Halaman

06 Maret 2009

mata pada hasil

Beberapa waktu yang lalu, aku nerima satu sms dari seorang teman,
“Saat mata tertuju pada hasil, tetapi pikiran, perasaan dan energi larut pada proses, ibarat lari dengan mata menatap ke depan dan tubuh lari sekencang-kencangnya. Tahu-tahu garis finis telah terlewati”

Aku sempet terharu, secara, sms itu kena banget di hati aku. Kenapa? Karena waktu itu aku lagi butuh-butuhnya semangat. Aku baca ulang sms itu berkali-kali. Kalo aku pikir-pikir, memang bener tuh kata-katanya.

Terkadang, ketika kita lagi ngerjain sesuatu gitu ya, mata kita tertuju ke proses melulu. Jadi, seolah-olah kita itu selalu aja cape, lelah. Semua pikiran, energi dan perasaan tumpah ruah di proses itu. al hasil, tujuan akhir kita jadi terlihat jauh... jauh... jauh sekali.

Bagi orang yang gak mudah putus asa, mungkin gak masalah. Enjoy-enjoy aja berputar-putar di proses, tapi bagi orang yang moody (kayak aku, hehe) bisa jadi bikin down. Bisa-bisa stag sampe disitu, padahal tujuan akhir bentar lagi sampe.

Kebalikannya, seperti isi sms itu. kalo kita memandang pada hasil, tapi pikiran, energi dan perasaan kita larut pada proses, kita seolah jadi sprinter yang fokus pada tujuan. Aral rintangan yang menghadang terlewati tanpa terasa. Hm, sepertinya menyenangkan ya! :-)

Tidak ada komentar: