12 Mei 2009

KITA





Tiba-tiba langit membentang keabadian
Tangan-tangan terentang ingin berkawan
Pada laut, kunyanyikan berjuta harapan
Tentang kita, berlomba mengejar impian
Seperti ombak mengejar tepian

Natar, 11 Mei 2009

AKHIRNYA KITA LEBUR

Pada akhirnya kita akan melebur
jadi debu, lalu
menyatu dengan tanah, pasir dan batu

memancang tanda
berupa nisan di bawah kamboja
yang menggugurkan kelopak-kelopak bunganya
setiap kali angin mendera

pada akhirnya, memang
kita yang menentukan : kalah atau menang
hanya pilihan
tapi tak gampang

beranikah salahkan Tuhan
atas takdir –itu yang kau sebutkan- ?
sedang ia telah firmankan
semua bergantung keadaan
kita yang menentukan *)

dan,
pada akhirnya, kita akan melebur
jadi debu, lalu
menyatu dengan tanah, pasir dan batu

Natar, 6 Juli 2007
*) Q.S Ar Ra’d : 11

AKU MENCINTAIMU



AKU MENCINTAIMU
: kepada Hujan


Aku mencintaimu
Karena kau meluruhkan hatiku seperti langit meluruhkan hujan
Aku mencintaimu
Karena kau meluluhkan rasaku seperti air meluluhkan batu
Aku mencintaimu
Karena kau melumpuhkan mindaku seperti kabut melumpuhkan mata
Aku mencintaimu
Karena kau memenuhi hariku seperti mentari memenuhi pagi
Aku mencintaimu
Karena kau mempersembahkan senyummu seperti pagi mempersembahkan embun pada rumput
Aku mencintaimu
Karena kau mencintaiku...


Natar, 6 Mei 2009