25 April 2014

HURRAY!!


Hurray!! Refreshing dulu setelah target bulanan tercapai :D

Kali ini tim Hotel Sofyan Bandara meluncur ke Pantai Klara. Sebenarnya ada dua kloter yang diberangkan dengan waktu yang berbeda. Hal ini karena kami bekerja di bidang pelayanan, jadi tidak mungkin hotel kami tutup sementara kami berwisata J

Kloter pertama meluncur ke pantai Mutun pada minggu pertama. Karena aku tidak ikut di kloter ini, maka aku tidak bisa menceritakan suasananya, bagaimana asiknya, bagaimana keramaiannya, dll. Aku hanya akan bercerita tentang perjalanan kloter ke dua ke pantai Klara.

Minggu pagi 07.40 WIB
Aku sudah sampai di hotel. Dari rumah sudah buru-buru dan gak sempat sarapan karena dibilang mau berangkat jam tujuh pagi. Sebenarnya dalam hati sih meragukan, karena kayaknya gak mungkin banget mau langsung berangkat tepat jam tujuh itu. Tapi demi membuang predikat bahwa orang Indonesia itu sering telat, maka aku bela-belain deh datang pagi walaupun sampainya juga tetep gak jam tujuh hehe. Alhasil, memang di hotel belum pada kumpul. Baru terlihat Martinez dan Mince plus ranselnya :D

Menunggu memang gak enak, tapi dalam penantian itu, aku sempatkan untuk sarapan dulu. Untungnya aku bawa sarapan dari rumah, jadi perut gak kosong selama perjalanan nanti. Setelah menunggu dan mempersiapkan apa-apa yang akan dibawa, berkumpullah kami di depan pos satpam untuk berdoa dulu sebelum berangkat. Kali ini ternyata gak semua rombongan kloter kedua ikut, jadi memang bisa dibilang sedikit, hanya 13 orang. They are Bosky, Anjar, Kiyai, Bari, Encol, Gani, Rianto. Sedangkan tim perempuan an cantik jelita adalah Meta, Martinez, Mince, Sri, Uul, dan aku sendiri. Tak apalah.
Berdoa dulu ya biar selamat sampai tujuan ^_^
Pukul 08.05 WIB
Bismillah, kami berangkat dari hotel. Selama dalam perjalanan, kami berdoa supaya kami gak ada yang mabuk perjalanan mengingat Martinez sering pusing dalam perjalanan. Eh, ternyata selama dalam perjalanan bukan Martinez yang mabuk, malah Uul yang mabuk perjalanan, sampe m****h hehe. Padahal sebelum berangkat, gayanya luar biasa, seminggu sebelum berangkat pun sudah sangat menanti-nanti. Pas kami ledekin, alasannya mabuk adalah karena belum sarapan. Ya ampun, nak.. kalau pagi sarapan dulu atuh! :D

Pukul 10.05 WIB
Pantai Klara, kami sampai!
Setelah sekitar dua jam perjalanan, akhirnya kami menghirup aroma pasir dan bau laut. Hmm, rasanya sudah gak sabar pengen nyemplung. Tapi air masih sangat pasang waktu itu. Bayangkan, pondokan yang berada di bibir pantai yang biasanya masih punya halaman pasir, ini gak ada sama sekali. Kalau gak ada bungkusan-bungkusan pasir dalam karung yang membatasi, mungkin air laut akan sampai pula di pondokan.
Kami isi waktu dengan permainan kelompok. Kami dibagi menjadi dua kelompok. Setiap kelompok harus membawa segelas air menggunakan selendang yang diusahakan sedemikian rupa sehingga bisa membawa segelas air itu tanpa terjatuh.
Ekspresinya Mas Bari masih aja tetep datar :D

Nah, karena gelas yang kelompokku bawa terjatuh dalam perjalanan menuju garis finish, jadilah kami kalah dalam permainan itu. Hadiah untuk yang kalah? Buset dah, kejam banget kelompok lain tuh. Kami disuruh joget ala oplosan. Ckckck... aje gile! Untung dari kelompokku ada yang bisa. Ini dia penyelamat kita, Kiyai! Hehe.
Tarik kiyai.. \^_^/
Selain permainan yang hadiahnya aje gile itu, ada juga pembagian doorprise yang gak kalah serunya. Mau dapat hadiahnya aja harus ribet dulu dengan sang juri yang kali itu adalah Bosky. Pertanyaannya sih gak sulit, bahkan mudah sekali, tapi karena rebutan dan sering didiskualifikasi gara-gara kesalahan teknis semisal salah nama atau sudah jawab sebelum ditunjuk, jadinya sesi doorprise ini cukup lama. Padahal, hadiahnya Cuma empat lho! Ini nih jurinya yang ribet banget.
Bosky alias Jaula Ndomblong :D
Setelah sesi seru ala Bosky, kami lapar. Makan bareng di pondokan rasanya maknyus banget! Menunya adalah bebek sambal, tumis oncom cempoka, sambal terasi, lalapan. Makan sambil menatap laut luas itu.. sesuatu banget!

Selepas makan dan sholat Dzuhur, kami menyebrang ke Pulau Kelagian. Untuk mencapai pulau itu, kami menyewa kapal motor seharga Rp 200.000,-/kapal. Satu kapal bisa muat sebanyak 10-15 orang tergantung ukuran kapalnya. Menyebrangi lautan menuju Pulau Kelagian dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Selama dalam perjalanan, ombak menggoyang-goyang kapal motor kami. Agak deg-degan juga sih karena ombaknya lumayan besar waktu itu, tapi memandang hamparan laut yang biru rasanya lapang banget. Serasa pikiran tenang dan gak ada beban.

Inilah Pulau Kelagian. Pasir putih nan halus. Laut jernih nan tenang. Seperti menyambut dengan sapaan “Selamat datang di tempat yang nyaman”. Mungkin inilah sebabnya tempat ini diberi nama Kelagian, sebab orang-orang yang datang kesini, ingin lagi dan lagi datang berkunjung.

Pulau Kelagian seperti halnya pantai kebanyakan, punya bibir pantai yang landai. Tapi jarak dari bibir pantai ke laut yang dalam cukup dekat, mungkin tak sampai 10 meter. Memang sudah ada bendera yang dipasang untuk memberi tanda jarak aman untuk berenang, tapi penjaga pantai pun tidak lelah untuk lebih ketat dalam menjaga pengunjung yang berenang di pantai. Mereka selalu memperingatkan pengunjung agar jangan sampai melewati bendera.

Selain terdapat pondokan yang berjajar sepanjang pantai untuk tempat beristirahat, disini juga terdapat wahana untuk bermain air. Banana Boat yang bisa ditumpangi hingga 6 orang dan Motor Boat yang bisa ditumpangi hingga 2 orang. Siapa yang tidak tertantang kala melihat pisang raksasa itu melambai-lambai ke arah kami? Hehe. Dengan menyewa seharga Rp 125.000,-/banana/rute, kita sudah bisa adu nyali di laut.
Ditarik motor boat dengan kencang dan meliuk-liuk, kami di atas Banana Boat menjerit lepas seperti melepas segala kepenatan. Kala motor boat mulai menukik tajam, saat itulah kami yang berpelampung terjun bebas ke dalam air. Aku memang sudah pernah mencoba Banana Boat ini sebelumnya, tapi rasa takut dan deg-degan masih juga hinggap ketika jatuh ke air. Rasanya dunia hilang dalam beberapa detik itu sebelum kami melihat dunia di atas permukaan lagi.


Lelah selama bekerja hilang sudah setelah berwisata dan bersenang-senang sejenak di pulau ini. Rasanya belum ingin pulang ketika sang pengemudi motor boat memanggil kami untuk kembali ke Pantai Klara di seberang. Cukup deh untuk hari itu. Lain waktu, semoga kami bisa mengunjunginya lagi. Mungkin dengan suasana yang berbeda, lebih ramai, lebih seru, lebih asik.

Dan selepas sholat Ashar, kami bersiap pulang. Badan terasa lelah, tapi fikiran terasa lebih rileks. Kami pulang dengan perasaan gembira. Sampai jumpa Pulau Kelagian. Sampai jumpa Pantai Klara.


Tidak ada komentar: