29 Maret 2023

Santai Bareng Buku Jungkir Balik Dunia Bankir

Judul : Jungkir Balik Dunia Bankir
Penulis : Haryadi Yansyah
Penerbit : Laksana
Tahun Terbit : 2018
Jumlah halaman : 220 halaman

Halo!

Jungkir Balik Dunia Bankir
Jungkir Balik Dunia Bankir oleh Haryadi Yansyah

Sebagai seorang yang mengaku suka membaca berbagai jenis buku, tentunya bukan hanya novel, kumcer, atau puisi saja yang saya lahap sebagai asupan saat waktu senggang. Salah satu jenis buku yang saya suka adalah cerita keseharian atau cerita rangkuman episode perjalanan hidup seseorang. Semacam catatan ringan gitu lah.

Biasanya si penulis lebih dulu mempostingnya di blog atau media sosial sebelum potongan-potongan cerita itu disatukan menjadi buku. Serial Anak Kos Dodol misalnya yang bercerita tentang kehidupan anak kos tahun 90an yang ditulis dengan ringan dan kocak tapi penuh makna oleh mbak Dewi Rieka.

Atau buku Drama Papa Muda yang mengisahkan tentang kehidupan pernikahan dan pola asuh anak oleh Pungky Prayitno. Jujur buku ini bukan hanya tentang cerita, tapi lebih pada apa yang sebaiknya dipersiapkan oleh pasangan muda yang baru menikah dan langsung memiliki anak.

Tapi, kali ini saya punya satu buku yang tulisan dan ceritanya ringan banget. Bacanya juga gak perlu mikir keras, malah bisa ketawa karena kadang memang bisa bertemu hal-hal seperti yang dialami dalam buku ini.

Jungkir Balik Dunia Bankir

Buku ini bercerita tentang perjalanan karir seorang teller, suka dukanya menjadi teller, dan caranya menghadapi berbagai macam karakter para nasabahnya.

Jungkir Balik Dunia Bankir
Jungkir Balik Dunia Bankir

Ceritanya diawali dengan proses lamaran sebagai calon pegawai salah satu bank di Indonesia. Dari sini berlanjut ke berbagai cerita selama ia bekerja disana. Di awal tulisan saja, saya sudah terkekeh karena kisah lucu dan lugunya, ditambah dengan bahasanya yang santai.

Lalu, apa yang bisa diambil dari buku ini?

Tidak lengkap rasanya kalau sudah membaca satu buku tanpa ada yang bisa diambil hikmahnya, iya kan? Dari buku ini, saya bisa ambil beberapa pelajaran berharga.

Pertama, jadilah nasabah yang bijak. Sebesar apapun uang kita titipkan ke bank itu, tetaplah jadi nasabah yang bijak, yang tidak mempersulit para pegawainya, termasuk pula para teller di depan. Jangan mentang-mentang nasabah prioritas atau nasabah utama, atau apapun sebutannya itu, bersikap kasar dan tidak mentaati aturan sangat tidak dibenarkan.

Kedua, masih dari sudut pandang nasabah juga. Kalau setor uang ke bank, sebaiknya uang dalam keadaan rapi, tidak dilipat, disteples, atau lebih parahnya tidak disusun sesuai urutan besaran nominal. Ini juga demi kelancaran dan keefisienan proses transaksi. Kalau kita memudahkan pekerjaan orang lain, mudah-mudahan kita urusan kita pun dimudahkan juga.

Jungkir Balik Dunia Bankir
Jungkir Balik Dunia Bankir

Ketiga, dari sudut pandang si tokoh alias si teller itu. Jangan membeda-bedakan sikap dari penampilan seseorang. Kalau di buku ini sebagai teller yang harus sama rata untuk setiap nasabah. Kalau dari pembaca, tentunya profesi apapun itu. Pedagang, tenaga kesehatan, guru, pegawai hotel, dan lainnya. Penampilan fisik seseorang tidak bisa langsung dikaitkan dengan kedudukan meskipun sebagian besar, penampilan rapi juga mencerminkan kepribadian.

Keempat, sebagai orang yang bekerja di bidang pelayanan, memang sudah seharusnya melayani dengan hati dan tulus. Meskipun sedang gundah atau kesal atau marah sekalipun, tetap saja wajah dan bibir harus menunjukkan senyum ramah. Yah, hitung-hitung ikhlas tanpa dendam, hehe. Saya juga pernah bekerja di bagian pelayanan kok, jadi tahu bagaimana rasanya harus bermuka ramah meski sedang tidak baik-baik saja.

Baca juga : Review Buku Pollyanna, Banyak Hal Baik Dalam Setiap Keadaan

Secara keseluruhan, buku ini bisa jadi teman santai ketika pengen baca buku yang ringan tanpa banyak berfikir. Sebagai hiburan kala butuh humor juga bisa. Kalau penasaran, bisa langsung ke toko buku ya! Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Tidak ada komentar: