Halaman

23 Juli 2014

Di Sepenggal Pagi yang Muram

Kalau sudah begini, siapa yang akan disalahkan? Tidak enak bukan disindir dan digeremengi dari belakang? Padahal sudah berusaha semaksimal mungkin. Begitulah ketika suatu hal bergantung dengan hal yang lainnya. Ketika satu bagian bergantung pada bagian lainnya. It’s oke. Fine.

Memang tidak ada bagian yang lebih penting dari bagian yang lain. Tapi, ketika semua tidak sesuai dengan yang diharapkan, pasti hanya satu bagian saja yang akan disoroti, diperhatikan, dan dikritiki. Satu bagian yang sudah dibingkai dalam alam fikiran bahwa hanya bagian itulah yang bertugas untuk melakukan suatu hal paling keras. Dan dari bagian itu, ada satu bagian lagi yang paling disoroti. Secuil manusia.

Semua sama saja. Dimanapun itu. Bahkan di bagian yang diberi label khusus sekalipun. Tak ada bedanya. Ketika hasilnya memuaskan untuk segelintir orang, maka semua dipuji. Semua dihormati. Semua disanjungi. Semua disenyumi. Tapi, ketika hasilnya tidak memuaskan untuk segelintir orang itu, tidak semua orang dicaci. Tidak semua orang dibawahi. Tidak semua orang dicemberuti.


Well, benar bahwa dunia ini hanya sandiwara. Melakoni setiap peran dengan yah, kadang terlalu serius, lebih sering terlalu tak peduli. Bagaimanapun yang penting sudah berperan. Begitulah. Mungkin. Entahlah.

Tidak ada komentar: