08 Mei 2021

Rutinitas Menunggu Buka Puasa

Penghujung Ramadhan. Target-target di Ramadhan ini sudah tercapai kah? Kalau belum, masih ada waktu kok 4 hari lagi hingga Idul Fitri tiba. Misalnya khatam Alquran yang belum mencapai target, infaq shodaqoh yang dirasa masih kurang, atau sholat tarawih yang kemrain bolong-bolong. Atau mungkin target selain perihal ibadah langsung, seperti membuat masakan istimewa di bulan Ramadhan atau membuat waktu-waktu senggang saat berpuasa jadi lebih berarti.

Ngabuburit Berfaedah
Menunggu Buka Puasa

Ngomong-ngomong soal waktu senggang, biasanya saya ada waktu senggang ‘nanggung’ selama Ramadhan, yaitu waktu menunggu buka puasa. Kenapa nanggung? Ya, karena bagi saya, waktu senggang itu hanya beberapa menit saja. Paling lama 15 menit lah. Masak sudah selesai dan tinggal nuggu waktu berbuka puasanya aja. Tapi, 15 menit kalau diisi pekerjaan yang serius, gak bakalan cukup. Iya gak sih?

Makanya, saya biasa mengisi waktu senggang nanggung itu dengan beberapa kegiatan ringan saja. Apa saja?

Tadarus

Kalau lagi rajin sih ya, haha. Lumayan kan 15 menit bisa dapat beberapa lembar bacaan Alquran. Bagi yang punya target khatam, waktu senggang begini bisa banget dimanfaatkan untuk nyicil bacaan. Jadi, selain tadarus setelah solat wajib, bisa juga meneruskan bacaan di waktu sebelum berbuka ini.

Nonton tv

Ya, kadang kalau lagi capek banget, waktu senggang nanggung begini bisa jadi waktu istirahat yang nyaman lho. Sambil nunggu waktu berbuka, santai sebentar di depan tv. Nonton acaranya juga bukan tayangan yang serius banget. Paling ya berita sore atau tayangan feature yang ringan dan menghibur.

Kalau saya sebut sih, ini seperti kata pepatah, ‘Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui’ Sekali duduk, bisa mengistirahatkan kaki dan tangan, juga bisa dapat informasi ringan menghibur.

Ngobrol

Karena suami memang pulang kerjanya sore hari, otomatis waktu senggangnya juga hanya sore hingga malam sebelum tidur. Jadi, waktu-waktu beginilah saya bisa ngobrol apapun dengan dia. Bahasannya juga gak berat kok, paling mendengarkan cerita dia atau saya yang ‘ngaduin’ hal-hal sepele yang terjadi di rumah dari pagi hingga sore, hehe.

Perempuan kan memang begitu ya. Apa-apa diceritain, apa-apa diomongin, apap-apa dicurhatin. Malah saya pernah dengar kalau perempuan kurang bicara itu akan membuatnya mudah stress. Ya, mohon bersabar deh para lelaki. Dengarkan saja apa yang terucap dari perempuan di sampingmu, sesekali tanggapi saja dengan ‘oh ya?’ atau ‘oh, gitu?’ atau ‘trus?’ atau apapun lah yang bisa membuat perempuan ini merasa didengarkan, hehe.

Telepon/video call

Nah, biasanya kalau video call itu ramean. Ada ibu dan adek-adek saya yang tinggalnya memang jauh-jauhan. Video call grup yang kadang hanya saling ‘pamer’ makanan berbuka, haha. Namanya juga jauh dan gak bisa rutin ketemu, jadi bisanya ya video call untuk bisa serasa kumpul.

Hm, apa lagi ya kegiatan yang biasa saya lakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa? Paling itu aja sih ya karena memang kadang juga gak punya waktu santai menjelang berbuka itu. Kadang baru selesai beberes, eh tetiba sudah adzan maghrib aja, hehe.

Baca juga : Amalan Puasa yang Mudah Dilakukan

Giliran kamu dong cerita, ngapain aja sore-sore selagi nunggu buka puasa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah memberi komentar :)