Halaman

25 September 2013

BERMIMPILAH


~Mimpi... adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia...~
(Nidji)

Ooo
Seberapa kuatkah mimpi itu mempengaruhi hidup kita? Bagiku, mimpi itu bukan sekedar khayalan tanpa batas, tapi ada kekuatan tersendiri untuk bisa mewujudkannya. Dulu, aku pernah punya mimpi sederhana. Bertemu dengan seorang penulis, Asma Nadia. Aku begitu suka tulisannya, cerita-ceritanya, pribadinya, perjuangan hidupnya. Jadi, aku pun mulai mengikuti jejaknya sebagai seorang penulis. Tulisanku dulu hanya sekedar tulisan biasa (sampai sekarang masih biasa sih, hehe), menulis diary, menulis ocehan orang-orang, menulis coretan apa saja. Hingga aku bertemu dengan seseorang yang memberiku informasi tentang organisasi kepenulisan, Forum Lingkar Pena.

Lalu aku bergabung dengan forum itu, mimpiku bertemu dengan Asma Nadia, siapa tahu saja. Begitu sederhana. Tapi kemudian apa yang terjadi adalah seperti sebuah skenario yang dituliskan berdasarkan impianku. Lewat FLP, aku ikut Munas dimana semua FLP di seluruh Indonesia berkumpul. Dan, aku bertemu Asma Nadia! Begitu sederhana. Begitu terwujud impianku!

Dan mimpi-mimpi lain yang mungkin awalnya hanya tersirat dalam pikiranku. Rupanya benar. Ketika kita punya impian, peganglah impian itu meski terkadang dianggap terlalu sederhana.

Aku jadi ingat dengan obrolan dengan beberapa teman kemarin sore. Masih tentang mimpi dan kehidupan. Ceritanya, ada seorang temanku yang dulu punya sederet impian. Ia bercerita dengan antusiasnya pada kami.
“Dulu, memang aku pernah punya mimpi, pertama, kuliah dan bisa wisuda walaupun Cuma setahun. Berhasil. Kedua, membiayai sekolah adik. Berhasil. Ketiga, dapat kerjaan yang sesuai pendidikan. Berhasil. Keempat, dapat kerjaan di tempat yang punya seragam, hehe. Berhasil. Kelima, punya pacar. Berhasil juga walaupun sekarang sudah putus!”
Gubraks! Lalu, apa impian yang belum juga terwujud?

“Rupanya, aku salah menulis mimpi. Harusnya, yang kelima itu bukan pacar, tapi suami!”
Haha. Kami tertawa. Benar kan? Bahkan mimpi yang ‘nyeleneh’ pun ternyata bisa dikabulkan. Apalagi kalau kita punya mimpi yang super?

Lalu temanku yang lain bercerita pula. Dia sudah punya kekasih tapi belum juga menikah. Dia begitu antusias juga bercerita padaku. Kira-kira begini petikan obrolannya dengan kekasihnya itu,

“Kamu punya impian gak?”
“Punya.”
“Apa?”
“Menikah denganmu.”
“Haha. Nikah dulu atau kerja dulu?”
“Gimana ya? Ya, nikah dulu sih..”
“Kalau nikah dulu, berarti kalau belum nikah juga, kemungkinan gak ada kerja. Dan kalau kerja dulu, kalau belum kerja, ya kemungkinan juga gak akan nikah.”
“...”

ooo
Haha, aku tertawa saja mendengar itu. Impian oh impian... jadi, mau nulisin impian yang mana dulu? :D

Tidak ada komentar: