Halaman

03 Mei 2014

Kepada Sephia #4


Kuizinkan kau mendua kali ini. Apakah sebutan itu terlalu kasar untukmu? Kalau begitu, bukan mendua, hanya punya rasa lebih dari sekedar teman biasa pada seseorang yang lain selain aku. Tak bisa dipungkiri memang, matamu yang bicara. Meski kau bilang tidak, tapi tatapanmu berbeda. Ada kebahagiaan kecil ketika kau ceritakan tentang dia di hadapanku. Jujur aku cemburu, sebab aku yang benar-benar mencintaimu. Tapi mungkin kali ini akan kuizinkan kau seperti itu.

Mungkin kau jenuh denganku. Aku memang tak pandai merangkai kata untuk mengisi kotak masuk pada ponselmu. Aku juga bukan seniman yang bisa menguntai tangkai-tangkai mawar sebagai hadiah di setiap akhir pekan ketika kita bertemu.

Aku akan mengerti meski kau tak bisa memberi alasan mengapa. Kau bilang, ia mengingatkanmu akan seseorang yang pernah mengisi hari-harimu di masa lalu. Aku akan mengerti karena saat ini mungkin hanya itu yang bisa membuat matamu berbinar dan harimu ceria. Aku akan mengerti karena dengan begitu aku akan bisa belajar bagaimana aku bisa membuatmu bahagia. Aku tak ingin menjadi orang lain, tak ingin menjadi dia yang sekarang kau sukai, tapi aku ingin belajar bagaimana seseorang itu bisa begitu indah di matamu.

Tapi aku akan tetap mempertahankanmu, Sephia. Karena aku mencintaimu.

Tidak ada komentar: