Halaman

26 Mei 2019

BPN Day 21 : 5 Tips Melatih Anak Berpuasa

Siapa yang ingat kapan pertama kali mulai berpuasa? Masih TK atau sudah SD? Atau malah sudah SMP baru bisa puasa full seharian? Lalu, siapa yang pernah diam-diam mencuri seteguk air minum setelah lelah bermain di siang hari?


Bagi anak-anak, Ramadhan memang kerapkali menjadi hari yang berat. Apalagi kalau sudah panas terik dan lihat teman-teman sebayanya atau yang lebih kecil dari mereka tidak berpuasa. Wah, bakalan merengek tuh dan cari alasan untuk ikut batal puasa juga. Saya ingat dulu saat masih kecil dan diminta untuk berlatih puasa. Kalau sudah lewat tengah hari, pantang bagi saya untuk tengok lemari makan. Takut tergoda untuk minum atau ngemil, haha. Tapi saya paling suka kalau diajak cari baju lebaran. Sebab, kalau sudah di pasar dan panas, biasanya ibu saya membolehkan saya untuk membatalkan puasa, hehe.

Nah, dari pengalaman saya semasa kecil itu, saya punya beberapa tips untuk mengajarkan anak berpuasa. Simak yuk!

1. Beritahu tujuan berpuasa
Walaupun masih kecil, beritahu bahwa berpuasa adalah salah satu rukun Islam yang harus dijalani oleh seorang muslim. Beritahu juga bahwa tujuan berpuasa adalah untuk lebih mensyukuri nikmat karena masih banyak orang diluar sana yang kurnag beruntung dan sering menahan lapar. Meski mungkin saja anak-anak belum sepenuhnya paham, setidaknya ketika mereka melihat ada orang yang kelaparan, mereka akan berfikir untuk lebih bersyukur.

2. Beri reward
Jangan sungkan untuk memberi reward apapun pada anak-anak yang sudah menjalankan latihan puasa. Dulu sewaktu saya masih TK dan berlatih puasa, saya selalu diimingi akan diberi hadiah di akhir Ramadhan oleh orang tua saya. Dengan begitu, saya jadi semangat untuk tidak membatalkan puasa. Jikalau pun anak-anak hanya sampai setengah hari berpuasa, tidak masalah. Toh mereka juga sudah berusaha semaksimal mungkin. Usahakan pula setelah berbuka di tengah hari, ajak ia berpuasa lagi hingga Maghrib.

Reward bisa berupa apa saja. Hadiah, uang, atau pergi jalan-jalan. Kalau pengalaman masa kecil saya dulu, setiap harinya dulu saya dikasih Rp 1000,- jadi kalau saya full sebulan puasa, maka saya akan dapat Rp 30.000,-. Kalau ada yang bolong puasanya, ya tinggal dikurangi saja nominalnya. Itu pun sudah membuat saya bahagia dan semangat.

3. Beri semangat 
Mungkin di hari-hari pertama berpuasa, anak-anak akan semangat berpuasa karena masih terbawa ramainya suasana. Atau malah ada anak yang hari pertama berpuasanya belum terbiasa hingga sering merengek dan minta untuk membatalkan puasanya. Beri ia semangat setiap harinya. Misalnya hari ini anak-anak berpuasa hanya sampai jam 12.00, maka esok harinya, beri ia semangat minimal bisa berpuasa hingga sampai jam 13.00. Begitupun hari-hari berikutnya.

Memberi semangat pada anak bisa juga dengan menghidangkan makanan kesukaannya pada saat sahur dan berbuka puasa. Bahkan bisa juga ikut diajak untuk mempersiapkan menu buka puasanya.

4. Ajak bermain
Kalau sudah mulai ada tanda-tanda ia minta batal puasa, coba alihkan perhatiannya dengan bermain atau apapun kesukaannya. Bermain bersama dan melakukan beberapa aktivitas akan membuat waktu puasanya terasa lebih cepat. Kalau anak lelah, biarkan mereka tidur agak lama dari biasanya.

5. Beri contoh 
Pada dasarnya anak-anak suka mencontoh siapapun yang dilihatnya. Maka peran orang tua atau kakak-kakaknya yang lebih dewasa akan jadi penentu juga. Beri contoh yang baik semisal tidak marah-marah kala puasa. Karena hakikatnya puasa tidaklah hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi menahan marah dan ego yang berlebihan juga.

Itu dia beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melatih anak-anak berpuasa. Intinya kita sebagai orang tualah yang bisa memberikan contoh terbaik untuk anak-anak. Ada yang punya tips lain? Bagi di kolom komentar ya! 😉

Baca juga : 3 Aplikasi Android Untuk Mengisi Ramadhan

Tidak ada komentar: