Halo!
Beberapa waktu lalu, Wafa, anak saya dikasih buku lagi sama tantenya. Mungkin tantenya sudah tahu kalau Wafa suka baca, makanya begitu ketemu dibawain oleh-olehnya ya buku itu. Tapi memang benar sih, begitu dibuka, Wafa langsung tertarik.
![]() |
Buku Why I Love The Earth |
Selain karena gambar di covernya yang begitu eye-catching, ukuran bukunya juga besar. Penasaran buku apa? Lanjut bacanya ya!
Judul : Why I Love The Earth, Celebrating the Earth, in Children's Very Own Words
Ilustrastor : Daniel Howarth
Penerbit : Harper Collins Publisher
Tahun terbit : 2020
Halaman : 24 halaman
Jenis : Hard cover
Bentuk Fisik
Dengan ukuran 25x25cm buku ini jadi buku ke dua Wafa yang berukuran besar. Covernya dibuat tebal jenis hard cover, laminasi mengkilap tapi sayangnya ujung-ujung bukunya tidak terlalu tumpul melingkar khas buku anak-anak. Jadi ya harus agak hati-hati karena agak tajam.
Gambar di cover mewakili bahasan yang ada dalam bukunya. Berupa ilustrasi beberapa hewan sedang bergandengan tangan dan tampak ceria. Disinilah poin pertama letak ketertarikan Wafa. Ada gambar gajahnya, hewan kedua yang disukai Wafa setelah kucing.
Tapi lucunya, kalau lihat patung gajah dengan ukuran aslinya, Wafa malah takut untuk mendekat. Mungkin karena ukurannya yang super besar untuk dia, ditambah warnanya yang gelap. Karena memang pernah diajak ke bandara yang ada patung gajah disana. Dari jauh sih Wafa sudah nunjuk-nunjuk tuh patung, katanya mau foto juga sama gajah. Pas didekati, kok malah takut dan minta gendong ibuknya.
![]() |
Wafa baca buku |
Balik lagi ke buku ini, selain cover dengan gambar yang menarik, warna dasar bukunya juga cerah tapi teduh. Dominan biru yang senada dengan isi bahasan tentang bumi. Jenis covernya adalah hard cover dengan laminasi mengkilap. Tapi sayangnya ujung-ujung bukunya tidak dibuat melingkar tumpul, tapi tetap menyudut. Jadi ya memang harus lebih hati-hati sih agar tidak kena goresan kertas.
Bagian dalam buku menggunakan kertas art paper yang cukup tebal, mungkin sekitar 190gsm. Dengan ketebalan kertas seperti ini, seharusnya buku ini cukup kokoh ya. Tapi tetap saja, anak saya berhasil menyobeknya. Mungkin awalnya tidak sengaja karena berniat membuka halamannya, tapi karena ukurannya yang lumayan besar, jadi agak susah dan alhasil sobek deh.
Karena menggunakan art paper yang agak mengkilap, buku ini jadi mudah dibersihkan kalau terkena coretan pensil atau krayon. Tinggal hapus pakai karet penghapus biasa, hasilnya bisa hilang coretannya walaupun gak bisa bersih banget seperti sedia kala.
Isi Cerita
Sesuai dengan judulnya, buku ini bercerita tentang berbagai alasan kenapa mencintai bumi. Memakai sudut pandang anak-anak, kalimat yang digunakan sangat sederhana. Hanya satu baris kalimat di setiap dua halaman terbentang. Satu kalimat itu berisi satu alasan.
Oh iya, ini buku full bahasa Inggris karena memang terbitan luar negri dan tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tapi, karena memang kalimatnya pendek-pendek dan sederhana, saya bisa langsung paham dengan sekali baca dan langsung bisa dimengerti oleh Wafa.
Nah, saya juga selalu membacakan judul bukunya dalam bahasa aslinya. Jadi, ketika Wafa minta dibacakan buku, saya akan tanya judul bukunya apa, dan ia akan menjawabnya dengan 'ku ert' (buku earth).
Halaman pertama diawali dengan kalimat,
I love the earth because... it's the planet where we live.
Dengan ilustrasi beberapa hewan sedang mengelilingi meja belajar di dalam kelas, lengkap dengan guru kelinci dan alat-alat peraganya. Nah, dari awal ilustrasi ini, saya sudah bisa membuat banyak model cerita untuk Wafa.
Misalnya, saya bacakan dulu kalimatnya dalam bahasa aslinya, kemudian saya terjemahkan. Lalu, saya eksplor imajinasinya dengan menyebutkan hewan-hewan yang ada disana. Sebagian hewan itu sudah Wafa kenal, tapi ada juga yang belum ia kenal, seperti rakun. Saya juga bisa menceritakan ada kegiatan apa disana, misalnya sedang belajar tentang bumi, matahari, bulan, bintang dan lain-lain.
Karena Wafa juga sudah mengenal alat tulis, saya juga bisa bercerita tentang kegiatan tulis-menulis di halaman ini. Di lain waktu, Wafa bisa menirukan gaya beberapa hewan ini, seperti menggambar bumi, katanya.
Baca juga : Rekomendasi Buku Anak Penuh Pesan Moral
Di halaman selanjutnya, gaya bercerita saya pun sama. Membacakan kalimat yang ada di dalam buku, menerjemahkannya, kemudian membuat narasi atau pertanyaan sendiri dengan melibatkan Wafa. Jadi, ketika membaca buku, dia juga harus aktif baik menunjuk gambar yang ada atau menjawab pertanyaan sederhana dari saya, semudah 'Wah, hewan apa ini ya?' dengan nada yang sesemangat mungkin.
Oh iya, saya juga sering mengaitkan gambar di buku yang ia baca dengan kegiatan Wafa sehari-hari atau keadaan sekitar yang bisa membuatnya merasa lebih dekat dengan tokoh di buku itu. Misalnya, pada halaman dengan gambar pohon-pohon tinggi yang daunnya terbang tertiup angin. Saya akan memberi gambaran secara nyata bagaimana angin bisa membuat daun-daun bergoyang, jatuh, dan terasa sejuk di kulit.
Saya akan mengajaknya melihat keluar dimana ada pohon yang secara nyata daunnya bergoyang ditiup angin. Jadi, dia bisa berimajinasi sekaligus merasakan langsung apa yang diceritakan dalam buku.
Misalnya lagi, pada halaman dengan gambar beberapa hewan sedang makan bermacam buah. Begitu saya ceritakan apa saja yang ada disana, Wafa sudah bisa meminta satu buah yang ia hafal, jagung. Dan memang benar sih, begitu saya kasih jagung rebus, ia bisa makan dengan lahap sambil melihat gambar di buku. Katanya, biar sama makan jagung, hehe.
![]() |
Why I Love The Earth |
Dengan buku juga, saya biasanya memperkenalkan nama-nama buah dan sayur. Jadi, semakin penasaran dia, semakin ingin makan, dan syukurnya ia jadi lebih mudah dikenalkan dengan makanan baru yang teksturnya makin lama makin menantang.
Secara umum, buku ini bagus banget. Bisa dibacakan ke anak dengan usia mulai dari 18 bulan sekaligus memperkenalkan konsep alam semesta secara sederhana. Dari buku ini, Wafa jadi tahu gambar bumi, keadaan alam di sekitarnya, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama ini.
Gambar-gambar di dalam buku ini juga bisa membuat anak lebih fokus karena hanya terdapat satu pokok bahasan dalam setiap halaman terbuka dan sangat minim kalimat. Bentuk gambar, warna, serta penggambaran suasananya juga sangat jelas.
Satu hal lagi yang menarik dari buku ini adalah cara mengakhiri ceritanya. Di halaman terakhir, digambarkan beberapa hewan sedang bergandengan tangan (gambar sama dengan yang ada di bagian cover depan). Diiringi dengan kalimat,
Everyone loves the earth, especially...
Ketika kita membalik halamannya, ada bagian di halaman itu untuk ditempeli foto dengan lanjutan kalimatnya,
...Me!
![]() |
Why I Love The Earth |
Bagian inilah yang juga sangat disukai Wafa. Ia akan sangat bersemangat menunjuk fotonya sambil berteriak, mi!
Saya rekomendasi buku ini deh untuk si kecil yang suka baca buku dan eksplor dunia di sekitarnya. Beneran bagus. Dan kalau sudah dicoba bacakan untuk si kecil, tulis tanggapannya di komentar bawah ya!
Baca juga : Review Buku, Aku Mau Tau Semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar