22 November 2018

Day #3, Ini Alasan Saya Pilih Azkia

Kenapa milih nama blog ini azkia-04.blogspot.com?

Jadi ceritanya dulu tuh saya suka sekali ngumpulin nama orang-orang. Waktu masih anak-anak, saya suka main orang-orangan yang dari kertas (BP-an gitu, mungkin ada istilah lain?). Nah, saya suka ngumpulin nama-nama orang biar tokoh saya punya nama yang gak pasaran pada jamannya. Sering saya punya imajinasi sendiri terhadap nama-nama itu. Misalnya, saya menyandingkan nama Widya dengan Lidya, saya bisa punya imajinasi tokoh apa yang bisa diperankan dengan kedua nama itu. Bisa jadi kedua tokoh itu punya sifat yang jauh berbeda hanya dengan mengganti huruf pertamanya.

Sumber : Pixabay
Dari sana, saya punya hobi yang mungkin agak aneh didengar. Mengumpulkan nama-nama orang. Saya suka menuliskannya di buku harian saya. Waktu SMP, bahkan saya usil nulis di buku cetak milik sekolah satu nama panjang lengkap yang bagi saya itu nama yang cantik sekali. Clarissa Maya Sofia. Gak tahu juga sih artinya apa, tapi dalam imajinasi saya dulu, perempuan yang punya nama itu saya bayangkan berperangai lembut, murah senyum, mata berbinar dengan rambut gelombang, yah, cantik lah. Aneh ya? Hehe (Ups! Ketahuan usilnya deh!).

Rupanya hobi yang sedikit aneh itu masih berlanjut hingga saya SMA. Kalau ke toko buku, setidaknya saya membuka satu buku kumpulan nama bayi. Saya tuliskan lagi nama-nama orang yang menurut saya punya arti yang bagus. Kali itu, saya agak bergeser ke nama yang kearab-araban, seperti Fadhil, Annisa, Aulia, dan Azkia. Dan, saya begitu suka dengan nama Azkia. Nama itu melekat erat di pikiran saya, bahkan hingga sekarang. Makanya, saya punya alamat email dengan nama azkia (sampai sekarang email itu masih saya pakai).

Sampai pada akhirnya, saya mulai mengenal blog. Karena waktu itu saya masih buta banget sama yang namanya blog, jadi saya gak tahu harus pakai nama apa untuk alamat blog saya ini. Jadilah saya pakai nama yang sudah melekat erat di pikiran saya. Azkia. Tapi seingat saya waktu itu, alamat blog ini tidak bisa hanya dengan azkia saja. Jadilah saya tambahkan embel-embel di belakangnya dengan angka 04. Tahukah kenapa? Itu tahun saya masuk kuliah (jadi ketahuan dah tuanya, haha).

Resmilah nama blog saya itu, azkia-04.blogspot.com. Masih gratisan sampai sekarang. Selain alamat blog, judul blog ini juga saya kasih nama Negeri Azkia. Hm, saya punya imajinasi tersendiri dengan nama ini.

Seperti yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya (bisa baca disini), isi blog ini macam-macam seperti es campur. Mulai dari ocehan gak jelas, curhatan lebay, puisi melankolis, cerita ringan, review produk, sampai kisah perjalanan saya ke beberapa tempat. Makanya, saya membayangkan blog saya ini seperti sebuah negeri yang kalau ditelusuri, akan dapat banyak cerita.

Apakah saya ingin ganti nama blog? Untuk sekarang rasanya tidak. Saya merasa saya sudah punya imajinasi sendiri dengan nama itu. Mungkin kalau di kemudian hari saya ganti tema keseluruhan dan saya mulai menulis dengan fokus tertentu, saya akan ganti dengan nama saya sendiri. Tapi untuk kali ini, saya masih memilih nama azkia untuk blog saya.


21 November 2018

Day #2 Tema Blog Ini Seperti Es Campur?

Di tulisan pertama kemarin, saya sudah sedikit cerita tentang diri saya dan kenapa pada akhirnya saya suka ngeblog. Kali ini saya akan sedikit cerita tentang apa aja sih isi blog saya ini?

Jadi, sebenarnya saya itu banyak sukanya. Suka jalan-jalan, suka nyanyi-nyanyi, suka kulineran, suka ngomong sendiri juga, hehe. Makanya bagi yang sudah pernah blogwalking disini, mungkin sudah menemukan banyak sekali postingan tanpa fokus ke tema tertentu. Memang begitu, saya termasuk blogger yang random, suka-suka saya aja mau diisi dengan apa.

Awal ngeblog dulu, saya suka posting pusi dan cerpen karena saya mengawali dunia tulis menulis ini dengan jalan itu. Puisi-puisi saya yang sudah mampir di media, akan saya posting ulang disini. Atau malah puisi-puisi saya yang sudah lelah berkeliling, alias gak laku di media atau lomba-lomba. Begitu juga cerpen saya. Saya posting sebagai dokumentasi biar kalau di komputer hilang, masih bisa baca di blog. Tapi lama-kelamaan kok saya gak sreg ya. Rasanya seperti rumah yang dipenuhi perabot mahal tapi gak ditinggali oleh penghuninya. Rasanya gak ada cerita apapun disana.

Jadilah saya mulai isi dengan cerita-cerita ringan atau bahkan ocehan gak jelas saya. Cerita itu bisa dari pengalaman pribadi saya atau dari obrolan orang-orang di sekitar saya (masih ingat kan konsep pertemanan saya? Kalau cerita sama saya harus hati-hati, wkwkwk). Kalau saya sedang melankolis, saya akan iseng posting lirik lagu yang sedang saya suka atau foto-foto yang memuat kenangan lama. Jadi, semacam bernostalgia begitu.

Pernah juga sih saya posting resensi karena waktu itu ada tugas kepenulisan tentang resensi. Eh, malah jadi suka nulis resensi juga. Bagi saya nulis resensi itu susah –susah gampang. Saya harus baca dulu seluruh bukunya, memahami isinya, lalu saya tuliskan pendapat saya. Ini akan menjadi tantangan untuk saya, apakah resensi yang saya tulis ini membuat orang lain menjadi penasaran dengan bukunya dan ingin membeli atau malah jadi gak tertarik, hehe.

Waktu blogwalking, saya malah tertarik untuk ikutaan lomba blogging. Kebanyakan memang mengulas suatu produk. Saya sempat ikut beberapa lomba, dan hasilnya gak memuaskan, haha. Nama saya gak pernah muncul di daftar pemenang. Tapi bagi saya bukanlah menang atau kalah, tapi bagaimana menjaga kekonsistenan menulis. Nulis ya nulis aja, masalah menang atau kalah, itu bagian dari bonus.

Jadi pada intinya ya blog saya ini seperti es campur. Apa yang ingin saya tulis ya tulis saja. Tapi tetap saya rapikan dan saya kelompokkan, jadi pengunjung blog saya juga bisa lebih mudah memilih ruangan mana yang akan mereka kunjungi. Apakah resensi buku, review produk, curhatan, puisi, cerpen, atau jalan-jalan.

Salah satu tema yang saya suka, jalan-jalan
Bicara soal jalan-jalan, inilah tema yang paling saya sukai. Iya, karena saya juga suka jalan-jalan, jadi kurang lengkap rasanya kalau jalan-jalan saya itu belum tayang disini. Jadi semacan liputan dan dokumentasi bahwa saya pernah berkunjung ke suatu tempat. Saya juga punya impian untuk bisa berkeliling Indonesia dan menceritakan perjalanan saya itu di blog. Saya bahkan sudah mencatatnya di daerah mana saja yang sudah pernah saya kunjungi, dan daerah mana yang ingin saya kunjungi berikutnya.

Kalau lagi nulis soal jalan-jalan, saya seperti bisa mengenang kembali tempat-tempat yang saya kunjungi. Otomatis, saya akan merasa senang dan itu bisa menjadi moodboster tersendiri untuk saya. Apalagi sambil melihat foto-foto yang saya ambil. Makanya beberapa orang yang bersama saya waktu jalan-jalan, agak heran kenapa saya juga suka mendokumentasikan jalanan, icon kota, atau benda-benda yang sekiranya bisa saya ceritakan di tulisan saya selain foto saya sendiri.

Pada intinya,saya selalu berfikir bagaimana saya bisa konsisten menulis. Jadi, untuk sementara ini di blog saya belum ada tema tertentu yang mendominasi. Semua tema saya suka, selama saya bisa menuliskannya. Mungkin setelah saya punya anak nanti, saya juga akan tambahkan tema keluarga di blog saya ini.

Kalau kamu, tema apa yang kamu suka tulis di blogmu?

20 November 2018

Day #1, Kenapa Harus Ngeblog?

Kenapa sih harus ngeblog?

Alasan pertama!
Hmm... untuk ngumpulin tulisan-tulisan saya! Haha. Sepertinya saya sudah beberapa kali menulis tentang saya sendiri disini ya. Seorang perempuan melankolis yang punya imajinasi tinggi dan melahirkannya dalam bentuk tulisan. Iya, bahkan obrolan ringan dengan teman pun terkadang bisa jadi ide untuk tulisan saya. Makanya saya sering bilang ke teman saya, apalagi teman baru, hati-hati cerita ke saya, nanti ceritanya bakal online, hehe.

Saya memang suka menulis sejak masih sekolah. Kebiasaan karena awalnya dikasih buku harian oleh ibu saya. Katanya untuk nulis cerita apapun yang dialami dalam sehari itu. Waktu itu sepertinya saya masih kelas 3 atau 4 SD. Jadi ya saya turuti saja. Saya ceritakan apa yang saya alami hari itu. Saya bermain, saya nangis karena diusili teman, saya senang karena rangking 1 di kelas, dan cerita apapun yang ingin saya tulis.

Sumber : Pixabay
Nah, sejak saat itu, saya gak bisa lepas dari buku harian. Kalau buku harian saya habis, saya akan membeli buku baru dan itu seperti rutinitas yang menyenangkan untuk saya sampai saya dewasa (setidakya sampai saya menikah). Makanya pas tahun kemarin beberes kamar, saya kumpulkan buku harian itu dan hasilnya adalah 1 kardus besar! Itu belum termasuk buku harian masa kecil saya yang gak tau kemana, mungkin sudah sobek dan dimakan rayap atau entah nyelip dimana.

Dari kebiasaan nulis buku harian itu, saya terbiasa untuk menulis pengalaman pribadi atau menuangkan pendapat saya lewat tulisan. Sekira lebih dari sepuluh tahun lalu, saya belum kenal yang namanya blog pribadi. Media sosial pun masih minim, paling hanya Frindster dan komunitas online yang saya punya. Jadi saya sesekali mengirimkan tulisan saya ke media itu. Yah, lumayan kan tersimpan di database dunia maya. 

Sampai akhirnya di tahun 2008 lalu, ada seorang teman yang mengajak saya membuat blog pribadi gratisan.
Itu awalnya saya punya blog pribadi, yeaayy! Dulu rasanya bangga sekali punya blog sendiri walaupun masih gratisan (sekarang juga masih gratisan, haha). Rasanya tuh seperti punya rumah yang kalau kita lelah di jalan, kita punya tempat kembali yang disana ada seseorang yang bersedia mendengar semua kisah kita. Awalnya sih saya malah gak tahu mau posting apa ya. Tulisan pertama saya ada disini.

Saya juga gak berfikir akan seperti apa blog saya, yang penting saya punya dulu. Jadi, saya posting macam-macam tulisan saya. Entah itu curhatan melow nan lebay, entah itu ocehan gak jelas, entah itu puisi, entah cerpen, apapun lah yang saya ingin tulis, ya saya tulis saja dan saya posting. Dulu sekali, blog saya itu amburadul. Ibaratnya saya baru punya rumah dan gak tahu harus menata barang ini itu dimana. Sekarang juga masih berantakan sih, tapi lumayan lah gak seamburadul yang dulu.

Kenapa sih harus ngeblog?

Alasan kedua!
Kalau saya ingin bisa menulis, saya harus konsisten menulis. Pernah lho, saya membiarkan blog saya kesepian, kosong melompong seperti rumah yang ditinggalkan penghuninya dalam waktu lama. Sampai saya merasa itu blog sudah ditumbuhi rerumputan yang tinggi dan berantakan. Pada akhirnya saya sadar dan seperti penghuni rumah yang ingin kembali, hehe.

Rupanya, punya blog cukup efekfif membuat saya terbiasa menulis. Saya mulai menata kembali blog saya. Mengelompokkan tulisan-tulisan saya dan membuatnya lebih rapi. Oh iya, saya gak pernah menghapus postingan lama blog saya. Walaupun itu tulisan bisa dibilang alay lebay sekarang, tapi saya tetap menghargainya. Itulah saya yang dulu dengan gaya yang dulu. Itu seperti proses, dari anak kecil, remaja, sampai dewasa (tapi tetap gak dewasa sampai sekarang, wkwk).

Baca juga : Klarifikasi Dari Saya

Kalau saya diundang menjadi pembicara untuk kelas menulis, saya selalu menyarankan peserta untuk punya blog. Apapun platformnya, kalau bisa punya blog. Saya akan bilang pada mereka, blog itu bisa digunakan untuk menyimpan tulisan-tulisan kita, bisa sebagai motivator untuk terus menulis, bisa untuk tempat berlatih menulis, dan bisa untuk menjaga konsistensi menulis. Kalau sudah begitu, dalam hati saya bilang, ini bukan untuk kalian saja, tetapi untuk saya juga.

Kenapa sih harus ngeblog?

Alasan ketiga!
Biar orang lain bisa baca tulisan saya, hehe. Iya, benar kan? Semenjak saya mulai merapikan blog saya, saya berjanji untuk akan mengisi blog ini dengan konten yang positif, sederhana, dan bisa diambil hikmahnya. Makanya sayang kan kalau tulisan dengan konten positif hanya disimpan di lemari berkunci yang orang lain tidak bisa membacanya? (kayak resep rahasia craby patty, hehe).

Memang, tidak selalu tulisan saya di blog ini penuh hikmah, tapi setidaknya saya bisa berbagi pengalaman untuk para pembaca. Kalau saya bepergian dan menceritakan perjalanan saya, siapa tahu ada informasi yang bisa diambil untuk orang yang ingin bepergian kesana juga. Kalau saya menulis resensi buku, siapa tahu orang lain ingin penasaran dengan buku itu dan jadi beli bukunya juga. Kalau saya menulis curhatan gak jelas, siapa tahu orang yang baca bisa tertawa dan itu artinya saya membuat orang lain bahagia kan? Hehe.

Yah, pada intinya saya punya banyak alasan untuk tetap punya blog dan merawatnya seperti saya merawat rumah tempat tinggal saya. Seperti yang saya bilang di awal tadi, saya merasa saya punya rumah dan disana ada seseorang yang siap mendengarkan semua kisah saya.

Kalau kamu? Kenapa harus ngeblog?