Halaman

20 Mei 2009

HUJAN INI



: untuk Cinta

Hujan ini, telah memaksaku mencipta seribu puisi
untukmu,
sebab di mataku, kau hadir serupa untai-untai kata berirama
tak putus menaut pesona
hujan ini, telah memaksaku melafal berjuta mantera
untukmu,
sebab di hatiku, kau tinggal serupa manik-manik permata bercahaya
tak habis mengilaukan warna

Tapi hujan ini, mengapa tak bisa memaksamu untuk lagukan rindu
untukku?
adakah kau tak bisa meraba mindaku
yang telah kau penuhi dengan seribu puisi dan mantera
kau banjiri dengan titik-titik air mata

Adakah kau tak bisa merupa rasaku?

Natar, 13 Mei 2009

1 komentar:

Anonim mengatakan...

wah musim hujan nih :)