29 Agustus 2012

Manusia Baru




Haaaaaiiiii... pika21
Cuma mau pamerin seorang manusia mungil yang baru hadir di dunia ini dan menjadi penghuni baru rumahku (walaupun sementara sih, karena kan memang mau dibawa sama emak dan bapaknya ke rumah mereka yang jauh disana).

Lahir dengan berat 2700 gram dan panjang... (waduh, lupa tanya pika16) bayi mungil ini membuat suasana rumah jadi tambah meriah dan hidup. Sudah dua malam ini si kecil konser di tengah terlelapnya para penghuni rumah, yah secara nangis mulu di tengah malem pika20. Tapi ya begitlah kehidupan awalnya. Menangis kan malah sehat ya, hehe...

Si mungil ini memang belum dikasih nama, jadi kami cuma bisa memanggilnya dengan panggilan "Ade" atau "Dede". Liat fotonya yukk... pika21

26 Agustus 2012

Lebaran Aseekkk.. :D

Lebaran tiba! Lebaran tiba! :D

Serasa ada yang hilang ketika Ramadhan pergi. Rasanya, belum cukup ibadah yang selama sebulan ini dikerjakan. Rasanya begitu rindu akan kesyahduan malam Ramadhan dan dengungan doa yang diselipkan di setiap sholatnya. Rasanya begitu rindu dengan kehadiran anak-anak yang riuh tadarus di setiap malam. Ah, memang rindu Ramadhan tak akan pernah berakhir, tapi hari kemenangan pasti akan mampir :)

Ada yang berbeda dengan lebaran tahun ini. Ketika seperti biasa kami sekeluarga berfoto ria seusai sholat Idul Fitri, salah satu adikku yang sudah diambil orang belum bisa hadir. Jadilah berkurang satu anggota keluarga kami.

Tapi yah begitulah, itulah kehidupan. Pasti ada yang datang dan pergi (halah.. ni ngomong apa yak? Hehe). Setelah sesi foto-foto, tibalah sesi sarapan dengan makanan yang sudah sangat ditunggu. Secara, setahun sekali lho makan ini! ini dia, ketupat lebaran! :D

Nganyam sendiri lho ketupatnya (prok prok prok... give applause to Abah hehe). Setelah seharian berkutat di dapur, jadilah hidangan nan lezat ini terpampang di atas meja makan. Ketupat, sambal kentang, rendang, sayur buncis, emping. Kalau ada yang gak suka rendang daging, tersedia juga sambal ikan. Mantap dah! Hehe...

Hari pertama lebaran, di rumah sudah pasti rame tamu. Secara, ada Mbah yang tinggal pas banget di samping rumah, jadi kalau ada orang sungkem kesana, kemungkinan besar akan mampir di rumahku. Dan dampaknya adalah aku yang full di rumah karena melayani tamu dan jadi panitia sibuk-sibuk hehe. Rame tetangga, rame sodara-sodara, rame anak-anak. Pokoknya, yang gak pernah dateng ke rumah, disempet-sempetin deh berkunjung. Ini salah satu ponakan dari adik sepupu. Tingkahnya, boooo! Super aktif! Segala macem jejeran toples pasti mau diporak-porandakan hehe.

Tapi begitulah khasnya lebaran di kampung. Masih lebih rame daripada lebaran di kota (ini setahuku lho). Masih banyak orang yang saling sungkem ke orang yang dianggap lebih tua dan dihormati semacam tokoh adat atau tokoh agama.

Hari kedua lebaran, kami sekeluarga sudah punya agenda rutin. Berkunjung ke rumah Mbah Putri yang letaknya agak jauh, jadi harus pakai kendaraan. Disana suasananya memang jauh berbeda dengan suasana lebaran di kampung. Sangat sedikit bahkan bisa dihitung dengan jari tamu yang berkunjung. Mungkin pada pulang kampung kali ya para tetangga, wong sepi begitu... Tapi, dengan keluarga yang masih bisa berkumpul di rumah Mbah Putri, sudah lumayan lah menyemarakkan Idul Fitri tahun ini.

Jalan-jalan keliling rumah para saudara belum berakhir. Masih ada sesi keliling ke rumah saudara dari pihak Abah. Hampir satu kampung masih bisa dibilang saudara. Jadi bisa dipastikan satu hari full untuk berkeliling dari ujung ke ujung, fiuhh..

Nama kampungnya Pancur, letaknya gak jauh sih dari tempat tinggalku. Dengan berbekal dua motor (padahal keluarga yang dibawa banyak lho, hehe), berangkatlah kami beramai-ramai. Naik angkot deh! Gak papa, yang penting niat untuk silaturahimnya itu yang diacungi jempol. Walaupun terik matahari sepertinya gak berteman dengan kami yang berjalan kaki dari satu rumah ke rumah lainnya, tapi semangat untuk bertemu para saudara masih ada lho :D

Lebaran memang meninggalkan kesan yang berbeda setiap tahunnya. Ada banyak pesan moral yang disampaikan setiap orang, juga pesan moral yang tersirat dalam setiap obrolan dengan banyak saudara. Jadi ingat selama keliling Pancur, ada pesan moral yang entah kenapa jadi membuatku selalu bertanya-tanya. Jadi begini ceritanya, karena adikku yang sudah jadi seorang istri dan akan menjelang menjadi ibu ikut bersama rombongan, maka aku sebagai kakak perempuannya selalu saja ditanya,
“Kapan menyusul adiknya?”

Selalu pertanyaan yang hampir sama setiap mengunjungi rumah satu dan rumah lainnya. Nyengir aja deh jadinya, hihi. Pesan moral yang didapat adalah :
~ Menikah : tuntutan agama atau tuntutan sosial? ~

Hadeeehhh... begitlah hidup. Jalani saja apa yang ada sekarang dengan rencana yang matang dan akurat (apa sih!) hehe. Prinsipku yah, enjoy your life :)

Lebaran tahun depan, ada kesan apa lagi ya..? :)

05 Agustus 2012

Sulit Bercerita??


Hari ini ada salah satu orang terdekatku yang tanya -sebenarnya lebih tepat dibilang dia tanya pada diri sendiri ketimbang tanya denganku. Yah karena aku ada di dekatnya, jadi ya dengar juga.

Seseorang itu bilang begini, "Kenapa sih dia sulit bercerita? Padahal dia bilang aku seseorang yang sangat dekat dan bisa dipercaya, aku juga menganggapnya bukan orang lain lagi. Atau apa aku kurang dipercayanya ya?"

Hm, aku juga pernah mengalaminya. Ingin sekali mendengar seorang teman dekatku bercerita padaku karena selama ini dia terlihat punya masalah yang ditutup-tutupi, tapi ia tak kunjung bercerita juga. Kan jadi penasaran, hehe. Lalu aku pun berfikiran seperti temanku yang awal tadi. Apa aku ini bukan orang yang bisa dipercayanya? Tapi kan kami sudah berteman lama dan sangat dekat. Yah, pertanyaan yang seperti menuduh.

Kalau diteruskan berfikir yang tidak-tidak, tentu akan merusak hubungan yang selama ini telah terjalin. Masa sih hanya gara-gara seseorang yang mengaku dekat dengan kita lalu tidak bercerita, kita akan menganggapnya tidak percaya lagi dengan kita?

Nah, menurutku, ada beberapa hal yang membuatnya sulit untuk bercerita :
1. Mungkin dia menganggap masalahnya terlalu sederhana sehingga ia berpikir menyimpannya sendiri lebih baik. Kalau begitu, ya sudah. Kita anggap saja masalahnya memang sederhana dan bisa diatasinya sendiri.
2. Mungkin malah sebaliknya. Dia menganggap masalahnya terlalu besar dan sulit untuk diatasi meski sudah bercerita dengan kita. Jadi ia berfikir tak ada gunanya bercerita, toh yang punya masalah juga dia sendiri.
3. Mungkin dia belum siap menceritakannya pada kita. Ia memang ingin bercerita, tapi tidak hari ini karena ada satu dua atau banyak hal yang harus diperjelas dahulu. Jadi tak perlu buru-buru untuk mendengarnya, sabar saja kalau kita memang berniat membantunya. Kalau dipaksa cerita, malah bisa-bisa memperkeruh masalahnya.
4. Mungkin dia memang punya karakter pendiam alias memendam segala sesuatunya untuk dirinya sendiri. Dan orang yang berkarakter seperti ini biasanya sangat sensitif perasaannya. Kalau kita salah menanggapi, bisa-bisa malah menambah 'sesuatu' di fikirannya.
5. Nah, yang terakhir ini, mungkin saja memang kita belum bisa dipercayainya. Yah, mungkin dia pernah bercerita pada kita, lalu sengaja atau tak sengaja, kita menyebarkannya padahal dia tak menginginkan hal itu. Kalau sudah begini, jangan pernah lagi memaksanya untuk bercerita :)

Mudah-mudahan kita semua bisa mengerti dan memahami orang-orang yang dekat dengan kita ya. Gak mau kan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, malah menjauh dan menghindar hanya gara-gara kita memaksanya bercerita? :)