Halaman

02 Oktober 2014

Catatan Harian

Saya bermonolog lagi. Bercerita pada langit-langit. Bercerita pada cermin. Tapi mereka tak bisa mengabadikannya dalam bentuk nyata (mungkin saja mereka menyimpannya dalam bentuk yang tak kasat mata, haha). Akhirnya saya bercerita pada buku harian. Semua cerita senang. Cerita sedih. Cerita aneh. Tak ada yang bisa saya jujurkan sejujur-jujurnya kecuali pada buku harian ini. Sebab, ia bisa menampung cerita saya tanpa mengeluh.

Tapi belakangan ini saya mulai tak jujur pada buku harian saya. Saya hanya bercerita apa yang saya mau, tidak seperti dulu (saya bercerita apa saja, tentang siapa saja). Kenapa? Karena saya sudah mulai bosan pada satu penggal kisah hidup saya. Penggalan kisah itu dulu saya tuliskan hampir tiap hari. Tapi sudah hampir setahun ini saya mulai melupakannya. Tidak. Bukan melupakannya, tapi saya malas menceritakannya.

Saya lebih suka menceritakan tentang sesuatu yang baru. Benar-benar baru dalam penggal lain hidup saya. Saya hanya berharap saya bisa lebih baik dengan penggal yang baru itu. Awalnya, saya harus memaksa diri saya untuk bertahan tidak menceritakannya dalam buku harian. Tapi sekarang saya sudah biasa. Dan hasilnya adalah setengah dari buku harian saya yang baru ini berisi penggal episode yang baru.

Sebuah episode yang saya suka. Sangat suka. Dan saya hanya bisa menceritakannya disini. Di dalam buku harian ini. 


Tidak ada komentar: