Halaman

10 Agustus 2011

MAAF, TULISAN INI TAK BERJUDUL

Tulisan ini aku temukan di sebuah file. Aku baca ternyata sebuah catatan kecil, semacam curhatan meski entah ditujukan pada siapa. Kutaksir, ini catatan yang dibuat oleh seorang perempuan, gaya tulisannya melankolis. Begini catatannya:

: kepada rian
Aku begitu mencintaimu. Aku begitu menyayangimu. Hingga tanpa sadar, aku menangis sendiri. Air mataku terus saja mengalir ketika aku pejamkan mata. Aku begitu ingin kau ada di sampingku, mengusap air mataku hingga susut.
Aku terus melafalkan doa agar kau datang atau jika pun tak datang, aku berharap kau tahu aku sedang menangis karena terlalu mencintaimu. Aku terus berharap dan secara ekstrim aku ingin ketika aku membuka mata, kau sudah ada di hadapanku dengan wajah tersenyum dan mengulurkan tanganmu padaku. Tapi aku kembali tersadar, aku masih sendiri. Ketika aku membuka mata, hanya lagu yang terdengar dari komputer di hadapanku.

Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah yang hanya untukku
Tertulis indah puisi cinta dalam hatiku
Dan aku yakin kau memanglah pilihan hatiku
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu


Ketika rindu ini kian mendera, sejatinya aku makin sadar; kau telah kian jauh meninggalkanku...

Tidak ada komentar: