17 Januari 2009

AKHIRNYA


ahirnya, aku bisa juga buatsuatu gambar pake COREL-DRAW!! setelah banting tulang belajar dan utak-atik tools2 yang ada, hasilnya adalah gambar ini. gak jelek-jelek amat kok! (hehe... narsis sedikit gpp kan) walaupun masih standar. yah, namanya juga pemula...

nah, kalo ada yang mau jadi guruku, aku buka kesempatan dah! tapi syaratnya harus sabar menghadapi murid yang moody ini... hehe...

12 Januari 2009

ATAS NAMA CINTA


Judul : Tragedi Nadra
Penulis : Isa Kamari
Penerbit : Hikmah (PT Mizan Publika)
Tebal : 305 halaman
Harga : Rp 44.400,-

Ini dia novel terjemahan yang oke punya! Kisahnya bnikin gregetan dengan setting tempat dan waktu yang agak-agak di jaman sejarah gitu. Secara, setting waktu novel ini tahun 1942-1950-an dan Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Novel ini berkisah tentang seorang anak perempuan Belanda bernama asli Maria yang sejak usianya lima tahun telah diberikan kepada seorang wanita melayu bernama Aminah yang tak bisa memiliki anak sendiri. Saat itu, Adeline, ibu kandung Maria gak sanggup untuk mebiayainya mengingat masih empat orang anak lagi yang harus ditanggung kehidupannya, lagipula suaminya pun masih dipenjara olah tentara Jepang.

Maka, Maria tumbuh sebagai gadis lembut yang telah diizinkan diasuh secara Islam oleh Aminah, bahkan namanya telah diubah menjadi Nadra. Luka tercipta ketika ayah kandungnya telah bebas dari penjara dan ingin merebut Nadra kembali. Aminah, yang telah menganggap Nadra sebagai anak kandung sendiri dan sangat menyayanginya, tak ingin berpisah dengan Nadra bagaimanapun caranya.

Berbagai upaya untuk merebut Nadra dari tangan Aminah dilakukan terus-menerus hingga memicu banyak simpati dari berbagai pihak. Bahkan, setelah beberapa kali sidang di pengadilan, perebutan Nadra bukan hanya menjadi perebutan anak antara dua keluarga saja, tapi juga perebutan yang membawa nama budaya, agama dan harga diri sebuah negara.

Baca novel ini, kita dibuat selalu penasaran di akhir paragrafnya. Tapi memang, di beberapa bagian novel ini, bahasa yang dipake agak nge-jurnalis gitu. Jadi kayak model jurnalisme sastrawi gitu. Tapi ya, tetep aja oks banget untuk dibaca dan yang paling mengejutkan pembaca adalah di bagian akhir yang sama sekali gak terduga. Yakin deh, bakal gregetan abis setelah menutup halaman terakhirnya.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman (kepada malaikat pencatat amal): Bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan jelek, maka janganlah kalian catat sebagai amalnya. Jika ia telah mengerjakannya, maka catatlah sebagai satu keburukan. Dan bila hamba-Ku berniat melakukan perbuatan baik, lalu tidak jadi melaksanakannya, maka catatlah sebagai satu kebaikan. Jika ia mengamalkannya, maka catatlah kebaikan itu sepuluh kali lipat