami, baik dari jalur Mamak maupun dari jalur almarhum Bapak. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga.

Teteeeepp, cuma yang cewek yang mukanya ceria hehe