07 Juli 2013

Penggalan episode

Sesuatu terjadi lagi padaku. Membuat sakit lagi dalam hati. Ironis, dari orang yang sama yang dulu pernah membuatku nyaris tidak menyukainya. Dan setiap kali aku mengingat itu, rasanya aku menjadi seseorang yang jahat yang ingin memusuhi seumur hidupnya. Dan ketika aku ingin memusuhinya, kepalaku sakit memikirkan bagaimana itu akan terjadi. Dan akhirnya, kutenangkan lagi pikiranku hingga pikiran-pikiran jahat itu menghilang meski mungkin suatu saat mereka akan kembali ketika mungkin hatiku tersakiti lagi olehnya.

Aku biarkan ia merasa punya sedikit kesalahan padaku, untuk waktu yang lama. Aku hanya diam, memaafkan memang, tapi aku akan diam. Tak bicara ketika memang benar-benar penting untuk dibicarakan, atau menjawab pertanyaannya yang hanya ditujukan padaku. Dan seperti biasa, aku bukan orang yang mudah melupakan sesuatu yang menyakitiku. Aku akan biarkan ia mengendap dalam alam pikiranku, hingga ia menghilang dengan sendirinya. Aku akan sembunyikan dari orang lain, hingga hanya aku dan sang penciptaku saja yang tahu bahwa aku pernah tersakiti olehnya.

Aku diam, mencoba berfikir dan mengambil apa-apa yang baik saja dari apa yang terjadi. Mungkin dia benar, hanya caranya saja yang membuatku sakit. Fine!

Ooo

“Apa yang terjadi?”
“Aku baik-baik saja.”
“Diammu berbeda, Charlie. Diammu, diam tak ramah.”
Aku hanya tersenyum, kembali memperbaiki riasan wajah dan mengoleskan lipstik di bibirku. Kubiarkan Mary dan Lind menatapku. Mereka tak harus tahu.

Tidak ada komentar: