Halaman

12 Maret 2011

MOMENTS IN THE SACRAL MOMENT

Ternyata, waktu benar-benar telah berlalu begitu cepat. Nyatanya, seorang sahabatku kembali meniti lembaran yang baru dalam hidupnya. Kali ini bukan wisuda atau pergantian pekerjaan, tetapi memulai hidup bersama seseorang yang akan menemaninya sampai akhir hayat kelak.

Foto-foto ini sengaja kucuri saat hampir semua orang tak menyadari keberadaan kameraku. Beberapa adegan menarik perhatianku, seperti yang di samping ini.
Sang suami yang sudah didandani oleh tim wardrobe masih juga belum terlihat ‘menor’ oleh tantenya. Akhirnya, ruang tamu pun disulap jadi tempat rias bagi sang pengantin.

Adegan lain yang membuatku tersenyum adalah ketika sepasang pengantin itu fot
o berdua. Entah karena tegang atau gugup, mereka berdua terlihat masih canggung untuk foto berdua dengan pose yang mesra. Apalagi, di depan mereka banyak mata yang memandang dan saling melempar tawa bahagia.

Di saat hampir semua mata memadang ke arah sepasang pengantin yang sedang berpose di depan kamera, aku kembali mencari satu angel ya
ng menarik perhatianku. Apalagi kalau bukan ekspresi dari orang-orang itu. Lihat saja, mereka terus tersenyum bahagia melihat sang pengantin bergaya. Eits! Tapi rupanya ada yang sadar akan bidikan kameraku! Vera!


Untuk foto yang terakhir ini, khusus diambil oleh seorang temanku. Foto bersama dengan sepasang pengantin, berharap agar segera ketularan jadi pengantin, hehe...



OOO
Aku pernah dengar mitos yang mengatakan bahwa jika kita mencuri melati pengantin, maka kita akan cepat menjadi pengantin pula. Aku tersenyum saja ketika seorang teman berbisik di telingaku saat aku bersalaman dengan sang pengantin,

“Ambil melatinya! Hehe”
Bagiku, jodoh sudah diatur Tuhan. Cepat atau lambatnya tidak tergantung pada kita mencuri melati pengantin atau tidak. Tapi, namanya juga mitos, tergantung tiap individu mau percaya atau tidak.


~ Barokallahulaka wa baroka ‘alaika wa jama’a baina kuma fi khoiri ~

Tidak ada komentar: