Halaman

14 Februari 2019

Flower Wreath Mahar Untuk Adik

Setelah sukses membuat mahar handmade untuk saya sendiri dan beberapa teman, saya kembali ditugasi untuk membuat satu mahar dari uang kertas. Kali ini edisi spesial untuk adik laki-laki saya. Iya, adik saya yang mau menikah, tapi saya yang kedapatan agak rempong untuk buat kreasi seserahan dan mahar. Tapi saya senang, sungguh. Hitung-hitung, saya belajar untuk sebuah resolusi tahun 2019 yang sudah saya tulis dan berkali-kali saya sebutkan disini, haha.

Oke, sebelum saya buat kreasi maharnya, saya tanya dulu mau tema apa. Jawaban adik saya adalah, "Good morning, Jakarta."

Haduh, saya tepok jidat. Itu tema untuk buat cerpen atau mahar ya? Haha. Tapi saya sempat terfikir untuk buat monas saja, secara itu adalah icon yang paling dikenal dan sepertinya mudah untuk dibuat. Tapi, setelah saya cari referensi di internet, saya tunjukkan bentuk bunga yang menurut saya bagus dan elegan. Rupanya adik saya itu oke saja dan gak masalah. Jadi tema "Good morning, Jakarta"nya agak melenceng.

Karena saya gak mau terancam hukuman tersebab merusak uang asli, maka saya jadi terfikir untuk buat dari uang mainan saja. Jadi, uang aslinya kan bisa dipakai sedangkan uang mainan yang sudah dibentuk-bentuk itu bisa tetap dipandang jadi kenang-kenangan. So, saya suruh adik saya untuk cetak uang mainan pakai kertas yang agak glossy tapi tipis biar lebih mudah dibentuk.

Saya cuma punya waktu sekitar 3 minggu untuk membuat mahar itu, plus buat rangkai-rangkai seserahan. Kalau saya masih serumah dengan orang tua, mungkin waktu segitu masih cukup banyak ya. Tapi, berhubung semua perlengkapan mahar dan seserahan ada di rumah orang tua sedangkan saya pulang ke rumah sendiri, jadi saya gak punya banyak waktu. Saya mulai mencicil untuk buat kreasi mahar dan seserahan sambil ngumpulin referensi bentuk yang cantik. Postingan seserahannya di tulisan lain ya.

Oke, saya punya satu gambar referensi yang sudah beberapa kali ingin saya contoh tapi belum kesempatan. Kali ini akan saya coba. Jadi saya mulai mencicil dengan melipat dan mengelem uang mainannya setiap kali saya menginap di rumah orang tua. Tapi, kok saya jadi cape bolak balik, dan belum lagi urusan di rumah saya sendiri (seperti mencuci dan menyetrika), jadi saya bawa aja tuh perlengkapan mahar ke rumah.

ini referensi saya

Sampai di rumah, saya pun hanya punya waktu selepas Isya (dari sore sampai Isya jangan ditanya apa yang saya kerjakan, pokoknya ada terus lah). Jadi dalam waktu yang gak banyak itu, saya coba rangkai sesuai referensi gambar yang sudah saya dapat dari kemarin. Tapi... kenyataan tidak sesuai dengan harapan wkwkwk. Kalau di gambar itu kan bagus ya, tapi saya buat sendiri kok jadi aneh, haha.

Jadi, saya mulai berfikir lagi gimana buat kreasi uang ini biar bentuknya elegan tapi gak terlalu besar ukurannya. Setelah try and error berkali-kali, mencocokkan warna dan bentuk uang dengan background dan hiasan lain (beneran yang ini sampai bongkar-bongkar kain flanel dan karton, arrgghh), akhirnya saya punya bayangan akan jadi apa mahar kreasi saya ini.

Tarrraaaaaa....
Inilah hasil kreasi mahar untuk adik saya. Ternyata, gak bisa jauh dari warna merah muda favorit saya, haha. Tadinya mau saya buat semacam flower wreath gitu, tapi apalah daya, bisanya begini.

Gak pandai moto, jadi begini
Baiklah, ini cerita pertama saya di awal tahun 2019. Saya punya beberapa cerita lagi untuk merealisasikan resolusi blogging saya. Wait ya! See you :)

Baca juga : Mahar Handmade

31 Desember 2018

My Blog Kaleidoskop 2018

Beberapa jam lagi menjelang penutupan tahun 2018. Hm, biasanya beberapa media sosial akan menampilkan kaleidoskop penggunanya selama satu tahun yang sudah berlalu. Nah, kali ini saya juga gak mau kalah dengan media sosial itu. Jadi saya pengen lihat ke belakang sejenak, setahun yang sudah saya lalui. Dan hasilnya adalah..

Tahun 2018 saya awali dengan menulis blog tentang perjalanan saya ke beberapa tempat wisata. Blog saya ini memang isinya campur-campur seperti yang sudah pernah saya bilang di postingan sebelumnya. Mulai dari curhatan gak jelas, cerpen, puisi, tempat wisata, sampai beberapa review produk.

Karena memang kebetulan di akhir tahun 2017 kemarin saya ada agenda silaturahmi plus jalan-jalan bersama keluarga, ya sudah saya tulis aja untuk blog ini. Nulisnya di awal tahun 2018 karena memang baru sampai rumah pas tahun baru. Eh ini juga postingnya gak cuma sekali aja, ada 4 seri lho! Haha, saking banyaknya yang pengen saya bagi. Lagipula, biar gak terlalu panjang kan tulisannya.

Di awal tahun ini juga saya sempat nulis artikel yang diikutkan lomba. Semacam review produk begitu. Walaupun nama saya gak ada di daftar pemenang, tapi saya tetap senang. Setidaknya, saya sudah mencoba untuk ikut dan tentunya ini mengasah kemampuan saya dalam mereview produk. Sepertinya memang saya harus banyak belajar lagi untuk hal yang satu ini.

Di pertengahan tahun, saya mulai lebih aktif di komunitas blogger, salah satunya adalah Blogger Perempuan. Disini, lagi-lagi saya ikutan challeng menulis blog yang waktu itu tugasnya adalah menulis 10 tema dalam sebulan (kalau gak salah ya). Karena memang cukup mudah untuk saya, ya saya ikutan. Dari challenge ini, saya jadi lebih rajin untuk posting. Walaupun pada akhirnya nama saya gak keluar lagi di daftar pemenang, semangat saya masih tetap ada, hehe.

Pertengahan tahun juga saya mengisi blog dengan curhatan saya. Kali itu saya memang sudah bertekad untuk nulis dan posting di blog ini (lebih kepada dendam pribadi, wkwk). Saya ingat betul temanya; gigi geraham bungsu!

Baca deh : Bye-Bye Geraham Bungsu

Di akhir tahun, saya dapat tantangan lagi dari Blogger Perempuan. Kali ini lebih menantang dari challenge yang di pertengahan bulan kemarin. Masa suruh posting setiap hari selama 30 hari berturut-turut! Gilak!

Tapi, bukan saya kalau gak tertarik untuk ikutan, haha. Jadilah saya ikutan challenge itu dengan nekat dan niat. Sempat terseok-seok di pertengahan jalan dan ingin menyerah, tapi kok ya sayang ya? Sudah diniatkan dari awal untuk tetap menulis dan posting, kok menyerah hanya gara-gara sudah merasa capek.

Bagaimana akhirnya? Woooww saya lanjut dan rupanya bisa! Baru kali ini saya bisa posting setiap hari selama 1 bulan penuh! *tepuk tangan sambil kiss bye ke semua, haha.

Pada akhirnya sebenarnya hanya niat dan kemauan saya saja untuk tetap menulis atau berhenti saja. Di postingan sebelumnya, saya sudah beberkan target blogging saya di tahun 2019. Jadi, rasanya malu lah ya kalau saya sudah buat target, tapi cuma kata-kata doang gak ada buktinya. Semoga tahun depan yang tinggal 2 hari lagi, saya bisa terus menulis dan posting disini.

Bagaimana kaleidoskop blogmu tahun kemarin?

Baca juga : Target Blogging Tahun 2019, Bisa Ya!

19 Desember 2018

BP Day#30, Target Blogging 2019? Bisa ya!

Yeahhhh akhirnya saya bisa juga nerima tantangan 30 hari menulis dan posting nonstop dari Blogger Perempuan (*sujud syukur, haha). Awal mau ikutan challenge ini, sempat agak ragu karena saya sebenarnya juga gak rajin-rajin banget untuk posting. Jadi agak takut nanti pas di tengah jalan mandeg alias berhenti, kan malu ya, hehe. 

Sumber : Pixabay
Tapi setelah dipikir dan dilihat ulang tema-tema hariannya, kok ya jadi semangat. Alasannya sederhana, ini tantangan! Makanya setelah lewat hari pertama, saya seperti sudah terjun ke laut, ya sudah mandi sekalian. Mau gak mau harus nulis dan posting terus. Rupanya ini bisa jadi pecut untuk saya bisa terus menulis dan posting blog.


Oke, setelah saya tuliskan resolusi di tahun 2019 di postingan sebelumnya, kali ini ada satu resolusi spesifik lagi di tahun depan. Khusus di dunia tulis menulis yang memang sejak lama saya geluti (walaupun sampai sekarang belum banyak karya tulis saya). Oke, langsung saja ke target blogging di tahun 2019 ya.


Rajin Posting
Saya memang belum bisa jadi blogger sepenuhnya. Selain karena memang saya masih jadi blogger part time karena kondisi masih kerja diluar, terkadang saya masih suka malas untuk buat tulisan dan posting. Alasan umum dan paling sering memang gak ada waktu (padahal sebenarnya bisa disiasati ya), tapi mungkin virus malas yang malah sering menjangkiti. Resolusi 2019 yang kemarin saya tulis saya ingin puya hosting blog biar saya lebih semangat untuk posting. Kan kalau sudah bayar tapi gak rajin posting, sayang ya? Hehe.

Lagipula, saya sudah 2 kali menerima tantangan menulis dari Blogger Perempuan, dan kesemuanya saya bisa. Jadi, tahun depan kenapa gak bisa kalau gak ada challenge? Sepertinya ini harus saya catat dan saya pin di mading meja tulis saja, biar gak lupa ya.

Gak Malas Baca
Untuk bisa menghasilkan tulisan yang bagus dan nantinya akan diposting, gak mungkin ya kalau hanya diam saja? Pastinya harus banyak baca dan belajar. Tentunya ini gak bisa dilepaskan dari kegiatan blogwalking dan terus menulis saja. Saya memang suka sekali melahap buku, tapi untuk blogwalking baru belakangan ini saya rajinnya. Baru tahu kalau blogwalking itu banyak banget manfaatnya.

Perindah Blog
Salah satu hal yang sampai sekarang masih belum optimal saya lakukan adalah memperindah blog. Ini termasuk header dan postingannya. Saya memang suka ganti-ganti header karena jujur sampai sekarang belum nemu yang cocok banget di hati. Jadi sementara ya seperti header yang dipakai sekarang.

Sedangkan untuk postingan, saya juga masih belum optimalkan dengan tampilan yang bisa menarik perhatian pembaca. Paling saya kasih foto aja, itu pun saya ambil sendiri pakai kamera digital atau kamera ponsel. Ke depannya, saya ingin lebih memperhatikan hal ini. Apalagi setelah blogwalking sana sini dan lihat blog orang tuh bagus-bagus dan menarik. Rupanya ada semacam infografis atau foto yang ciamik. Nah, saya mau lakukan itu untuk blog saya mulai sekarang.

Yup, itulah target blogging saya untuk tahun depan. Semoga bisa terwujud ya! Kalau kamu? Mau diapain blogmu tahun depan?

18 Desember 2018

BP Day#29, 5 Situs Yang Menginspirasi Saya

Siapa disini yang sehari-harinya sering berselancar di dunia maya? Kita samaan. Entah itu lewat ponsel atau lewat PC. Bahkan saking seringnya berselancar, kadang suka lupa waktu. Apalagi kalau sudah buka media sosial atau situs yang disuka, teman yang ada di samping kiri kanan aja malah gak diajak ngobrol. Gak boleh gitu ah.

Kalau saya, berselancar di dunia maya sesuai kebutuhan saja. Pas butuh inpirasi menulis, saya blogwalking. Pas butuh hiburan, saya buka youtube. Pas cari resep, ya saya cari di dunia maya. Dari banyaknya situs-situs itu, saya punya beberapa situs yang sering sekali saya kunjungi. Nah, apa saja situs favorit saya?

1. Freepik
Situs ini salah satu tempat saya untuk cari inspirasi dan bahan untuk desain berbagai kebutuhan. Semisal desain undangan atau spanduk. Mimpi saya masih tetap buat usaha sampingan di bidang desain dan pernak pernik. Di tempat saya bekerja juga, saya sering kebagian tugas untuk desain spanduk dan brosur, juga media promosi lain. Jadi, situs Freepik ini salah satu yang bisa saya andalkan.

Disini, saya bisa ambil gambar dengan berbagai format secara gratis. Mulai dari psd, ai, sampai jpeg, semua lengkap dan sesuai kebutuhan saya.

situs Freepik
2. Cookpad
Kalau situs yang satu ini, cocok sekali untuk saya yang suka cari resep masakan mudah dan praktis. Kebanyakan resep masakan yang ada bahannya gak susah untuk dicari dan cara membuatnya juga gampang. Saya juga sampai punya akun Cookpad ini, secara saya sering banget buka situsnya kalau saya mau masak apapun.

Disini saya bisa menyimpan, dan mencetak resep, serta memposting hasil recook saya. Juga, bisa diskusi dengan si pembuat resepnya, jadi kalau semisal ada yang kurang jelas bisa langsung diskusi deh. Oh iya, sering juga Cookpad ini mengadakan kuis yang hadiahnya lumayan walaupun saya belum pernah menang, hehe.

Cookpad
3. Youtube
Kalau saya punya kuota banyak dan lagi punya waktu senggang, saya buka youtube. Di situs video ini, kebanyakan saya juga random nonton apa saja yang saya suka. Ini cukup membuat saya bisa menghabiskan waktu senggang saya (kadang saya berfikir dengan hanya menonton youtube saja, waktu senggang saya jadi sia-sia, haha).

Jadi, sebisa mungkin saya nonton youtube untuk hal-hal yang bisa menginspirasi saya. Misalnya video tentang crafting, memasak, atau membuat kreasi yang bisa saya aplikasikan untuk mengejar resolusi 2019 saya.


4. K-Drama
Kalau situs yang satu ini sepertinya wajib untuk saya kalau mau cari tontonan yang bikin saya puas, haha. Kayaknya kalau di laptop sudah habis drama Koreanya, saya suka manyun sendiri mau nonton apa lagi. Jadi, situs K-drama ini selalu tampil di bookmark tab PC saya biar gak bingung cari drama Korea dimana lagi.

5. Pinterest
Ini situs yang menginspirasi saya selain Freepik yang sudah saya sebutkan di awal tadi. Di Pinterest, seringnya saya cari inspirasi untuk menghias rumah, atau membuat kerajinan tangan. Waktu awal-awal kenal dunia perflanelan, saya juga ambil inspirasinya dari Pinterest ini.

Karena saking seringnya saya akses situs ini, saya juga sampai buat akunnya walaupun sangat jarang pengikutnya hehe.

Akun Pinterest saya
Nah, itu dia 5 situs favorit saya. Di antara situs-situs itu, adakah yang kamu suka juga?

17 Desember 2018

BP Day#28, 5 Situs Belanja Favorit

Siapa disini yang suka belanja online? Jaman sekarang ya, apa-apa serba online. Mau cari sepatu, gak perlu ke toko lagi. Mau cari baju, gak perlu ke butik lagi. Sampai cari makanan pun gak perlu datang ke warung makan lagi! Beeuh, yang kedapatan banyak jalan sekarang mah jari ya, hehe.

Ngomongin soal belanja online, saya pernah sangat kecewa dengan si penjual. Ini dulu, sewaktu saya baru-barunya kenal toko online dan saya juga belum terlalu paham membedakan toko online yang bisa dipercaya dan toko online yang abal-abal. Waktu itu saya pesan baju pesta. Di fotonya sih bagus banget, makanya saya langsung pengen beli. Apalagi harganya juga miring, jadilah saya pesan. Pas barang datang, jeng jeng jeng! Duh, itu lebih mirip baju boneka daripada baju untuk perempuan dewasa!


Sejak itu, saya sempat merasa kapok untuk beli barang lewat online lagi. Takut akan mengalami kejadian serupa. Tapi, seiring berjalannya waktu, saya sudah bisa setidaknya mengira-ngira mana  penjual yang amanah dan mana penjual yang hanya ingin dagangannya laris saja dengan harga murah. Beberapa kali pesan barang lewat online, kekecewaan saya semakin berkurang, bahkan sekarang jarang kecewanya. 

Di postingan sebelumnya saya pernah memberikan sedikit tips sebelum berbelanja online. Bisa dilihat di postingan ini. Kali ini, saya akan berbagi sedikit lagi mengenai toko-toko online yang pernah saya sambangi dan tidak mengecewakan saya.

1. Shopee
Meskipun masih terbilang baru, situs belanja online yang satu ini sudah terkenal dengan berbagai promo menariknya. Ada gratis ongkos kirim, flash sale, bahkan ada goyang shopee yang nge-hits. Saya sudah beberapa kali belanja lewat situs ini dan hasilnya tidak mengecewakan. Pintar-pintar saja memilih toko online dan lihat dulu reviewnya. Kalau reviewnya bagus-bagus, berarti toko onlinenya juga bisa dipercaya.

Saya paling suka dengan promo gratis ongkos kirimnya. Apalagi sekarang setiap bulan dikasih voucher gratis ongkir sebagai member shopee. Cara belanjanya juga mudah dan gak ribet. Dan yang terpenting, gak pakai keliling mall untuk cari barang yang saya butuhkan, hehe. 

2. Buka Lapak
Gak jauh berbeda dengan situs belanja yang pertama, Buka Lapak juga merupakan situs belanja online yang bisa dipercaya. Kalau barang yang saya cari gak ada di Shopee, saya pindah kesini sebagai alternatif. Tapi memang seringnya tergantung barang yang mau saya cari sih. Misalnya, kalau baju, saya lebih dahulukan buka di Shopee. Kalau barang lain semisal alat jahit portable, atau hiasan dinding, saya akan cari di Buka Lapak dulu.

Di Buka Lapak juga ada review barangnya, jadi saya bisa lihat-lihat dulu baru saya putuskan untuk beli atau tidak. Oh iya, disini juga ada estimasi ongkos kirimnya. Jadi bisa pilih daerah mana yang lebih murah untuk jadi tempat tujuan kirimnya (biasanya saya nebeng alamat kantor suami saya yang notabene kebanyakan lebih murah ketimbang dialamatkan di rumah saya, hehe).

3. Lazada
Pertama kali belanja disini karena dapat voucher hadiah dari ikutan lomba nulis. Rupanya jadi keterusan karena memang pilihan barangnya banyak dan bervariasi. Selain itu, banyak promo dan diskon yang ditawarkan, semisal pas halbolnas kemarin. Harganya murah gila-gilaan.

Sayangnya, di situs ini gak punya pilihan kurir pengiriman, jadi saya gak bisa pilih kurir yang paling cocok untuk saya. Ongkos kirim juga termasuk lebih mahal dibanding 2 situs belanja yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

4. Tokopedia
Saya jarang sekali beli dari situs ini, tapi situs ini tetap jadi alternatif saya kalau di beberapa situs belanja tadi gak ada barang yang saya cari. Situs ini juga gak jauh berbeda dengan situs belanja lain. Termasuk dalam hal pemilihan kurir dan ongkos kirim. Gak ada pilihan lain yang diberikan.

5. Nama Indonesia
Kalau situs yang satu ini, khusus untuk saya belanja tas ransel. Pertama kali kenal karena diajak adik saya untuk belanja. Waktu itu lagi ada promo, tas bagus harganya muraaaah banget. Jadi, keterusan kalau saya cari tas lagi. Dari segi kwalitas, tas yang diproduksi disini asli bagus. Oke banget. Bahannya kuat dan modelnya gak norak.


Untuk ke situsnya, langsung aja klik nama-indonesia. Disini, memang kadang harus sabar nunggu antrian pesan, tapi beneran gak mengecewakan. 

Nah itu dia beberapa situs belanja online yang beberapa kali saya sambangi. Semua situs itu bisa dipercaya, hanya pintar-pintar kita saja sebagai pembeli memilih mana yang penjual yang bisa dipercaya, dan mana penjual yang kira-kira tidak amanah. Selamat berbelanja!