Halaman

15 November 2009

‘NGIDAM’ SATE PADANG

Pernah tidak kalian menginginkan satu jenis makanan? Ingin sekali makan makanan itu hingga berhari-hari? Aku, pernah. Tak tahu kenapa tiba-tiba aku ingin sekali makan sate padang. Ya, secara aku memang belum pernah makan makanan itu (hehe, dusun ya?).

Waktu itu, memang aku tak tertarik melihat potongan-potongan daging yang ditusuk dengan bumbu yang berwarna agak kehijauan itu. Kupikir, rasanya mungkin tak beda jauh dengan sate biasa yang berbumbu kacang tanah. Keinginan untuk makan sate padang makin meningkat seiring berjalannya waktu (ya ampun!). Kebetulan pula, di dekat tempat tinggalku kayaknya gak ada deh yang jualan itu. Aku hanya pernah melihat ada yang jual sate padang di dekat kampus. Tapi ia hanya berjualan ketika sudah sore.

Beberapa kali aku melihat gerobak sate padang mangkal di dekat kampus. Tapi karena aku tak sempat (hari sudah terlalu sore dan aku sudah lelah setelah seharian di lab), maka tak jadi-jadi lah aku membeli sate padang itu.

Hingga akhirnya, pada satu hari yang menurutku itulah jodohku dengan sate padang, aku membelinya! Yuhuu... akhirnya aku berhasil membawa seporsi sate padang ke rumah! Hm, begini tho yang namanya sate padang? Olala... jauh berbeda dengan sate yang biasa aku makan. Ukuran daging sate padang lebih kecil, juga bagian yang diambil kebanyakan adalah bagian jeroan (ini menurut pengamatanku pada hasil sate padang yang kubeli), kalau di tempat lain, aku belum pernah coba. Lalu, sate padang dimakan bersama ketupat, kuahnya bukan kuah kacang tanah, tetapi lebih pada kuah yang kurasa dari santan kental dan sedikit sagu juga tanpa kacang tanah (betul gak ya?).

Walaupun satu porsi dimakan bersama (karena makannya di rumah), tapi tak apa. Makan dua tiga tusuk sudah cukup untuk mengobati rasa penasaran dan inginku untuk mencicipi makanan ini.

3 komentar:

dirgita mengatakan...

Huhui. Hobi ma-em juga ternyata^^

Kakak..., waktu SMS-an kemarin, aku ada balas, loh. Bahkan, sampai dua kali. Tapi, dua kali juga gagal. Apa karena mati lampu, ya?

lia mengatakan...

hoho... baru tau ya citra? :D

Redha Herdianto mengatakan...

beli dimana tuh?
sate padang itu harusnya 100 persen daging, ahh pedagang itu yg buat citra sate padang menurun.