Halaman

31 Januari 2013

Kepada Sephia

Maaf.
Sebenarnya, aku malu menulis surat ini kepadamu, tapi perasaan malu itu akhirnya terkalahkan dengan perasaan paling fitrah yang ternyata ada pada hatiku. Perasaan fitrah bahwa aku menyayangimu, sesungguhnya aku menyayangimu.

Mungkin aku bukan seorang teman yang baik untukmu, dan sebagai seorang perempuan, aku kurang peka terhadap perasaanku sendiri atau perasaanmu. Aku tak benar-benar tahu apa yang ada dalam hatimu tapi setidaknya aku bisa tahu apa yang kau rasakan jika saja aku adalah seorang perempuan yang peka.

Begitu tidak pekanya aku hingga bisa membuatmu merasa terabaikan dan merasa sepi, padahal kita berada dalam satu lingkaran. Begitu tidak pekanya aku hingga tak bisa melihat hujan yang turun deras di hatimu, padahal mendung itu sejatinya sudah menggantung ketika kita saling sapa. Begitu tidak pekanya aku hingga diamnya kau, kuanggap sebagai pembawaan dirimu.

Dan kini, ketika kau benar-benar menangis dalam wajah tundukmu, aku tahu bahwa aku benar-benar bukan teman yang baik bagimu. Maafkan aku, Sephia.

Temanmu,
Ram

Tidak ada komentar: