Halaman

17 April 2014

Bermimpilah

Kata sebagian besar orang, “Bermimpilah, lalu wujudkanlah”

Aku pernah punya impian. Banyak. Mimpiku jadi seorang penulis yang memang tidak terlalu hebat sih, tapi setidaknya tulisanku bisa mengguncang dunia karena ada manfaatnya :D. Mimpiku jadi seorang bidan sehingga aku bisa berkesampatan untuk menolong orang-orang yang sakit. Mimpiku jadi seorang istri di usia yang tidak terlalu tua *kalau memang tak mau dianggap perawan tua haha, maksudku aku menikah di usia yang ideal, antara 20-25 tahun.

Tapi, rupanya mimpi-mimpiku itu buyar satu per satu. Aku memang sudah menulis. Menghasilkan beberapa tulisan yang pernah dimuat di media massa, tersebar di blog pribadi, memenangi perlombaan, tapi rasanya tulisanku masih biasa. Aku belum bisa optimal dalam menyampaikan pesan dalam setiap tulisan. Aku memang masih terus berusaha. Menulis. Menulis. Dan menulis. Meski sering kemalasan dan ketidakmoodan menghampiri, aku berusaha untuk tetap konsisten menulis. Setidaknya ada kalimat yang kutulis setiap harinya.

Lalu, menjadi bidan. Ini mimpiku dari kecil. Menjadi bidan, atau dokter, atau perawat, atau apapun namanya yang bekerja di sebuah tempat untuk mengobati pasien. Impianku itu kandas selepas SMA. Inginnya melanjutkan pendidikan kebidanan, tapi terhalang dana. Ya sudahlah. Aku selalu berfikir positif bahwa perjalanan hidupku mungkin tidak akan baik kalau aku jadi bidan. Jadi aku menjalani hari-hariku seperti yang sudah ditakdirkan Tuhan. Menjadi apapun yang penting bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Kemudian, menjadi seorang istri di usia ideal. Aku selalu tertawa mengingat ini. Ketika menulis ini pun, aku tertawa sendiri. Dulu sewaktu aku masih SMA, aku pernah berkata pada diri sendiri; aku ingin menikah di usia maksimal 25 tahun. Tapi nyatanya sampai usiaku 28 tahun, aku belum juga dilamar hehe. Aku kembali berfikir positif. Ini jalan Tuhan yang ditakdirkan untukku. Mungkin aku belum siap menikah saat ini. Mungkin aku belum bisa mengurus suami di saat usiaku masih 25 tahun. Begitulah.

Dan ketika sekarang ada yang bertanya apa mimpiku selanjutnya. Aku spontan menjawab, aku sudah tak punya mimpi lagi. Entahlah. Mungkin aku sedang dalam keadaan bermood tidak baik sehingga terkesan aku pesimis. Tapi begitulah. Aku jalani saja hari-hariku apa adanya. Tertawa bersama keluarga, teman, sahabat. Menangis sendirian di kamar. Menulis kesepian di diary. Dan memposting tulisan di blog ini :D

Selamat bermimpi. Selamat mempunyai impian.

Tidak ada komentar: