Halaman

08 Juni 2018

Henna Tangan

Saya teringat hampir tiga tahun lalu, saat bulan Ramadhan akan berakhir seperti ini. Tiga tahun lalu, saya akan menikah dan waktunya mempersiapkan segala hal. Mulai dari undangan, dokumentasi, dekorasi, serta pernak pernik kecil untuk melengkapinya. Saya memang ingin membuat pernikahan saya berkesan untuk diri saya sendiri dengan mengkonsepnya sendiri. Dari model baju untuk akad, tema warna, suvenir, serta undangan.

Salah satu hal yang saya ingat sekarang adalah bagaimana saya mencari referensi untuk hiasan tangan alias henna. Memang referensinya banyak sekali dengan motif yang rumit dan indah, tapi saya sadar diri dan akhirnya memilih motif yang paling sederhana dan kemungkinan besar saya bisa melakukannya. Lagipula, saya tidak ingin tangan dan kaki terlalu penuh dengan motif.

Sebenarnya dari pihak perias sudah menawarkan untuk melukiskan tangan saya dengan henna, tapi karena waktu itu akhirnya saya sudah dapat referensinya, saya ingin melakukannya sendiri. Lebih pada kepuasan sih kalau melakukannya sendiri, padahal hasilnya jauh dari cantik, haha. Nah, sebagai latihannya, saya mulai mencari henna dalam ukuran kecil yang banyak dijual di pasaran. Saya berfikir, henna ini kan akan pudar sekitar 1 mingguan, jadi tidak masalah ketika saya akan serius melukisnya menjelang hari pernikahan. 

Latihannya gambar di buku dulu hihi
Latihan pertama adalah menggambar di buku terlebih dahulu, baru kemudian saya mengaplikasikannya di tangan saya. Untuk awal, lumayan susah dan lebih pada saya kurang begitu faham mana kemasan yang cocok untuk melukisnya di tangan. Di kemudian hari, saya baru faham ada kemasan dengan ujung yang bisa digunting sendiri untuk menyesuaikan tebal atau tipisnya henna.

Dan ini hasilnya ^^
Untuk percobaan pertama ini, lumayan lah ya untuk seorang pemula. Pada akhirnya pun saya menggunakan pola ini ketika akan akan benar-benar menikah seminggu kemudian.

Ini namanya nekat sih :-D
Hingga seminggu setelah akad, di keluarga suami pun ada acara unduh mantu. Saya nekat lagi untuk melukis kembali tangan saya dengan henna. Kali ini motifnya sedikit saya rubah, tapi tetap dengan motif paling sederhana.
Menurut saya lebih cantik ini sih hehe
Bicara soal henna, sebenarnya dari mana sih seni melukis tangan ini? Bersumber dari hasil pencarian sana sini, Henna memang tidak diketahui secara pasti kapan dan dimana awalnya ditemukan. Namun, henna ini sudah ada sejak 5000 tahun lalu. Henna yang dalam istilah lain disebut Mahendi atau Hinna ini umumnya digunakan oleh calon pengantin perempuan yang ada di masyarakat India, Arab, Pakistan, termasuk di Indonesia.

Tanaman henna yang memiliki nama latin Lawsonia Inermis ini tumbuh di dataran rendah dengan iklim panas seperti Pakistan, India, Afrika, Yaman, Irak, dan beberapa negara beriklim panas lain. Di Arab, tumbuhan ini dibuat dengan cara menjemur daunnya hingga kering kemudian ditumbuk hingga menjadi bubuk. Bubuk inilah yang diracik dengan air dan dioleskan pada bagian tubuh yang akan dihenna.

Meski penggunaan dan makna henna berbeda-beda di setiap negara, namun pada umumnya henna digunakan untuk memberi keberuntungan dan menolak bala bagi para calon pengantin. Seiring berjalannya waktu, kini henna tidak hanya dijadikan sebagai penolak bala saja, tetapi juga sebagai pelengkap hiasan bagi calon pengantin perempuan. Oleh karena itu, sekarang pun berkembang henna dengan motif dan warna yang lebih meriah.

Karena henna ini terbuat dari bahan alami dan akan pudar dengan sendirinya, maka penggunaannya lebih aman dan halal bagi perempuan muslim yang ingin berhias seperti menggunakan tato. Lagipula, sekarang sudah menjamur pengukir henna dengan hasil yang cantik-cantik. Jadi, tangan siapa yang ingin dihenna tahun ini? :)

Baca juga Style Lebaran 2018 Ala Saya.

2 komentar:

www.uphietkamilah.blogspot.com mengatakan...

wah, kalo saya yang melakukan henna sendiri bagaimana jadinya yaaa :D

lia mengatakan...

mb Upit, modal nekat sebenernya ini mah hehe.. Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini :)