Halaman

03 Desember 2016

Bogor Episode 3, Part #3

Hampir lupa judulnya, saking terlalu lama gak diterusin (sebenernya sampe hampir lupa masih ada bagian terakhirnya, wkwkwk).

Ini hari kedua di Bogor, yeeeeyyy! Setelah kemarin muterin Kota Tua Jakarta, dan berakhir lelah bin ngantuk, paginya kami bangun dengan malas-malasan. Pumpung liburan, gak mikir mau kerja, nyiapin sarapan, nyiapin bekal makan siang, dan beres-beres, jadi sehabis Subuhan, kami tiduran lagi. Niatnya sih mau ke KRB pagi-pagi biar puas kelilingnya, tapi lagi-lagi adekku masih ada acara yang gak bisa ditinggalkan. Jadi, agak siangan kami baru bisa pergi.

Sebenernya aku pengen jalan kemana gitu, selain KRB, dengan alasan aku sudah dua kali muterin KRB –walaupun belum semuanya. Tapi, Mamas bilang, dia belum puas jalan-jalan kesana waktu dulu, dan yang paling penting belum pernah muterin KRB bareng aku, jiaaahhhh :D

So, kami mulai perjalanan sekitar jam 11an. Cari makan siang dulu karena pasti di KRB bakal laper dan gak ada yang jual makanan berat disana. Dengan berbekal tanya sama penjual nasi, kami jalan kaki ke KRB (katanya deket, tinggal jalan lurus aja). Ternyata, Masyaallah.. jauh bo! Pegel kaki, berbie! Tapi gak papa, yang penting masih jalan berdua sama Mamas, eeaaa.

Sampai di KRB, ternyata loket belum dibuka padahal jam sudah menunjukkan hampir pukul 12 siang. Ada apakah gerangan? Aku sudah malas mencari tahu, karena suasana di depan pintu masuk luar biasa ramai. Rombongan dari mana-mana kayaknya tumplek deh. Baiklah, kami menikmati semilir angin di bawah pohon saja sambil menunggu pintu dibuka.

Pas pintu dibuka, antrinya sudah kayak antri pembagian sembako. Ampuuunnn!

Sebagian sudah bisa masuk ini
Kami bisa masuk setelah antrian gak numpuk lagi. Kami awali perjalanan ini dengan makan siang di tepi danau depan Istana Bogor. Juga, sesi foto setelah makan. Sayangnya, bangunan depan Istana Bogor tampaknya sedang diperbaiki, jadi banyak kayunya gitu.
Sayang teratainya lagi gak berbunga
Kayak foto untuk prewed ya wkwkwk
Karena kami gak ada rencana yang matang untuk muterin KRB dari sebelah mana, akhirnya perjalanan kami sedikit kacau, gak beraturan. Ditambah mendung yang akhirnya hujan membuat kami berhenti pada satu tempat dahulu.

1.       Makan Belanda
Agak horor sih dengernya, tapi Mamas penasaran dengan tempat ini. Tempatnya agak ke dalam dan dikelilingi dengan pohon bambu, adem dan agak tertutup. Aku sendiri gak berani foto disana, hehe.
Aku mah gak berani masuk situ
2.       Taman Teijsmann
Pusat perhatian dari taman ini adalah tugu seperti tiang yang berdiri tegak di tengah taman. Dinamakan Teijsmann karena jasa seorang bernama Johannes Elias Teijsmann. Menurut beberapa literatur, beliau ditugaskan menjadi direktur kebun Raya Bogor di era Van Den Bosch. Di tangannya, tempat ini dikelola hingga berkembang sangat pesat.
Gaya apaan inih!

Fotografer kitah :D
3.       Museum Zoologi
Ini kedua kalinya aku masuk ke tempat ini. Masih sama dengan hanya perubahan di depan lorong pintu masuknya. Dulu, lorong ini dihiasi lukisan tetapi kemarin sudah dicat warna polos. Mamas yang belum pernah masuk tempat ini kayaknya kelihatan amazed gitu, hehe. Secara, banyak sekali hewan yang diawetkan dan dipajang. Tapi tetap saja, aku gak berani liat awetan ular dan sejenisnya. Masih geli.
Masih amazed sama kerangka hewan yang satu ini
Meksiko nya kebanjiran hihi
Karena waktu itu hujan lumayan lama dan cukup deras, akhirnya kami hanya bisa ke tiga tempat itu. Mampir sih sebentar ke Taman Meksiko untuk foto (Meksiko nya gak panas dan terik, hihi), trus ke taman yang ada danau berisi bunga teratai atau lotus yang super gede itu. Hanya sebentar karena mendung, ada peringatan juga hati-hati pohon tumbang, jadi bawaannya serem gitu.

Keluar dari KRB, aku dan adikku berpisah di jalan (bye bye Lala, see u next time). Aku dan Mamas naik bus jurusan Depok untuk berkunjung sekaligus menginap di rumah Pakde. Lumayan jauh perjalanan dengan bus yang sudah tidak seberapa bagus lagi bentuknya. Anehnya lagi (bagiku sih), bus ini gak keneknya, jadi kalau kita mau turun dan bayar ongkos, langsung ke supirnya. Weleh :D

Kami disambut hangat oleh Pakde, Bude, dan Mbak Nur (anaknya Pakde). Pakde bercerita banyak tentang Mamas, yah, cerita dari Mamas kecil sampai sebesar ini. Ditunjukin juga foto Mamas masih kecil (lupa mau foto ulang). Kalau Bude, lebih banyak diam karena memang pembawaannya begitu. Sebenarnya aku masih pengen denger cerita serunya, tapi kantuk gak bisa kompromi. Maap ini Pakde, nguantuukkk berat (padahal masih jam 8 malam).
Mamas, aku, Mbak Nur, Bude, Pakde
Paginya, kami diantar Mbak Nur dan anak laki-lakinya ke Terminal Baranangsiang. Dibawain oleh-oleh lagi, hehe. Makasih Mbak Nur untuk semuanya. Aku pandangi foto kami sebelum berangkat tadi. Kami pulang ngeteng, sudah kehabisan dana untuk naik damri wkwkwk.

OOO

Kurang lebih, seminggu kemudian, Mamas dapat kabar bahwa Bude meninggal dunia karena terpeleset di kamar mandi. Aku sedikit shock, aku pandangi lagi foto kami waktu itu. Selamat jalan Bude. Semoga amal-amalmu mengantarkanmu ke syurga. Aamiin.

OOO

Masih mau ke Bogor lagi, kayaknya pas Lala wisuda. Semoga bisa ya :D

Itu yang jilbab ungu mengganggu kita berdua aja ih :P



Tidak ada komentar: