30 April 2020

Berkarya Saat Di Rumah Saja

BPN Challenge Day#11

Hampir dua bulan di rumah saja, tapi ternyata tidak seburuk yang dipikirkan ya? Banyak hal positif yang didapat juga kok. Bagi yang biasanya kerja, bisa lebih santai gak buru-buru berangkat kerja. Gak ketemu kemacetan di jalan. Gak menghirup polusi udara. Juga setidaknya bisa tidur siang sebentar di rumah, di kantor jarang punya kesempatan gitu kan?

Selama di rumah juga, ada banyak hal yang saya pelajari. Saya coba urai satu per satu yes.

keterampilan saat pandemi

Ngeblog

Iya, ngeblog memang gak ada habisnya untuk dipelajari. Ini bukan sekadar keterampilan nulis yang kalau sudah selesai, bisa langsung posting gitu aja. Ya, walaupun kelihatannya masih sama aja, tapi saya merasa keterampilan ngeblog saya sedikit-sedikit sudah mulai ada peningkatan kok. Mulai dari memilih tema tulisan, menyusunnya, dan pemilihan ornamen pendukung.

Oh iya, tampilan blog saya juga berubah. Saya beneran iri sama banyak blogger yang tampilan blognya keren-keren banget. Luwes gitu. Jadi pembacanya juga gak cape dan ngerasa nyaman untuk meneruskan bacaan sampai akhir. Malah bisa sampai klak klik sana sini juga.

Jadi, setelah beberapa hari utak utik blog, jadinya seperti ini. Kemarin sempat ganti tampilan yang di desktop tampak elegan dan menawan, tapi sayangnya gak mobile-friendly. Hasilnya jadi agak berantakan kalau dibuka lewat ponsel. Jadi, cari ulang tema blog deh. Dan hasilnya seperti blog saya sekarang ini. Eh, itu foto di header hasil jepretan saya sendiri lho, wkwk.


Masak

Gak bisa disangkal, keterampilan masak saya mulai ada peningkatan lagi. Gak banyak sih, tapi saya berhasi coba-coba resep baru. Kalau kemarin-kemarin kan gak punya banyak waktu di rumah ya, jadi agak males gitu. Nah sekarang agak rajin, hehe.

Salah satu makanan yang kemarin saya coba adalah puding lapis surabaya dan nugget tempe. Jujur ya, kalau disuruh buat puding lapis itu lagi, saya ogah, haha. Itu buatnya per lapis gitu, jadi buat 1 lapisan dulu, tunggu agak dingin, buat lagi lapisan lain, tunggu agak dingin lagi. Yah, beneran itu makan waktu. Tapi hasilnya memang bagus dan keliatan kayak lapis surabaya asli.

puding lapis surabaya
Berhasil, euy!
Kalau nugget tempe itu sebenarnya saya yang penasaran aja. Bosen juga sih tempe digoreng melulu, dan kalau dibuat sambal goreng, suami kadang gak begitu suka. Jadi saya sendiri deh yang habisin. Kemarin habis beli 3 lenjer tempe, 1 sudah dibuat sambel dan 2 lenjer ini yang saya buat jadi nugget.
Dari penampakannya sih bagus, tapi gak tahu rasanya. Nanti tunggu buka puasa baru digoreng.

Kerajinan Tangan

Siapa disini yang suka kerajinan tangan macrame? Itu lho, kerajinan tangan yang dibuat dari tali rami. Kalau sudah jadi, bisa dijadikan hiasan dinding, dream catcher, tas, atau bahkan rok rumbai #saya pernah lihat soalnya, hihi.

Karena saya ini orangnya mudah penasaran ya, jadi saya mau coba buat sendiri. Berhubung gak ada tali rami dan gak bisa keluar rumah juga, jadi saya pakai bahan yang ada aja. Benang wol. Hampir mirip lah dengan banyak pemaksaan, hehe.

Berbekal nyontek video di youtube dan pinterest, saya mulai buat dari yang paling mudah dulu. Namanya daun atau bulu gitu deh. Di video itu, kayaknya simpel buatnya, tapi ternyata ini pekerjaan yang njelimet. Asli kalau gak didera penasaran, mungkin akan malas juga mau buatnya. Atau mungkin karena ukuran dan bahan benang wol yang kecil dan lemes ini, makanya pengerjaannya lebih rumit.
macrame benang wol
Gak sebagus dari tali rami sih
Setelah proses panjang dan agak melelahkan, akhirnya jadi juga macrame ala-ala saya! Yeaayyyy! Setelah dilihat-lihat cantik juga kok, haha. Bahkan, pas ibu saya lihat, dia sempat tanya, itu beli dimana. Bagus katanya. Ehem, agak melejit nih perasaan saya, haha.

Yah, intinya apapun yang bisa kita lakukan selama di rumah, lakukanlah dengan senang hati. Bukan masalah akhirnya jadi atau gak, bagus atau gak, berhasil atau gak, tapi yang penting kan prosesnya.

Oke, itu beberapa keterampilan yang saya pelajari selama di rumah aja selain keterampilan mengendalikan perasaan karena pengen menghirup udara segar di luar, wkwkwk.


Kalau kamu, apa aja nih yang sudah dipelajari selama di rumah?

29 April 2020

3 Aplikasi Ini Bemanfaat Banget Untuk Kamu Di Rumah

BPN Challenge Day #10

Halo!
Masih tetap di rumah kan ya? Sudah, gak usah hitung-hitung sudah berapa lama kita mengendap dalam kasur, sofa, atau karpet empuk dalam rumah. Nikmati saja sebelum rutinitas kemacetan dan hiruk pikuk tempat umum kembali menyapa.

Sebagai orang yang sudah lebih dulu menjalani kegiatan dari rumah, saya tidak terlalu masalah dengan keharusan tetap di rumah seperti ini. Banyak untungnya juga kok ya. Setidaknya saya tidak sendiri dan punya teman yang gak kemana-mana walaupun akhir pekan tiba, haha.

Nah, karena sekarang semuanya sudah di rumah saja, maka banyak aplikasi yang sering dimanfaatkan lebih dari biasanya. Aplikasi-aplikasi itu bisa diakses dengan mudah, baik di desktop maupun hanya lewat hp.

aplikasi untuk work from home

Aplikasi Bermanfaat Untuk Tetap Di Rumah Saja

Sekolah dan bekerja dari rumah sudah berjalan selama kurang lebih 2 bulan ini. Meskipun kesannya libur karena gak keluar rumah, tapi kegiatan belajar mengajar dan bekerja harus tetap dilaksanakan. Karenanya mulai banyak aplikasi atau website yang menyediakan fitur untuk mengakomodir kegiatan-kegiatan itu.

Zoom meeting

Ini aplikasi yang sedang hits saat ini. Di kala tidak bisa bertatap muka dan berbicara langsung pada banyak orang karena pandemi, aplikasi ini punya solusinya. Dari dosen hingga guru TK, dapat memanfaatkan aplikasi ini dengan mudah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Fitur-fitur di dalamnya juga cukup bagus. Bisa menampilkan layar presentasi dari guru atau pemateri, layanan obrolan, suara dan video dari semua peserta. Lengkap juga dengan nama-nama peserta sehingga mudah mendata peserta yang hadir.

Meskipun bisa diakses lewat ponsel, tapi saya sendiri lebih nyaman kalau mengaksesnya lewat desktop. Layar lebih lebar, gambar lebih jelas, dan fitur-fitur yang ada juga dengan mudah dapat ditemukan. Kalau di ponsel kan layarnya terbatas, jadi kadang fiturnya ada yang tersembunyi.

Aplikasi ini juga tidak hanya dipakai oleh kalangan pendidikan saja, tetapi juga komunitas dan organisasi yang ingin mengadakan kegiatan seminar atau talkshow. Saya jadi ingat beberapa waktu yang lalu pun saya pernah ikut seminar online bersama Blogger Perempuan dengan tema SEO For Blogger. Ada untungnya juga wabah ini melanda. Saya jadi bisa ikut acara BPN yang biasanya tidak pernah bisa saya ikuti karena terhalang jarak.

