13 April 2010

JANGAN PERNAH RESAHKAN HUJAN

Untuk apa resahkan hujan yang datang di halaman, dinda?
bukan itu yang membuatku tak datang menemuimu senja ini
aku hanya takut tak mampu pejamkan mata malam nanti
sebab senyummu pasti akan mampu memenuhi tak hanya halaman hatiku, tapi juga seluruh ruang dalam ingatanku



kau tak pernah tahu bagaimana aku menyembunyikan getar yang tak tahu lagi
bisa kusebut apa setiap kali
aku menjumpaimu di beranda rumah
bahkan sejak kakiku menjejak di halaman yang rumputnya selalu basah
karena hujan

maka jangan resahkan hujan yang datang di halaman rumah, dinda
sebab ia bisa menjadi teman ketika aku tak jadi datang
menjadi lagu ketika harimu dirayu sendu


Natar, Februari 2010

Tidak ada komentar: