22 Oktober 2011

Baru Ku Tahu

Kata teman-teman, aku pintar memilih kata lalu merangkainya menjadi paragraf-paragraf sarat cerita. aku malah merasa biasa saja. ak ada yang istimewa. tidak mengiyakan, tidak pula mengingkarkan. aku hanya ingin tuliskan setiap kejadian agar ada prasasti ketika aku tiada nanti. orang bilang, prasasti apa? hanya sebuah tulisan biasa tak bernilai jual. tapi bagiku, sebuah tulisan akan lebih berharga dari apapun yang ditinggalkan.

ooo

secara tak sengaja, aku menemukan blog seorang sahabatku. ia sahabat dekatku sejak masih sama-sama kuliah dulu. satu jurusan, satu bidang kejuruan, satu jalur pulang, membuat kami semakin dekat, bahkan hingga kini, ketika aku dan dia sama-sama terpisah ruang dan waktu. 

pertemuan pertamaku dengannya tak banyak kesan, memang. seperti teman-teman lain yang tak banyak neko-neko. ia perempuan biasa. hari-hari yang kami lalui pun awalnya biasa saja. duduk dalam satu ruang kuliah yang sama, praktikum bersama, ke perpustakaan bersama, makan bersama, sholat bersama, pulang bersama, dan beberapa hal yang sama membuat hubungan kami dekat. hingga akhirnya kami benar-benar bersahabat.

banyak cerita yang tercatat selama aku bersamanya. rupanya, dugaanku salah. ia bukan perempuan biasa. ia perempuan luar biasa. perempuan mungil namun punya semangat meraksasa. low profil tapi punya ketegaran yang tak bisa dianggap kecil. begitulah yang aku tahu selama itu.

namun kini, aku menemukan hal-hal baru darinya setelah sekian lama aku mengenalnya. tepat saat aku membuka halaman web nya beberapa saat yang lalu. hingga membuatku tiba-tiba begitu rindu akan senyumnya, akan gayanya menyemangatiku, akan candanya ketika melihatku murung, akan cerita-ceritanya. juga, akan perjalanan bersamanya di suatu tempat yang hanya kami yang tahu... 

special to:
Pemilik http://astika-pelangi.blogspot.com/
Diah Astika Winahyu

07 Oktober 2011

Just Wanna Say...

Hanya ingin menyapa kembali, sebagai tanda bahwa blog ini masih ada yang punya :)

12 Agustus 2011

Senja ini menawan


Setiap senja memang punya warnanya sendiri-sendiri...

10 Agustus 2011

Aku Ingin Melupakanmu

Sebuah catatan kecil yang kutemukan di selipan file-file yang menumpuk.

Aku ingin melupakanmu.

Dan memang begitu. Mungkin perjalananku dari kost menuju kantor, cukup untuk merenungkan kembali semua kata yang pernah kau lontarkan padaku. Benar, rupanya aku memang salah menaruh rasa.
Seandainya dulu tak pernah kuhiraukan kata-katamu, mungkin aku tak akan menjadi perempuan yang mengalirkan air mata karena terlalu mencintaimu. Atau, jika saja aku tak menuruti perasaan keperempuananku waktu itu, mungkin aku tak akan menjadi perempuan yang hanya bisa menyimpan luka tanpa pernah bisa menemukan obatnya.

Benar, kita memang berjarak. Dan aku tak akan pernah ingin menyalahkan Tuhan yang telah menciptakanku tiga tahun lebih dulu darimu. Aku tak akan pernah melakukan itu. Sebab, aku meyakini bahwa semua yang terjadi padaku telah Ia tuliskan untukku. Mencoba menjadi seseorang yang tegar, bagiku memang tak mudah. Selalu kenangan itu hadir serupa bayangan yang mengikutiku dari belakang. Setiap kali kutengok, ia diam. Setiap kali aku berlari, ia tetap mengejar. Dan ketika kudiamkan pun, ia tetap ada bersamaku.

Aku sudah mencoba untuk bertahan dalam keadaan yang tak menyenangkan. Bagiku, kesabaran itu mungkin akan membuahkan hasil. Namun, rupanya aku salah. Mencintaimu, bagaimanapun itu, tetap saja salah. Dan mungkin, yang terbaik adalah pergi meninggalkanmu, lalu perlahan melupakanmu dan melupakan semua yang pernah kita jalani. Itu akan lebih baik untukku daripada aku tetap bertahan namun tak pernah ada kata yakin yang keluar dari mulut kita masing-masing.
Dan hari ini, aku ingin melupakanmu. Itu saja.


MAAF, TULISAN INI TAK BERJUDUL

Tulisan ini aku temukan di sebuah file. Aku baca ternyata sebuah catatan kecil, semacam curhatan meski entah ditujukan pada siapa. Kutaksir, ini catatan yang dibuat oleh seorang perempuan, gaya tulisannya melankolis. Begini catatannya:

: kepada rian
Aku begitu mencintaimu. Aku begitu menyayangimu. Hingga tanpa sadar, aku menangis sendiri. Air mataku terus saja mengalir ketika aku pejamkan mata. Aku begitu ingin kau ada di sampingku, mengusap air mataku hingga susut.
Aku terus melafalkan doa agar kau datang atau jika pun tak datang, aku berharap kau tahu aku sedang menangis karena terlalu mencintaimu. Aku terus berharap dan secara ekstrim aku ingin ketika aku membuka mata, kau sudah ada di hadapanku dengan wajah tersenyum dan mengulurkan tanganmu padaku. Tapi aku kembali tersadar, aku masih sendiri. Ketika aku membuka mata, hanya lagu yang terdengar dari komputer di hadapanku.

Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukku
Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu


Ketika rindu ini kian mendera, sejatinya aku makin sadar; kau telah kian jauh meninggalkanku...

21 Juli 2011

SEPI SENDIRI (sebuah novel)

Judul buku : Sepi Sendiri
Penulis : Fakhira Akasia
Penerbit : Tunas Gemilang Press
Tahun terbit : 2011
Tebal : 100 halaman
Harga : Rp 20.000,-

Pernahkah kalian terperangkap pada kesunyian yang sebelumnya belum pernah kalian kenal? Atau pernahkah kalian merasa kehilangan seseorang atau sesuatu yang sebenarnya memang tidak pernah kalian miliki? Atau pernahkah kalian hanya mengenal seseorang dari fisik dan tingkahnya saja, tanpa pernah mengenal apa yang sebenarnya ada dalam hatinya?
Terkadang dalam hidup, memang kita dihadapkan pada berbagai masalah. Tidak jarang masalah itu membuat seseorang terlihat begitu pias dan dingin, terlihat tak ingin diganggu dan sibuk dengan dunianya sendiri tanpa peduli bahwa ada orang lain yang sedang memperhatikannya.
Inilah novel yang menyajikan semua kasus itu. Berkisah tentang persahabatan dua orang dengan karakternya masing-masing. Akasia, seorang laki-laki yang sebenarnya biasa-biasa saja dan tidak terlalu istimewa, namun rupanya ia mampu mendalami sisi kehidupan Aura yang luput dari pandangan orang lain. Aura, seorang perempuan dingin dan misterius. Seorang perempuan yang seolah memiliki dunianya sendiri. Dunia yang hanya bisa ia nikmati sendiri, tanpa berbagi.

Namun, Akasia lah yang mampu memasuki kehidupannya nyaris sempurna, bahkan melebihi orang tuanya. Kejadian-kejadian yang tak biasa telah memberi warna pada jalinan persahabatan dua orang ini.

Ooo
Aku mengenal Fakhira. Ini novelnya yang pertama, dan ia berhasil menyelesaikannya! Membuatku iri karena ia mengalahkanku (hehe lebay!). Kalau sudah mulai membaca novel ini, kayaknya gak bisa ditunda untuk langsung menyelesaikannya deh. Mau coba?:)

19 Juli 2011

Sayembara Menulis Puisi Nasional Forum Sastra Bumi Pertiwi 2011

Dalam rangka memperingati dan menyemarakkan HUT RI yang ke 66, Forum Sastra Bumi Pertiwi (FSBP) mengadakan sayembara menulis puisi dengan tema “PAHLAWAN ”
Tema: PAHLAWAN
Pahlawan di sini diartikan secara lebih luas, tidak terfokus pada pahlawan yang berjuang pada masa penjajahan Belanda, tetapi lebih kepada pemaknaan kata “Pahlawan” itu sendiri. Ayah, ibu, guru, presiden, petani, pedagang, nelayan, TKW, bahkan buruh yang berjuang demi menghidupi keluarga pun dapat diartikan sebagai pahlawan.
Syarat lomba :
1. Peserta adalah warga Negara Indonesia tanpa batasan usia
2. Naskah berbahasa Indonesia, diketik di kertas kuarto, spasi 1, font Times News Roman, ukuran 12
3. Panjang naskah antara 50 hingga 300 kata
4. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran atau hasil plagiat
5. Naskah belum pernah dipublikasikan di media manapun dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain
6. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah puisi
7. Sertakan biografi singkat penulis (Max 100 kata), no Hp, email dan alamat rumah di bagian akhir naskah
8. Setiap puisi /setiap judul naskah yang diikutsertakan wajib membayar uang pendaftaran RP 10.000,-
9. Uang pendaftaran ditransfer ke Bank BRI No. Rekening : 5412-01-013576-53-1 atas nama Abdur Rahim.
10. Bukti transfer discan atau difoto, lampirkan beserta naskah puisi, lalu kirim ke email: puisifsbp@yahoo.co.id
11. Format subject (Nama Penulis-Judul Naskah). Contoh: Agus Santosa-Pahlawan Kemerdekaan
12. Karya peserta diterima panitia paling lambat tanggal 17 Agustus 2011
13. Pemenang diumumkan paling lambat pada tanggal 15 September 2011 di blog FSBP http:// forumsastrabumipertiwi.blogspot.com atau Facebook : Forum Sastra Bumi Pertiwi (Page dan Group)
14. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
Hadiah:
Pemenang 1 uang tunai Rp 2.000.000,- + piagam penghargaan
Pemenang 2 uang tunai Rp 1.000.000,- + piagam penghargaan
Pemenang 3 uang tunai Rp 500.000,- + piagam penghargaan
5 pemenang harapan mendapat paket buku + piagam penghargaan
50-100 karya terbaik akan dibukukan dan didistribusikan nasional
Seluruh peserta mendapat piagam penghargaan dalam format JPEG
Dewan juri
1. Drs. Suyatno Iswandi
2. Melinda Suzana, Mpd
3. Drs. Zakaria Harahap
Contact person: Rahmad Yulianto 083187879438

18 Juli 2011

LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA (LMCR) 2001

LOMBA MENULIS CERPEN REMAJA (LMCR) 2001
ROHTO – MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
deadline: 21 September 2011
Hadiah Total Rp 95 Juta
Syarat-Syarat Lomba
1. Lomba ini terbuka untuk pelajar SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C) dari seluruh Indonesia atau mereka yang sedang studi/bertugas di luar negeri
2. Lomba dibuka 21 April 2011 dan ditutup 21 September 2011 (stempel pos)3. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek serta aneka rona kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, kekecewaan, harapan, kegagalan, cita-cita, persahabatan, pengalaman unik, petulangan maupun perjuangan hidup)
4. Judul bebas, tetapi mengacu pada tema Butir 3
5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul. Judul boleh menggunakan bahasa asing
6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik, benar dan indah (literer). Bahasa daerah, bahasa prokem, bahasa gaul dan bahasa asing boleh digunakan untuk dialog (bukan narasi)
7. Naskah yang dilombakan harus asli, bukan jiplakan dan belum pernah dipublikasikan
8. Ketentuan naskah:
1. Ditulis di atas kertas ukuran kuarto atau A-4, ditik berjarak spasi 1,5 spasi, huruf 12 font Times New Roman, margin kiri-kanan rata maksimal 3Cm
2. Panjang naskah 6 (enam) – 10 (sepuluh) halaman, diprint 3 (tiga) rangkap (copy) disertai file dalam CD
3. Naskah disertai sinopsis, biodata singkat pengarang dan foto dalam pose bebas ukuran postcard. Lampiran lainnya: Fotocopy KTP/SIM atau Kartu Pelajar/Mahasiswa dan Kartu Keluarga (pilih salah satu)
4. Setiap judul naskah yang dilombakan wajib dilampiri 1 (satu) kemasan LIP ICE jenis atau saja atau segel SELSUN jenis apa saja
5. Naskah yang dilombakan beserta lampirannya dimasukkan ke dalam amplop tertutup, cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2011 sesuai dengan kategorinya pada bagian kanan atas amplop
6. Naskah dan persyaratan (Butir e) dikirim ke alamat:
Panitia LMCR-2011 ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City
Bogor 16810 – Jawa Barat

1. Hasil lomba diumumkan 15 Oktober 2011 melalui website: www.rayakultura.net dan www.rohto.co.id
2. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
3. Naskah yang masuk ke Kotak Pos Panitia LMCR-2011 menjadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya
4. Informasi lebih lanjut silakan e-mail ke: lmcr.kelima@gmail.com
Hasil Lomba dan Hadiah Untuk Para Pemenang
Pajak hadiah para pemenang ditanggung PT ROHTO Laboratories Indonesia
Kategori A (Pelajar SLTP)
• Pemenang I – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
• Pemenang II – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• Pemenang III – Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• 5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• 15 (lima belas) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1 (satu) Unit TV
Kategori B (Pelajar SLTA)
• Pemenang I – Uang Tunai Rp 5.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
• Pemenang II – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• Pemenang III – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• 5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• 15 (lima belas) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• 50 (lima puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1(satu) Unit TV
Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)
• Pemenang I – Uang Tunai Rp 7.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
• Pemenang II – Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• Pemenang III – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• 20 (dua puluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dariPT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
• 200 (dua ratus) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
Seluruh pemenang mendapat Antologi LMCR-2011 dan Buku TELAGA INSPIRASI MENULIS FIKSI karya Naning Pranoto
sumber: http://www.rayakultura.net/2011/04/lmcr-ke-6-tahun-2011-lomba-menulis-fiksi-paling-bergengsi/

09 Juli 2011

ROADSHOW TO SOUTH SUMATERA

Aha! Jalan-jalan lagi ke tempat-tempat menarik yang ada di belahan kecil dari negeri kita, Indonesia. Kali ini semacam road show sepanjang daerah Sumatera Selatan.

Perjalanan diawali dari kota Palembang, tempat aku tinggal sekarang. Suasana pagi yang masih sejuk membuatku sangat bersemangat mengawali perjalanan yang kata ketua rombongan sih akan melewati beberapa kampung kecil yang masih sangat alami.Sebenarnya tujuan perjalanan kami adalah ke Lubuk Linggau, sekitar 8 jam perjalanan dengan kereta api dari Palembang. Melewati daerah Sekayu, tak ada yang terlalu istimewa dengan topografinya kecuali jalan raya yang kecil dan dikelilingi oleh hutan. Aku bisa bayangkan kalau melewati jalan ini pada malam hari, pasti akan sangat-sangat gelap!
Kami sampai di Lubuk Linggau sekitar pukul 17.00. Kelelahan selama dalam perjalanan terbayar dengan suasana yang bisa kubilang unik. Perumah
an tempat kami bermalam –kami bermalan di rumah kerabat- masih dalam tahap pembangunan. Yang uniknya, masih ada sungai di belakang perumahan itu! Karena air sumur disana memang agak keruh, maka orang-orang sana lebih senang mandi dan mencuci pakaian di sungai.
Untuk mencapai sungai itu, kami harus berjalan kaki sekitar 10-15 menit dari perumahan. Kerikil kecil dan batu sungai yang bertebaran di sepanjang jalan, membuat kakiku serasa diterapi. Di kanan-kiri jalan setapak itu masih tumbuh pohon-pohon perdu dan tumbuhan paku-pakuan. Belum lagi suara burung dan jangkrik yang saling bersahut. Asli alami banget! 

Dua hari mandi di sungai rasanya tubuh benar-benar segar. Air sungai yang mengalir melewati celah-celah batu besar menciptakan riak-riak air yanng menjadi semacam spa air bagi tubuhku. Hm, betapa ingin berlama-lama disana.

Sebenarnya ada beberapa tempat wisata di Lubuk Linggau, tapi kami hanya sempat ke salah satu tempat wisata yang cukup terkenal disana. Water Vank, sekitar 15 menit bermobil dari pusat kota. Kalau biasanya tempat wisata itu ditunggui oleh beberap petugas, banyak tempat-tempat terawat, dan ada semacam loket untuk pengunjung yang datang, maka di Water Vank ini tidak ada. Tempat ini hanya sebuah bendungan air dari sungai yang mengalir. Salah satu objek yang menarik disini adalah jembatan gantung yang terbuat dari kayu dan dicat warna biru. Sayangnya, jembatan ini tampaknya tidak terawat dengan baik sehingga banyak bilah-bilah papannya yang patah dan rusak.

Kalau saja aku bisa libur beberapa hari dari aktivitas kerja sehari-hari, aku pasti masih betah berlama-lama di Lubuk Linggau. Sayangnya, aku harus kembali beraktivitas di Palembang. Makanya dua hari di Lubuk Linggau sementara sudah cukup untuk sekedar singgah melihat panorama alam disana.

Saatnya pulang ke Palembang. Kali ini, kami tidak lagi melewati Sekayu seperti pada keberangkatan kami sebelumnya. Kami melewati daerah Empat Lawang, Lahat, dan Pagar Alam.

Rupanya, jalan yang kami lewati jauh lebih berkelok-kelok daripada jalan di daerah Sekayu. Asli bikin kepala pusing dan perut mual. Jalan raya yang kecil dan di kanan-kirinya masih hutan dan jurang curam membuat mobil kami harus berjalan lebih lambat. Dari satu kampung ke kampung lain dibatasi oleh hhutan yang masih sangat alami.

Ada yang unik di Kabupaten Musi Rawas. Walaupun rumah-rumah disini masih sangat
tradisional –berupa rumah panggung dan terbuat dari papan- namun hampir di setiap rumah memasang antena parabola. Kata teman-teman serombongan sih karena di wilayah ini tidak dapat sinyal televisi pada umumnya. Ow, ow! Pemandangan yang kudapat jadi terlihat unik, seperti bunga raksasa transparan yang tumbuh berjejer di sepanjang jalan!

Di Lahat, lain lagi keunikannya. Disini terdapat sebuah gunung yang menurutku mirip candi Borobudur. Tapi, kata orang-orang sih bentuknya mirip telunjuk.
Makanya gunung itu disebut Gunung Telunjuk. Salah satu temanku yang ikut pula dalam rombongan menceritakan asal usul gunung itu. Konon katanya pada zaman dahulu kala, ada pertemuan gunung dari semua pulau di Indonesia, yah semacm rapat begitu. Ketika tiba giliran absen, gunung dari daerah Lahat ini mengacungkan telunjuknya. Maka jadilah ia gunung Telunjuk. Asal usul yang benar-benar asal! Hehe..

28 Juni 2011

SEGUMPAL ENTAH

Ada segumpal entah yang timbul ketika aku menemukan kembali puisiku dibahas oleh orang lain yang tak kukenal. Sama sekali tak kukenal. Kalau saja, hanya dia yang membahas puisiku itu, mungkin segumpal entah itu tak akan terbentuk.
Awalnya, aku hanya menulis saja. Tanpa ada tujuan khusus dan muluk-muluk. Hanya sekedar lintasan ide yang segera kugubah jadi larik-larik puisi. Temanya sederhana, tentang sisi pinggir dari masyarakat kecil. Itu pun dengan bahasa yang sangat sederhana pula. Bahkan tak ada puitis-puitisnya sama sekali.
Sekali kukirim ke media massa lokal, ternyata disambut dengan apresiatif –menurutku. Katanya, puisiku membuat hati pilu dan miris. Kenapa bisa menceritakan kehidupan dengan begitu dramatis. Aku tak tahu.
Sampai pada akhirnya puisiku satu itu masuk dalam salah satu dari 100 puisi Indonesia terbaik 2008 versi Pena Kencana. Apresiasi yang bagiku sungguh luar biasa. Belum pernah aku menerima anugerah yang begitu bergengsinya. Ada yang bilang, mungkin itu hanya kebetulan dan adanya faktor keberuntungan mengingat penilaian puisi itu kan sangat subjektif, tergantung oleh siapa yang membacanya. Ya, apapun itu, aku sangat-sangat bersemangat untuk terus menulis.
Diluar pembuatan buku 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008, ada beberapa tanggapan atas puisiku yang kubaca lewat internet. Rata-rata mereka menyukai puisiku yang mengangkat tema sosial dan kehidupan masyarakat. Bahkan ada yang sangat-sangat memberi applause pada puisiku itu. Dan tanggapan-tanggapan lain yang menambah lagi semangatku.
Baru-baru ini, aku menemukan lagi puisiku itu dibahas oleh seorang pakar dari sebuah fakultas kebudayaan di universitas ternama di Yogyakarta. Aku sedikit takjub, bahkan sampai sekarang pun puisiku masih dibahas? Padahal umur puisi itu sudah lebih dari 4 tahun!!
Itu membuatku ingin membaca lagi puisiku, sebenarnya seberapa dramatis sih efek puisiku itu bagi para pembacanya? Begini puisinya,

CERITA TENTANG NENEK DAN BOCAH KECIL

Ini ceritaku
tentang seorang nenek renta
dan bocah kecil
-ingusan-
yang menjajakan terong dan kecipir
menjelang lebaran
pagi buta
berjalan dari rumah
dengan senyum sumringah

lalu, di emperan pasar
mereka menggelar tikar
dan bersabar
menunggu terong dibayar

dan berdatanganlah orang-orang
ke pasar
berjejalan
dengan langkah-langkah cepat
memburu daging sapi
atau ayam negri
sedang mentari mulai tertawa
memandang semua
-ibu-ibu cerewet
dan pedagang agresif
ah! Nenek renta dan bocah ingusan?
Apa pula ini!
Mengapa ia menjual terong?
Sedang orang-orang mencari daging untuk direndang!

-sabar-
tetap sumringah
bahwa rezeki pasti dating

bocah ingusan mulai bosan
kuyu di emperan pasar
dengan perut yang keroncongan
karena sahur hanya berlauk garam

-sabar itu tak ada batas
hingga mentari mulai berkemas
dengan rembulan ia berganti tugas

dan nenek renta tetap sabar
menunggu terong dan kecipir dibayar
meski entah sampai kapan
fajar?

Aha!
Seseorang membungkuk perlahan
Dengan wajah dermawan
Lalu keajaiban ada jua
Meski satu ikat, terong terjual sudah
Dengan harga seribu rupiah

“ini rezeki kita,”
nenek renta penuh sumringah
dan bocah ingusan berdiri gagah
siap pulang kerumah
karena senja mulai merekah.

Natar, 23 September 2006

11 Juni 2011

CERITA DARI NEGERI SRIWIJAYA

Seorang rekan kerjaku hobi sekali mengirim pesan yang berisi cerita-cerita dari daerahnya dengan bahasa dusun –bahasa asli daerah mereka. Hampir semuanya mengundang gelak tawaku sebagai pembacanya. Nih, salah satunya akan kubagi dengan kalian class="fullpost">
Suatu hari, seorang murid disuruh nyanyi ke depan oleh gurunyo.
Murid (nyanyi dengan suaro pelan) : “cicak2 di dinding...”
Guru : “Besakke dikit, oy!”
Murid : “Tokek2 di dinding...”
Guru : “Besakke nian!”
Murid : “Buayo2 di dinding...”
Guru : “Yang dibesakke tu suaro kau, bukan binatangnyo!”
Murid : “Kalu nak suaro besak, aku azan bae.”
Guru : “Payo lah. Kau azan lah.”
Murid (dengan suaro agak besak) : “Allahu akbar, allahu akbar!”
Guru : “Besakke lagi!”
Murid : “Katek lagi, pak yang besak dari Tuhan. Tuhan maha besak.”
Guru (kesal dan marah sambil bergumam) : “Yo sudah. Tuhan maha besak, tapi nilai kau kecik.”
Murid : “Besakke dikit, pak!”
Guru (berteriak) : “NILAI KAU KECIK!!!”
Murid : “Yang dibesakke tuh nilai aku, pak. Bukan suaro bapak...”

CERITA DARI NEGERI SRIWIJAYA

Seorang rekan kerjaku hobi sekali mengirim pesan yang berisi cerita-cerita dari daerahnya dengan bahasa dusun –bahasa asli daerah mereka. Hampir semuanya mengundang gelak tawaku sebagai pembacanya. Nih, salah satunya akan kubagi dengan kalian class="fullpost">
Suatu hari, seorang murid disuruh nyanyi ke depan oleh gurunyo.
Murid (nyanyi dengan suaro pelan) : “cicak2 di dinding...”
Guru : “Besakke dikit, oy!”
Murid : “Tokek2 di dinding...”
Guru : “Besakke nian!”
Murid : “Buayo2 di dinding...”
Guru : “Yang dibesakke tu suaro kau, bukan binatangnyo!”
Murid : “Kalu nak suaro besak, aku azan bae.”
Guru : “Payo lah. Kau azan lah.”
Murid (dengan suaro agak besak) : “Allahu akbar, allahu akbar!”
Guru : “Besakke lagi!”
Murid : “Katek lagi, pak yang besak dari Tuhan. Tuhan maha besak.”
Guru (kesal dan marah sambil bergumam) : “Yo sudah. Tuhan maha besak, tapi nilai kau kecik.”
Murid : “Besakke dikit, pak!”
Guru (berteriak) : “NILAI KAU KECIK!!!”
Murid : “Yang dibesakke tuh nilai aku, pak. Bukan suaro bapak...”

DESKTOP SELI


Desktop ku yang kudesain sendiri. Banyak teman yang bertanya, siapa itu Seli? Sementara namaku kan Lia. Aku hanya bisa menjawabnya dengan satu senyuman yang mungkin mereka anggap itu senyuman yang penuh dengan rahasia.

: nyatanya aku masih mengabadikanmu...

28 Mei 2011

SATU LAGI MOMENT..


Satu lagi teman yang mendahuluiku menyempurnakan setengah diennya. Ada sesuatu yang tak bisa kugambarkan dalam hatiku setiap kali temanku melangkah ke gerbang pernikahan. Suatu rasa yang bercampur antara lega, bahagia, tapi juga sedikit tak rela :( pasalnya, aku jadi ingin juga segera melangkah kesana, hehe.
Rasanya, baru kemarin kami bertemu dan tinggal bersama dalam satu atap rumah, jauh dari orang tua dan keluarga. Kini kami sudah dipisahkan oleh jarak dan waktu yang entah sampai
kapan. Begitu leganya setelah mendengar akad nikah diucapkan dengan lancar. Rasanya air mata ini berebut ingin keluar. Dulu, waktu kami masih sama-sama tinggal satu kosan, aku sering memanggilnya dengan si mungil, abisnya badannya memang mungil sih! :D

Ada banyak kenangan bersama Mbak Tya, suka dan duka. Segudang tawa, dan segumpal kejengkelan yang membuat kami selalu ingin tertawa bila mengingatnya. Dan kini kenangan itu menjelma jadi semacam sejarah yang ingin aku abadikan sepanjang hidupku.

Ooo

Aku ingat ketika dulu, aku, Mbak Tya, dan Iin sering mengecat kuku-kuku dan punggung tangan kami dengan henna. Ah, sekarang punggung tangan Mbak Tya lah yang pertama kali digambari dengan serius dan rapi seperti ini, hehe...

22 Mei 2011

EKSPRESI


EKSPRESI anak kecil ini kudapat ketika ia mulai jengkel karena ulah kami –aku dan beberapa orang temanku- yang terus menggodanya, ditambah pula dengan udara yang lumayan panas di siang hari. Cukup sulit mengambil gambarnya karena Yubi –begitu namanya- tak bisa diam danterus bergerak. Lucu saja melihat bibirnya yang miring kesana kemari, hehe...

07 Mei 2011

KAKI BERSIH DENGAN LIDAH BUAYA

Mau kaki bersih dengan perawatan yang praktis dan gak perlu biaya mahal? Bisa aja kok! Ini dia beberapa caranya!

Alternatif pertama
Siapkan beberapa helai lidah buaya, kupas kulitnya lalu oleskan lendirnya ke kulit kaki (pemakaiannya sama kayak luluran gitu deh). Diamkan selama mungkin, bisa sampai delapan jam. Selama selang waktu itu, oleskan lagi lendir lidah buaya bila perlu. Jangan takut lengket! Lendir lidah buaya gak lengket di kulit kok, malah akan terasa dingin dan sejuk. Setelah delapan jam (atau setelah kamu bosan, hehe), bilas dengan air hangat.

Alternatif kedua
Oleskan kulit kaki dengan pasta gigi yang mengandung pemutih selama 15 - 30 menit lalu bilas dengan air hangat. (untuk tips yang ini, kayaknya gak dianjurkan untuk anak kost soalnya pasta giginya lebih baik dipakai untuk gosok gigi, hihi)

Alternatif ketiga
Siapkan perasan jeruk lemon, lalu oleskan ke seluruh kulit kaki. Lalu bilas dengan air hangat. Ritual ini bisa dilakukan selama 2-3 kali dalam sehari selama dua minggu.

Alternatif keempat
Kalau ada sisa ampas teh atau kalau ada teh yang gak keminum dan akhirnya jadi basi, jangan dulu dibuang. Teh basi ini bisa juga dimanfaatkan untuk membersihkan kulit kaki. Caranya, lulurkan teh ke seluruh kulit kaki dan diamkan selama 10 – 15 menit. Biar lebih efektif, gunakan minimal 2 kali dalam seminggu.

Alternatif kelima
Kalau kalian suka makan pisang atau semangka, nah kulitnya bisa juga dimanfaatkan. Oleskan kulit dalam buah pisang atau semangka ke kulit kaki, diamkan selama 10 – 15 menit. Lalu bilas dengan air hangat.

Nah, mudah-mudahan tips di atas bisa bermanfaat untuk teman-teman semua ya! Salam cantik!

KAKI BERSIH DENGAN LIDAH BUAYA

Mau kaki bersih dengan perawatan yang praktis dan gak perlu biaya mahal? Bisa aja kok! Ini dia beberapa caranya!

Alternatif pertama
Siapkan beberapa helai lidah buaya, kupas kulitnya lalu oleskan lendirnya ke kulit kaki (pemakaiannya sama kayak luluran gitu deh). Diamkan selama mungkin, bisa sampai delapan jam. Selama selang waktu itu, oleskan lagi lendir lidah buaya bila perlu. Jangan takut lengket! Lendir lidah buaya gak lengket di kulit kok, malah akan terasa dingin dan sejuk. Setelah delapan jam (atau setelah kamu bosan, hehe), bilas dengan air hangat.

Alternatif kedua
Oleskan kulit kaki dengan pasta gigi yang mengandung pemutih selama 15 - 30 menit lalu bilas dengan air hangat. (untuk tips yang ini, kayaknya gak dianjurkan untuk anak kost soalnya pasta giginya lebih baik dipakai untuk gosok gigi, hihi)

Alternatif ketiga
Siapkan perasan jeruk lemon, lalu oleskan ke seluruh kulit kaki. Lalu bilas dengan air hangat. Ritual ini bisa dilakukan selama 2-3 kali dalam sehari selama dua minggu.

Alternatif keempat
Kalau ada sisa ampas teh atau kalau ada teh yang gak keminum dan akhirnya jadi basi, jangan dulu dibuang. Teh basi ini bisa juga dimanfaatkan untuk membersihkan kulit kaki. Caranya, lulurkan teh ke seluruh kulit kaki dan diamkan selama 10 – 15 menit. Biar lebih efektif, gunakan minimal 2 kali dalam seminggu.

Alternatif kelima
Kalau kalian suka makan pisang atau semangka, nah kulitnya bisa juga dimanfaatkan. Oleskan kulit dalam buah pisang atau semangka ke kulit kaki, diamkan selama 10 – 15 menit. Lalu bilas dengan air hangat.

Nah, mudah-mudahan tips di atas bisa bermanfaat untuk teman-teman semua ya! Salam cantik! 

02 April 2011

PARAMPA YANG BIKIN FRUSTASI


Pernah bermain games di komputer, baik offline maupun online? Pernah merasa meremehkan games itu? Kelihatan mudah tapi rupanya sulit? Aku pernah!

Aku tak tahu games ini terbilang baru atau sudah lama beredar, secara aku memang bukan penggemar games komputer. Aku hanya iseng saja minta salah satu games pada adikku, dan dikasihnya games ini. Pertama kali main, ah! Mudah! Hanya ikuti saja petunjuk yang ada, selebihnya berfikir sendiri bagaimana kelanjutan games ini.

Games ini punya level-level yang harus kita lewati yang dilengkapi dengan password yang bisa kita gunakan sebagai titik aman. Jadi ketika kita mati di level tertentu, kita tak harus mengulangnya dari awal. Cukup membubuhi password dan kita bisa lanjutkan pada level berpassword itu.

Games ini menarik sekali. Tapi di beberapa level ada yang membuat frustasi. Gemas sekali ketika kita tak bisa melewatinya padahal sudah beberapa kali bermain di level itu. Mau mencoba? 

24 Maret 2011

HUJAN ASAM? WAH, GAWAT!

Tulisan ini hanya terinspirasi oleh pertanyaan seorang anak SD pada saya. Malam itu, saya mengajar privat di rumahnya. Mamanya yang baru pulang kerja menasehati saya dan anak-anaknya. Katanya kalau keluar rumah usahakan pakai payung atau jas hujan, bahaya radiasi dan hujan asam akibat gempa dan tsunami Jepang. Anaknya yang masih kelas 4 SD bertanya pada saya,
“Hujan asam itu apa sih?”

Wah, agak kelimpungan juga sih ditanya begitu oleh seorang anak kecil yang pintar dan ingin penjelasan tak sekedarnya saja. Saya yang lulusan sarjana Kimia masa gak tau hujan asam?

Ooo
Hujan asam sebenarnya sama seperti hujan pada umumnya, hanya berbeda pada tingkat keasamannya. Pada hujan biasa, tingkat keasaman hanya berkisar pada pH 6, sedangkan pada hujan asam bisa mencapai Ph 4,5 – 5,5. Mengapa bisa bersifat asama? Pada hujan biasa, keasaman dipicu oleh terlarutnya CO2 dari udara ke dalam air hujan. Senyawa ini bersifat asam lemah dan memang dibutuhkan untuk melarutkan mineral dalam tanah yang digunakan oleh tanaman dan hewan.

Sedangkan pada hujan asam, keasaman lebih dipicu oleh dua senyawa, yaitu ntrogen dan sulfur (belerang). Menurut sumbernya, terdapat dua sumber yang dapat menyebabkan hujan asam. Pertama sumber alami, yaitu akibat dari letusan gunung berapi, atau berbagai aktivitas biologis yang terdapat dalam tanah, rawa, ataupun laut. Kedua, yang bersumber dari ulah manusia baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Misalnya pada pembangkit listrik, industri obat-obatan, atau industri pertanian khususnya yang menggunakan bahan baku amonia.

Proses yang terjadi pada tahapan hujan asam adalah bereaksinya belerang dan nitrogen yang terlepas di udara, dengan oksigen. Reaksi ini meghasilkan senyawa berupa sulfur diaoksida dan nitrogen oksida. Kedua senyawa ini berdifusi ke atmosfer khususnya pada lapisan troposfer, kemudian bereaksi kembali dengan air menghasilkan asam sulfat dan asam nitrat.

Reaksi kimia yang terlibat dalam proses hujan asam ini adalah:
S(s) + O2(g)  SO2(g)
2SO2(g) + O2(g)  SO3(g)
SO3(g) + H2O(l)  H2SO4(aq)

Baik asam sulfat maupun asam nitrat, keduanya merupakan asam kuat yang mudah larut dalam air. Akibatnya, senyawa tersebut akan ikut terlarut dalam air hujan.

Lalu apa bahayanya hujan asam ini?
Bagi tumbuhan, hujan asam mengakibatkan kematian pada tumbuhan tersebut. Hal ini dikarenakan kadar SO2 yang tinggi dapat merusak lapisan lilin yang ada pada daun dan menyebabkan terbentuknya noda putih atau coklat pada daaun, sehingga nutrisinya pun berkurang bahkan habis. Akibatnya, tumbuhan tersebut tidak tahan terhadap suhu dingin, jamur, dan serangga. Selain itu, pH yang rendah juga mengakibatkan penurunan kadar magnesium akibat adanya proses pencucian magnesium di dalam tanah.

Hujan asam yang turun pada danau atau permukaan tanah, dapat menyebabkan meningkatnya kadar asam dalam tanah dan air permukaan. pH yang rendah dalam ait tidak memungkinkan ikan untuk hidup. Asam juga mengikat logam beracun seperi alumunium di danau. Alumunium akan menyebabkan beberapa ikan mengeluarkan lendir berlebihan di sekitar insangnya sehingga ikan sulit bernafas. Pertumbuhan Phytoplankton yang menjadi sumber makanan ikan juga dihambat oleh tingginya kadar pH.
Akibat lain hujan asam ini adalah terlepasnya ion-ion beracun, baik ke dalam udara, maupun ke dalam air. Ion-ion seperti tembaga dapat menyebabkan timbulnya wabah diare, dan aluminium yang mencemari air dapat menyebabkan penyakit alzheimer.

Ooo
Dari uraian singkat di atas, ada baiknya kita bisa bijak dalam menyikapi aktivitas perindustrian, khususnya yang menggunakan senyawa-senyawa kimia berbahaya.
Wallahu ‘alam.

12 Maret 2011

MOMENTS IN THE SACRAL MOMENT

Ternyata, waktu benar-benar telah berlalu begitu cepat. Nyatanya, seorang sahabatku kembali meniti lembaran yang baru dalam hidupnya. Kali ini bukan wisuda atau pergantian pekerjaan, tetapi memulai hidup bersama seseorang yang akan menemaninya sampai akhir hayat kelak.

Foto-foto ini sengaja kucuri saat hampir semua orang tak menyadari keberadaan kameraku. Beberapa adegan menarik perhatianku, seperti yang di samping ini.
Sang suami yang sudah didandani oleh tim wardrobe masih juga belum terlihat ‘menor’ oleh tantenya. Akhirnya, ruang tamu pun disulap jadi tempat rias bagi sang pengantin.

Adegan lain yang membuatku tersenyum adalah ketika sepasang pengantin itu fot
o berdua. Entah karena tegang atau gugup, mereka berdua terlihat masih canggung untuk foto berdua dengan pose yang mesra. Apalagi, di depan mereka banyak mata yang memandang dan saling melempar tawa bahagia.

Di saat hampir semua mata memadang ke arah sepasang pengantin yang sedang berpose di depan kamera, aku kembali mencari satu angel ya
ng menarik perhatianku. Apalagi kalau bukan ekspresi dari orang-orang itu. Lihat saja, mereka terus tersenyum bahagia melihat sang pengantin bergaya. Eits! Tapi rupanya ada yang sadar akan bidikan kameraku! Vera!


Untuk foto yang terakhir ini, khusus diambil oleh seorang temanku. Foto bersama dengan sepasang pengantin, berharap agar segera ketularan jadi pengantin, hehe...



OOO
Aku pernah dengar mitos yang mengatakan bahwa jika kita mencuri melati pengantin, maka kita akan cepat menjadi pengantin pula. Aku tersenyum saja ketika seorang teman berbisik di telingaku saat aku bersalaman dengan sang pengantin,

“Ambil melatinya! Hehe”
Bagiku, jodoh sudah diatur Tuhan. Cepat atau lambatnya tidak tergantung pada kita mencuri melati pengantin atau tidak. Tapi, namanya juga mitos, tergantung tiap individu mau percaya atau tidak.


~ Barokallahulaka wa baroka ‘alaika wa jama’a baina kuma fi khoiri ~

10 Februari 2011

PILIH MANA, mengurangi zat aditif sintesis atau mencicil penyakit kanker?

Mungkin sebagian kita sudah tidak asing lagi dengan zat aditif makanan, yaitu zat kimia yang ditambahkan ke dalam makanan untuk menambah kualitas makanan tersebut, seperti manambah cita rasa, menambah warna, atau daya tahan makanan (pengawet).
Sebenarnya, kalau kita bisa memilih, kita bisa kok memakai bahan akternatif untuk menambah cita rasa, warna, atau daya tahan makanan itu. Karena, pada dasarnya, zat aditif terbagi menjadi dua, yaitu zat aditif alami dan zat aditif sintesis.

Zat aditif alami, umumnya tidak berbahaya karena memang diambil dari bahan-bahan alami. Contohnya daun pandan sebagai perwarna hijau dan pemberi aroma, kunyit sebagai pewarna kuning, pala sebagai penyedap rasa, dan garam sebagai pengawet.

Nah, yang bisa membahayakan kesehatan adalah zat aditif sintesis bila penggunaannya tidak sesuai dosis atau sedikit tapi terus-menerus. Contohnya adalah sakarin dan siklamat yang digunakan untuk memberi rasa manis pada makanan. Kedua zat ini dapat menyebabkan kanker. Vetsin atau penyedap rasa yang mengandung monosodium glutamat dapat memicu penyakit kanker. Memang, di awal penggunaan tampak biasa-biasa dan tak merasa apa-apa, tapi sebenarnya saat itulah tubuh sedang menumpuk zat-zat kurang baik.

Memang kalau dibandingkan dengan zat aditif sintesis, penggunaan zat aditif alami agak merepotkan karena harus mengekstrak dulu bahannya. Misalnya untuk mendapatkan warna kuning, harus menghancurkan kunyit beruas-ruas kunyit dahulu. Atau untuk menyedapkan rasa, harus menghaluskan pala dahulu, tapi kalau memang mau sehat, rasanya tak apa jika sedikit mengorbankan waktu daripada mengorbankan tubuh.

BELAJAR BAHASA INGGRIS? GAK SESULIT YANG DIBAYANGKAN!

Rasanya lama sekali tidak membajak blog ini. Lihat tuh, sudah mulai berilalang (hehe, dramatisir sekali..). Nah, kali ini kubuat tulisan khusus untuk teman-teman yang ingin belajar Bahasa Inggris. Gak banyak sih, tapi mudah-mudahan saja bisa bermanfaat untuk teman-teman.

Bagi yang baru belajar, memang kelihatannya agak sulit. Secara, Bahasa Inggris ini beda tulisan, beda pula cara bacanya. Tapi jangan khawatir, berikut ini ada tips mudah biar Bahasa Inggris jadi menyenangkan.

1. Belajar mengumpulkan vocab yang mudah dahulu, seperti kata-kata yang sering digunakan sehari-hari. Ini akan membantu biar kita terbiasa dulu. Misalnya, Makan (EAT), tidur (SLEEP), bangun (WAKE UP), dan lain-lain.

2. Setelah mengumpulkan vocab-vocab itu, biasakan untuk menggunakannya sesering mungkin. Tak masalah menggunakannya secara acak dan campuran dengan bahasa Indonesia. Yang penting terbiasa. Misalnya, “You sudah eat?” atau “I want to go to asrama Santi”
3. Kalau sudah terbiasa seperti itu, kita akan penasaran dengan kata-kata yang belum kita tahu sebutannya dalam bahasa Inggris, jadi kita punya alasan unutk buka kamus dan mulai menghafalnya. Biasanya belajar dari kesalahan itu lebih cepat untuk diterima oleh akal.
4. Kalau sudah mulai banyak vocab yang terkumpul dan hafal, mulai susun hingga berbentuk kalimat yang rapih. Tentu dengan sederhana dulu. Kalau bisa, teruskan dengan kaidah yang sudah ada, yaitu menggunakan grammar dan tenses yang ada. Misalnya “I was in the office yesterday” dan bukan “I’m in the office yesterday.”
5. Nah kalau sudah bisa menyusun kata menjadi kalimat dengan rapih, sekarang tinggal melatih menggunakan tenses yang benar. Mulailah dengan kalimat sederhana. Misalnya untuk waktu sekarang “I am living in the village.” Nah, kalau bentuk lampaunya, bagaimana ya?
6. Untuk melatih pendengaran, bisa dengan mendengarkan lagu-lagu dalam bahasa Inggris yang menggunakan irama lambat. Tujuannya supaya kita bisa mengikutinya. Misalnya lagu “Beautiful Girl”, “Pretty Boy”, dan lain-lain.
7. Terakhir, kalau sudah bisa, jangan ragu umtuk mempraktekannya langsung ke orang lain. Lebih bagus lagi kalau ketemu warga asing, jangan takut. Hitung-hitung untuk melatih apakah bahasa Inggris kita sudah bisa dipahami atau belum.
Ok, selamat mencoba! :-)

07 Januari 2011

BANDUNG, TEU KAHILAPKEUN!

Perjalananku keliling Indonesia kini sampai di kota Kembang, Bandung. Secara, kota ini menarik perhatianku beberapa waktu belakangan ini. Banyak teman yang bilang kota ini punya banyak keistimewaan. Tentu saja, aku tertarik dan percaya, apalagi ketika aku sudah menginjakkan kakiku langsung disana. Tapi, di balik banyak keistimewaan, pasti ada kekurangan yang kutemui di beberapa titik yang kulewati.

Perjalanananku diawali dengan menapakkan kaki di rumah seorang kerabat di daerah Buah Batu. Angin semilir dan hawa dingin langsung menyambutku ketika aku baru saja keluar dari mobil. Perjalanan panjang dari Palembang ke Bandung membuatku ingin cepat-cepat mandi dan menikmati sejuknya sore di beranda rumah. Tapi ketika aku menyentuh air di kamar mandi, wow! Serasa dicampur denngan berbongkah-bongkah balok es! Hehe...
Karena hari sudah sore dan perut minta diisi, kuputuskan saja untuk mencari jajanan khas sambil merasakan nuansa sore yang berbeda disini. Aku menemukan warung batagor! Hm, makanan satu ini terbilang sebagai makanan favoritku. Di Lampung atau di Palembang memang ada, tapi kata teman-temanku batagor disini beda. Jadi kucoba saja.

Dan ternyata memang benar. Ada dua jenis batagor yang dijual. Ada yang kering dan ada yang berkuah. Kalau batagor kering, penyajiannya hampir sama dengan somay yang ada di Lampung atau Palembang atau tempat-tempat lain. Digoreng lalu dibumbui dengan saus kacang pedas. Kalau yang berkuah tak pakai sambal kacang, tapi dikuahi dengan kuah hangat yang lezat. Hm, mak nyuusss deh! 

Selesai makan batagor, waktunya istirahat untuk mempersiapkan energi untuk jalan-jalan keesokan harinya.

Pagi-pagi sekali, aku dan seorang teman sudah bersiap-siap untuk mengelilingi sebagian kecil kota Bandung dan sekitarnya. Satu hal yang membuat kami harus berpagi-pagi adalah sering macetnya jalan di kota Bandung. Entah karena ruas jalan yang kecil atau karena sudah terlalu banyaknya kendaraan, atau karena dua-duanya?
Tak banyak sih yang kami lalui, karena akan repot sekali kalau harus berkali-kali berganti angkot. Jadi kami hanya melewati saja ruas jalan yang kira-kira masih temanku ingat. Dayeh Kolot, Perempatan Kopo, sampai Tegalega.

Nah, disinilah aku melihat lagi keistimewaan kota Bandung. Disini, orang-orang menyebutnya Bandung Lautan Api karena disinilah perjuangan Bung Tomo merebut tanah air dari penjajah. Mungkin karena peristiwa itu ya, berdirilah monumen berbentuk api yang menjulang tinggi di tengah-tengah lapangan.
Di sekitarnya, terdapat semacam pasar yang ramai dengan pedagang asongan. Hampir segala macam barang dijual disini. Dari pakaian hingga jajanan pasar. Harga yang ditawarkan pun sangat murah dan di bawah harga pasaran. Kalau kita pintar menawar, mungkin akan dapat barang dengan harga yang sangat-sangat murah.

Agak ke pinggir, ada tempat khusus menjual tanaman hias. Segala jenis tanaman hias, bunga-bunga, pot-pot cantik, pupuk, dijual disini. Harganya pun cukup murah. Maka tak salah kalau temanku sampai memborong tiga macam tanaman sekaligus untuk oleh-oleh ke Palembang.

Rasanya, belum puas mengelilingi kota Bandung dan sekitarnya. Aku yakin masih banyak keistimewaan dari kota yang terkenal dengan kreatiitasnya ini. Tapi mau bagaimana lagi, jatah berjalan-jalan sudah habis. Aku harus pulang kembali ke Palembang.

Hm, Bandung, teu kahilapkeun deh!