Halaman

16 Januari 2010

PENCURI WAKTU YANG DIAM-DIAM

:untuk rama

Sajak-sajakku lindap dalam mimpimu

ketika kau diam-diam mencuri waktuku

pantas, ku sering kehilangan malam-malamku

hingga yang kudapati hanya senja di bibir waktu

sejak kapan kau terbiasa mencuri waktuku, rama?

-sejak aku melihat senyummu, batari-

kupu-kupu lindap di rumput perdu

bunga sore merekah penuh

itu yang akan menyambutmu ketika kau juga ingin mencuri hatiku

sejak kapan kau mecoba mencuri hatiku, rama?

-sejak kau suguhkan senyummu untukku, batari-

senja yang kau sisakan kini, telah mengendap di ruang kalbu

mungkin kali ini, malam akan kau cuiri lagi

diam-diam

Natar, 29 Oktober 2009

2 komentar:

Agung aja mengatakan...

gombal!

lia mengatakan...

terserah katamu, agung!