26 Agustus 2009

APAKAH KALIAN PUNYA DIARY?

Kalau belum, kusarankan untuk punya. Tapi tak sekedar punya tentunya. Aku sarankan untuk mengisinya, kalau bisa setiap hari. kalian tahu kenapa? Karena buku diary bisa bercerita pada kita! Ketika sendiri menyergap, ketika sepi menjadi teman, ketika jenuh menyelubungi hari-hari.

Aku punya buku diary. Tulisan pertamaku ya di buku itu. aku ingat waktu itu aku masih kelas empat SD. Ibu yang membelikannya. Waktu itu tak ada niat ia memaksaku menulis. Ia hanya membelikan buku kecil bergambar binatang lucu sebagai catatan, atau malah hanya sebagai hadiah kecil untukku saja. yang jelas, aku mencatat semua peristiwa penting yang ada di sekitarku. peristiwa yang membuatku bisa mengulangnya lagi dengan membacanya. Maka jadilah, sejarahku mulai tercatat dalam buku kecil itu.

Hingga tak terasa, ketika usiaku semakin dewasa, aku semakin tertarik menulis diary. Bagiku, tak ada peristiwa tanpa catatan dalam diary. Maka, diary-diaryku mulai menumpuk seiring dengan menumpuknya peristiwa di sekitarku. Juara kelas, pergi ke suatu tempat, bertemu dengan seseorang yang istimewa, bahagianya berteman banyak atau sedih karena tak bisa menggapai sesuatu, semua kutulis dalam diaryku.

Bagitu banyak sejarah yang telah kucatat di dalamnya. Hingga pada suatu kali, ketika aku jenuh dnegan hari-hariku, kubuka lagi diary-diaryku. Buku-buku kecil berbagai ukuran dan warna itu kusambangi satu-satu. Lembar per lembar. Kubaca pelan-pelan. Dan aku terpana! Aku hanyut dalam ceritaku sendiri. Kisah tentangku sendiri. Cerita nyata yang tak kukarang alurnya. Seakan aku dusuguhi satu film paling keren yang pernah kusimak.

Terkadang aku menulisnya dengan kalimat yang kuuntai dengan indah dan teratur. Tapi tak jarang kutulis apa adanya. Apapun yang melintas di pikiranku waktu itu. Dan itulah yang luar biasa. Ternyata aku bisa menulis seperti itu waktu itu! Kisahku yang luar biasa! Tak ada rekayasa, tak ada kebohongan, polos seperti kata-kata seorang bocah. Itulah yang membuatku bisa berlama-lama membaca ulang diaryku. Rasanya lebih mengasyikkan daripada membaca diktat kuliah (hehe... bilang aja males!).

Satu hal yang kugarisbawahi adalah, aku punya banyak peristiwa yang bisa memberiku pelajaran berharga. Aku punya banyak pertemuan dengan orang-orang yang menginspirasiku dan memberiku satu pemahaman bagaimana aku harus memandang semua dengan lebih dekat hingga aku bisa memaknainya dengan bijak.

Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan aku dengan orang-orang yang istimewa. Orang-orang biasa tapi punya sesuatu yang luar biasa.

Jadi, jika kalian belum punya buku diary, kusarankan untuk punya. Lalu menulislah. Apa saja! Hingga pada suatu saat nanti, kalian bisa membaca ulang buku diary itu. Membaca ulang kisah-kisah kalian sendiri. :-)

3 komentar:

ira mengatakan...

Ya aku punya,.... Terkadang jika aku membaca kisahku sedih tp lain lembar kau tersenyum sendiri...

bagoes88banget mengatakan...

oooowww pasti ada sosoku dikisah diarymu, tp peranku sbgai apa??

Akhmad Baiquni mengatakan...

Coba aj dicatet di diarynya, penggunaan listrik, makan, air, niscaya kebutuhan energi dapat didata dgn baik