Sayangnya, aplikasi ini agak tersendat ketika sinyal kurang bagus sementara peserta online banyak yang menghidupkan fitur suara dan video. Jadi kalau sedang mengadakan seminar atau talkshow, mending suara dan video dari peserta tidak ditampilkan. Menghindari suara-suara aneh dari peserta juga. Lucu kan kalau di tengah pembicaraan serius, tiba-tiba ada anak kecil ribut pengen pup? Hehe.


Blogger Perempuan Network

Website kedua yang bermanfaat sekali untuk saya saat di rumah saja adalah Blogger Perempuan Network. Pengen nulis tapi kekurangan ide? Datang saja kesini. Kamu gak hanya akan dapat inspirasi saja, tapi juga teman blogger, teman vlogger, informasi menarik yang tentunya berhubungan dengan tulis menulis, dan sekaligus bisa mempromosikan blogmu.

Satu lagi, kita juga bisa jadi anggotanya lho! Pengalaman saya selama bergabung jadi anggotanya sudah saya rasakan sendiri. Dari yang hanya asal tulis blog, jadi mulai berfikir untuk mengembangkan blog. Dari yang nulisnya sekadarnya, jadi bisa lebih berkualitas. Dari yang semangatnya setahun sekali, jadi hampir setiap hari pengen posting.

Blogger Perempuan juga banyak memberi kesempatan yang menantang. Salah satunya ya ini. Satu hari satu postingan selama sebulan penuh. Non stop. Merasa tertantang dong saya. Dua tahun beturut-turut kemarin saja saya bisa ikutan dan berhasil sebulan penuh, padahal saya masih kerja. Sekarang pastinya lebih tertantang karena sudah di rumah aja.

Kalau gak percaya, coba deh lirik-lirik dulu aja ke websitenya. Kalau sudah, boleh gabung. Gratis!

Ipusnas

Bagi kamu yang suka baca buku, apapun jenisnya tapi sekarang terhalang karena gak bisa ke pepustakaan atau toko buku, ipusnas jawabannya. Ini aplikasi perpustakaan digital yang punya banyak sekali koleksi buku beragam jenis. Novel, kumpulan puisi, nonfiksi, pendidikan, sampai arsip dan manuskrip juga ada.

Aplikasi ini tersedia di playstore dan gratis. Setelah kamu unduh dan pasang di hp, kamu buat akun terlebih dahulu. Setelahnya, bisa pinjam deh semua koleksi buku yang ada disana. Buku bisa dipinjam selama 3 hari. Gak akan ada denda kalau kamu lupa mengembalikan buku karena setelah masa pinjam habis, buku akan otomatis hilang dari rak pinjamanmu.

Perpustakaan digital ini bermanfaat sekali di masa-masa pandemi ini. Kita jadi tetap bisa baca buku apapun tanpa harus keluar rumah. Yuk, coba dipasang deh. Gak nyesel.


Oke, itu dia beberapa aplikasi atau website yang bermanfaat selama masa di rumah saja. Ketiganya saya pakai selama ini dan alhamdulillah berhasil mengurangi kegabutan di rumah saja. Kalau kamu, punya aplikasi apa aja nih selama pandemi ini?

28 April 2020

Ide Kegiatan Seru Berdua vs Seru Ramean

BPN Challenge Day#9

“Bosen gak sih di rumah aja? Mau ngapain lagi ya?”

Pernah ditanya seperti itu gak ya selama masa pandemi ini? Sekilas, itu pertanyaan basa basi yang sama-sama kita tahu jawabannya. Saya juga dapat pertanyaan serupa itu beberapa hari yang lalu. Ironisnya, yang bertanya adalah teman saya sendiri, seorang ibu dengan 2 anak yang masih kecil.
Lha? Otomatis saya tertawa saja. Dia yang di rumah bersama 2 orang anak saja, bingung mau ngapain lagi. Apalagi saya yang hanya berdua suami? Haha.

kegiatan seru berdua

Terlepas dari ramai atau tidaknya anggota keluarga, keseruan di rumah bisa kok kita ciptakan sendiri. Kalau saya, keseruan di rumah saja ya saya isi dengan nonton drama dan scrol-scrol hp, hehe. Kesukaan saya terhadap film dan drama memang lumayan tinggi. Tapi sayangnya saya dan suami agak beda genre film yang disuka. Jadi seringnya saya nonton sendirian dan seru-seruannya juga jadi sendiri aja.

Seru Berdua vs Seru Ramean

Hampir setiap hari beranda media sosial saya dibanjiri dengan postingan kegiatan seru bersama anak-anak atau keluarga. Bagaimana kelakuan anak-anak kecil mereka di rumah. Mencoreti tembok, bermain kejar-kejaran, saingan dalam membuat makanan, atau hanya berisi obrolan ringan antara anak dan orangtuanya yang berujung pada kelucuan atau tepok jidat.

Saya juga bacanya bisa ikut tertawa atau tepok jidat. Tapi, setelah dipikir-pikir, tidak semua orang bisa punya keseruan semacam itu. Ada keluarga yang saat ini masih berdua. Ada yang keluarga yang belum dikaruniai anak. Ada keluarga yang mungkin sedang terpisah.

Jadi, kenapa tidak memberikan keseruan bagi yang hanya tinggal berdua saja? Siapa tahu bisa jadi inspirasi dan pengobat hati mereka karena sedang menanti-nanti.

Seru Berdua

Tenang, kamu gak sendirian. Saya juga masih berdua aja bareng suami di rumah, hehe. Jadi seru-seruannya juga berdua. Kalau ketemu keluarga besar, baik dari pihak saya atau suami, baru nanti seruannya juga ramean.

Meskipun hanya berdua, ada banyak hal seru yang bisa dilakukan di rumah. Masak bareng contohnya. Saya hampir selalu seperti ini. Kayaknya ada yang kurang kalau saya masak sendirian di dapur sementara pak suami entah dimana, hehe. Kami juga biasa berbagi tugas. Misalnya karena saya masih takut potong-potong ikan dan ayam, ya suami deh yang kerjain. Kalau sudah bersih dan tinggal eksekusi, baru saya turun tangan.

Baca juga : Pilih Beberes Atau Memasak?

Selain masak, kegiatan seru lain yang bisa dilakukan berdua di rumah adalah merapikan rumah atau halaman. Kalau biasanya merapikan rumah dilakukan sendiri karena suami kerja, nah saatnya meminta bantuan ketika ia sedang di rumah. Kita juga bisa diskusi untuk ganti suasana, memindahkan perabot atau sekadar mengganti warna cat dinding. Dan urusan mengecat ini juga bisa kita ambil alih tanpa tukang cat

Saya pernah lho, mengecat dinding dalam dapur berdua dengan suami. Serunya itu pas sudah selesai dan memandang hasil kerja kami. Ya walaupun gak semulus tukang cat, tapi kami tertawa puas karena prosenya.

Lanjut! Kegiatan lain yang tidak kalah serunya adalah saling maskeran atau luluran. Biar gak hanya perempuan saja yang kulitnya mulus, haha. Sesekali, cobalah untuk mengajak suami pakai masker dan lulur juga. Wajahnya yang mungkin ditumbuhi kumis dan jenggot pasti akan terlihat lucu kalau pakai masker. Dijamin bakalan bikin ketawa berdua.

Seru Ramean

Kalau tadi sudah seru berdua, saya juga punya beberapa ide untuk buat keseruan bersama keluarga di rumah. Kali ini akan melibatkan ayah, bunda, juga anak-anak.

Kegiatan pertama yang bisa dilakukan adalah berkemah. Kalau kamu punya halaman rumah cukup luas, bisa lho didirikan tenda kecil untuk berkemah. Kegiatan ini bisa menghilangkan kebosanan anak-anak yang sudah hampir 2 bulan berada di rumah saja. Jangan berfikir akan ribet karena membayangkan kemah serius saat pramuka.

Banyak kok yang jual tenda kecil dengan cara pemasangan yang mudah di garasi atau halaman rumah. Ayah bunda tinggal memandu atau menemani si kecil saja sambil bercerita dan mengajarkan hal-hal yang ringan dan mudah dulu. Jangan lupa untuk memasak bareng juga. Bisa sambil bakar jagung atau sate kesukaan.

Kegiatan kedua adalah bermain bersama. Lebih baik, untuk bermain dengan melibatkan fisik dan tidak lagi berupa game elektronik. Hitung-hitung, mengistirahatkan matanya dari layar ponsel dan komputer sementara waktu. Juga, bisa lebih mendekatkan emosinya pada anggota keluarga lain.
Coba permainan yang seru dan menyenangkan seperti kuda-kuda, menebak bayangan tangan di dinding dengan bantuan lampu senter, atau permainan klasik yang mungkin tidak dikenal anak-anak sekarang. Pasti tahu dong dengan ular tangga atau lompat tali.

Baca juga : Kenangan Masa Kecil

Nah, ular tangganya bisa dicoba versi raksasa. Jadi anak-anak lah yang jalan dan bukan semata pion kecil. Mata dadu juga dibuat besar. Sudah terbayang kan kalau main ular tangga raksasa dan lompat tali ini akan melibatkan fisiknya juga? Jadi bukan hanya keseruannya yang didapat saja, tetapi sehatnya juga.

Oh iya, kalau mau pesan ular tangga raksasa, bisa kok sama saya. Ada berbagai variasi gambar dan ukuran juga. Custom dengan nama anak juga bisa. *eh jadi jualan, hihi.

Bagaimana? Sudah terbayang apa saja kegiatan seru yang ingin dilakukan di rumah? Coba deh share di kolom komentar, apa saja kegiatan seru selain yang sudah saya sebutkan tadi.

27 April 2020

Bosan Di Rumah? Coba 6 Tips Mudah Ini!

BPN Challenge Day #8

Halo!
Sudah berapa lama mengendap di dalam rumah? Sebulan? Dua bulan? Gak apa-apa ya. Mengikuti anjuran pemerintah dan tenaga medis untuk tetap di rumah saja adalah hal yang tepat saat kondisi seperti ini. Semoga saja, dengan kita mengikutinya, wabah ini segera berlalu.


Pasti sebagian orang sudah mulai bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja. Bagi orang dengan tipe introvert mungkin tidak terlalu masalah dan bahkan biasa saja. Tapi bagaimana dengan orang ekstrovet? Jangan-jangan sudah jadi zombie? Hehe. Gak lah ya!

Tips Betah Di Rumah

Saya punya beberapa tips yang bisa dicoba biar tambah betah di rumah. Gampang kok! Ini dia.


Niat

Pertama sekali ya pastinya niat. Diniatkan untuk di rumah saja. Apapun hal yang ingin kita lakukan, kalau sudah ada niat, pasti akan dijalankan sepenuh hati. Pernah dengar kan, kalau ada seseorang yang tidak beres kerjaannya, dibilang tidak niat? Hehe.

Bahkan dalam ajaran Islam, perihal niat ini jadi nomor satu. Solat, kalau gak ada niat, gak sah solatnya. Puasa ramadhan, kalau belum niat sebelum adzan subuh, tak terhitung puasa Ramadhan. Melakukan kebaikan yang baru saja diniatkan dan belum dilaksanakan, malah sudah terhitung amalnya.

Jadi, penting nih kalau mau betah di rumah, niat dulu.

Sugesti positif

Hal yang kedua setelah niat adalah sugesti positif. Jangan pernah menanamkan sugesti negatif pada apa yang belum terjadi. Misalnya jangan pernah mengatakan ini, di rumah saja pasti akan bosan. Apakah kamu tahu bahwa alam bawah sadar akan merespon sugesti-sugesti yang masuk itu?

Saya sendiri selalu berusaha mensugesti diri bahwa saya akan baik-baik saja walaupun hanya di rumah. Banyak hal yang bisa dilakukan di rumah, yang kadang tidak kita sadari ketika sedang sibuk diluar sana.

Nikmati

Sadar gak ya kita kalau kita ini suka mengeluh pada tiap keadaan? Memang sifatnya manusia sih ya. Tapi seringnya kita jarang bersyukur. Ketika sibuk diluar sana, kita merindukan diam di rumah. Menikmati makan siang di meja makan, sekadar duduk di teras menikmati angin sore, atau hanya rebahan sambil ngobrol macam-macam bersama keluarga. Kenapa ketika ada kesempatan di rumah seperti ini, malah inginnya kaki jalan-jalan keluar?


So, hal ketiga yang buat betah di rumah adalah menikmatinya. Apapun keadaan rumah kita. Berantakan karena anak-anak gak pernah berhenti bermain, nikmati saja. Kalau sudah besar juga gak akan begitu lagi kan? Atau sebaliknya yang belum punya anak dan mendapati rumah sepi, ya nikmati aja dulu. Besok kalau sudah punya banyak buntut juga akan ramai.

Buat daftar kegiatan

Meskipun tidak harus dituliskan, biasanya saya buat daftar kegiatan yang ingin saya lakukan di hari ini. Buat yang banyak, jadi kalau sudah selesai yang satu, masih banyak kegiatan lain yang menunggu. Kalau belum bisa selesai hari ini, bisa jadi PR untuk besok lagi. Begitu terus. Sampai bosan? Nah, kalau mulai bosan, bisa lanjut ke tips berikutnya ini.

Lakukan yang jarang dilakukan

Belakangan, saya mulai menikmati memotong rumput di halaman kecil rumah sebagai kegiatan rutin di pagi hari. Lumayan untuk berjemur dan mendapatkan sinar matahari. Bonusnya, rumput jadi rapi. Padahal biasanya saya gak terlalu suka dengan potong memotong rumput ini. Selain saya alergi gigitan nyamuk dan semut, saya juga suka takut kalau tiba-tiba ada binatang kecil yang muncul, haha.

Saya juga banyak membuat agenda kegiatan yang dulunya belum sempat saya kerjakan karena sibuk diluar. Nanti deh ya di postingan selanjutnya saya cerita lebih detailnya.

Berbagi cerita

Walaupun di rumah aja, kita masih bisa tetap terhubung dengan orang-orang di luar sana kan? Sudah banyak juga aplikasi pesan, obrolan, dan panggilan video yang bisa diinstal dan digunakan dengan mudah. Media sosial juga bisa kita jadikan tempat berbagi cerita. Tentunya cerita yang wajar ya.

Baca juga : Sulit Bercerita?

Misalnya berbagi resep unik hasil coba-coba pertama kalinya, atau berbagi tutorial membuat kerajinan tangan yang mudah dibuat di rumah. Selain akan memperbaiki mood, cerita-cerita tadi mungkin saja bisa menginspirasi banyak orang.

Bagaimana? Mungkin kamu punya tips lain yang belum tertulis tadi? Bisa tulis di kolom komentar ya! Selamat menikmati waktu di rumah saja 😊

26 April 2020

QnA Gabut di Tengah Pandemi Covid-19

BPN Challenge hari #7

Sebelum baca lebih jauh, saya kasih tahu tulisan ini akan jadi semacam tanya jawab ala-ala gitu. Ya, sesekali berasa diwawancarai gitu, haha.

Kapan wabah berakhir
  • Apa yang akan kamu lakukan kalau wabah Covid-19 ini berakhir?

Bersyukur! Iyalah, setelah sekian lama terkurung dan tidak tahu kapan akan berakhir, tiba-tiba nanti wabah ini hilang. Apalagi kalau bukan bersyukur dan berterimakasih? Paling tidak, menambah keyakinan dan iman kita bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak-Nya.

Setelah bersyukur, pastinya pengen keluar rumah. Entah itu ke taman kota, ke tempat makan favorit, atau ke perpustakaan. Oh iya, terakhir ke perpustakaan awal Maret lalu dan sampai sekarang belum buka lagi. Ada 2 buku yang saya pinjam di rumah. Sudah tuntas saya baca dari beberapa hari setelah pinjam.

Saya juga kangen sama pantai. Serius! Saya suka pantai dan suasananya. Angin semilirnya, suara ombaknya, pasir-pasir dan pecahan karang. Apalagi kalau makan di pondokan yang ada. Surga dunia lah. Untungnya saya tinggal di Lampung yang memang punya banyak pantai. Jadi bisa mudah kalau lagi pengen kesana.


  • Lalu apa lagi?

Jalan-jalan ke Palembang! Hehe, ini agenda sudah mengendap beberapa bulan lamanya. Bahkan sebelum tahun 2019 berakhir, saya sudah menuliskan tempat ini dalam daftar agenda saya. Tapi waktu itu urung saya lanjutkan karena beberapa hal.

Pertama, karena kabut asap. Sekitar bulan Oktober-November tahun lalu, Palembang sempat dilanda kabut asap kembali. Saya yang sudah matang-matang rencananya, bahkan sudah cek tiket kereta dan siap beli, harus dapat kabar buruk dari teman disana. Kabut asap, lebih baik ditunda dulu. Dengan berat hati, saya tunda niat saya kesana sambil saya pantau terus keadaan Palembang.

Nah, pas sudah reda, saya dapat kabar dari adik perempuan yang kuliah di Bogor. Ada agenda besar disana. Wisudanya yang sudah lama kami tunggu-tunggu. Senang sih karena ia sudah selesai kuliah, tapi agak sedih juga karena harus menunda lagi keberangkatan saya ke Palembang. Berat ongkos dan izin suami kalau terlalu sering jalan-jalannya, hehe.


Siapa yang menyangka beberapa minggu setelah acara wisuda itu, Indonesia mulai diserang wabah covid ini. Waktu itu saya berharap wabah ini tidak sampai meluas dan menjadi parah. Tetapi malah sampai tulisan ini dibuat, keadaan terus bertambah parah. Jadi, mau tidak mau ya harus ditunda lagi.

  • Kenapa sih ingin ke Palembang?

Pengen nostalgia! Haha. Jadi, 10 tahun yang lalu, saya pernah tinggal dan berkarya disana. Gak lama memang, gak sampai 2 tahun. Tapi kenangannya masih ada sampai sekarang. Saya pengen ketemu dengan teman lama yang sekarang sudah jadi ibu-ibu berbuntut 2-3 anak. Sepertinya seru.

Selain itu, saya juga pengen lihat wajah Palembang sekarang ini. Pasti banyak banget berubah. Dulu belum ada tuh LRT, sekarang sudah membentang dari bandara ke stadion Sriwijaya. Dulu juga belum ada bangku-bangku di pinggir jembatan Ampera, kemarin-kemarin saya lihat postingan teman disana, sudah berjajar banyak.

Banyak tempat yang pengen saya kunjungi. Sekadar mengulang ingatan dulu. Toko buku, perpustakaan, 2 kampus yang sering saya sambangi walaupun saya bukan mahasiswa disana, juga tempat belanja, dan yang pasti taman di sekitar jembatan Ampera.

Baca juga : Palembang Again
  • Prediksi kamu kapan covid-19 ini akan berakhir?

Wah, saya gak tahu lah! Becanda nih yang buat pertanyaan. Dikira saya ahli matematika yang bisa memperhitungkan kapan kurva wabah ini akan melandai dan akhirnya berhenti, haha. Saya juga bukan ahli kesehatan yang bisa memperkirakan kapan manusia punya kekebalan dari tubuhnya sendiri untuk melawan virus corona ini.

Saya orang biasa yang bisanya hanya menuruti anjuran tenaga kesehatan saja untuk mencegah penyebaran virus ini. Misalnya rajin cuci tangan, pakai masker kalau keluar rumah, dan tetap berdiam di rumah saja kalau tidak ada kepentingan apa-apa diluar sana.

  • Jadi, apa yang kamu harapkan?

Wabah ini cepat berakhir. Saya yakin semua orang punya harapan yang sama. Wabah covid-19 ini telah banyak mempegaruhi kehidupan kita. Tak perlu menutup mata lah, banyak yang karyawan dirumahkan. Bisnis lesu. Pariwisata tidak jalan. Banyak lah.

Tapi, tetap saja kita harus ambil sisi positifnya kan? Paling tidak, wabah ini bisa mendekatkan kita pada keluarga karena sekolah dan bekerja dari rumah. Dan yang paling penting adalah kita juga makin dekat dengan Sang Pencipta.


Baiklah, sesi tanya jawabnya sampai sini saja dulu ya. Kalau masih ada yang mau ditanyakan, boleh di kolom komentar, hehe.

25 April 2020

10 Fakta Masker Kain Yang Harus Kamu Tahu

BPN Challenge hari #6

Halo!
Di awal merebaknya wabah Covid-19 ini, ada 2 barang yang tiba-tiba jadi melejit. Ya harga, ya pamornya. Padahal sebelum ini, mereka tuh seperti tidak dianggap penting dan hanya sesekali saja dipakai. Masker dan hand sanitizer.

Tiba-tiba saja, stok yang tadinya berjejer penuh di etalase apotek dan swalayan tidak lama raib. Kalaupun ada, harganya melambung tinggi dan diluar logika. Saya sampai berpikir, kenapa gak langsung produksi yang banyak aja ya, hehe.
fakta masker kain

Maker Kain vs Masker Medis

Sejak diinformasikan bahwa virus corona mulai masuk ke Indonesia, orang berbondong-bondong mencari masker. Karena waktu itu yang dianjurkan adalah masker medis, maka dalam sekejap saja masker ini habis di pasaran.

Satu hal yang mendasari dipilihnya masker medis adalah karena disinyalir dapat menyaring partikel sangat kecil hingga ukuran mikrometer. Jadi, tidak hanya debu saja yang bisa tersaring di masker ini, tapi juga virus. Salah satunya adalah virus corona ini.

Semakin bertambahnya permintaan, stok masker ini turun drastis. Susah sekali menemukan barang yang satu ini di apotek atau swalayan. Harganya juga jadi sangat mahal. Maka, belakangan mulailah dianjurkan untuk memakai masker kain saja.

10 Fakta Masker Kain

Memang, dari segi perlindungannya, masker kain sedikit lebih rendah daripada masker medis. Tapi daripada tidak ada perlindungan sama sekali, masker kain bisa jadi pilihan. Tapi tahukah kamu apa saja fakta dibalik masker kain ini? Cek yuk!

  • Bisa dipakai ulang

Yup! Berbeda dengan masker medis yang hanya sekali pakai, masker kain tetap dapat dipakai berulang kali. Tapi dengan catatan harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai kembali. Hanya masker kain saja yang bisa dicuci dan dipakai ulang ya.

  • Gunakan tidak lebih dari 4 jam

Telah disebutkan sebelumnya bahwa efek perlindungan dari masker kain memang lebih rendah dari masker medis. Oleh karena itu, sebaiknya masker kain dipakai tidak lebih dari 4 jam. Apalagi, jika berada di tempat keramaian. Sediakan minimal 2 helai masker kain dalam tas supaya bisa lekas diganti apabila sudah perlu diganti.

  • Mulai dianjurkan oleh WHO

Dikutip dari Detik.com, WHO kini telah mengkaji ulang tentang pemakaian masker kain untuk mencegah penularan virus corona ini. Mereka yang awalnya menyarankan agar masker medis dipakai hanya untuk pasien dan tenaga kesehatan, belakangan mulai merekomendasikan masker kain tetap dapat dipakai oleh masyarakat luas.

Masker kain ini dapat menjadi pelindung ketika ada seseorang yang bersin. Saat seseorang bersin, partikel yang terlepas akan bermacam-macam ukurannya dan pastikel ini dapat meluncur hingga 8 meter. Meskipun tidak seefektif masker medis, tetapi masker kain tetap dapat menyaring partikel kecil hingga sekitar 50%.

  • Ekonomis dan mudah dibuat

Karena masker kain ini dapat dicuci ulang, maka dari segi ekonomisnya, masker kain bisa jadi pemenangnya. Kita bisa berhemat beberapa rupiah dengan hanya membeli sekali masker kain ketimbang membeli masker sekali pakai. Selain itu, tidak banyak sampah medis yang akan memenuhi tempat pembuangan sampah.

Masker kain juga mudah dibuat sendiri di rumah. Jadi, selama masa karantina yang hanya di rumah saja, kita bisa memanfaatkan waktu luang ini untuk membuat masker sendiri. Sudah banyak tutorial membuat masker kain, dari yang tidak simpel tanpa dijahit, sampai yang rapi ala industri.

  • Masker berbahan katun

Sekarang ini sudah banyak macam masker kain yang dijual di pasaran. Bahan-bahan pembuatnya pun bermacam-macam. Mulai dari kain katun, kaos, dan bahkan saya pernah lihat ada yang pakai kain satin dengan manik-manik tambahan supaya lebih cantik, hehe.

Tapi, rupanya masker kain dari bahan katun lah yang paling baik untuk dipilih. Kain katun dapat menyaring pastikel kecil hingga sekitar 50%.

  • Masker 3 lapis

Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 menyarankan untuk memilih masker kain yang berlapis tiga. Pastinya hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan efek penyaringnya ya. Mungkin akan terasa panas, tetapi lebih baik mengikuti anjuran kan daripada ada efek buruk nantinya.

  • Masih bisa ditembus aerosol

Partikel yang dapat disaring masker kain adalah partikel yang berukuran hingga 3 mikron. Meskipun dapat menyaring partikel ini hingga 50-60%, faktanya, masker kain ini masih bisa ditembus aerosol. Makanya kita disarankan untuk tetap menjaga jarak aman saat berinteraksi dengan orang di sekeliling. Jarak aman yang disarankan adalah sekitar 1-2 meter.

Baca juga : Social Distancing Seperti Apa?


fakta masker kain
Sumber : Pixabay

  • Menyerap air

Karena terbuat dari kain, maka masker ini sangat mudah menyerap air. Sifat yang berbeda dari kebanyakan masker medis yang tahan terhadap air. Oleh karena itu, penggunaan masker kain harus diperhatikan dengan hati-hati.

Apabila sudah basah dan lembab, sebaiknya segera berganti masker yang bersih. Cuci segera masker yang kotor dengan detergen dan jemur di bawah sinar matahari.

  • Harus rajin dicuci

Karena masker kain dapat dipakai berulang kali, maka kebersihannya tetap harus dijaga dengan baik. Masker yang kotor harus segera dicuci dengan detergen dan air mengalir. Gunakan masker kain tidak lebih dari 4 jam sebab masker yang sudah lembab dan kotor akan semakin berkurang daya saringnya. Selain itu malah dapat menyebarkan berbagai virus yang menempel di permukaannya.

  • Harus disetrika

Meski dianggap barang kecil, menyetrika masker adalah tindakan yang tepat dilakukan setelah masker dicuci dan kering. Uap panas dari setrika dapat membunuh bakteri dan virus yang menempel di permukaannya saat dijemur. Pastikan juga setelah disetrika, masker disimpan rapi dalam tempat yang bersih dan tidak lembab.

Tips Menggunakan Masker Kain

Agar lebih efektif melindungi, ada beberapa tips dalam penggunaan masker kain ini.
  • Jaga kebersihan tangan saat akan memasang dan melepas masker
  • Jangan menyentuh bagian depan masker saat melepasnya
  • Segera cuci masker kain yang telah terpakai untuk menghindari penyebaran virus yang mungkin menempel di permukaan masker kain
Baca juga : 5 Prilaku Prefentif Cegah Corona

Oke, semoga informasi tadi bermanfaat ya. Meskipun menggunakan masker saat bepergian, lebih baik tetap di rumah saja ya. Kamu punya pengalaman apa dengan masker kain ini?

24 April 2020

Social Distancing Seperti Apa?

BPN Challenge Hari #5

Marhaban ya Ramadhan…

Apa kabar di hari pertama puasa nih? Alhamdulillah ya cuaca adem dari pas sahur tadi. Efek sempat hujan tengah malam, tapi saya sama sekali gak denger sih kalau hujan, hehe. Berkahnya Ramadhan nih begini, sejuk di hari pertama puasa.

Ngomong-ngomong, di postingan sebelumnya saya sudah tuliskan 5 prilaku preventif untuk mencegah penularan covid-19 ini. Salah satunya adalah jaga jarak. Sosial distancing. Biar aman dan gak khawatir karena virus corona ini bisa berada di udara bebas juga selama beberapa waktu. Nah, apa itu social distancing dan social distancing yang seperti apa saya lakukan?


social distancing
Sumber : Freepik


Social Distancing

Merujuk kepada CDC (Centers for disease Control and Prevention), social distancing merupakan upaya untuk tidak berkumpul dalam keramaian, menjaga jarak dengan orang lain (sepanjang 2 meter kalau memungkinkan) dan tetap menghindari kerumunan orang. Tidak hanya dalam hal saling berkunjung saja, tetapi hal ini juga berlaku di dalam angkutan umum.

Social distancing ini adalah salah satu upaya pencegahan agar virus corona tidak semakin menyebar. Dengan tidak adanya kontak langsung antar orang, diharapkan orang yang telah terinfeksi virus ini tidak menyebarkannya pada orang lain. Kendatipun, orang tersebut tidak mempunyai gejala tetapi virus tetap dapat menyebar melalui hembusan udara saat berbicara.

Baca juga : 5 Tindakan Preventif Untuk Cegah Corona

Penerapan Social Distancing

Karena saya gak terlalu banyak keluar rumah selama ini, jadi yang saya terapkan hanya sebatas di lingkungan sekitar saja. Kalau untuk pergi ke tempat yang agak jauh dari rumah, sudah saya hentikan sementara ini.

Beribadah

Semalam, adakah yang solat tarawih di masjid atau musola? Atau solat di rumah masing-masing aja? Beberapa hari sebelum masuk Ramadhan kemarin, banyak masjid dan musola memang sudah memberikan himbauan bagi yang ingin tetap solat tarawih di masjid. Kalau di tempat tinggal kita memang tidak ditemukan kasus covid-19 ini, mungkin masih bisa ya sesekali pergi ke masjid. Tapi kalau sudah ditemukan kasus, agaknya memang cukup khawatir.

Di masjid tempat tinggal kami, ada himbauan untuk memakai masker dan membawa sajadah sendiri kalau solat tarawih. Di halaman masjid dan tempat wudhu juga disediakan sabun cuci tangan. Serta, ada papan pengumuman yang menganjurkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk masjid.

Gak ribet sih ya, karena memang setiap tahun saat pergi solat tarawih ke masjid memang begitu. Bawa sajadah sendiri karena takut gak kebagian karpet di masjid. Biasanya malam pertama solat tarawih, jamaah kan membludak ya. Oh iya, barisan di dalam masjid juga diberi jarak dan tidak mengikuti aturan shaf yang harus rapat. Tapi, tahun ini bukan karena itu. Karena memang kita ingin berjaga saja.

Tapi, kalau mau lebih aman sih, di rumah aja lah ya. Banyak berdoa saja supaya tahun depan kita masih bisa dipertemukan di Ramadhan lagi dan bisa solat tarawih di masjid lagi.

Lingkungan sekitar

Sebelum adanya pandemi ini, saya memang jarang sekali keluar rumah. Paling ke warung atau jalan pagi sekitaran komplek saja. Nah, sejak adanya wabah ini, saya tambah jarang deh keluar rumah meskipun hanya untuk ke warung.

Kalau biasanya setiap 2 hari sekali saya stok sayur dan lauk, saya bikin lebih banyak aja. Jadi lebih jarang ke warungnya. Belakangan juga saya lebih sering belanja ke babang tukang sayur yang keliling. Lebih kecil kemungkinan ketemu banyak orang dalam satu waktu. Saya juga sering titip suami aja belanja sayur dan lauk, sekalian pulang kerja kan, hehe. Jadi hanya satu orang yang keluar rumah.

Baca juga : Melihat Covid-19 Dengan Sudut Pandang Berbeda

Untuk lari atau jalan pagi, saya istirahat dulu dan ganti dengan olahraga ringan di rumah saja. Banyak kok video workout untuk perempuan rumahan yang mudah dilakukan dalam rumah. Tetap sehat kan walaupun gak keliling juga. Kalau memang mau cari udara segar, tinggal ke halaman aja. Karena memang komplek masih agak sepi, jadi gak khawatir.

Nah, kalau kamu gimana? Social distancing apa yang sudah kamu terapkan selama ini?

23 April 2020

5 Tindakan Preventif Untuk Cegah Virus Corona

BPN Challenge Hari #4

Pagi tadi tak sengaja lihat infografik perkembangan virus corona ini. Di Indonesia, setidaknya sudah mencapai angka lebih dari 7000 orang positif. Angka ini mungkin saja masih bisa bertambah meski persentase kesembuhannya sekitar 12% dan persentase pasien meninggal hampir 10%. Ternyata memang angkanya masih terus naik dari hari ke hari.


Memang kalau mengikuti perkembangan informasi seperti ini setiap hari, hati akan jadi khawatir dan selalu dirudung kelabu. Sekali-sekali melihat informasi boleh, tapi akan lebih baik lagi kalau terus berpikiran dan bertindak positif. Salah satunya adalah melakukan tindakan pencegahan agar angka-angka yang pertama tadi tidak terus bertambah.

TINDAKAN PREVENTIF CEGAH CORONA

5 Prilaku Preventif Yang Bisa Dilakukan Dengan Mudah

Sebenarnya, sudah banyak sekali himbauan dan anjuran yang harus dilakukan sebagai bentuk tindakan pencegahan agar tidak tertular virus corona ini. Tidak sulit kok, bahkan sebagai orang awam pun bisa mengikutinya asal memang niat dan mau. Sehingga penyebaran Covid-19 ini setidaknya dapat diminimalisir.


Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun

Penyebaran virus ini sangat mudah lewat permukaan benda apapun yang sudah tertempel virus. Entah lewat percikan bersin atau melalui udara yang dihembuskan di pasien. Dan benda yang paling rawan adalah uang dan kantong plastik belanjaan.

Meskipun kita tidak kemana-mana, tapi uang dan kantong plastik belanjaan sudah beredar ke tempat yang tidak kita ketahui, kan? Makanya, sebisa mungkin saya akan cuci tangan setelah memegang uang dan kantong belanjaan sayur yang saya beli.

Mandi dan ganti baju setelah bepergian

Kalau yang ini terutama sekali untuk suami saya. Di tengah pandemi, suami yang bekerja di apotek jelas tidak bisa libur. Makanya sepulang kerja, belum boleh duduk kalau belum mandi dan ganti baju, hehe. Meskipun tidak langsung kontak dengan banyak orang disana, tapi tetap saja saya antisipasi berbagai kemungkinan.

Pakai masker

Kemanapun perginya, barang yang satu ini tidak boleh tinggal sekarang. Kalau kemarin sempat dianjurkan untuk tidak memakai masker medis sekali pakai bagi orang yang sehat, ya pakai masker kain tidak masalah. Setidaknya, mulut dan hidung pakai ‘baju’ dan terlindungi.

Bahkan kemarin saya sempat dengar informasi yang mengatakan bukan masalah jenis maskernya. Penggunaan masker ini lebih kepada fungsinya untuk membuat daerah sekitar mulut dan hidung menjadi panas. Virus akan mati dalam keadaan seperti itu. Jadi, masker kain pun tidak masalah.

Satu hal yang penting dalam penggunaan masker kain ini adalah harus tetap sekali pakai dan langsung dicuci. Sebaiknya cuci masker dengan air panas dan detergen kemudian dijemur di bawah sinar matahari.

Jaga jarak aman

Menjaga jarak adalah hal yang wajib saat ini. Sebab, virus corona ini pun bisa berada di udara selama beberapa lama. Ia juga bisa ditularkan melalui percikan bersin dan hembusan udara saat pasien mengeluarkan nafas atau bicara.

Sebagai informasi, ada juga orang yang terinfeksi namun tidak punya gejala. Orang-orang seperti inilah yang sebenarnya sukar dideteksi secara biasa. Kita tidak tahu apakah orang yang berada di sekeliling kita mulai terinfeksi atau tidak, atau mungkin kita sendiri si pembawa itu. Makanya, tetap menjaga jarak adalah pilihan yang tepat.

Tetap di rumah saja

Sekolah, perguruan tinggi, beberapa perusahaan, dan pemerintah sudah melakukan gerakan sekolah dan bekerja dari rumah. Bagi yang memang kesehariannya di rumah, ya tetaplah di rumah saja. Keluar rumah hanya jika ada keperluan mendesak yang tidak bisa lagi dilakukan di dalam rumah.

Bosan? Betul, apalagi untuk anak-anak ya. Tapi tetap di rumah adalah tindakan pencegahan yang tepat. Toh sekarang sudah banyak media sosial dan aplikasi pesan dan video call untuk mendekatkan orang yang jauh.

Tetap bugar

Terakhir, tetap jaga kesehatan. Sebisa mungkin saya menyiapkan makanan dan minuman yang bisa menjaga daya tubuh. Gampang kok. Banyakin sayur dan buah. Minumannya sering saya seling antara teh dan empon-empon.

Meskipun tidak secara langsung mencegah masuknya virus, setidaknya kekebalan tubuh tetap terjaga. Jadi, ketika ada virus yang masuk, sistem imun kita sudah siap untuk melawannya.


Nah, apa nih tindakan pencegahan yang sudah kamu lakukan di rumah? 

22 April 2020

Yuk Bantu Sesama Selama Covid-19 Dengan Cara Ini!

BPN Challenge Day#3

Halo!

Banyak hal berubah ketika virus corona menyerang dan menjadi pandemi. Tidak usah jauh-jauh sampai seluruh dunia, di Indonesia atau kota tempat saya tinggal saja sudah mulai berubah sejak mulai dicanangkan gerakan jaga jarak, diam di rumah, sekolah dan bekerja dari rumah, serta pembatasan sosial ini.

bantuan covid-19

Bantu Sesama Dengan Cara Ini


Di tengah-tengah pandemi covid-19 yang entah sampai kapan akan berakhir ini, kita bisa kok membantu sesama dengan hal-hal yang kecil dahulu, dimulai dari diri kita sendiri, dan dilakukan sekarang juga. Apa saja itu? Yuk simak!

  • Berbagi informasi yang benar

Saat ini, hampir setiap hari pesan berantai mengenai wabah covid-19 ini menyambangi grup whassapp saya. Informasi itu kadang ada yang memang membantu, tetapi tidak sedikit pula yang belum tentu kebenarannya. Apalagi yang isinya hanya membuat cemas dan was-was saja. Duh!
Padahal sudah banyak situs terpercaya dibuat sebagai sumber informasi covid-19 ini.

Disinilah kita bisa membantu sesama dengan memberikan informasi yang benar. Bahkan kita juga bisa berbagi hal-hal yang lebih membahagiakan, seperti tips-tips agak tidak bosan di rumah, resep-resep praktis supaya anak-anak bisa betah di rumah, dan lain-lain.

  • Ikuti anjuran pemerintah dan tenaga kesehatan

Terkadang, orang menyepelekan anjuran-anjuran pemerintah dan tenaga kesehatan karena dianggap remeh dan hal kecil. Padahal dari hal-hal kecil ini, dapat membuat perubahan besar jika dilakukan oleh banyak orang. Misalnya, tetap di rumah dan menjaga jarak aman, juga memakai masker.

Tiga hal tadi bisa sangat membantu dalam hal penanganan wabah covid-19 ini. Ketika diri sendiri tetap di rumah, minimal ada 1 orang yang kemungkinan kecil akan tertular virus ini. Bagaimana kalau ada 5 orang di rumah? Bagaimana kalau dalam 1 gang ada 5 rumah? Dan seterusnya.

  • Stok secukupnya

Di awal-awal wabah ini menyerang Indonesia, stok masket dan hand sanitizer langsung lenyap. Jikapun ada, harganya melambung tinggi dibandingkan dengan harga sebelumnya di hari-hari biasa. Orang berbondong-bondong membeli dalam jumlah besar. Plis, itu malah membuat kita lebih panik dan khawatir!

Stok masker dan hand sanitizer secukupnya. Toh kita juga gak akan sering-sering bepergian lagi kan? Kalau di rumah juga, lebih baik cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Belakangan, pemerintah juga menghimbau untuk cukup memakai masker kain yang bisa dipakai berulang kali setelah dicuci.

Dan stok-stok ini bukan hanya tentang masket dan hand sanitizer saja. Tetapi juga bahan makanan. Mungkin kita memang bisa membeli banyak stok, tetapi coba pikirkan ada berapa banyak orang yang untuk makan hari ini saja masih harus berfikir dan bekerja.

  • Beli dagangan tetangga dan teman

Belakangan, jadi banyak sekali pedagang online dadakan. Apakah ada salah satu teman atau saudaramu disana? Kalau ada, maka belilah dagangannnya. Sesederhana itu. Karena kita tidak tahu, apakah jadi pedagang online itu hanya sampingan saja atau memang sekarang jadi sumber penghasilan utamanya saat pandemi ini. Karena memang, tidak sedikit karyawan swasta dan buruh yang dirumahkan karena tidak ada produksi selama ada wabah ini.

  • Berdonasi

Nah, kalau memang bisa berdonasi lebih, kenapa tidak? Akan lebih baik lagi jika memberi bantuan ke orang terdekat dahulu. Misalnya tetangga atau kerabat dekat yang memerlukan. Kalau memang ingin berdonasi ke lembaga atau instansi terkait, sebaiknya pilih yang sudah diketahui kredibilitasnya.

Baca juga : Apa Itu ZIS?

Bukan berburuk sangka, tetapi harapannya bantuan kita akan lebih bermanfaat untuk orang yang memang membutuhkannya saat ini.

  • Berdoa

Yup! Ini hal terakhir yang bisa kita lakukan di tengah situasi seperti ini. Saling mendoakan agar kita semua sabar dan kuat. Juga, berdoa supaya wabah ini segera berakhir dan aktivitas kita bisa berjalan seperti sedia kala. Bukankah ketika kita mendoakan sesama, maka doa itu juga akan kembali kepada kita?

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata, ‘Aaamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Shahih Muslim)


Baca juga : Takdir Dan Masalah

21 April 2020

Melihat Covid-19 Dengan Sudut Pandang Berbeda

BPN Challenge Day#2

"Tidaklah Allah menciptakan sesuatu itu sia-sia.”

Saya sangat setuju dengan kalimat itu. Memang Allah tidak akan menciptakan sesuatu yang sia-sia saja. Besar atau kecil. Meski mungkin secara kasat mata tampak tidak ada gunanya dan mungkin hanya terlihat merugikan saja, tapi pastilah ada hikmahnya.

covid-19
Gambar oleh fernando zhiminaicela dari Pixabay 
Seperti kondisi yang sekarang sedang melanda hampir seluruh wilayah dunia. Hanya sebuah virus kecil yang tak terlihat oleh mata biasa saja, semua orang jadi kalang kabut. Jadi khawatir dan was-was. Takut tertular. Takut terinfeksi yang berakibat pada kematian. Benar manusiawi sih kalau itu ya, siapa yang tidak jadi khawatir kalau penyebaran virus ini sangat mudah dan sangat cepat.

Di Indonesia saja sudah mulai terdeteksi pada sekitar bulan Februari, yang berarti tak kurang dari dua bulan sejak ditemukan pertama kali di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 lalu. Kemudian hingga dua bulan berjalan, sudah tercatat lebih dari 6000 orang di Indonesia telah terinfeksi.

Pandemi Ini Sungguh Menyedihkan

Meski angka kematian dan kesembuhannya hampir sama tercatat sekitar 10% dari pasien yang terinfeksi, tetap saja wabah covid-19 ini punya banyak pengaruh bagi kehidupan sehari-hari. Apalagi sejak dicanangkannya gerakan #dirumahsaja atau #stayathome, kemudian dilanjutkan dengan sekolah dan bekerja dari rumah. Praktis, kegiatan apapun yang dilakukan di luar rumah akan terhenti.

Mungkin, untuk sebagian orang, keadaan seperti ini tidak terlalu masalah ya. Untuk saya sendiri misalnya. Karena memang sudah enam bulan jadi perempuan rumahan dan tidak bekerja kantoran lagi, stay at home seperti ini ya bukan masalah besar untuk saya. Lha wong memang sudah setiap hari di rumah, kan? Hehe.

Paling hanya tidak bisa pergi ke tempat-tempat yang biasa saya kunjungi saja, semisal perpustakaan atau tempat makan favorit ketika akhir pekan. Saya juga sudah menghindari pasar dan swalayan. Lebih baik ke warung atau titip ke babang tukang sayur saja. Setidaknya lebih sedikit orang dari luar yang berinteraksi dengan saya.

Suami pun begitu. Di tengah maraknya work from home ini, suami tetap berangkat kerja seperti biasa. Bukan tidak taat aturan, tapi karena bekerja di bidang kesehatan, mana bisa tutup dalam keadaan seperti ini. Hanya saja, saya bekali dengan masker dan hand sanitizer, serta doa banyak-banyak tentunya.


Tapi, sebagian orang lagi mungkin akan merasakan pengaruh yang berbeda. Misalnya saja pekerja harian yang memang setiap hari harus keluar rumah untuk mendapatkan penghasilan dan jika tidak bekerja, tidak akan ada pemasukan. Atau pekerja yang harus dirumahkan, baik sementara atau tetap dengan adanya pandemi ini.

Sedih memang. Apalagi kalau lihat banyak informasi simpang siur dan tidak tahu sumbernya jelas atau tidak. Untuk orang awam, jelas itu hanya meresahkan dan membuat makin khawatir saja. Belakangan, banyak media sosial yang mengajak untuk memposting hal-hal yang positif. Tujuannya supaya kita tidak terus-menerus larut dalam kesedihan dan was-was tadi. Nah, saya setuju nih.

Ubah Sudut Pandang Yuk!

Saya mau cerita sedikit. Suatu hari, seorang nenek sedang membuat sulaman kain bersama cucunya. Si cucu melihat benang-benang yang terkait kesana kemari dari bawah kain sulaman yang dipegang oleh sang nenek. Si cucu berfikir, apa yang dibuat oleh neneknya hanyalah barang tidak berguna dan tidak ada nilai seninya sama sekali.

Tetapi, ketika sang nenek telah menyelesaikannya, ia ingin cucunya melihat sulamannya dari atas dan bukan dari bawah. Seketika, si cucu tertegun karena ternyata sulaman yang dibuat neneknya sungguh indah. Rupanya, hanya dengan mengubah sudut pandang saja, sulaman yang tadinya terlihat seperti benang kusut, rupanya bisa terlihat indah.

Kalau dipikir lagi, pandemi ini tidak hanya membawa pengaruh negatif saja kok. Kenapa kita tidak mengambil sisi positifnya dan lebih menonjolkannya? Seperti cerita tadi. Yuk, coba diurut deh apa saja yang bisa kita ambil hikmahnya dari pandemi covid-19 ini.
  • Jadi lebih menjaga kebersihan
Sejak awal wabah ini mulai menyebar, banyak produk untuk menjaga kebersihan laris manis. Terutama masker dan hand sanitizer. Mungkin sebagian besar orang mulai panik dan otomatis melakukan tindakan pencegahan yang dianjurkan. Misalnya, terus menjaga kebersihan diri, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga etika batuk dan bersin.
cara mencuci tangan
Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay 
Sadar tidak sadar, sekarang kegiatan itu sudah menjadi kebiasaan, kan? Pulang dari bepergian, langsung bersih-bersih, minimal cuci tangan, kaki, dan wajah. Rumah jadi lebih bersih. Makanan juga pilih-pilih yang sehat, ya kan?
  • Lebih dekat dengan keluarga
Siapa yang setuju dengan pernyataan pertama ini? Saya rasa banyak yang setuju ya. Kalau selama ini kita bekerja kantoran dan tidak bisa banyak berinteraksi dengan anggota keluarga di rumah, sekarang malah lebih banyak waktu berinteraksi dengan mereka. Meskipun ada jadwal sekolah atau bekerja di jam masing-masing, setidaknya kita bisa melewatinya bersama.

wabah covid-19
Gambar oleh eommina dari Pixabay 
Bekerja dengan ditemani kekasih hati akan lebih menyenangkan, bukan? Terlepas dengan gangguan-gangguan si kecil yang mungkin ingin terus bermain ya, hehe.
  • Pandai mengatur waktu
Bekerja dari rumah, mungkin tidak serta merta mudah ya. Apalagi sebagai perempuan yang punya anak kecil. Pekerjaan rumah tangga yang terlihat tidak mungkin diabaikan, pekerjaan kantor yang menuntut dikerjakan, dan si kecil yang juga ingin punya waktu bersama. Hal-hal begini yang bisa menempa kita jadi lebih pandai mengatur waktu. Ngaku deh, repot di awal-awalnya tapi jadi terbiasa kan sekarang?
work from home
Gambar oleh Pintera Studio dari Pixabay 
  • Lebih kreatif di rumah
Beberapa minggu yang harus di rumah saja, sudah berapa resep dicoba? Sudah berapa kerajinan tangan yang dibuat? Sudah berapa ide yang tertuang jadi tulisan? Banyak! Begitulah. Saya lihat banyak teman-teman saya yang posting makanan, kreasi dari karton dan plastik, dan ide-ide cemerlang lain selama masa karantina ini.
virus corona
Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay 
  • Mengurangi polusi udara
Beberapa waktu yang lalu, sedang viral pemberitaan tentang langit Jakarta yang kembali biru setelah beberapa minggu orang beraktivitas di rumah saja. Ini hanya sebagian kecil dari satu kota di bumi ini. Setidaknya kita bisa memberi kesempatan bumi ini untuk bernafas dan bebas dari polusi. Kita yang mungkin selalu macet-macetan di jalan menuju tempat kerja, akan lebih merasa santai dengan bekerja dari rumah saja. Dan bagi yang tetap bekerja diluar rumah, akan merasa sedikit lega karena jalan yang lengang dan lancar tanpa macet.

polusi akibat corona

Pastinya masih ada banyak sisi positif yang bisa kita ambil dari pandemi ini. Hanya ubah sudut pandang saja, dan ambil yang baik-baiknya. Bukankah hal-hal baik yang kita resapi akan berpengaruh baik juga ke tubuh kita?


Ada hal baik apa lagi yang kamu rasakan selama pandemi covid-19 ini? Share ya!

20 April 2020

Apa Sih Covid-19 Itu?

BPN Challenge Day #1

Halo!
Siapa yang menyangka kalau tahun 2020 ini diawali dengan banyaknya informasi mencemaskan? Satu wabah muncul tiba-tiba dan membuat sebagian besar orang di seluruh dunia merasa khawatir dan ngeri. Sebab, wabah itu cepat sekali menular dengan mudah. Apa itu? Yup! Covid-19. Sebenarnya apa sih covid-19 itu?

apa covid-19

Apa itu Covid-19?

Covid-19 adalah wabah baru yang disebabkan oleh jenis virus baru dari keluarga virus corona. Disinyalir, virus ini berasal dari hewan yang sebenarnya tidak umum untuk dikonsumsi, seperti kelelawar dan ular. Wabah yang pertama kali ditemukan di salah satu pasar pemotongan hewan di Wuhan, Tiongkok ini, telah menyebar sejak Desember 2019 lalu.

Virus corona sendiri adalah virus yang menyerang saluran nafas pada manusia sehingga menyebabkan infeksi. Pada kasus ringan, infeksi dapat berupa batuk dan pilek saja. Tetapi pada kasus yang lebih berat, dapat menjadi penyakit yang dikenal dengan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Meskipun sama-sama disebabkan oleh jenis virus corona, tetapi Covid-19 ini tetap berbeda dengan MERS dan SARS. Wabah SARS memang lebih mematikan daripada Covid-19, tetapi penyebarannya tidak semudah Covid-19 ini.

Penyebaran Covid-19

Meski awalnya virus corona ini disinyalir tersebar dari hewan ke manusia, tetapi belakangan diketahui bahwa virus ini sangat mungkin tersebar dari manusia ke manusia. Setidaknya ada tiga cara penyebaran virus corona ini:
  1. Virus corona dapat menyebar dari percikan bersin dan air liur orang yang terjangkit covid-19.
  2. Memegang mulut, hidung atau mata tanpa mencuci tangan sebelumnya setelah menyentuh benda-benda yang mungkin terkena percikan bersin dan air liur orang yang terinfeksi virus corona ini.
  3. Kontak langsung atau jarak dekat dengan orang yang terinfeksi karena virus ini pun dapat berada di udara dalam kurun waktu tertentu.

Melihat dari mudah dan cepatnya virus corona ini menyebar, maka tak ayal setiap orang mungkin saja bisa terinfeksi covid-19 ini. Namun, efeknya berbeda-beda pada setiap orang. Resiko tinggi dapat menyerang pada orang lanjut usia, wanita hamil, dan orang dengan prilaku yang tidak sehat seperti merokok dan sering minum minuman beralkohol.

Gejala Covid-19

Pada umumnya, masa inkubasi virus ini berkisar antara 2-14 hari setelah seseorang terinfeksi. Selama masa itu, seseorang yang terinfeksi covid-19 ini akan merasakan gejala ringan seperti flu biasa. Misalnya demam, batuk kering, dan merasa lebih cepat lelah. Sebagian orang juga mungkin sekali merasakan sakit tenggorokan, nyeri dada, pilek, dan hidung tersumbat.
gejala covid-19
Perbedaan gejala umum
Sayangnya, sekitar 60-70% orang yang terinfeksi virus ini tidak memiliki gejala yang umum dirasakan tersebut. Makanya perlu sekali untuk seminimal mungkin kontak langsung dengan orang-orang. Kita tidak pernah tahu kan apakah kita atau orang lain yang bisa menularkan virus ini. Tidak salah kalau beberapa minggu belakangan mulai digalakkan untuk beraktivitas dari rumah saja. Bahkan yang sekolah dan bekerja pun sudah dilakukan dari rumah masing-masing.


Memang dapat dibilang, gejala covid-19 ini ringan dan akan pulih dengan sendirinya apabila kondisi imun tubuhnya kuat. Sementara, gejala-gejala ini akan bertambah parah jika menyerang orang-orang lanjut usia dan orang dengan kondisi kesehatan yang kurang baik. Misalnya memang sudah punya riwayat tekanan darah tinggi, penyakit jantung atau diabetes sebelumnya. Tapi setidaknya 20% dari orang yang terjangkit virus corona ini membutuhkan perawatan serius di rumah sakit. Umumnya, keadaan paling serius ini berupa demam tinggi, infeksi paru-paru dan kesulitan bernafas.

Jadi Khawatir Ya?

Ya, manusiawi kalau kita jadi merasa khawatir. Tetapi tentunya khawatir berlebihan juga tidak akan membantu dan tidak menjamin terhindar dari virus ini. Sebab, ketika kita merasa was-was dan terlalu takut, maka tubuh kita pun akan meresponnya dengan negatif. Akibatnya kekebalan tubuh pun akan menurun. Padahal yang kita butuhkan adalah kekebalan tubuh itu sendiri sehingga ketika ada virus asing yang masuk, pasukan imun tubuh ini sudah siap melawannya.

Satu hal yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan dan tetap jaga jarak aman dengan orang lain. Terakhir, banyak-banyak berdoa supaya dihindarkan dari segala macam penyakit berbahaya. Di postingan selanjutnya, saya akan tuliskan beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan dengan mudah.

Mungkin kamu sudah punya beberapa tipsnya? Boleh dibagi di kolom komentar ya!