01 Februari 2009

LUKA DI CHAMPS ELYSEE



Sisi lain seorang TKW
Judul : Luka di Champs Elysee
Penulis : Rosita Sihombing
Penerbit : Lingkar Pena Kreativa
Tebal : 198 halaman
Harga : Rp 32.500,-

TKW memang udah lumrah di Indonesia. Jumlahnya ratusan, dari berbagai daerah pula. Tapi, kalo TKW dijadikan tema sebuah novel, hm... kayaknya belum banyak tuh! Eits! Tunggu dulu! Ada satu diantara sekian banyak novel Indonesia yang mengangkat TKW sebagai temanya.

Luka di Champs Elysees. Novel ini berkisah tentang seorang TKW asal Lampung bernama Karimah. Ia bekerja di Riyadh sebagi baby sitter seorang majikan Arab. Sayangnya, keadaan Karimah, seperti kebanyakan TKW lainnya, menyedihkan. Dianiaya oleh majikan perempuan ketika melakukan suatu kesalahan kecil. Karimah tak bisa berbuat apa-apa atau mengadu pada siapa-siapa. Setiap waktu selalu menjadi hari-hari panjang melelahkan baginya.

Suatu hari, sang majikan berniat mengajaknya ke Perancis untuk menjaga anaknya ketika mereka liburan. Niat untuk kabur pun, diam-diam dipendam dan direncanakannya. Hingga pada akhirnya, ketika mereka sampai di Perancis, niat itu sudah tak bisa lagi diusirnya. Karimah benar-benar kabur di jalan Champs Elysees. Di saat ia tak memiliki siapa-siapa dan tak bisa berbahasa Perancis, keajaiban pun datang. Hamed, seorang Arab menolongnya.

Sebagai warga ilegal, tak mudah bagi Hamed maupun Karimah untuk hidup aman di negeri orang. Maka, Karimah pun tinggal dengan Hamed tanpa ikatan pernikahan hingga tanpa disadarinya, ia akan memiliki anak. Padahal, di tanah air, Karimah sudah memiliki suami dan seorang anak. Kejadian demi kejadian tak terduga datang menghampiri mereka.

Baca novel ini, kita serasa berada di Paris, Perancis. Secara, novel ini memang bersetting di kota mode itu. Penggambaran tempatnya sangat detil, dari jalan, gedung bahkan stasiun metro dan toko-toko. Semua ditata apik dalam balutan bahasa yang mengalir. Alur ceritanya juga mudah kita pahami. Bagi penikmat novel dengan mengedepankan setting tempat, novel ini patut dibaca.

Tapi, gak ada gading yang tak retak, bukan? Nah, satu sisi yang mungkin perlu sedikit dipahat lagi adalah, kekonsistenan dari penulisnya. Di beberapa paragraf, kentara sekali penulisnya masih ‘teledor’ dengan istilah yang sebelumnya dipakai tapi selanjutnya diubah. Ya, mungkin lupa, kali yee... hehe.

Rating for this book (menurutku sendiri):
**

Note.
* up to you
** so-so
*** OK
**** iya banget!

2 komentar:

ira mengatakan...

Wah, dah siap lomba nieh??

azkia zone mengatakan...

hehe... tau aja neh!!