31 Juli 2012

Ramadhan oh Ramadhan

Ramadhan sudah seminggu lebih berjalan. Suasanya juga makin terasa hari demi hari. Apalagi kalau di rumah saja, atau paling tidak di sekitar rumah. Bisa dipastikan masih bisa terkondisikan. Tidak ada yang makan, minum, atau merokok di siang hari. Yah, secara, kalau masih di sekitar rumah dan tetangga kita banyak yang muslim taat, jarang dong yang mau melanggar kewajiban puasa ini.

Tapi...

Ternyata sangat berbeda dengan keadaan diluar lingkungan. Aku sendiri mengalaminya. Di tempat umum yang notabene bisa terlihat oleh semua orang, di tengah-tengah puasa begini, masih saja ada yang gak menaruh toleransi atau setidaknya menghormati orang yang sedang berpuasa. 


Ceritanya mungkin biasa saja sih, tapi rasanya kurang kalau aku pendam sendiri, hehe. Begini, aku sedang di warnet dekat rumah, sedang asik-asiknya posting segala macam tulisan di blog, chatting ria dengan teman, dan kakakkikik baca komentar. Tiba-tiba datanglah segerombolan laki-laki, 3 atau 4 orang begitu. Langsung menuju komputer yang kosong dengan berisiknya. Dan salah satunya duduk di komputer yang bersebelakah denganku. Dia seorang laki-laki, kutaksir usianya sekitar 20an tahun. Tampaknya sih dia muslim. Dan aku yakin di KTP nya tertulis Islam pada kolom agama (hehe, sok tau ya aku).


Beberapa saat berselang dan tiba-tiba dia menyalakan rokoknya dengan santai dan tanpa merasa bersalah atau bahkan dia tak merasa apa-apa. Aku yang pada dasarnya alergi dengan asap rokok, langsung ilfil dan memandang picik ke orang itu. Astaghfirullah.. lagi puasa!


Tak hanya itu saja, teman-temannya yang tadi masuk bareng ke warnet, juga ikut menyalakan rokok. Fiuhh... Padahal di warnet ini banyak anak kecil yang kata mereka sih mereka pada puasa. Aku hanya bisa bilang, kok gak malu ya mereka dengan anak kecil yang puasa?? Hmm... entahlah. Padahal aku berfikir bulan puasa begini saatnya terbebas dari asap rokok di waktu siang. Ternyata...


Beberapa waktu yang lalu juga aku mengalami hal serupa. Di tengah suasana puasa seperti ini, masih saja ada yang meninggalkan puasa dengan alasan pekerjaan. Padahal aku tahu pekerjaannya ringan-ringan saja dan tak menguras banyak energi. Yah, secara dia bekerja sebagai controller di salah satu perusahaan ponsel, yang kerjanya mengontrol kondisi ponsel yang dipajang di mall-mall. Kita semua tahu, mall itu tempat yang dingin dan nyaman karena pakai pendingin ruangan. Kalau menurutku sih pekerjaan itu biasa aja dalam artian masih bisa dilakukan ketika berpuasa.


Sementara aku pernah melihat acara di tv yang menayangkan kehidupan seorang bapak tua yang bekerja sebagai tukang angkut batu (kalau tidak salah semacam itu lah). Bapak tua itu mengangkut batu-batu yang tentu saja beratnya lebih dari berat tubuhnya sendiri. Di siang hari yang panas, dalam keadaan masih tetap berpuasa! Salut!!


Alangkah sayangnya bulan yang penuh rahmat ini disia-siakan. Menghejar duniawi tapi akhiratnya jauh tertinggal di belakang. Hmm... 


Aku menulis ini bukan menggurui atau aku merasa ibadahku banyak dan bernilai. Bukan. Aku hanya membagi sedikit uneg-uneg di hatiku. Yah, hanya bisa diiringi dengan doa supaya mereka-mereka dikasih hidayah trus ikut puasa hehe...

28 Juli 2012

Lapak Baruku

Ada lapak baru neh... :)
Mau majang kreasi-kreasi flanelku dengan lebih lengkap dan sudah ada harganya. Masih sangat sederhana sih untuk berbisnis secara online, tapi untuk pemula aku rasa itu sudah cukuplah, hehe.

Kalau ada yang mau kasih kritik, saran, komentar, pujian, celaan (duh!), monggo... langsung ke TKP! :D

27 Juli 2012

Diam atau Berbagi?

Sesi menemukan sebuah inspirasi ketika seorang teman yang aku sayangi tiba-tiba menghilang.

Aku termasuk seseorang yang pendiam dan tak terlalu menanggapi hiruk pikuk orang-orang di sekitar. Kata orang sih kurang bersosialisasi #memang dasarnya pemalu sih, hehe. Aku juga seseorang yang tengah menyadari bahwa aku hanya memiliki sedikit teman. Kalau kukirimi pesan untuk berkumpul, mungkin hanya ada beberapa saja yang datang, atau malah tak ada yang datang. Entah itu karena kesibukan, atau malas, atau menganggap acara itu tak penting, atau dengan alasan lain.

Aku juga termasuk orang yang tidak mudah percaya kepada orang lain, bahkan temanku sendiri. Tidak percaya dalam arti, aku jarang sekali bercerita pada teman-temanku tentang apapun itu. Kalaupun aku bercerita pada mereka, itu hanya cerita ringan yang ingin kubagi saja. Aku lebih memilih diam dan mengendapkannya dalam hati atau meuliskannya dalam buku diary atau blog seperti ini. Ketika aku menulisnya di diary, aku percaya ia tak akan menyebarkannya pada siapapun #ya iyalah, diary kan benda mati ^^v dan ketika aku menuliskannya di blog, berarti aku sudah mempercayai para pembaca untuk menyimpannya dalam hati.

Aku tak tahu sejak kapan aku menjadi seperti ini. Tapi aku merasa menjadi diri sendiri ketika aku berada dalam kesendirian dan kesenyapan.Terkadang aku merasa orang-orang di sekelilingku atau teman-temanku tak mengerti atau bahkan tak mau mengerti denganku. Mereka hanya mengerti aku yang tertawa di hadapan mereka tanpa pernah menyadari ada air mata yang mengalir sesudah semua itu berlalu. Mereka hanya mengerti aku yang riang dan banyak cerita tanpa pernah tahu seberapa lebih seringnya aku menyendiri dan diam.

Aku selalu berfikir ini yang terbaik. Diam dan tak menanggapi apapun yang orang lain katakan. Bukankah menyembunyikan masalah dan kedukaan itu adalah hal yang baik? Jadi orang lain tak perlu repot-repot menghibur, atau mencoba menyenangkan hatiku karena itu akan sia-sia ketika aku telah kembali ke 'dunia diam'ku.

Aku juga berkeyakinan semua akan baik-baik saja dan pasti akan ada saatnya bahagia itu datang padaku. Namanya juga hidup, ya memang fitrahnya demikian. Biar saja orang lain tahu aku adalah seseorang yang banyak bercerita, selalu ceria, tanpa pernah tahu bagaimana kacaunya yang ada dalam hatiku.

Tapi rupanya...

Tidak semua orang begitu. Ada orang-orang yang punya masalah sama denganku, bahkan lebih buruk. Orang-orang itu pun sama, menampakkan wajah gembira dan berusaha selalu tertawa. Lalu hatiku bertanya, apakah mereka munafik? Tidak. Mereka hanya ingin seperti aku. Menyembunyikan masalah sendiri dan membiarkan orang lain tak tahu dan tak pernah berkesempatan untuk ingin tahu -karena menurutku sama saja tahu atau tidak tahu.

Lalu ada yang pelan-pelan menjalari pikiranku. Kalau semuanya begitu, mungkin semua orang di dunia ini akan menjadi munafik, menampakkan wajah gembira padahal dalam hati tidak demikian. Nanti bisa bertambah lagi dengan berpura-pura. Pura-pura senang padahal tidak senang. Pura-pura baik padahal punya niat jahat #wah, kok jadi tambah runyem sih? ^^"

Pada intinya, memang tergantung pada individu masing-masing. Apakah masih mempercayai seorang teman untuk berbagi cerita atau hanya ingin dipendam sendiri. Setiap pilihan memang punya resiko. Kalau dibagi dengan teman, mungkin resikonya akan lebih banyak orang tahu kalau si teman itu tidak amanah. Kalau dipendam sendiri, resikonya kena migrain :) karena terlalu sering berfikir tanpa mengeluarkannya.

Lalu segelintir pikiran kembali membayangiku. Kalau hanya dipendam sendiri, bagaimana orang lain bisa mengerti? Lalu kalau orang lain tak bisa mengerti, bagaimana bisa aku menyalahkannya karena kuanggap tak mengerti aku?

~kesimpulanku sendiri : cerita dong, biar aku tahu ada apa denganmu...~

: untuk die-ul

Winnie The Pooh


Winnie The Pooh??

Aku suka banget sama si mbem Winnie the Pooh, lucu aja ngeliatnya. Lugu tapi menyenangkan untuk teman-teman serombongannya. Masih inget kan siapa aja mereka? Hm :) Piglet si Pink Pig yang penakut, Tiger si macan lincah, Eeyore si keledai, Rabbit si kelinci yang pemarah, dan Owl si burung hantu. Satu lagi tokoh yang sering bermain dengan Pooh adalah Christopher Robin yang satu-satunya berwujud manusia.

Itu sedikit pengantar, siapa tau ada yang iseng tanya kenapa tulisan ini tentang Pooh. Jadi inget jaman kuliah dulu, semua halaman depan buku catatanku, kugambar Pooh dengan berbagai gaya.

# lagi iseng kehabisan bahan untuk diposting disini, sementara tangan udah gatel pengen ngetik-ngetik apa gitu, hehe...

24 Juli 2012

Palembang dan Dia

Ada yang berbeda ketika malam ini aku buka-buka album foto sewaktu aku tinggal di Palembang dulu. Ada yang tersirat dalam pikiranku. Suatu kenangan yang entah bagaimana bisa aku menjelaskannya. Banyak kisah yang terjadi selama aku disana. Sedih, senang.
Aku begitu ingat saat pertama kali aku menjejakkan kaki disana. Hm, bukan pertama kali sih, tapi aku merasa aku bisa benar-benar mengingat aku pernah kesana ya waktu aku sudah dewasa ini. Diawali dari jalan-jalan iseng ikut ibu dan dua adikku yang waktu itu libur sekolah. Beberapa hari saja sebenarnya, tapi menikmatinya. Sungguh kota itu seperti magnet yang menarik keinginanku untuk kembali kesana suatu hari nanti. Bahkan aku pernah menulis sepenggal perjalananku di Palembang disini.
Aku memang menutup tulisan itu dengan kalimat “Palembang, aku nak kesano lagi”, tanpa pikir panjang. Harapan untuk kembali kesana memang ada, tapi yah kuanggap biarlah saja Allah yang mengatur. Namun rupanya, doa itu dikabulkan-Nya beberapa bulan kemudian. Dalam sebuah rekrutmen suatu perusahaan, aku ikut tes di Palembang! Bagiku, ini bukan kebetulan, tapi memang Allah mengabulkan doa “tak sengaja” ku :)
Tes di perusahaan itu, rupanya berakhir sampai disitu saja. Tapi tidak dengan perjalanan hidupku. Aku dipertemukan dengan seorang teman SMA yang menawariku untuk bekerja di lembaga yang disana pun ia sudah bekerja. Awalnya, aku hanya ingin mencoba, tapi ternyata Allah menetapkan hatiku untuk memilihnya.
Mulailah kehidupan baruku dimulai disana. Di kota Palembang yang bagiku diluar nalar. Belum pernah aku berada sejauh ini dengan keluargaku. Rasanya  aku harus belajar banyak hal. Dan memang begitu. Banyak yang terjadi disana, merubah pola pikirku, merubah pandangan hidupku, merubahku. Suka duka begitu lumrah untuk kujalani. Tertawa itu sudah biasa. Menangis juga wajar. Sakit hati karena seseorang, ini yang belum pernah kualami sampai demikian hebatnya.
Hingga aku berfikir ulang untuk meneruskan perjalanan hidupku disana. Rasanya, pulang ke rumah dan kembali ke pelukan ibu adalah dua hal yang menjadi mimpiku setiap malamnya. Aku berfikir keras setiap kali ada kesempatan untuk pulang. Berfikir bagaimana bisa meninggalkan pekerjaanku dan segera keluar dari Palembang. Mungkin, orang lain akan berfikir aku bodoh, hanya karena sakit aku harus meninggalkan semuanya. Tapi begitulah.
Dan pertolongan itu datang. Seseorang yang beberapa bulan sebelumnya telah dekat denganku, akhirnya datang juga. Membawa misi penyelamatan untukku, hehe. Tak pernah hilang dari ingatan bagaimana hari itu sudah sangat ku tunggu-tunggu. Beberapa bulan sebelumnya, aku selalu menghitung hari kepulanganku.
Perlahan tapi pasti. Akhirnya ia datang dan membuatku sangat bersemangat hari itu. Benar, aku tak bisa gambarkan bagaimana suasana hatiku ketika ia datang, berjalan-jalan bersamaku sebelum membawaku pulang ke rumah.
Pada akhirnya, aku benar-benar meninggalkan Palembang dan semua kenangan yang pernah terukir disana.
Hari ini, ketika aku membuka album fotoku sewaktu di Palembang, yang pertama kali terbersit dalam fikiranku adalah dia, seseorang yang membawaku keluar dari pusara kegelisahan.
: my sweet seventeen

20 Juli 2012

CPNS Oh.. CPNS...

Weww, belum ada yang mau curhat sama aku, jadi aku aja deh yang curhat sama blog ini #deket-deketin blog sambil ngerlingin mata, hehe.

Jadi, ceritanya begini. Dari bulan kemarin, banyak terdengar isu mau ada bukaan cpns di negeri tercinta kita ini. Ada juga yang sudah kasih link info untuk daftar online. Tapi ya namanya juga belum waktunya daftar, jadi ya belum bisa kebuka deh link itu. Nah ketika tiba waktunya pendaftaran tuh cpns, aku langsung menuju TKP dan hasilnya... mengecewakan! >,<

Dari sekian banyak format yang tersedia, jurusanku nihil alias gak ada sama sekali! Then, beberapa hari kemudian, ada seorang teman yang kasih link lagi untuk daftar cpns yang lain. Setelah menuju ke TKP dengan semangat lagi (kali ini katanya sih banyak banget yang buka), ternyata...

Cuma ada 2 lembaga yang ada jurusanku! Itu pun gak sampai 10 orang dari seluruh Indonesia. Fiuhhh... #ngelap keringat di kening deh!

Tapi ya namanya juga ikhtiar, walaupun harus bersaing dengan berjuta-juta orang Indonesia yang pada ngimpi untuk jadi PNS, aku pun mulai ikutan daftar. Sebenarnya, antara optimis dan pesimis gak jauh beda sih sekarang ini.

Sudahlah, kita jalani aja yang ada sekarang ya. Seperti kata orang "Enjoy your life" jadi senyum ajah :)

16 Juli 2012

Flanel lagi :)

Taraaaaa...
jadi lagi kotak tisuku. kali ini dengan desain yang bagiku makin lama makin menarik (haha, narsisnya gak ilang2). setelah lama gak pamer hasil karya ke orang-orang (biar ada yang pesen gitu, wkwkwk), akhirnya aku sempet-sempetin untuk ambil foto nih barang-barang. tapi, dikarenakan baterai kameraku lagi pingsan, jadi pake kamera hp aja, itu juga pinjem. ya kalau gambarnya kurnag memuaskan, harap maklum deh ya, hehe.

Florist
tadinya aku sempet bingung mau desain kayak apa ini kotak tisu. liat persediaan flanel gak cukup untuk buat model kue-kue atau buah-buahan yang banyak warna itu. trus liat ada beberapa bunga warna pink sama putih tergeletak gitu aja. trus lagi, liat motif sprei di kamarku ada bunga-bunga bersusun gitu, ya sutralah susun-susun aja tuh bunga pink sama putih, kasih daun-daun kecil. nah, pas mau buat dasarnya itu, berkali-kali nyoba warna, akhirnya ketemu merah marun ini. alhasil beginilah jadinya.. :D

 

Pisberry
nah ini sebenernya sudah lama banget buat toppingnya, tapi terkendala sama bahan dasarnya yang sudah habis. secara, gak ada persediaan flanel yang warnanya serasi. jadi, kotak tisu ini tertunda untuk ikut show di parade pamernya flanel-flanelku hwehehe.

 

Donat
ini awalnya liat donat punya orang-orang yang dipajang di situs-situs mereka. hm, jadi iri pengen bisa buat juga. walaupun desain awalnya nyontek sana-sini, tapi akhirnya aku bisa juga. ini yang kuposting cuma sedikit karena waktu itu sudah dibawa semua sama adekku ke sekolahnya. hm, coba-coba minta bantuan dia untuk promosiin ke temen-temennya. hasilnya lumayan lho, asik!



Buku Diary
ide awalnya sih karena adekku yang lagi ribut karena buku diarynya sudah di penghujung lembaran. jadi kupikir-pikir coba aja buat bentuk buku gitu. mudah banget malah.

Stars
ini memang impianku dari kemarin-kemarin pengen banget buat bintang, tapi karena polanya belum sempet-sempet dibuat, jadi ya baru kesampean sekarang. bisa diaplikasikan untuk gantungan kunci atau bros.
 




11 Juli 2012

Curhat, curhat, curhat...

Ini label yang baru kubuat. Terinspirasi dari banyaknya curhatan yang sampai di telingaku. Yah, biasalah, perempuan kan suka curhat, sekedar melegakan perasaan aja. Kadang, isi curhatnya sama seperti yang kualami. Dengan begitu aku serasa mendengarkan diri sendiri bicara dan meluahkan isi hati. Terkadang ada juga yang beda dan itu berarti buat referensi ide ceritaku (ups!) hehe.
Sebenarnya, kebanyakan orang yang curhat denganku gak butuh solusi, tapi hanya butuh telinga untuk mendengarkan saja. Jadi yah, mungkin isi tulisan di label curhat ini ya gak berisi banyak solusi. Anggap aja Cuma cerita, untuk kesimpulan dan saran terserah yang baca deh.
Oke, kalau mau menyimak silakan langsung ke TKP :D
#eh eh, ini belum ada yang curhat ya?

07 Juli 2012

Hilang


Entah, tapi aku merasa hilang dari dunia. Aku disini, duduk dan melihat banyak orang berjalan, berlari, tertawa, diam, menangis. Juga, anak-anak kecil yang bermain bersama anjing-anjing kesayangannya. Semua jelas. Dan ada. Juga hidup. Bernyawa.
Tapi aku merasa mati. Atau apakah memang aku sudah mati? Tapi aku tak melihat ada nisan yang berukir namaku. Atau apakah memang aku tak dikubur disini? Lalu, di negeri manakah aku disemayamkan?