Halaman

25 April 2009

DIPERHATIKAN ORANG?

Pernahkah kalian diperhatikan oleh seseorang dalam waktu yang lama? Seberapa lamakah? Satu tahun? Dua tahun? Atau sampai lima tahunan? Kalau kalian belum pernah, aku pernah!

Cerita ini bermula di suatu tempat mangkal kendaraan umum. Ada bus, mikrolet sampai motor ojek. Sore itu aku sepulang dari kampus. Seperti biasa, bus yang kutumpangi masih ‘ngetem’ menunggu penumpang. Aku yang sedang asik ber-sms dengan seorang teman, dikejutkan dengan sapaan seseorang yang tampaknya akan duduk di sampingku. Kebetulan, bangku di sampingku memang masih kosong. Maka, kupersilakan orang itu untuk mendudukinya. Singkat cerita, saat bus mulai berangkat, kami saling bertegur sapa.

Awalnya, ia yang menyapaku terlebih dahulu. Tapi, justru itulah yang membuatku sedikit heran. Kalau biasanya orang bertanya ‘pulang kemana?’ maka, laki-laki yang duduk di sampingku itu bertanya,

“Kuliah dimana?”

Meski sedikit heran, tapi aku tetap menjawabnya. Lalu, pertanyaan-pertanyaan berikutnya malah membuatku semakin heran. Pasalnya, ia terkesan bukan bertanya, melainkan memastikan.

“Rumahmu di Sinar Laut ya?”

“Dulu, sekolahnya di SMA Natar ya?”

“Masih suka sendiri kalo nunggu bus?”

Aku, dengan wajah sedikit bengong hanya bisa mennganggukkan kepala. Dalam hati, aku terus bertanya-tanya tentang siapakah sebenarnya orang ini. Tetangga yang tak kukenal kah? Atau kakak tingkat waktu SMA? Atau kah teman orang tuaku yang pernah datang tapi aku lupa? Saat akhirnya aku beranikan bertanya, dia hanya tersenyum dan menjawab,

“Saya sering merhatikan orang, termasuk kamu. Dulu, kamu masih SMA, sekarang udah kuliah, tho?”

Wacks?! Tak berbohong kah dia? Dari SMA memperhatikan aku? Dan kini, aku duduk di semester sepuluh! Berapa tahunkah itu?

Ooo

Terkadang, memang seperti itu. Disadari atau nggak, kita sering jadi perhatian banyak orang. Entah itu karena fisik, penampilan, gaya bicara atau prilaku kita. Makanya, kita tuh mesti jaga sikap dan penampilan. Minimal dua itu. Dari penampilan yang kita perlihatkan, orang lain akan bisa tahu kita tuh tipe orang yang bagaimana. Walaupun, kita nggak boleh memvonis sifat orang hanya dari penampilan. Tapi, setidaknya kalau misalnya penampilan kita oke, matching, rapi, harum, siapapun orangnya pasti akan suka. Gitu juga sebaliknya. Kalau penampilan kita berantakan, kotor, bau, gak rapi, wah! Jangan harap deh ada yang mau deketin.

Nah, kalau dari sikap juga gitu. Kalau penampilan sudah oke, tapi sikap seperti Miss. Devil dalam film Dalmation, kan jadi gimana gitu. Tetep aja kan, orang lain jadi ilfil untuk berteman dengan kita. Yah, walaupun lagi, kita gak boleh langsung menjustis orang lain lewat sikapnya.

Mungkin saja, awalnya memang kurang menyenangkan karena kita belum mengenalnya. Ada kan tipe orang yang seperti itu? Ketika belum kenal, terkesan pendiam, angkuh, sombong, pokoknya yang jelek-jelek deh di mata kita. Giliran dah kenal baik, wuih... menyenangkan!

Ooo

“Wah, udah mau sampai ya? Mau minta no. Telpon dah telat dong.” Aku cuma senyum saja menanggapi kalimatnya ketika bus yang kutumpangi berhenti di ujung jalan menuju rumahku.

“Lain kali, kalau ketemu lagi.” dan aku dapat teman teman baru lagi sekarang...

2 komentar:

bagoes88banget mengatakan...

kageet yaa..jangan geeer.. lawong brapa taon kmu dipingiir jalan terus.. mungkin supir fuso,truck, bus, mikrolet.. pasti paham ama kamu ..apalagi .saya..ngeliat kamu terus ketika aku brgkat kerja''weee....

sutarji mengatakan...

kalaw aku sih ketika motor aku mogok/abis bensin aku pusing banget pom bensin jauh,,,,,ternyata ada seorang pemuda yang baik hati yang mo menolog aku....itu yang paling menyentuh hatiku,ternyata masih ada orang yang baik di jaman ini